
Pangeran yuk selalu datang untuk berkunjung secara diam-diam ke kerjaan Yin. Dia melihat putri yin dari jauh. Pangeran yuk tersenyum melihat putri yin yang kini perutnya sudah mulai membesar.
"Ayah padahal sangat ingin bertemu dengan kamu sayang. Mengusap kamu yang masih diperut ibu kamu. Tapi sepertinya ibu kamu masih marah kepada ayah."
Seperti biasa, dia hanya duduk diatas pohon. Melihat dari kejauhan. Sampai hari ini, tak ada ucapan dari putri yin yang meminta dia datang menemuinya. Jadi pangeran yuk tak berani.
Ibunya dan saudaranya yang lain selalu datang. Dalam beberapa. Mereka tak butuh waktu lama untuk mengandung dan melahirkan. Hanya butuh waktu sepuluh hari totalnya sampai menunggu melahirkan.
Ini sudah hati ke tujuh. Perut putri yin sudah besar. Dia sulit untuk menerimanya, tapi kadang dia merasakan tendangan anaknya. Bahkan tabib bilang kalau anak kembar, jadi dia sangat antusias melihat kedua anaknya lahir. Terkadang mereka juga datang di mimpi.
Ibu, jangan marah kepada ayah. Maafkan ayah dan bersatulah. Kami ingin ibu dan ayah bersama.
Mereka selalu mengatakan itu didalam mimpi putri yin, sepasang anak laki-laki dan perempuan, yang laki-laki sangat tampan seperti pangeran yuk dan yang perempuan sangat cantik seperti putri yin.
Putri yin juga gensinya terlalu besar. Dia tak mau mengatakan sebelum pangeran yuk sendiri yang datang ke istananya dan menemui dia.
"Kak, wahh. Sudah besar perutnya."
Hari ini rombongan datang dari kerajaan yuk. Putri yin tak menolaknya. Ada putri Zhu juga dan kedua pangeran yang lain. Juga putri kecil Bao.
"Bibi, adiknya masih betah di dalam."
Putri Bao mendekati Putri yuk. Dia mengusap dan mencium perut putri yuk. Putri yuk masih mencari suaminya.
"Iya."
"Apa kata tabib yang mulia?"
Sementara ibu ratu Li berbicara dengan ratu wu. Ratu wu menjelaskan keadaan putri yuk. Semuanya baik-baik saja. Anaknya kembar dan sehat. Mereka memiliki dua kekuatan kerajaan Yin dan kerajaan yuk.
"Sayang. Jaga baik-baik cucu ibu dan ibu kamu ya."
Ratu Li mendekati Putri yin. Putri yin mengangguk. Dia ingin bertanya tentang pangeran yuk tapi dia malu. Jadi dia daim saja.
Pangeran yuk ikut diam-diam ke sana. Dia menggunakan kekuatannya untuk melihat keadaan di dalam. Bahkan mendengar percakapan mereka.
"Anakku kembar. Satu laki-laki dan satu perempuan."
Pangeran yuk senang sekali mendengar penjelasan ibunya putri yin. Dia tak henti senyum-senyum sendiri di atas pohon. Dia menatap putri yin yang sangat dia rindukan.
"Kamu semakin cantik saja putri yin. Kapan kamu akan memaafkan aku dan melihat kedua anak kita. Aku sangat menunggu kelahiran mereka."
Pangeran yuk sedang memperhatikan kerajaan Yin. Tiba-tiba dia mendapat panggilan jauh dari pamannya. Panglima Heng.
"Yuk, kerajaan diserang. Mereka tahu kamu tak disini dan pangeran yang lain. Kamu bisa cepat pulang?"
__ADS_1
"Iya paman. Aku segera pulang."
"Kabari yang lain. Paman tak sempat."
Paman Heng menggunakan telepatinya. Pangeran yuk turun dari pohon. Dia terpaksa masuk ke istana kerajaan Yin. Putri yin yang melihat itu senang sekali.
"Yang mulia Pangeran?"
Semua menoleh ke belakang. Pangeran yuk bukannya senang malah memperlihatkan raut mukanya yang tegang.
"Yuk, kamu ke sini?"
Ratu Li juga kaget. Pangeran yuk langsung menemui ketiga saudaranya.
"Paman Heng butuh bantuan. Kerajaan diserang. Kita harus kembali. Cepat."
Pangeran yuk sama sekali tak menghiraukan ibunya dan juga putri yin.
"Iya kak."
Ketiganya bergegas pergi. Begitu juga dengan pangeran yuk. Dia bergegas pergi dari sana. Putri yin menangis melihat suaminya tak perduli dengan dia.
"Maafkan saya. Saya mencintai kamu dan anak kita."
"Yang mulia, berjanjilah kepada saya, yang mulia pangeran tidak akan terluka sama sekali."
Pangeran yuk sudah mau pergi. Tapi putri yin menahan tangan kekar pangeran yuk begitu saja.
"Bukankah kamu membenci saya?"
Putri yin menggeleng. Dia menaruh tangan pangeran yuk di perutnya.
"Itu dulu. Saya minta maaf, saya juga egois. Mereka mau bertemu dan bermain dengan ayahnya. Berjanjilah kepada mereka, yang mulia akan kembali dengan selamat dan memenangkan pertarungan ini?"
Pangeran yuk hanya diam menatap perut putri yin yang sudah besar begitu juga dengan matanya yang sudah bergelimang air mata.
"Hanya mereka yang menginginkan saya kembali dengan selamat? Tapi kamu tidak?"
"Saya juga ingin. Kembalilah untuk saya. Saya minta maaf, saya mencintai yang mulia pangeran. Saya ingin mengatakannya tapi terlalu malu dan egois."
Pangeran yuk mencium bibir putri yin di depan semua orang. Dia pamit dan mencium kening putri yin. Mengusap kepala putri yin.
"Saya berjanji akan kembali dengan selamat tanpa terluka, untuk kamu dan anak-anak kita."
Walau berat, putri yin harus tetap melepaskan pangeran yuk. Pangeran yuk bergegas menyusul ketiga saudaranya.
__ADS_1
"Ibu dan putri Bao tetap disini saja sampai keadaan aman. Nanti kami akan menjemput." Kata pangeran yuk kepada sang ibu.
"Hati-hati nak."
Pangeran yuk mengangguk. Mereka kembali ke kerajaan yuk dengan cepat. Dengan kekuatan kilat mereka. Benar saja, sudah banyak pasukan pendekar hitam yang menyerah kerajaan yuk.
Raja Yong juga mengirim prajurit bantuan untuk ikut membantu kerajaan yuk. Mereka bertarung hingga paginya. Banyak sekali yang sudah tumbang.
"Zhu, hati-hati."
Pangeran yuk selalu mengawasi ketiga saudaranya. Terlebih putri Zhu yang seorang wanita.
"Pangeran yuk, di belakang."
Pangeran huan juga membantu pangeran yuk. Pangeran yuk yang tadinya membenci huan dan ibunya, perlahan sudah tidak.
Mereka terus bertarung perang energi masing-masing. Panglima Heng juga ikut, bahkan ratu muda yu juga ikut.
"Kak, hati-hati."
Pangeran yuk melindungi kakaknya. Bless! Sampai satu pedang hitam mengenai tubuh yuk.
"PANGERAN YUK!"
Semua teriak panik melihat Pangeran yuk yang terkena tusukan pedang seseorang. Pangeran yuk mencoba bertahan sampai akhir.
Panglima Heng berhasil mengalahkan panglima perangnya Pendekar gelap. Semua pasukan langsung mundur. Tapi pangeran yuk jatuh terkulai lemas di tanah.
Itu bagian yang tertusuk oleh ayahnya dulu. Darah dan energi pangeran yuk tak henti mengalir.
"Yuk, bangun yuk."
Kakaknya memangku yuk. Dia mencoba menyadarkan yuk. Terus menepuk pipi yuk agar dia tetap menjaga kesadarannya.
"Cepat bawa yuk ke istana dan obati dia."
Ratu muda yu mendongak. Dia histeris meminta suaminya untuk membawa yuk.
"Iya."
Panglima mengangkat badan pangeran yuk dan bergegas membawanya ke istana. Mereka memanggil tabib untuk mengobati yuk. Semua menunggu diluar kamar Pangeran yuk.
'Putri yin dan anak-anakku, kalau ayah tak bisa bertahan, ayah minta maaf ya. Tapi ayah sudah menang.'
Di alam bawah sadar yuk, dia meninggalkan pesan kepada putri yin dan kedua anaknya. Tabib bersusah mengobati lukanya. Dia bahkan menggunakan banyak daun dari pohon kehidupan putri yin. Tapi tak ada respon sama sekali.
__ADS_1