
Pangeran yuk itu sebenarnya jahil dan sangat aktif dulu. Tapi semenjak banyak masalah dan konflik yang terjadi, dari mulai melihat raja dan ratu bertengkar. Pangeran yuk menilai ayahnya sangat jahat dan membenci sang ayah.
"Saya punya anak lain dari ratu lain."
"Di kerajaan lain, ratu."
"Tolong terima dia dan anaknya sebagai keluarga."
Raja Zeng mengatakan itu di kamar mereka. Pangeran yuk kecil tak sengaja mendengar semuanya. Ratu Li tak henti menangis sejak saat itu. Hingga ratu Li sakit-sakitan.
Sejak itu pangeran yuk memberontak kepada ayahnya, yang tak lain adalah raja Zeng. Pangeran yuk yang penurut, lucu dan pintar, hilang bersama dengan dendamnya kepada sang ayah.
Kalau ayahnya hanya bisa membuat ibunya menangis dan terluka saja. Ketika besar nanti, pangeran yuk ingin membelaskan setiap air mata yang jatuh dari ibunya.
Dan hari itu tiba, dimana pangeran yuk sendiri melihat wanita lain dari sang ayah. Tadinya dia ingin membunuh wanita itu, ratu Huang. Tapi ayahnya menghalangi, yang membuat sang raja terkena pedang energi pangeran yuk.
Saat itu pangeran yuk mengalir energi racun untuk meracuni ratu Huang yang akan terkena pedangnya. Raja Zeng tak bisa diselamatkan. Dia harus dibawa langsung kedepan putri Yin. Tapi baru akan dibawa, dia sudah sekarat dan tiada.
Untung pangeran Huang masih selamat dan bisa dengan cepat dibawa ke kerajaan Yin. Untuk menetralkan racun dan disembuhkan oleh putri Yin sendiri.
***
Pangeran yuk tak henti mentertawakan putri Yin yang mengaku punya burung. Pangeran yuk yang jahil keluar. Dia bahkan menunjuk ke area bawah putri Yin.
"wah."
"jangan-jangan putri kerajaan Yin."
"Putri satu-satunya kerajaan Yin."
"Yang cantik ini, punya burung didalamnya?"
"hahahahaa... Apa tidak ada yang tahu? Sampai semua pendekar dan pangeran merebutkan putri kerjaan yin."
"aishh, kalau rumor ini tersebar pasti seru."
"Apa harus aku menyebarkannya?"
Pangeran yuk tak berhenti mengejek putri Yin. Terus membual dan menggodanya. Bahkan dia menyimpan kembali panah energinya. Dia lupa akan memanah burung.
Putri Yin yang kesal turun dan berdiri tepat dihadapan pangeran yuk. Dia menunjuk kesal pangeran yuk yang tinggi besar dan tampan itu. Tapi menyebalkan. Selain kejam juga sangat menyebalkan.
"ya!"
"Jaga ucapan anda pangeran."
"Bukan itu maksud burungnya."
"burung yang diatas. Bukan burung yang-"
Putri Yin menghentikan ucapannya. Dia jadi melihat ke bawah pangeran yuk. Dia juga tau burung apa yang pangeran yuk maksud. Tapi kan pangeran yuk dulu yang mulai.
Dua pelayan putri Yin hampir tertawa lepas karena itu. Ada beberapa pengawal juga yang datang dan mencari mereka. Hari sudah mulai petang. Ratu Wu mengkhawatirkan putri Yin. Ratu Li sendiri lebih khawatir pangeran yuk akan mengacaukan di kerajaan Yin. Jadi dia juga mengirim pengawal untuk mencari pangeran yuk, ke setiap sudut istana Yin.
"ahh."
"apa ada sihir dan kekuatan yang seperti itu."
__ADS_1
"jangan-jangan anda menggunakan sihir untuk merubah jati diri anda?"
"wah. Itu sihir tingkat yang paling tinggi pasti."
"haruskah saya belajar disini?"
"supaya saya bisa merubah diri menjadi putri cantik?"
"Saya juga sedikit bosan dengan tubuh laki-laki."
Pangeran yuk pergi dari sana. Dia sudah puas menggoda putri Yin. Putri Yin yang tidak terima. Dia terus mengejar pangeran yuk untuk menjelaskan kesalah pahamnya.
"Pangeran!"
"tunggu."
"saya masih mau meluruskan semuanya."
"saya tidak menggunakan sihir seperti itu."
"Sihir itu terlarang digunakan."
"Ilmu itu bahkan sudah tidak boleh ada."
Putri yin mengejar pangeran yuk. Dia berjalan dengan langkah yang cepat, menyamai pangeran yuk yang langkahnya lebar. Karena kakinya tinggi dan panjang.
"saya tidak perduli."
"Saya tidak percaya!"
Dengan tangannya yang dia lipat di belakang badannya. Dia terus berjalan acuh kepada putri Yin. Sampai mereka bertemu pengawal dan pengawal memberitahukan kalau para ratu mencari mereka. Khawatir dengan mereka.
Pangeran yuk sibuk bertanya kepada pengawalnya. Pengawalnya memberitahu kalau ratu Li ada di ruang utama kerajaan Yin. Bersama dengan ratu Wu dan raja Yong.
Pangeran menuju ke tempat itu. Putri Yin masih mengikutinya.
"Apa maksudnya tidak percaya?"
"Saya benar-benar seorang putri."
"bukan awalnya seorang pangeran."
"Apa wajah cantik saya terlihat seperti seorang pangeran?"
"Semua juga memuji kecantikan saya."
Putri Yin masih diikuti dua pelayannya. Mereka hanya diam dan menahan tawa melihat keduanya berdebat sambil jalan. Pangeran yuk tak menghiraukannya.
Dia tak suka kalah. Putri Yin juga sama, dia harus mendapatkan kata maaf dari pangeran yuk dan pangeran yuk menarik ucapannya lagi. Sementara pangeran yuk, anti menarik ucapannya itu.
Sampai keduanya masuk ke ruang utama kerajaan. Dimana raja Yong dengan ratu Wu, juga ratu Li sedang membicarakan pernikahan keduanya.
"bagaimana yang mulia raja dan ratu?"
"Saya yakin anda berdua sudah mendengar ramalan itu."
"jadi kita berdua tak bisa menolak."
__ADS_1
"kapan waktu yang tepat untuk mereka menikah? Kalau bisa secepatnya."
Ratu Li terus mendesak kedua orang tua putri Yin. Sampai pintu utama terbuka. Masuklah pangeran yuk dan putri Yin yang masih bertengkar.
"pangeran!"
"minta maaf dengan ucapan anda."
"katakan kalau anda percaya saya seutuhnya seorang putri. Bukan dari sihir atau ilmu kita."
"Ilmi para pendekar atau guru."
Putri Yin terus mengajak pangeran yuk berdebat. Sampai ratu Li, ratu Wu dan raja Yong bingung melihat keduanya. Keduanya bertengkar tapi terlihat manis.
"ada apa ini?" tanya Raka Yong kepada putrinya.
"ayah. Dia mengenakan. Pangeran yuk itu sangat menyebalkan. Pangeran yuk bilang kalau aku punya burung seperti dia. Ahh, tapi maksudnya itu bukan seperti itu." Putri Yin kebingungan mau menjelaskan dari mana.
Ratu Wu dan Ratu Li malah tertawa mendengar itu. Raja Yong melotot mendengar apa yang anaknya itu katakan. Raja Yong meminta pelayan yang sejak tadi mengikuti putrinya untuk bercerita.
Mereka menceritakan semuanya.
"oh."
"Iya kamu memang dari lahir seorang putri."
"mau dipanggil tabib yang membantu persalinan ibu kamu malam itu?"
Tanya raja Yong kepada putrinya. Memeluk putrinya yang kesal dan mengusap kepala sang putri. Putri Yin mencibir pangeran yuk.
"bukannya pangeran yuk harus minta maaf ayah?"
"Dia sangat menyebalkan."
Tunjuk Yin kepada pangeran yuk. Pangeran yuk masih diam tanpa rasa bersalah sedikit pun. Dia hanya bercand. Ratu Wu mendekati anaknya itu, menepuk lengan kekar anaknya dibalik pakaian kerajaan biru hitam yang dia kenakan.
"Yuk."
"Minta maaf."
"tanggal pernikahan kalian sudah ditentukan."
Pangeran yuk membelalak. Begitu juga dengan putri Yin. Mereka tak menyangka akan secepat itu. Pangeran yuk dipaksa ratu Li untuk berjabat tangan dengan putri Yin.
Putri Yin tidak mau. Setiap kali berjabat tangan dengan pangeran yuk. Dia selalu melihat yang aneh.
"Putri Yin?"
"Pangeran yuk sudah mau minta maaf."
"jabat tangan Pangeran Yuk, putri Yin. Ibu tidak mengajarkan kamu untuk tidak sopan kepada siapa pun."
Ratu Wu memarahi anaknya itu. Putri Yin terpaksa melalukannya. Dia malah melihat malam pertama mereka. Malam yang panas di ranjang.
"ahh!!!"
Putri Yin kesal. Dia berteriak dan segera menarik tangannya yang berjabatan dengan pangeran yuk. Pangeran yuk terdiam. Gambaran menyetubuhi putri Yin, itu sangat membangkitkan gairah didalam hatinya.
__ADS_1
Putri Yin bergegas pergi dari sana.
Pangeran yuk masih diam mencerna gambaran yang dia lihat itu. Kejadian apa itu? Tanpa baju, dia dan putri Yin?