DILAMAR LUTH

DILAMAR LUTH
Pahit


__ADS_3

“Ingat ya Lyn, ibu itu nggak pernah loh perhatian sama kami di sini. Lihat nih kakak sedang hamil gini.” Yesa menunjuk perutnya yang membesar. “Apa pernah ibu datang ke sini buat jengukin kakak? Apa pernah ibu mengirim makanan enak buat kakak? Apa pernah ibu membawakan buah-buahan untuk kakak yang sedang ngidam ini? boro-boro bawain makanan enak, jengukin kakak kemari aja ogah. Beda sama mamanya kakak dan keluarga kakak yang lainnya, mereka selalu dateng kemari bawain makanan enak-enak untuk kakak, perhatian mereka kelihatan banget.”


Batin Lyn beristighfar. Lidah Yesa benar-benar pahit. “Sebagai anak, memangnya selama ini apa yang udah kakak berikan untuk ibu? Kok kakak menagih perhatian ibu? Apa kakak nggak malu minta perhatian ibu sementara selama ini kakak selalu menyakiti hati ibu? Dan satu lagi, jangan bandingkan ibu dengan keluarga kakak yang memiliki harta berkecukupan. Mereka jelas berbeda, Kak. Justru seharusnya Mas Hud lah yang menafkahi ibu, bukan malah sebaliknya. Jangan seperti anak ingusan yang mintanya diperhatiin. Justru kalau bisa kita memberikan perhatian kepada orang tua.” Lyn ingat dulu Yesa pernah memaki Alisha, dan Hud tidak melakukan apa pun. Pria itu diam karena tak ingin membela salah satunya.


“Lancang sekali kamu, Lyn!” Yesa kesal bukan main.


Lyn tidak peduli dengan hardikan kakak iparnya itu.

__ADS_1


“Mas Hud, lihat ini!” Lyn menunjukkan video dimana Alisha tampak meringis menahan nyeri di pinggangnya, bibir terus bergerak melafazkan zikir. “Setelah ayah tiada, Mas Hud yang terlahir sebagai sulung laki-laki menjadi wali di keluargamu. Apa lagi Mas Hud hidup berkecukupan. Kuharap Mas bersedia memberikan hak ibu, karena di sebagain harta yang mas miliki, ada hak ibu.”


“Ayolah, Lyn. Jangan ke sini Cuma ngajakin berantem,” sahut Hud yang membuat Lyn terkejut. “Mas ini sedang merintis ekonomi. Baru naik jabatan, baru beli rumah baru, baru beli mobil baru, semuanya baru dirintis. Jangan ganggu perekonomian Mas dulu. Lagi pula ibu sakit itu kan gara-gara Luth. setiap hari ibu kecapekan ngurusin kehidupan Luth. Lalu kenapa malah sekarang Mas yang jadi sasaran?”


Sepertinya percuma Lyn berbicara meski mulut sampai berbuih. Kenapa semua kata-kata Lyn tidak bisa dicerna oleh hati Hud? Apakah hatinya memang sudah diberikan kegelapan oleh yang Mah Kuasa?


“Mas Hud akan menyesal jika sampai terjadi sesuatu pada ibu. Sekarang ini Tuhan sedang memberi ujian pada Mas dengan harta. Ingat, semua itu titipan. saat kalian bakhil dan kikir membelanjakan harta yang dititipkan, rasakan saja saat Tuhan mengambil semua titipan itu. Apa lagi kalian sudah menyakiti ibu. Jika ibu nggak ridha, percayalah Tuhan pun nggak akan ridha pada kalian.” Lyn menghambur pergi bersama lelehan air mata. Ia tidak menghiraukan seruan Yesa yang menjerit hebat mengatai Lyn dengan berbagai kata-kata tidak pantas.

__ADS_1


Tidak masalah jika Lyn yang disakiti oleh Hud dan Yesa, tapi mereka sekarang sedang menyakiti Alisha. Lyn terluka karenanya. Disaat Hud dan Yesa memperlakukan Alisha dengan kedurhakaan, hati Lyn lah yang merasa terluka parah.


Sungguh aneh, Alisha memiliki tiga orang anak yang terlahir dari rahim yang sama, pendidikan yang sama, lingkungan juga sama. Namun sifat mereka berbeda-beda. Pendidikan Alisha pada anak-anaknya selama ini mengajarkan pada kasih sayang dan keimanan, namun nyatanya masing-masing anak mempraktikkannya dengan berbeda-beda. Ilmu agama yang ditanamkan perlahan terkikis oleh kehidupan. Miris.


Sekarang Lyn harus melakukan sesuatu, secepatnya.


***

__ADS_1


TBC


__ADS_2