DIJODOHKAN DENGAN PANGERAN KEJAM

DIJODOHKAN DENGAN PANGERAN KEJAM
JATUH CINTA KEPADA PANGERAN YUK


__ADS_3

Putri Yin baru menyadari dibalik sikap keras, jahat dan pendendam pangeran yuk, dia sangat menyukai anak kecil dan menyayangi mereka dengan tulus.  Putri Yin tak menyangka itu. 


Dia tersenyum ketika melihat Pangeran yuk bermain dengan anak kecil.  Hatinya bergetar.  Cinta kah itu?


***


Pangeran yuk mengajak putri Yin dengan cepat kembali ke kerajaan yuk.  Tanpa dia pamit kepada ratu Wu atau raja Yong.


Mereka naik kuda dengan cepat.  Dengan kuda yang diberikan kekuatan energi biru milik pangeran yuk.  Satu tangan Pangeran yuk menarik tali pengikat di leher sang kuda.  Satu tangan kekar pangeran yuk memegang pinggang putri Yin dengan erat. Memeluk pinggang putri Yin sepanjang jalan menuju ke istananya.  Kerajaan yuk. 


Putri Yin melihat mata pangeran yuk yang lembut dan penuh dengan kekhawatiran, untuk putri Bao itu kah? Ternyata dia bisa juga luluh hatinya. 


***


Mereka sampai di kerajaan yuk.  Ada di area pasar kerajaan yuk.  Banyak orang disana sedang berdagang, para pedagang dan pembeli, pangeran yuk memelankan kudanya.  Semua menatap pangeran yuk dan putri Yin.


Baru kali ini mereka melihat pangeran mereka datang dengan seorang perempuan, cantik.  Banyak yang memuji keduanya. Terlihat sangat serasi.  Cantik dan tanpan.  Mereka bahkan tahu tentang ramalan itu.  Ramalan dan rumornya sudah tersebar luas. 


"lega karena pangeran yuk sudah menemukan wanita yang tepat." Kata salah satu rakyat.


"Iya.  Sang putri kelihatan baik dan lembut. Cantik juga." Timpal yang lainnya. 


Pangeran yuk mendengar itu.  Putri Yin juga.  Tapi pangeran Yuk tak menghiraukannya.  Dia harus cepat sampai ke istana. 


Kuda pangeran yuk berhenti tepat di depan istana.  Pangeran yuk turun lebih dulu.  Dia mengulurkan tangan kepada putri Yin untuk membantunya turun dari kudanya.  Putri Yin pun meraih tangan pangeran yuk. Pangeran yuk membantu putri Yin turun dengan memegangi pinggang putri Yin.


Keduanya sempat saling menatap.  Tapi pangeran yuk segera mengajak putri Yin masuk.  Mereka ke ruangan putri Bao.  Kamar putri Bao. 


"bao yu, jangan bercanda dengan kakak.  Bagaimana kamu bisa sakit. Bukannya kamu tidak pernah sakit.  Kenapa bisa sampai sakit dan semua tabib tak bisa menyembuhkan dan merawat kamu?"  pangeran yuk malah mengomel di depan ranjang putri Bao yu yang sedang berbaring di sana. 

__ADS_1


Bao yu berusaha tujuh tahun. Dia sangat ceria.  Jarang sekali sakit.  Makannya pangeran yuk kaget sekali.  Putri Yin yang ikut masuk ke kamar Bao yu, memukul lengan pangeran yuk.  Bagaimana dia bisa mengatakan seperti itu di depan anak kecil. Tidak ada yang tau kapan sakit atau tidak.


"ini putri Yin? Dari kerajaan Yin? Yang bisa membuat pangeran kerajaan kita kalah?" tanya seorang wanita dewasa dengan pakaian kerajaan biru tuanya.  Dia berdiri dan menyambut putri Yin.  Menunduk dan memberikan salah kepada putri Yin.  .


Putri Yin ikut menunduk dan membalasnya.  "iya.  Saya putri Yin."


"tolong putri saya.  Tiba-tiba saja dia sakit." Kata wanita itu, memohon dan meraih tangan putri Yin.  Dia adalah ibunya Putri Bao yu, ratu muda yu, dia adalah anak selir dari raja Zeng. 


"baik yang mulia putri." Ujar  putri Yin, bingung mau memanggil apa.  Dia juga tak tau siapa wanita cantik di depannya itu.  Sama seperti putri lain, yang cantik dan manis.  Dia tak terlihat kejam seperti pangeran yuk. 


"panggil saya kakak saja, sama seperti pangeran yuk, adik saya.  Anda adalah adik saya juga.  Saya putri dari salah satu selirnya mendiang raja Zeng." Ujar putri yu. 


Putri Yin mengangguk.  Dia segera mengobati putri Bao yu.  Dia mengeluarkan energi merah muda dan mengalirkan semua tenaganya ke putri Bao yu.  Dia juga mengeluarkan sebuah bunga dan diberikan kepada ratu muda yu. 


"kakak, tumbuk ini dan jadikan minuman.  Berikan ini kepada putri Bao yu.  Dia akan segera lebih baik." Ujar putri Yin kepada ratu muda yu. 


"Baik.  Terima kasih putri Yin.  Adik saya beruntung sekali terikat takdir dengan anda." Ratu muda yu memuji putri Yin.  Dia pergi untuk menumbuk obat putrinya sendiri.


"kakak, siapa? Kenapa dengan paman pangeran yang kejam ini? Kakak tidak takut dilukai pamanku?" tanya putri Bao yu kepada putri Yin. 


Putri Yin tersenyum puas mendengar ucapan putri Bao yu yang sependapat dengan dia.  Dia menatap pangeran yuk dengan penuh kemenangan. 


"Dasar pangeran kejam." Lirihnya kepada pangeran yuk.  Pangeran menatap putri Yin dengan kesal. 


"istri paman.  Mau apa kamu? Dia juga yang mengobati kamu.  Paman kamu yang kejam ini yang membawanya.  Bukannya berterima kasih, tapi malah mengatai pamannya kejam." Pangeran yuk malah mengajak putri Bao bertengkar.  Seperti keseharian mereka. 


Tapi sebenarnya mereka saling menyayangi.  Putri Bao membelalak.  "Istri paman?" tanya dia seakan tak percaya. 


Ratu muda yu datang.  Dia membawa ramuannya.  Putri Yin membantu putri Bao untuk duduk dan meminum ramuannya.  Setelah itu dia kembali berbaring.  Wajahnya yang tadi pucat, kini jauh lebih baik.

__ADS_1


"ibu, apa benar putri cantik ini, yang mengobati aku, itu istrinya paman yuk?" tanya Bao kepada ibunya.  Ibunya mengangguk.


"Kenapa mau dengan paman yuk yang kejam. Harusnya dengan paman wong saja bibi  Paman wong jauh lebih tampan dan sangat baik, juga lembut dari pada paman yuk." Ujar putri Bao, yang sudah mulai cerewet kalau sudah sembuh. 


"wahh. Sudah sembuh berani ya seperti ini." Pangeran yuk kesal.  Dia baru ingin, sebenarnya bukan memukul, hanya bermain sihir sedikit saja kepada putri Bao.  Tapi dikira mau memukul.  Tangan pangeran yuk sudah naik ke atas seperti mau menjitak kepala keponakannya itu. 


Satu tangan kekar yang lain menghalanginya.  Itu adalah pangeran wong, yang dibicarakan Putri Bao.  Dia juga anak selir raja Zeng.  Hanya ratu Huang yang bukan selir, jadi pangeran yuk kesal dengan pangeran Huang dan ibunya itu. 


Hanya boleh ada satu ratunya raja Zeng, dan itu adalah ibunya.  Bukan ratu Huang.


"jangan pukul Bao." Katanya dengan suara datar dan dingin kepada pangeran yuk. 


"Kenapa? Kamu mau menggantikannya?" pangeran yuk memang dasarnya suka sekali berkelahi.  Dia menarik pangeran wong untung keluar dan berkelahi dengan dia. 


Dalam sekejap mereka berpindah tempat keluar.


"pangeran yuk harus dihentikan.  Tidak ada ibu ratu Li di sini.  Mereka bisa berkelahi sampai salah satunya tiada kalau tak dihentikan." Ujar ratu muda yu.  Dia harus ke depan.  Dia menitipkan bao kepada pelayan. 


Putri Yin tahu ini tugasnya.  Dia ikut dengan ratu muda yu untuk keluar.  Benar saja, mereka sedang berkelahi dengan sengitnya di atas sana. 


Beberapa penjaga mencoba menghentikan keduanya.  Tapi mereka terpental dengan energi keduanya.  Sama sekali tak ada yang bisa mendekat.


"bagaimana ini?" ratu muda yu juga mencoba memisahkan keduanya.  Dengan energi dia, dari bawah.  Tapi tak bisa. 


Putri Yin naik.  Dia terpaksa melakukannya lagi. Membelah energi keduanya dan memisahkan keduanya yang bertengkar. Putri Yin kembali mengurung pangeran yuk dengan energi merah mudanya. 


Putri Yin malah jatuh kehabisan tenaga.  Pangeran yuk ingin menolongnya, tapi dia dikurung.  Pangeran wong yang dengan cepat turun dan mengejar tubuh putri Yin yang jatuh dari ketinggian. 


"Yang mulai putri."

__ADS_1


Pangeran wong menangkan tubuh putri Yin yang sudah tak bertenaga.  Dia pingsan.  Pangeran wong menatap Puri Yin yang sangat cantik digendongannya.


__ADS_2