
Pangeran yuk paling tidak suka miliknya dipegang oleh orang lain. Termasuk Putri Yin yang sudah dipegang oleh pangeran wong. Bahkan dia yang membuat putri Yin sembuh.
Pangeran yuk kesal sekali.
***
Putri Yin sudah jauh lebih baik. Dia juga diceritakan kalau pangeran wong yang menolongnya. Pangeran yuk meminta ratu muda Yu juga yang lainnya untuk tidak menceritakan tentang rencana mengobati putri Yin dengan tidur dengannya.
"Bibi Yin sudah baikan?" Tanya putri Bao yang nembawakan buah untuk putri Yin. Putri Yin masih sedikit lemas. Dia hanya bisa duduk di ranjang kamar pangeran yuk.
"iya putri Bao cantik. Bibi sudah lebih baik." Ujar putri Yin kepada putri kecil Bao. Putri Bao duduk di sebelah putri Yin. Mereka makan buahnya bersama.
***
Untuk pertama kalinya, ini adalah malan pertama putri Yin di kerajaan yuk, juga di kamat pangeran yuk. Putri Yin sedikit tak nyaman dan takut.
"Selamat malam bibi yin. Istirahat yang baik. Aku ke kamar dengan ibu dulu." Ujar putri Bao yang sejak tadi menemani putri Yin di kamar pangsa yuk.
Putri Yin menahan tangan putri Bao yang akan turun dari ranjang kamar pangeran yuk. "putri Bao tidak mau menemani bibi untuk tidur di sini, dengan bibi." Kata putri Yin kepada putri kecil Bao. Dia lebih tak mau tidur satu ranjang dengan pangeran.
"Putri Bao, ayo tidur. Sudah waktunya tidur." Ujar ratu muda yu yang masuk ke kamar pangeran yuk. Dia baru saja makan malam di ruang makan dengan semua keluarga. Dia adiknya, pangeran yuk dan pangeran wong. Lalu ke kamar pangeran yuk untuk menjemput putri Bao.
Ratu muda yu berdiri di samping ranjang putri Yin. Dia mengulurkan tangan kepada sang putri. Putri Bao baru mau turun. Tapi ditahan oleh putri Yin.
"kakak. Putri Bao boleh tidur di sini kan dengan aku? Malam ini saja." Pinta putri Yin kepada ratu muda yu.
"Iya ibu. Boleh ya, aku ingin tidur dengan bibi Yin." Putri Bao juga ingin.
__ADS_1
"Tunggu, minta izin dulu dengan paman yuk." Kata ratu muda yu. Baru juga dibicarakan, pemilik kamarnya datang.
"ada apa ramai-ramai di sini?" tanya pangeran yuk menatap Putri Yin yang ada di kamat dia. Dengan putri Bao dan juga ratu muda yu.
"ini yuk. Bao ingin tidur di sini. Dengan putri Yin malam ini, apa boleh?" ratu muda yu yang menanyakannya kepada pangeran yuk.
Pangeran yuk mengangguk. Putri Bao melongo melihatnya. " tumben paman baik sekali." Puji putri Bao kepada pamannya itu.
"paman memang baik hati, tidak sombong dan tampan." Ujar pangeran yuk mengacak rambut putri Bao. Putri Bao cemberut kepada Pangeran yuk.
"Kak, paman Heng kapan pulang?" tanya yuk kepada ratu yu. Pangeran Heng, adalah suami dari ratu yu. Dia seorang panglima perang.
"besok mungkin. Ibu ratu Li juga akan sampai besok kan?" tanya ratu muda yu kepada sang adik. Pangeran yuk mengangguk.
"Ahh. Aku ingin bertarung besok, latihan dengan pangsa wong. Aku ingin paman yang mengawasi kami." Kata pangeran yuk, melirik putri Yin.
Aish... Putri Yin mendesah kesal dalam hatinya kepada pangeran yuk.
Putri Yin menahan pangeran yuk dengan energi merahnya. Dia yang akan pergi tak bisa. Pangeran yuk dengan mudah menepisnya. Dia berbalik dan menatap Putri Yin.
"jangan gunakan energi kamu sembarangan disini. Ini buka tempat tinggal kamu. Kamu bisa kehilangan banyak energi dan sulit untuk menyembuhkannya. Kamu bisa pingsang Putri."
Pangeran yuk memarahi putri Yin. Tapi bagi putri Yin, entah kenapa rasanya dia ingin melindungi dirinya. Dia menasehati putri Yin dengan terasa lembut walau ucapannya kasar.
"Tidur saja. Aku bisa tidur di tempat lain." Pangeran yuk akan kembali pergi. Tapi ratu muda yu menahan tangan adiknya itu.
"Pangeran, apa kata semua yang ada di istana nanti. Tinggallah satu kamar dengan istri anda. Semua pangeran juga ingin mendapatkan putri Yin juga kerajaan Yin, pangeran yang ditakdirkan memiliki putri Yin. Jaga dia baik-baik. Perlakukan dia dengan baik. Dia yang akan melindungi pangeran." Ujar ratu yu kepada pangeran yuk.
__ADS_1
Pangeran yuk menepis tangan kakaknya itu. Dia tidur begitu saja di samping Putri Bao yang duduk di tengah. Pangeran yuk memejamkan matanya begitu saja. Dengan cepat seperti sudah tidur. Padahal sebenarnya belum.
"kalau begitu saya permisi putri yin. Putri juga harus berusaha menerima takdir ini. Putri harus berusaha mencintai pangeran yuk. Itu akan jauh lebih menguatkan kalian berdua. Terutama energi putri Yin di dunia luar selain kerajaan Yin. Saya pemeriksaan. Bao, jangan nakal ya di sini." Ujar ratu yu kepada anaknya itu.
Bao mengangguk dengan manis. Ratu yu meninggalkan kamar itu. Menutup kembali pintunya. Putri Yin masih tak tahu apa yang dimaksud pangeran yuk. Dia tak pernah pingsan dan kehabisan tenaga. Kenapa bisa seperti tadi.
Pandangan putri Yin tertunu kepada putri Bao. Mungkin dia bisa bertanya kepada putri Bao. "Bao sayang. Tadi bibi kenapa?" tanya putri Yin kepada putri Bao.
"emm, tadi bibi kan memisahkan paman yuk dan paman wong yang berkelahi. Bibi masih di atas, terbang. Tapi-"
"Kemudian kamu pingsan. Makannya jangan sok kalau bukan di kerajaan sendiri. Ini kerjaan aku, wilayah aku. Kamu gak ada apa-apanya di sini."
Pangeran yuk yang memang pura-pura tidur akhirnya terbangun. Dia semangat sekali kalau sudah untuk mengolok-ngolok orang. Termasuk kesempatan mengolok-ngolok putri Yin.
Dia duduk dan menatap putri Yin dengan pandangan yang sangat menyebalkan. Mengejeknya. "dasar kuat di dalam kandang saja ternyata." Kata Pangeran yuk yang bahkan menjulur lidah seperti anak kecil.
Putri Yin kesal dikatai seperti itu. Dia ingin memukul pangeran yuk. "sayang, Bao minggir dulu. Bibi mau memukul paman Bao yang menyebalkan ini." Putri Yin menggeser putri Bao.
Dia mendekati pangeran yuk, ingin memukul pangeran yuk, tapi pangeran yuk mencoba menghindar, malah putri Yin yang ikut jatuh hingga tubuhnya menimpa tubuh kekar pangeran yuk. Bahkan bibir putri Yin tepat mendarat di bibir Pangeran yuk.
Putri Bao yang melihat itu langsung tutup mata. Terjadi perputaran energi merah muda milik putri Yin juga biru milik pangeran yuk, yang bersinar seakan saling mengisi energi satu sama lain.
Terutama putri Yin yang memang masih sedikit lemah kondisinya. Putri Yin bisa merasakannya. Dia bahkan terasa lebih baik, kuat, dan bugar.
'apa ini yang dimaksud tabib?' batin pangeran yuk. 'tapi hanya saling bersentuhan seperti ini kenapa bisa terasa sangat, jauh lebih kuat didalam diriku?' batin pangeran yuk lagi.
'apa ini yang dinamakan penyatuan dua kekuatan besar dari takdir dan alam? Yang selama ini guru katakan dengan paman Heng juga katakan?' batin pangeran yuk merasakan apa dampak dia tak sengaja berciuman dengan putri Yin.
__ADS_1
Putri Yin masih diatas pangeran yuk. Dia bisa merasakan kondisi tubuhnya yang tadi dan sekarang. Sedang berciuman secara tak sengaja dengan pangeran yuk.