DIJODOHKAN DENGAN PANGERAN KEJAM

DIJODOHKAN DENGAN PANGERAN KEJAM
MASA DEPAN PANGERAN YUK DAN PUTRI YIN


__ADS_3

Yin dapat melihat masa depan dia dan pasangannya nanti. Kekasihnya nanti dan juga dunianya nanti. 


Beberapa kali akan terlihat begitu saja dan Yin kesal karena hal ini.


***


"Ayah."


"Ibu."


Ada anak kecil, satu laki-laki dan satu perempuan.  Laki-lakinya memakai pakaian yang sama persis seperti pangeran yuk.  Dengan nuansa baju kerajaan yuk, yang dominan biru hitam.


Yang perempuan, memakai baju kerajaan ala Putri Yin.  Merah mudah. Dia begitu cantik, manis dan menggemaskan, yang dipanggil keduanya ketika menoleh adalah dirinya dan pangeran yuk. 


Putri Yin menyentuh pangeran yuk.  Dia tak sengaja memperlihatkan itu kepada pangeran yuk.  Pangeran pun sama melihat dalam pikiran. 


"Haishhh."


Pangeran yuk yang melihat gambarang masa depan dia dan putri Yin, kesal.  Sia menurunkan pedangnya dan pergi begitu saja. 


Tepat di belakang dia ada ratu Li dan ratu Wu yang menyusul.  Takut mereka berkelahi.  Untungnya pangeran yuk dihentikan putri Yin lagi.  Dia pergi dengan kesal.  Melewati ibunya begitu saja. 


"ishhh!"


"kenapa sih harus pangeran yuk."


"gambaran yang menyebalkan, sama seperti pangeran yuk!"


Putri Yin juga kesal.  Dia marah-marah sendiri kepada angin di depannya.  Setelah pangeran yuk pergi, dan menarik pedang energi birunya, tameng energi merah muda putri Yin pun dia hilangkan. 


"Ibu."


"Ibu tidak apa-apa?"


Pangeran Huang segera mendekat ibunya.  Dia memeluk erat ratu Huang dan memeriksa seluruh tubuh ibunya itu.  Ratu Huang masih takjub melihat yang tadi.  Kekuatan putri Yin.  Kalau anaknya bersama dia, anaknya akan aman.


Kelihatannya juga putri yin tak suka dengan pangeran yuk.  Dia sudah mendesak rumor yang beredar.  Kalau putri Yin ditakdirkan untuk memendam amara pangeran yuk. Mengendalikan dan melindungi pangeran yuk. 


Tapi dia yakin. Takdir bisa dirubah.  Terlebih beberapa kali, ratu Huang melihat putri Yin sangat sopan dan manis kepada pangeran Huang. 


Siapa yang tak jatuh hati kepada anaknya yang baik dan tampan. Banyak sekali raja, pendekar yang ingin menjadikan pangeran Huang suami dari putri mereka.  Tapi ratu Huang masih mempertimbangkan semua lamarannya.


"Ibu ratu."


"istirahat saja di dalam."


"jalan keluar dari area istana Yin."


"itu akan jauh lebih berbahaya untuk ibu ratu dan pangeran Huang."


Putri Yin baru sadar yang ada di belakang dia, yang sejak tadi dia lindungi.  Dia berbalik dan menjelaskan semuanya kepada ratu Huang.


"Terima kasih putri Yin."


Dia kembali masuk ke ruangan yang sudah kerajaan siapkan dengan putranya.  Ratu Li dan ratu Wu mendekati putri Yin.  Ratu Li yang memeriksa tubuh putri Yin. 


"putri Yin?"

__ADS_1


"kamu tidak apa-apa?"


"tidak ada yang bisa menahan serangan amarah dari pangeran yuk."


"apa kamu baik-baik saja?"


Ratu Li sangat mengkhawatirkan putri Yin.  Ratu Wu senang.  Ratu Li benar-benar baik kepada anaknya. 


Ratu Wu dan raja Yong sudah memutuskan, mereka menerima lamaran ratu Li untuk menikahkan putri Yin dan pangeran yuk.  Demi kedamaian dunia.


Putri Yin yang sedikit memaksa.  Kalau pun tidak saling cinta.  Dia hanya akan selalu dekat dan mengawasi pangeran yuk.  Sampai hati keras dan kejam pangeran yuk berubah. 


Putri Yin akan merasakannya nanti.  Bagaimana hati pangeran yuk bergetar untuk dia. 


"aishh."


"ibu.  Aku mau main dengan pelayan yang lain."


"jangan ganggu aku."


"pangeran yuk aku jamin tidak akan pernah menyerang ratu Huang dan pangeran Huang lagi selama mereka dia di istana ini."


"ibu ratu Li, saya permisi."


Putri Yin menghentakkan kakinya dengan kesal.  Kenapa dia jadi terus melihat masa depan dirinya dan pangeran yuk.  Mereka yang romantis dan akur.  Putri Yin geli sendiri.


Dia pergi dengan dua pelayan setianya.  Dia pergi ke taman bunga miliknya. 


***


"Ayah? Ibu?"


"pangeran kecil dan putri kecilku?"


"haishhh."


"aku tidak mau berakhir seperti yang lainnya."


"itu sama sekali tidak terlalu bagus dan khusus untukku yang pemimpin."


"Yang paling kuat di dunia pendekar."


"luluh dan tunduk kepada wanita?"


"Manis dengan wanita? Diatur wanita?"


"tidak!"


Pangeran yuk berjalan jauh dari tempat dia berkelahi dengan putri Yin lagi. Dia sampai masuk ke hutan dan berhenti di lembah dekat sungai, masih dalam wilayah kerajaan Yin. 


Pangeran yuk berbicara sendiri dengan bayangannya yang ada di air.  Dia memukul air dengan kesal. 


Bayangan yang diperlihatkan putri Yin sangat membekas dipikirannya.  Berharap bayangan itu lenyap bersama bayangan di air yang dia lihat.  Tapi ternyata tidak. 


"argg!"


"Kenapa takdir tidak seindah yang aku bayangkan kan."

__ADS_1


Menguasi semuanya. Membalaskan dendam setiap dia marah. Pangeran yuk berteriak di dalam hutan. Membuat burung berwarna-warni di wilayah kerajaan Yin berterbangan. 


Putri yin sedang naik ayunan di taman bunganya.  Dia melihat suara burung yang berterbangan dari hutan. 


"ada apa?"


"apa ada pemburu?"


"yang berburu dengan liar?"


"kan sudah dibilang, tidak ada yang boleh berburu hewan di kerajaan ini."


Kebanyakan rakyat dan semua anggota kerajaan Yin tidak memakan daging.  Kebanyakan daging pun akan dibuat dengan tumbuhan, diracik sedemikian hingga. 


Tak ada pertumpahan darah.  Tak ada membunuh binatang.  Beberapa dibolehkan, membunuh dengan baik dan izin kepada hewan yang akan mereka bunuh. 


Meminta tolong kepada hewan tersebut.  Dengan senangnya mereka akan datang. Membantu rakyat yang kelaparan dan semacamnya. 


Ikan masih diobolehkan dan umum.  Ikan di sungai itu banyak. Tapi tak boleh banyak mengambilnya.  Secukupnya saja.  Sisanya banyak yang dibeli dari luar kerajaan. 


Kerajaan yuk, berbanding terbalik.  Mereka setiap hari makan daging. Membunuh hewan dengan keji dan sesuka hati.  Banyak pertumpahan darah juga di kerajaan yuk.  Apalagi setelah raja Zeng meninggal. 


"kita ke sana."


"lihat kenapa sampai semua burung itu pergi dari rumahnya."


Putri Yin mengajak dua pelayannya untuk ke arah hutan kerajaan.  Mereka berjalan masuk cukup jauh.  Setelah berada cukup dalam di area hutan itu.  Putri Yin bertemu dengan pangeran yuk. 


"anda yang memburu burung?"


"Atau hewan lainnya?"


"tolong ikuti aturan selama anda di kerajaan Yin."


Kata putri Yin menatap Pangeran Yuk dengan kesal.  Pangeran yuk hanya melengos pergi dari depan putri Yin.  Dia malah mengejutkan panah energi birunya, panah tak terlihat dan melihat ke atas, mengarahkan panahnya ke atas. 


"yaaa!"


"Berani-beraninya anda mau memanah burung saya."


Putri Yin terbang ke atas dan tepat berada di depan panah pangeran Yuk.  Dia tak gentar menghalangi panah pangeran Yuk. 


"apa?"


"anda punya burung?"


"wah. Hahahhaa."


"seorang putri punya burung."


Pangeran yuk yang jahil, keluar kejahilannya, dia menunjuk ke area bawah putri Yin.  Putri Yin membelalak marah kepada pangeran yuk. 


Dua pelayanan putri Yin menahan tawa karena ulah pangeran yuk.  Pangeran yuk langsung menghilangkan panah gaibnya.  Dia tak henti tertawa melihat


"Yaa!"


"bukan itu."

__ADS_1


__ADS_2