DIJODOHKAN DENGAN PANGERAN KEJAM

DIJODOHKAN DENGAN PANGERAN KEJAM
PUTRI YIN SEKARAT


__ADS_3

Untuk pertama kalinya, putri Yin kehabisan tenaga.  Pangeran yuk tak pernah melihat putri Yin seperti ini di kerajaan Yin.  Kenapa dia?


***


Energi merah yang mengurung pangeran yuk ikut hilang begitu saja.  Dia terbebas.  Pangeran yuk segera turun.  Dia mengambil putri yin yang tak berdaya di tangan pangeran wong. 


"Lepaskan dia.  Dia istriku.  Jangan pernah sentuh dia." Kata pangeran yuk kepada pangeran wong.  Pangeran wong juga tak bermaksud seperti itu.  Dia hanya menolong putri Yin. Pangeran wong memberikan putri Yin begitu saja ke Pangeran yuk. 


"Putri Yin."  Ratu muda yu ikut panik melihat Putri Yin yang gak sadarkan diri. 


Pangeran yuk membawa putri Yin masuk kembali ke istana.  Membawa putri Yin masuk ke kamarnya.  Ratu muda yu dan juga putri kecil Bao ikut ke sana.  Melihat keadaan putri Yin.


"Kak, panggilkan tabib istana yang ada." Kata pangeran yuk kepada sang kakak perempuannya itu. 


"Iya adik.  Tunggu." Ratu yu memerintahkan pelayan untuk memanggil tabib.  Pangeran yuk tak henti menggosok dan menggenggam putri Yin yang tubuhnya menjadi dingin. 


"Kakak, tubuh putri Yin menjadi dingin.  Bagaimana ini?" Tanya pangeran yuk kepada ratu muda yu.  Ratu muda yu mendekat.


"dingin?" dia memeriksa tubuh putri Yin.  "pangeran, apa mau kita coba untuk mengalirkan energi kita?" tanya ratu muda yu kepada adiknya itu.  Pangeran yuk mengangguk. Tak ada salahnya mencoba. 


Keduanya mengalirkan energi mereka untuk membantu menghangatkan tubuh putri Yin.  Beberapa saat tubuh putri Yin yang pangeran yuk pegang memang menghangat.  Tapi setelahnya kembali memucat dan dingin.


"bagaimana ini pangeran, tidak bisa?" tanya ratu muda yu yang panik dan khawatir.


Tak lama tabib datang.  Dia masuk dan memeriksa putri Yin.  Tabib menatap pangeran yuk.  "Putri Yin tak pernah jauh dan kerjaan yin, sepertinya hanya karena itu. Dia juga butuh perlindungan dan penyesuaian diri dengan energi di kerajaan ini."


"bagaimana caranya tabib?" Tanya pangeran yuk kepada sang tabib. 

__ADS_1


"Dengan menyatukan energi anda dan tuan putri." Ujar sang tabib. 


"tadi kami sudah mencobanya.  Aku dan kakak." Timpal pangeran yuk menunjuk kakaknya.  Ratu muda yu juga mengangguk. 


"Bukan sekedar itu.  Seluruh tubuh tuan putri harus beradaptasi dengan energi kerajaan yuk.  Berhubungan dengan anda." Ujar sang tabib kepada pangeran yuk. 


Ratu muda yu menutup telinga anaknya mendengar itu.  Ratu muda yu meminta pelayan untuk membawa putri Bao keluar dari ruangan itu.  "sayang.  Bibi Yin harus diobati.  Kamu keluar dengan pelayan dulu ya." Ujar ratu muda yu kepada putrinya. 


"Iya ibu." Putri Bao keluar dengan pelayan kerajaan.  Dia menunggu di depan. 


"Maksudnya?" Tanya pangeran yuk yang tak percaya dengan ucapan sang tabib.  Tak paham juga.  Dia menggaruk kepalanya yang tak gatal. 


"Berhubungan badan dengan putri Yin, pangeran.  Itu akan mengalihkan dan menyatukan energi kalian berdua seutuhnya. Membuat putri yin juga beradaptasi dan mendapatkan perlindungan dari energi anda ketika disini. Setelah ini, kita butuh bunga dari kerajaan Yin. Bunga kelahiran tuan putri Yin."


"tidak bisa kah hanya menunggu bunganya saja?" tanya pangeran yuk dengan canggung.  Ratu muda yu yang memukul lengan pangeran yuk dengan energinya karena mereka berhadapan dari seberang ranjang. 


"sebenarnya untuk menyembuhkan bisa.  Tapi itu akan membuat putri Yin jauh lebih kuat di sini.  Kalau Pangeran keberatan, kita gunakan bunga itu dulu saja. Putri Yin hanya kehabisan tenaga saja, setelah menyembuhkan putri Bao, lalu menggunakan energinya untuk memisahkan pertengkaran sengit tuan dengan pangeran wong."


"Yuk, cepat putuskan mau bagaimana?" tanya ratu muda yu kepada adiknya itu.  Yuk menggeleng. 


"tidak tahu kak.  Masak harus tidur, berhubungan badan begitu dengan putri Yin?" tanya pangeran yuk lagi, menggaruk kepalanya yang tak gatal.  Dia juga malu mengatakan itu. 


"Kenapa? Kan kalian sudah menikah.  Apa yang salah.  Tak ada yang salah dan bukan masalah kan harusnya." Ujar ratu muda yu kepada adiknya itu. 


"Tunggu.  Aku ambil bunga kelahiran putri Yin dulu.  Kalau itu tidak berhasil, aku terpaksa melakukannya." Pangeran yuk keluar dari kamarnya. 


***

__ADS_1


Dia dengan kekuatannya, dalam sekejap sampai kembali ke kerajaan Yin. Di kerajaan Yin, ibunya sedang siap-siap untuk pulang dan pamit.


"Pangeran yuk.  Bukannya tadi pangeran wong ke sini? Dia bilang kamu yang mengutus dia, untuk mengambil bunga kelahiran putri Yin?" tanya ibu ratu Li kepada anaknya itu.  Pangeran yuk bingung.  Dia tak mengutus siapa pun. 


"apa putri kami baik-baik saja?" tanya ibu ratu Wu kepada pangeran yuk.  "Putri Yin memang tak pernah jauh dan keluar dari kerajaan Yin."


"Kami akan ikut ke sana dan melihat keadaan putri Yin. Kami juga akan menanamkan pohon bunga kelahiran putri Yin agar bisa digunakan kapan pun. Itu kata tabib dan peramal." Ujar raja Yong kepada pangeran yuk.  Pangeran yuk hanya mengangguk. 


"Yang mulia, tabib di istana bilang kalau kami harus menyatukan energi tubuh kami, agar putri Yin juga dapat perlindungan dan bisa beradaptasi di dunia luar.  Mendapatkan perlindungan yang lebih kuat dari energinya, dari energi saya. Apa itu boleh saya lakukan?" tanya pangeran yuk menggaruk kepalanya, dia akan pergi, tapi kembali dan ingat itu.  Meminta izin kepada itu. 


"Itu maksudnya, saya harus berhubungan badan dengan putri Yin.  Apa tidak apa-apa?" tanya pangeran yuk dengan canggung. 


"tidak apa-apa. Kan pangeran suami putri saya. Sangat tidak apa-apa." Ujar ratu Wu dengan senyum manisnya. 


"Kami bahkan sangat menantikan cucu.  Akan jadi cucu pertama di kerajaan Yin."  Timpal raja Yong. 


"Hehe." Pangeran yuk hanya tertawa.  "saya permisi pulang dulu kalau begitu.  Saya mau melihat keadaan putri Yin." Pamit pangeran yuk.  Sekali terbang, dia menghilang. 


***


Pangeran wong merasa bersalah karena dia berkelahi dengan pangeran yuk, putri Yin jadi harus memisahkan dia dan kehilangan banyak energinya.  Sampai dia tak sadarkan diri.  Jadi pangeran wong memutuskan untuk mengambilkan bunga kelahiran putri yin dan membawanya untuk obat putri Yin. 


"Tabib.  Ini bunganya." Pangeran wong memberikan bunganya kepada sang tabib.  Tabib langsung melebur bunga itu di depan putri Yin. 


Energi merah muda bunga itu terserap oleh putri Yin.  Putri Yin mulai sadar.  Wajah pucatnya kembali cerah.  Putri Yin bahkan bisa duduk dan melihat semua yang ada di kamarnya. 


"ini saya dimana?" tanya putri Yin kepada tiga orang dihadapannya. 

__ADS_1


"di kamar pangeran yuk, putri.  Tadi anda pingsan.  Tabib bilang putri kehilangan banyak energi karena mengobati putri Bao dan karena pertengkaran pangeran yuk dan pangeran wong." Ujar ratu muda yu yang menjelaskannya. 


Pangeran yuk baru saja sampai.  Dia membuang bunga yang sudah dia bawa.


__ADS_2