DIJODOHKAN DENGAN PANGERAN KEJAM

DIJODOHKAN DENGAN PANGERAN KEJAM
MAKAN MALAM DAN PENYATUAN PUTRI YIN-PANGERAN YUK


__ADS_3

Putri yin sampai di ruang makan istana. Sudah banyak orang yang berkumpul di sana. Ada ratu Li, ratu wu dan raja Yong, putri kecil Bao duduk di sebelah ibunya, ratu muda yu dan panglima Heng. Ada putri Zhu dan juga pangeran wong.


Tinggal putri yin, yang tempat duduknya harus selalu di samping pangeran yuk. Putri yin sampai duluan. Dia punya ide untuk mengelas putri yin. Putri yin sengaja menarik kursi pangeran yuk ketika dia mau duduk.


"Hahahaa... Satu sama."


Pangeran yuk yang akan duduk di kursi malah jadi jatuh. Dia menatap kesal putri yin. Pangeran wong dan putri Zhu kaget melihat itu. Hanya putri yin yang berani melawan dan menjahili pangeran yuk.


"Wahh. Cari mati ya anda!"


Pangeran yuk kesal sekali, dia tersulut emosi. Dia berdiri dengan cepat, tangannya sudah ingin memukul putri yin. Energi biru lekat pangeran yuk tanpa dia sadari keluar. Artinya dia sedang marah, gelap, emosi. Semua ketakutan melihat itu. Tapi putri yin mencoba melindungi dirinya dengan energi merah mudanya.


"Yuk. Hentikan! Kendalikan emosi kamu." Ratu Li mencoba mengontrol anaknya. Memegangi tangannya. Menyalurkan energi baik kepada dia.


"Yin." Ratu wu dan pangeran Yong khawatir dengan putrinya. Dia ikut melindungi putrinya dengan menyalurkan energi mereka.


"Ibu, ayah, jangan berkelahi."


Keduanya langsung diam. Mereka mendengar hal yang sama. Bagaimana bisa? Mereka bahkan belum punya anak? Energi biru gelap pangeran yuk menghilang, energi merah muda putri yin juga memudar.


Mereka kembali duduk dan menikmati makan malamnya, yang lain juga ikut menikmatinya. Kedua tamu mereka datang. Pangeran yuk menatap kesal ke arah tamu itu. Mereka tak lain adalah pangeran Huang dan ratu Huang.


"Diistana ini, tetap hanya ada satu ratu. Itu ibu ratu Li. Jangan mengharapkan lebih."


Pangeran yuk meninggalkan ruang makan. Ratu Huang dan pangeran Huang merasa tak enak merusak suasana.


"Ibu ratu, disini saja. Pangeran yuk memang seperti itu. Jangan hiraukan dia." Putri yin ikut membujuk ratu Huang.


"Iya satu Huang. Duduk di sini. Kita kan keluarga. Maafkan yuk, Huang juga, tolong sedikit mengerti, yuk memang tempramen."


Pangeran Huang terlihat tak terima, dia melirik ibunya. Ratu Huang mengangguk begitu saja. Mereka menikmati makan malamnya bersama.


"Ibu, malam ini aku tidur dengan ibu dan ayah ya? Kan besok mau pulang?"

__ADS_1


"Kamu sudah punya suami yin. Tidur di kamar kamu dan dengan suami kamu."


"Ibu, satu malam saja."


Selesai makan malam semua sedang menikmati makanan penutupnya. Putri yin merengek kepada ratu wu. Putri kecil Bao tak henti melihat itu.


"Bibi juga bisa seperti aku ya ibu, ayah." Katanya. Semua Tertawa karena itu.


"Kan sama anak ibu dan ayah ya kan putri kecil Bao?" Timpal putri yin, mencari pembenaran. Putri kecil Bao mengangguk.


Putri kecil Bao menguap. Dia sudah mengantuk, jadi ratu Juda yu dan panglima Heng pamit untuk ke kamarnya. Putri kecil Bao juga pamit kepada pangeran Huang dan ibunya.


"Dia manis sekali." Kata ratu Huang kepada putri kecil Bao.


Ratu muda yu terlihat tak suka ratu Huang menyentuh anaknya. Tapi ratu Li memperingatkan dengan tatapan matanya.


"Saya permisi, selamat malam semuanya." Pamit ratu muda yu.


"Silakan, saya tunjukkan kamar kalian." Ratu Li sendiri yang menunjukkan kamar ratu Huang dan pangeran Huang.


Putri yin pamit kepada ibu dan ayahnya. Dia akan membantu ratu Li mengantar ratu Huang dan pangeran Huang dulu.


"Nanti aku ke kamar ibu dan ayah." Dia pamit dan mencium pipi ibunya. Dia menyusul ratu Li.


"Anak ibu. Pangeran Huang, tenang saja. Pangeran yuk tidak akan melukai ibu anda. Kalau anda mungkin." Kata putri yin yang membuat ratu Li kaget.


"Putri yin?" Tanya ratu Li kepada putri yin. Putri yin tersenyum.


"Maaf ibu, saya tidak akan membiarkannya. Tenang saja, selama anda di sini, dan ada saya juga, pangeran yuk tidak akan bisa melukai orang lain. Tapi ibu, kenapa setiap kali kita berkelahi, selalu ada anak kecil yang menahan kami, meminta kami berhenti bertengkar. Siapa mereka?" Putri tin bergelayutan dilengan ratu Li.


"Mereka anak kalian, yang anak perempuan sangat cantik kan seperti kamu? Dan yang laki-laki mirip sekali dengan yuk. Mereka anak jiwa kalian. Kalian sudah menikah sejak dulu, mengikat dari takdir. Jadi cepat wujudkan anak itu sayang." Ratu Li malah balik menggoda putri yin. Dia mencolek hidung cantiknya.


"Ibu ratu, kalau aku belum siap. Tidak apa-apa ya?" Katanya dengan cemberut.

__ADS_1


"Baiklah."


Mereka sampai di salah satu ruangan. Di sana ada dua kamar. Ratu Li mempersilakan keduanya masuk ke kamar itu dan istirahat.


"Ini ibu ratu Huang. Taruh vas dan di dekat anda tidur. Anda juga pangeran Huang."


Putri yin mengeluarkan setangkai bunga merah muda dari pohonnya, dia memberikan jari dan keluar begitu saja. Dia memberikannya kepada ratu Huang dan pangeran Huang.


"Ini bisa menjadi peringatan untuk saya kalau pangeran yuk mau melukai kalian." Kata putri yin kepada keduanya.


"Terimakasih putri yin. Semoga kalian bisa saling mencintai nantinya, kamu bisa membuat dunia dan pangeran yuk jauh lebih baik."


"Mencintainya, tidak dulu ibu Ratu Huang. Bukankah kita masih terlalu singkat untuk saling mencintai dan dekat." Putri yin membantah doa ratu Huang.


Ratu Huang tersenyum, "tak ada yang singkat atau terlalu cepat putri yin untuk cinta. Kalau sudah ditakdirkan dari langit, tak ada yang bisa membantah cinta itu."


Ratu Huang dan pangeran Huang pamit istirahat di dalam kamar mereka. Putri yin dan ratu Li pergi dari sana. Ratu Li mengantar putri yin untuk ke kamar orang tuanya. Sesampainya di depan kamar, ratu Li meninggalkan putri yin.


"Sayang, ibu tinggal ya." Kata ratu Li kepada putri yin.


"Iya ibu ratu."


Ketika ratu Li pergi, putri yin melihat ada kelinci yang lucu. Dia lari dan tanpa sadar mengikuti kelinci itu. Sampai dia keluar dari kebun istana. Tanpa dia sadari, dia dijebak oleh pendekar dari dunia hitam.


Kelinci itu berubah menjadi pendekar dengan pakaian serba hitam, dengan bibir gelapnya, matanya yang juga tajam dan hitam melekat.


Putri yin melindungi dirinya dengan kekuatan yang dia miliki. Tapi kekuatannya melemah begitu saja. Sampai dia kehilangan kesadaran dirinya.


***


Satu istana mencari dia. Pangeran yuk juga ikut keliling mencari dia. Dia menemukan putri yin, hampir saja pendekar perempuan, hitam itu mau mencelakai putri yin. Pangeran yuk langsung menyerang balik dia. Pangeran yuk membawa putri yin kembali ke istana.


"Pangeran, tak ada jalan lain. Tidurlah dengan putri yin. Satukan energi kalian pangeran. Hanya itu yang akan membuat dia bertahan, yang mulia putri yin sekarat sekarang."

__ADS_1


Banyak energi yang diambil oleh pendekar wanita hitam itu. Pangeran yuk bingung harus bagaimana. Tapi semua memohon.


__ADS_2