DIJODOHKAN DENGAN PANGERAN KEJAM

DIJODOHKAN DENGAN PANGERAN KEJAM
MENYATUKAN KETIGA PANGERAN


__ADS_3

Panglima Heng mengatakan kalau ketiga pangeran harus disatukan dan dilatih untuk menjaga pertahanan kerjaan. Karena banyak yang sudah tahu kalau raja Zeng sudah meninggal, banyak yang membelot dan ingin menghacurkan istana. Mereka berkumpul di ruang makan kerajaan. Harusnya untuk makan siang bersama keluarga besar. Tapi paman Heng harus mengatakan ini sebagai panglima.


“Datang saja ke sini, panggil Huang sekalian, jadi saya bisa menghabisi dia juga disini.”


Kesal mendengar ucapan pangeran Yuk, putri yin yang terpaksa duduk di samping pangeran yuk langsung memukul lengan kekar Pangeran yuk. Pangeran Yuk menatap putri yin dengan kesal.


"Putri yin, dengan suami kamu. Jangan seperti itu." Ibu ratu wu, ibunya putri yin, memberitahu anak semata wayangnya.


"Tidak apa-apa ratu wu, kalau memang pangeran yuk salah, saya malah berharap putri yin bisa memberi dia pelajaran dan mengajarinya yang benar." Ratu Li malah membela menantunya itu.


"Tuh! Awas saja anda, kalau sampai melukai anda melukai saudara-saudara anda sendiri. Saya bisa mengurung anda lagi." Timpal putri yin lagi melawan pangeran yuk.


"Nanti pingsan seperti tadi." Pangeran yuk malah jadi mengejek putri yin.


"Tidak akan. Sudah ada bunganya disini." Ujar putri Yin yang akhirnya pergi dari sana.


"Ibu, saya mau menanam bunga. Saya permisi dulu." Putri yin menunduk kepada semua orang di sana. Dia pamit dari sana.


"Yuk, jaga istri kamu. Dia masih lemah karena ulah kamu yuk."


"Hmm."


Pangeran yuk dengan wajah kesalnya terpaksa menurut. Dia ikut putri yin ke kamar untuk melihat penanaman bunganya. Putri Zhu dan juga pangeran wong akhirnya ikut penasaran. Putri kecil Bao juga.


"Aku juga ingin melihat ibu. Apa boleh?" Tanya putri Bao kepada ratu muda yu.


"Tentu sayang. Tapi jangan membuat bibi yin nanti repot ya."


"Iya ibu."


Putri Bao pergi dengan putri Zhu dan juga pangeran wong, diikuti dengan beberapa dayang dan pengawal. Paman Heng dan para ratu dan raja dua kerjaan sedang membicarakan masa depan dunia pendekar mereka. Akan datang para pendekar dari dunia kegelapan karena mereka sudah tahu pangeran yuk yang membunuh raja Zeng sendiri.


Jadi ada dua sisi dunia pendekar di kerajaan ini. Ada dua sisi terang para pendekar, hampir semuanya warna kekuatan mereka cerah, di satu sisi ada dunia gelap pendekar, dimana mereka memiliki kekuatan berwarna gelap.


"Tiga pangeran kita harus bersatu, yang mulia." Kata panglima Heng.

__ADS_1


"Saya akan mengirim surat agar pangeran Huang ikut latihan di sini. Apa dia sudah sembuh?" Ratu Li menatap ratu wu.


"Saya rasa sudah. Terakhir kali saya melihat dia sudah baik-baik saja."


Ratu Li menulis surat dan memberikannya kepada pelayan. Pelayan mengirimkannya dengan burung sihir berwarna biru pengantar surat.


Surat itu tak lama sampai di tangan pangeran Huang. Pangeran Huang membaca surat itu. Dia menunjukkannya kepada ratu Huang.


"Ibu, bagaimana ini? Apa ibu mengizinkannya?"


Mereka sudah kembali ke kerajaan mereka sendiri. Ratu Huang tak bisa meninggalkan kerjaannya.


"Kamu kesana. Ini demi kebaikan semuanya." Kata ratu Huang kepada sang putra.


"Tidak bisa. Aku tidak bisa meninggalkan ibu sendiri. Aku tak akan pergi." Pangeran Huang membakar suratnya dengan kekuatan ungu mudanya.


Ratu Li dapat merasakan kalau suratnya dibakar. Dia tahu artinya. Dia memberitahu panglima Heng.


"Huang tidak mau ke sini tanpa ibunya. Bagaimana?" Tanya ratu Li kepada paman Heng.


"Apa ibu ratu mengizinkan kalau ratu Huang juga masuk ke istana ini?"


"Tapi bagaimana seorang satu bisa meninggalkan istananya?" Tanya ratu Li kepada paman Heng.


"Saya akan memerintahkan pasukan saya untuk ke sana dan mengatur semuanya sementara ratu Huang tinggal disini. Bagaimana ibu?"


Ratu Li setuju. Dia meminta panglima Heng untuk mengatur semuanya dan membujuk Huang sampai mau ke istana. Panglima Heng pamit untuk segera pergi ke istana kerjaan Huang.


***


Disisi lain, putri yin sendiri melihat penanaman bunganya. Putri kecil Bao melihat dengan takjub, dengan mata kepalanya sendiri kekuatan putri mei yin. Pohon bunga kelahiran putri mei yin seketika tumbuh menjadi sangat besar.


"Wah, jadi ini kekuatan luar biasa itu." Putri Zhu juga kaget melihatnya.


Banyak yang mereka dengar tentang kerajaan Yin. Tapi baru kali ini melihat langsung. Kerajaan yang sangat damai, menyebarkan kedamaian.

__ADS_1


"Iya, ini indah dan sangat menakjubkan."


Pangeran wong juga ikut terperangan melihat pemandangan di depannya. Bunya perlahan membesar dan memenuhi hampir kamar pangeran yuk yang tadinya terkesan gelap.


"Hah? Kenapa pohonnya jadi sangat besar, bukankah tadi yang dibawa kecil? Bukannya harusnya tetap kecil. Kenapa bisa seperti ini. Kamar ku."


Pangeran yuk marah-marah. Putri kecil Bao malah tertawa melihat pamannya yang tempramen itu marah-marah.


"Hahaha, tapi bagus paman ini. Jauh lebih bagus dari kamar laman sebelumnya. Gelap, ini penuh warna merah muda."


Putri kecil Bao tak henti memuji melihat pohonnya. Putri Bao mencoba mendekati pohonnya. Dia ingin memetik salah satu bunga merah muda yang indah dan perlahan memekar.


"Boleh dipetik, bibi cantik? Bunganya sangat cantik seperti bibi."


Putri yin hanya tersenyum. Dia mengangkat tangannya. Seakan memerintahkan pohon tinggi besar itu untuk menurunkan salah satu tangkai pohonnya, membiarkan putri Bao memetik bunganya dengan sendirinya.


"Terimakasih bibi."


Putri kecil Bao memetiknya, menoleh kembali menatap putri yin. Dia menghirup bunga merah muda itu. Baunya semerbak, wangi sekali.


"Saya boleh satu kak?" Tanya putri Zhu kepada putri yin.


Putri yin sedikit terkejut karena mendengar putri Zhu yang memanggil dia kakak.


"Bolehkan memanggil kakak? Saya menganggap pangeran yuk sebagai kakak saya. Jadi bolehkan saya juga memanggil anda kakak? Untuk menjadi kakak perempuan saya?"


Pangeran yuk menatap putri yin. Dia sedang menunggu jawabannya. Putri yin mengangguk. Usia putri Zhu memang satu tahun lebih muda dari putri yin. Tapi putri yin salut ilmu dan bela dirinya sudah sangat bagus.


"Tentu. Silakan, kalian bisa mengambilnya untuk obat juga. Kalau kalian terluka, atau yang lainnya terluka." Kata putri yin dengan senang hati dia kembali memerintahkan pohonnya untuk menurunkan satu bunga kepada putri Zhu.


"Saya dengar tentang itu. Penyembuhan yang paling ampuh itu dari kerajaan Yin. Tapi bagaimana bisa ada keajaiban ini?" Pangeran wong masih melihat pohonnya dengan takjub.


"Tapi saya tidak mau. Cepat pindahkan pohonnya. Kenapa jadi kamar saya berwarna merah muda. Ini kamar laki-laki."


Pangeran yuk mencoba menarik akar pohon yang sudah tertanam di kamarnya itu. Dengan seluruh kekuatan dia. Tapi tak bisa.

__ADS_1


"Akan ada anak perempuan yang lahir disini juga nanti pangeran yuk."


Semua menoleh ke belakang. Itu ibu ratu Li yang mengatakannya. Pangeran yuk dan putri yin menatap dengan jijiknya. Tak akan sampai terjadi seperti itu.


__ADS_2