DILAMAR LUTH

DILAMAR LUTH
Timun Bengkok


__ADS_3

Lyn mengangkat pandangannya hingga menemukan wajah pria asing berambut ikal yang semalam sempat menghampiri dan menyekapnya.


"Hai!" sapa pria itu sambil jongkok di sisi Lyn yang terbaring di atas kasur lesehan.


"Siapa kamu? Apa maumu?" Lyn berusaha memperlihatkan raut berani meski jantungnya ketar-ketir, juga takut akan terjadi hal buruk menimpanya. Pacu jantungnya yang kian cepat, membuktikan ketakutannya tidak bisa diatasi lagi hanya dengan menelan saliva.


"Aku cowok yang naksir kamu, pengagum rahasiamu, mungkin kamu nggak tau kalau selama ini kamu punya pengagum rahasia." Pria itu tersenyum sambil mengelus rambut Lyn. Tatapannya menjelajahi wajah Lyn, lalu berangsur mengawasi dada wanita itu.


Tak berhenti di situ, pandangan pria itu juga menjelajah ke bawah, sampai kaki. Sekujur tubuh Lyn menjadi objek pemandangan mata pria itu dengan liar.


"Ck ck ck... Kamu memang bener- bener cantik, sangat menggoda." Pria itu menjilat sudut bibir ke sudut bibir lainnya. Lalu mengusap pipi Lyn, segera Lyn menampiknya dengan memalingkan wajah.


Kulit tubuh Lyn meremang, jijik sekali melihat tingkah pria asing itu.

__ADS_1


"Ayo, sayang. Kita main kuda-kudaan. Ini adalah permainan yang sangat nikmat dan diinginkan oleh kaum laki-laki dan wanita. Kamu pasti menyukainya, dan dijamin ketagihan." Pria itu melepas ikat pinggangnya.


Ketakutan dalam diri Lyn semakin menerjang. Apa yang akan dilakukan pria itu? Ah, kenapa Lyn malah bertanya apa yang akan dilakukan oleh pria itu? Mana mungkin pria itu mau mandi, ya pasti nganulah.


Lyn menyeret tubuhnya, menggeser dengan memundurkannya. Gerakannya sulit sekali.


"Jangan macam-macam kamu ya. Milikmu itu akan putus kalau aja Luth datang ke sini melihat kelakuan bejatmu itu," ancam Lyn jijik.


"Bicaralah sepuasmu sebelum kamu menikmati milikku yang besar ini. Tenang, aku bisa memuaskanmu." Pria itu menurunkan resleting celana, lalu memelorotkannya. Setelah itu ia juga menurunkan celana bagian dalam hingga tanpa sisa, pria itu hanya mengenakan kaos saja sekarang. Ia memegang miliknya, mengarahkan benda yang membuat Lyn menjerit itu ke arah Lyn.


"Toloooooong... Tolooong.." Lyn histeris sambil terus menendang-nendang. Tak peduli tendangannya mengenai dagu dan dada pria itu.


Pria itu tampak antusias, terus memburu Lyn. Tangannya berusaha menyingkirkan kaki Lyn sebelum akhirnya ia tertungging, tendangan Lyn berhasil membuat pria itu terkapar di lantai.

__ADS_1


Kapok! Moga aja nggak bangkit lagi! Pikir Lyn berharap akan ada keajaiban. Sayangnya pria itu kembali bangun.


Lah, masih hidup dia? Lyn bingung harus bagaimana lagi untuk menyelamatkan dirinya. Ini adalah saat menakutkan di sepanjang hidup Lyn.


"Lyn!" Suara seseorang memanggil dari arah luar.


Lyn terkejut, ada yang memanggil namanya. Suaranya sangat dia kenal. Ia tersenyum menyadari itu adalah suara Luth.


Ya Tuhan, akhirnya malaikat penyelamat Lyn muncul juga. Tapi kenapa Luth datangnya telat? Lyn sampai harus melihat timun bengkok, membuat matanya terzalimi.


Pria berambut ikal itu cepat menyambar celana panjang dan langsung memakainya, membiarkan ****** ***** warna pink yang karetnya robek miliknya teronggok di lantai.


Untung saja Pria mesum itu sudah selesai memakai celananya saat Luth membuka pintu dan menyembul masuk.

__ADS_1


Senyum Lyn mengembang lebar, bersyukur pria tampan berhidung mancung itu muncul.


TBC


__ADS_2