
Semua sudah diatur oleh kedua belah pihak. Dari ratu Li dan juga ratu Wu. Pernikahan akan dilakukan di kerajaan Yin terlebih dahulu. Setelah itu akan ada pesta lain untuk menyambut putri Yin di kerajaan yuk.
Semua di dekorasi jauh lebih indah. Istana dan kerajaan Yin penuh dengan kebahagiaan.
***
Putri Yin sedang ada di dalam kamarnya. Dengan para pelayan wanita di kerajaan. Baju Putri Yin dibuat jauh berbeda hari ini. Dengan warna merah muda yang sama tapi jauh lebih indah dan mewah.
"selamat ya putri. Putri akan segera menikah." Kata salah satu pelayan setiap putri Yin.
"apa putri akan tinggal di kerajaan yuk setelah menikah?" tanya pelayan putri Yin satu lagi. Dia sedang membenarkan rambut putri yin.
"tidak tahu. Tapi kebanyakan putri seperti itu ya. Bagaimana dengan ayah dan ibu yang akan aku tinggalkan nanti?" putri Yin resah. Dia menatap kedua sayangnya.
"mereka juga pasti akan bahagia dan mengerti. Nona menikah dengan orang terhebat di negeri pendekar nona. Hampir memilik setengah kerajaan dan tanah di dunia pendekar ini Non." Ujar pelayan yang lain, yang ikut membantu persiapan.
"ahh. Itu juga terpaksa. Karena takdir. Kalau tidak, aku lebih memilih pangeran Huang mungkin. Dia manis, baik dan sopan." Putri Yin kembali menghadap depan. Melihat dirinya yang masih di rias.
Selesai di rias. Putri Yin di jemput oleh ratu Wu. Mereka ke ruang utama kerajaan. Dimana sudah ada semua petinggi kerajaan Yin dan kerajaan yuk.
Pangeran yuk dengan pakaiannya yang hebat dan luar biasa. Di berdiri di depan dengan raja dan ratu li. Pangeran yuk tak henti memandang putri Yin. Dia memang sangat cantik. Bahkan ketika bertemu untuk pertama kalinya dan bertarung dengan dia.
Pangeran yuk tak menepik itu. Pantas saja banyak yang melamar putri Yin terlebih dia memiliki ilmu yang sangat tinggi, ilmu pengobatan dari alam.
Itu sangat berguna bagi semua pendekar. Jadi pangeran yuk pikir dia tak akan rugi untuk menikah dengan putri Yin. Kalau dia diserang, entah luka atau apa. Pasti akan bisa disembuhkan dengan mudahnya oleh putri Yin.
Pangeran yuk masih ingin menguasai wilayah timur dari sebagian tanah pendekar ini. Dia mendengar banyak orang disana yang hidupnya sudah karena rajanya yang pelit dan aturan yang membebani rakyat kecilnya.
Pangeran yuk dengan juga pemimpinnya cukup hebat. Dia sudah sangat ingin bertarung. Satu lawan satu.
__ADS_1
Putri Yin berada di depan pangeran yuk. Berdiri dan berhadapan dengan pangeran yuk. Pangeran yuk mengeluarkan cincin energi birunya dan memasangkannya di jari manis putri Yin. Menandangan kalau putri Yin hanya milik pangeran yuk. Selama mereka tak saling melepas cincin energi itu.
Giliran Putri Yin yang menggunakan cincin energi untuk pangeran yuk. Dijari manis pangeran yuk yang besar.
Semua menyaksikan itu. Di depan para tamu kerajaan uang diundang dan di depan semua anggota kerajaan dan petinggi kerajaan. Di depan peramal dua kerajaan yang bahagia melihat pernikahan keduanya. Dunia akan aman.
"Silakan, putri dan pangeran bisa saling mencium." Kata penasehat kerajaan. Putri Yin pangeran yuk saling menatap dan memberi kode tak mau.
"paman, bisa kan tidak perlu ciuman." Putri Yin yang protes kepada penasehat kerajaan yang sudah seperti pamannya sendiri.
"Harus putri, itu secara simbolis meresmikan pernikahan dan menyatukan dua jiwa. Dengan berciuman bibir, energi dalam diri kita akan saling berbagi, itu akan menguatkan satu sama lain dan menjaga satu sama lain ketika berada jauh." Ujar penasehat yang memberitahu putri Yin.
Pangeran menarik pinggang putri Yin. Dia mencium bibir putri Yin begitu saja. Menempel bibirnya dengan putri Yin. Putri Yin kesal. Tapi dia pasrah di depan semua orang.
'awas saja nanti!' batin putri Yin dengan kesal.
***
Malam ini adalah malam terakhir putri Yin di istana dan kerajaan yin. Putri Yin sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian yang lebih biasa.
Hari ini adalah makan malam pertama juga putri yin sebagai seorang istri. Istri dari pangeran yuk. Ada pangeran huang dan ratu Huang juga di sana, ikut makan malam di ruang makan kerajaan.
"Setelah ini, pangeran dan ratu Huang akan kemana? Apa kembali ke istana dan kerajaan anda?" tanya putri Yin menatap pangeran Huang yang manis dan tampan. Terlihat lembut saja wajahnya. Tak seperti Pangeran Yuk yang menyebalkan. Garang wajahnya.
"Iya. Kami akan kembali ke istana kata ibu." Pangeran Huang menjawab dengan suaranya yang lemah lembut.
"putri Yin. Ambilkan makana untuk suami kamu." Ujar ratu Wu kepada anaknya itu. Pangeran yuk baru datang dengan ratu Li. Dia duduk di samping putri Yin.
"Ibu. Memangnya pangeran yuk tidak bisa mengambil makanannya sendiri. Lagi pula kami menikah hanya untuk menyelamatkan dunia ibu. Menyeimbangkan amarah pangeran yuk yang tidak bisa dikendalikan. Bukan mengambilkan makanan atau melayani pangeran yuk ibu." Protes putri Yin kepada ibunya.
__ADS_1
"putri Yin. Kami berani membantah ibu? Itu sudah kewajiban kamu untuk melayani suami kamu, entah makan atau di dalam kamar."
"Maksudnya ibu."
"Peramal sudah mengatakan semuanya. Kalian harus memiliki keturunan. Secepatnya itu jauh lebih baik." Sambung ratu Li yang menjelaskan kali ini.
"ahh? Ibu ratu Li, boleh nanti saja?" Putri Yin merengek.
"sudah. Itu masalah nanti. Layani suami kamu yang akan makan dulu." Ujar ratu Wu lagi kepada putri Yin. Putri Yin mengangguk.
Dia mengambilkan makanan untuk pangeran yuk dan menuangkan minuman untuk pangeran yuk. Pangeran yuk tersenyum puas bisa menjadikan putri Yin sebagai pelayan seperti sekarang.
Secara tak langsung.
Acara makan malamnya susah selesai. Putri Yin kembali ke kamar dia. Dia kaget ketika melihat pangeran yuk sudah ada di kamarnya.
"anda mau apa disini? Kamar anda kan ada di tempat lain? Masih banyak kamar di istana ini. Kenapa Anda harus disini?" putri Yin marah-marah melihat pangeran yuk duduk di ranjang dia. Di dalam kamarnya.
"Diminta ibu ratu Wu dan yang mulia raja zeng. Katanya saya harus tinggal dan tidur di kamar kamu malam ini." Pangeran Yuk tak menghiraukan apa yang putri Yin katakan. Dia tidur dan berbaring di ranjang putri Yin begitu saja. Memejamkan mata lalu tidur.
Putri Yin paling benci tidur dengan orang yang gak dia sukai. Tak dia izinkan untuk tidur bersama dia. Putri Yin baik ke ranjang dan mendorong badan pangeran yuk yang besar supaya pergi dari ranjangnya.
"Sana pergi pangeran. Anda kan bisa menentang ibu dan ayahku."
Putri Yin tak menggunakan energi dalamnya. Dia rasa kali ini tak perlu. Tapi pangeran yuk benar-benar kuat dan berat. Dia tak bisa menggeser pangeran yuk sama sekali.
Dug!
Malah putri Yin jatuh diatas badan pangeran yuk. Pangeran yuk terbangun. Dia membuka mata dan menatap putri Yin.
__ADS_1
Dada milik putri Yin bahkan menekan dan mengenai tangan Pangeran Yuk yang dia lipat diatas dadanya. Pangeran yuk merasa ada yang kenyal.
Putri Yin menatap mata pangeran yuk dengan kaget. Canggung dan aneh.