DIJODOHKAN DENGAN PANGERAN KEJAM

DIJODOHKAN DENGAN PANGERAN KEJAM
PUTRI YIN BELUM SIAP HAMIL


__ADS_3

Apa kamu tidak mau hamil anak ibu? Apa kamu sangat membenci pangeran yuk?


Putri yin tak bisa menjawab.  Dia masih ingin lari main, dia pikir dia belum siap untuk hamil.  Putri hanya bisa menunduk menangis mendengar pertanyaan dari ibu ratu Li. 


"Ibu, saya boleh pulang ke rumah? Pulang ke rumah ibu Wu dan ayah Yong.  Saya mohon.  Saya ingin menenangkan diri di sana. Saya janji saya tidak akan melukai cucu ibu."


Ratu Li bingung mendengar permintaan sang menantu.  Tapi demi kebahagiaan menantunya dan kenyamanan dia. 


"Saya hanya minta waktu untuk menenangkan diri saja.  Itu terlalu cepat bagi saya, saya butuh ibu Wu."


"Tentu.  Ibu akan mempersiapkan semuanya.  Maafkan ibu mau ibu keterlaluan dengan kamu.  Tapi hanya ini kamu bisa selamat.  Bayi kamu yang akan menjaga kamu sayang."


Ratu Li berdiri.  Dia menepuk pundak sang menantu.  Ratu wu mengusap lembut kepala sang menantunya.  Mencium puncak kepalanya dan pergi.  Di depan, ratu Li meminta pelayan yang datang dengan putri yin untuk masuk dan selalu ada di sisi putri yin.  Ratu Li juga meminta datang yang lain berjaga di depan pintu kamar pangeran yuk. 


"Kalau bisa, jangan biarkan pangeran yuk untuk masuk dulu ke kamarnya.  Kalau dia datang ke mari, bilang harus menemui saya dulu."  Kata ratu Li kepada penjaga yang juga ditugaskan di sana.


"Baik yang mulia ratu."  Mereka menunduk mengerti. 


Ratu Li pergi dengan pelayan setianya, yang selalu mengikuti ratu Li kemana pun dia pergi.  Dia menemui tabib istana, panglima istana yang lain. 


"Diapakan kereta.  Putri yin ingin pulang ke rumahnya sementara waktu.  Dia ingin menenangkan diri." Perintah ratu Li kepada bawahannya. 


"Baik ibu ratu."


Mereka pergi dan menyiapkan semuanya.  Kabar itu sampai kepada pelayannya ratu muda yu.  Dia masuk dan memberitahu.  Pangeran yuk masih disana.  Dia pun masih bingung dengan keadaan dan situasinya.  Dia diam saja melamun di kamar sang kakak. 


"Yuk."


Sampai pelayan datang dan memberitahu saja pangeran yuk tak merespon.  Dia seperti tak mendengar.

__ADS_1


"Hah? Ada apa kak?" Tanya pangeran yuk baru sadar setelah ditepuk pundaknya oleh sang kakak. 


"Kamu tidak dengar yang pelayan kakak bilang? Putri yin ingin kembali ke kerajaan dia."


Belum selesai bicara, pangeran yuk langsung pergi dari sana.  Dia keluar dari kamar sang kakak, berlari kencang.  Pangeran yuk ingin menemui putri yin.  Dia berhenti di depan kamarnya.  Dia melihat putri yin tadi lari menuju kamarnya. 


"Maaf yang mulia pangeran, tapi anda tidan diperbolehkan masuk." Pelayan menghalanginya. 


"Tapi ini kamar saya."


"Maaf pangeran, tapi yang mulia putri ada di dalam.  Ibu ratu bilang, kalau pangeran tidak boleh masuk dulu.  Pangeran bisa menemui ibu ratu dulu untuk mendapat alasannya."


Pangeran masuk begitu saja.  Dia menerobos pelayanan.  Tapi ketika masuk, pangeran melihat putri yin sedang menangis.  Dia tak henti menangis memeluk pelayannya.  Pangeran yuk tak tega.  Jadi dia memilih keluar lagi.  Menutupi pintunya lagi.   Dia mencari ibu ratu dan menemuinya. 


"Ibu, putri yin mau kembali ke kerajaan dia.  Apa putri yin marah kepadaku?"


"Putri yin butuh waktu untuk menenangkan diri.  Jadi ibu biarkan dia kembali ke kerajaannya. Kamu tidak keberatan bukan?"


Ratu Li turun dari kursi kebanggaan dia.  Dia mendekati pangeran yuk.  Merangkul lengan Pangeran yuk. 


"Ikuti dia saat diperjalanan. Tapi jangan sampai dia melihat anda pangeran.  Biarkan putri yin beradaptasi dengan keadaan.  Ibu yakin dia tak akan tega melukai bayinya.  Dia juga wanita dan seorang ibu."


Pangeran yuk mengangguk.  Sorenya semua sudah disiapkan.  Ratu muda yu dan juga putri Zhu ikut mengantar putri yin yang mau pergi.  Putri kecil Bao juga. 


"Yang mulia putri yin. Kenapa meninggalkan aku sendiri disini. Katanya banyak mau main sama aku?" Putri Bao berlari menghampiri putri yin. 


Putri yin berlutut di depan putri kecil Bao. Dia menangkup kedua pipi putri Bao yang menggemaskan itu.  "Sayang, bibi rindu ibu bibi.  Tidak boleh menemui ibu bibi?"


"Lama tidak? Bibi yin akan segera kembali ke sini bukan? Main denganku?"

__ADS_1


Putri yin mengangguk.  Dia masuk ke dalam kereta dengan pelayannya. Putri Zhu juga ikut melambaikan tangan kepada putri yin.  Putri yin tak lupa membawa sebagian pohon kehidupannya.  Seperti jiwanya yang dipaksa dibelah dua.  Putri yin akan melindungi kerajaan yuk dan tahu semua yang terjadi disana karena pohon kehidupan dia disana.  Dia juga akan tetap aman di kerajaannya sendiri.  Menanam pohon kehidupan barunya yang kedua.  Ini pertama kali putri yin melakukannya.  Tak akan sekuat yang pertama, tapi tetap kuat. 


"Dimana pangeran yuk?"


Putri yin membuka beberapa kali tirai keretanya.  Dia mencari pangeran yuk.  Tapi tak juga menemukan sang suami. 


"Yang mulai pangeran tadi sempat masuk ke kamar dan melihat yang mulia putri menangis. Lalu dia pergi begitu saja."


"Nona, terima bayinya nona.  Bayi ini akan menyelamatkan dunia dan menjaga nona dari pendekar dunia hitam. Dia punya kekuatan yang sangat dahsyat.  Kekuatan nona dan juga pangeran yuk."


"Saya tahu.  Tapi kenapa saya? Saya hanya ingin hidup seperti biasa tidak membawa beban seberat ini. Kamu tahu masalah terbesarnya, pangeran Yuk melakukan ini bukan karena cinta.  Bagiamana bisa anak ini ada tanpa cinta ayahnya."


"Putri, jangan bilang seperti itu.  Pangeran yuk ingin menyelamatkan putri, pangeran yuk pasti mencintai putri dan anak ini."


"Buktinya dia tak datang ketika saya akan pergi."


Putri yin menangis bersandar dibahu sang pelayan.  Diluar, pangeran yuk mengikuti dari belakang.  Dia baik kuda, jaraknya cukup jauh dari kereta putri yin.  Sama dengan perintah ibunya, dia tak mau ketahuan. 


"Saya menginginkan bayi itu.  Saya menyayangi kalian berdua.  Mungkin terdengar aneh dan mustahil.  Tapi saya ingin melindungi kalian.  Saya menginginkan kalian berdua di hidup saya.  Jadi tolong jaga anak kita dengan baik yang mulia putri yin."


Pangeran yuk berkata seorang diri sambil berkuda.  Dia terus memperhatikan kereta putri yin.  Sampai kereta putri yin ada di kerajaan Yin dan masuk ke area istana.  Dia diam-diam terbang, duduk diatas pohon dan melihat sampai putri yin masuk ke istana. 


Ada ibu dan ayahnya yang menyambut. Ada panglima Heng juga.  Dia masih disana dan baru mau pulang. Dia tak sengaja bertatapan dengan pangeran yuk dari atas pohon.


"Ibu." Putri yin hanya menangis memeluk ibunya.


"Masuk sayang. Istirahat dulu." Ratu wu memapah putri yin masuk ke istana.


Setelah putri yin masuk ke istana, pangeran yuk baru lega meninggalkan dia. Dia ada diperjalanan pulang. Panglima Heng menyusulnya.

__ADS_1


__ADS_2