DIJODOHKAN DENGAN PANGERAN KEJAM

DIJODOHKAN DENGAN PANGERAN KEJAM
PANGERAN YUK TERPAKSA MENIDURI PUTRI YIN


__ADS_3

Pendekar hitam itu hampir saja menyedot semua energi putri yin.  Pangeran yuk seakan tertarik hatinya untuk ke belakang taman istana.  Dia melihat putri yin yang sudah tak sadarkan diri. 


Srek!


Pangeran yuk mengeluarkan pedang energi birunya, seketika dia mengarahkannya ke pendekar hitam itu.  Dari balik jubahnya, pangeran yuk kaget kalau dia itu pendekar perempuan. 


Dia terluka karena pedang pangeran yuk yang mengenai tangannya.  Dia pergi dengan cepat, terbang dan menghilang.  Pangeran yuk ingin mengejarnya, tapi dia lebih khawatir dengan putri yin yang sudah pucat pasi. 


"Putri."


Pangeran yuk mencoba membangunkan putri yin beberapa kali.  Dia menyimpan pedang energinya kembali, menghilangkannya.  Dia menggendong putri yin untuk kembali istana.  Dia berlari secepat kilat. 


Semua sedang panik mencari putri yin.  Pangeran yuk sampai di depan istana.  Ratu wu dan juga raja Yong melihat itu.  Mereka menghampiri pangeran yuk.


"Pangeran, kenapa dengan putri kami." Ratu wu mendekati putrinya yang masih tak sadarkan diri digendongan pangeran yuk.  


"Tadi ada pendekar hitam yang menyerang putri yin.  Tapi kenapa putri yin bisa sampai kalah." Pangeran yuk sendiri heran. 


"Bawa ke kamar kamu yuk, cepat.  Ibu akan memanggilkan tabib istana." Kata ratu Li yang segera datang ke depan setelah mendengar kabar dari para dayang yang memberitahu keberadaan putri yin yang sudah ditemukan. 


"Iya.  Bawa ke kamar kamu yuk, pohonnya mungkin akan membantu." Ratu wu juga setuju. 


Pangeran yuk mengangguk, dia segera membawa putri yin ke kamarnya.  Membaringkan putri yin di kamar itu.  Raja Yong dan ratu wu berusaha mengobati putri yin dengan menyalurkan energi keduanya.  Tapi sama sekali tak berpengaruh.  Bahkan ratu wu yang membawa tabib dari istananya pun meminta dia untuk memeriksa putri yin. 


"Maaf ibu ratu, tapi kita tak bisa melalukan apa pun.  Putri yin bisa menyembuhkan orang lain, tapi kita tidak bisa menyembuhkan putri yin.  Hanya putri yin sendiri yang bisa menyembuhkan tubuhnya." Tabib dari istana kerajaan Yin menggeleng menyerah. 


"Tabib." Ratu Li meminta tabib dari istananya untuk memeriksa sang menantu. 


Dia memeriksa denyut nadi ditangan putri yin.  "Denyut nadinya sangat lemah yang mulia.  Energinya hampir habis." Dia menatap pangeran yuk. 


"Yang mulia pangeran, tanpa mengurangi rasa hormat, hanya anda yang bisa menyembuhkan putri yin, sekarang waktunya Anda tidur dengan putri yin."


Pangeran yuk kaget, itu, lagi.  Bukan kah ada pohonnya.  Kenapa masih butuh dia.  Ada pangeran wong dan putri Zhu di sana.  Ratu Li meminta mereka untuk kembali ke kamarnya masing-masing. 


"Pangeran, tolong putri yin."


"Tolong anak kami pangeran, kami mohon."

__ADS_1


"Lagi pula anda dan putri yin juga entah kapan harus tidur bersama."


"Menyatukan kedua tubuh kalian."


Ratu wu, ratu Li bahkan raja Yong memohon kepada pangeran yuk. Pangeran yuk bingung, masalahnya putri yin sudah meminta kepada dirinya kalau dia tak akan menyentuh tubuh putri yin tanpa seizin dia. 


Tapi pangeran yuk juga merasa bersalah dan takut kehilangan putri yin.  Pangeran yuk mengangguk. 


"Akan saya lakukan yang mulia."


Pangeran yuk mengangguk kepada kepada kedua orang tua putri yin.  Mereka sangat senang.  Mereka menunggu di luar. 


"Mungkin pagi baru kita akan bisa melihat hasilnya.  Entah putri yin bisa bertahan dan bangun esok pagi atau tidak."


"Kalau dia bisa bangun itu artinya penyembuhan kita berhasil.  Bahkan putri yin bisa lebih kuat dari sekarang."


Tabib memberitahu semua keluarga.  Mereka mengangguk setuju dengan apa pun resikonya.  Setidaknya mereka sudah berusaha.


"Tolong anak kami pangeran. Saya mohon.  Saya tidak bisa kehilangan putri yin seperti ini."


"Peramal bilang dia akan aman dengan anda.  Saya percayakan putri saya kepada anda."


Pangeran yuk kembali berjalan ke dekat ranjang dan menatap istrinya yang cantik itu. 


"Maafkan saya.  Saya harus melakukan ini.  Saya mohon, bertahanlah."


"Bangunlah besok."


Pangeran yuk mulai melepaskan jubah kerajaan dia, melepaskan pakaian atasnya.  Dia naik ke ranjang.  Pangeran yuk melakukan apa yang dikatakan tabib, dari mulai menghangatkan tubuh putri yin, menyalurkan energi birunya ke seluruh tubuh putri yin.  Hingga melulutnya. 


Dia mencium bibir putri yin yang bahkan belum sadarkan diri.  Hingga pangeran melepaskan semua pakaian putri yin.  Dia tidur dengan putri yin, melakukan penyatuan miliknya dengan milik putri yin.


"Maafkan saya, mereka bilang kalau kita bersatu kamu akan selamat dan kamu akan jauh lebih kuat dari musuh."


"Kamu ingin melindungi orang tua kamu dari saya bukan, jadi bangunlah.  Kamu juga harus melindungi ibu saya dari saya bukan."


"Besok bukalah mata kamu, putri yin."

__ADS_1


Pangeran yuk mencium kedua kelopak mata putri yin yang bahkan masih terpejam.  Dia mengejutkan benihnya ke dalam kandungan putri yin. 


"Dia akan menjaga kamu."


Pangeran yuk tidur di samping putri yin.  Dia juga kehilangan banyak energi karena putri yin.  Dia tidur tanpa pakaian atasnya.  Dia terlelap. 


***


Putri yin merasa badannya segar sekali.  Dia membuka matanya.  Mencium bau bunga yang sangat harum, udara pagi yang segar.  Tapi ketika dia membuka mata, dia melihat siapa yang ada di samping dia, siapa yang tidur di samping dia, dan...


"Kenapa aku tidak pakai baju?"


Putri yin melihat selimut yang menutupinya.  Ketika dia buka, dia juga kaget badannya tak berbalut kain sedikit pun. 


"Bagaimana bisa?"


"Pangeran yuk?"


"Apa dia yang melakukan semua ini?"


"Tega sekali dia."


Putri yin menangis melihat pangeran yuk yang bahkan ikut tak memakai baju atasannya.  Putri yin menarik selimutnya dan segera pergi.  Dia ke kamar mandi, mandi dengan menggosok tubuhnya secara kasar dan keras.  Putri yin menangis karena bawahnya juga sakit.  Hatinya lebih sakit. 


Dia tak menyangka pangeran yuk akan melalukan ini tanpa seizin dia.  Dia bukannya sudah berjanji.  Putri yin ingin sekali membunuh pangeran yuk sekarang. 


Dia bergegas mengenakan pakaian barunya.  Putri yin keluar kamar mandi dengan pakaian lengkapnya.  Dia mengeluarkan semua tenaganya dan mencekik pangeran yuk yang masih tertidur pulas. 


"Putri yin."


Pangeran yuk hampir kehabisan nafas. Dia mencoba melepaskan cengkraman energi merah muda putri yin yang mencekik lehernya.


Tapi tenaganya habis, energinya habis karena semalam. Tapi mata pangeran yuk senang dan lega melihat putri yin bangun dan menjadi sekuat ini.


"Kenapa anda tidur dengan saya?"


"Apa semalam anda benar-benar meniduri saya?"

__ADS_1


"Kita kan sudah sepakat yang mulia pangeran. Kenapa anda?"


Putri yin makin kesal dan menangis menatap pangeran yuk. Pangeran yuk tak bisa melawan. Dia kehabisan nafas dan memejamkan matanya karena itu. Pangeran yuk berhenti bernafas.


__ADS_2