DILAMAR LUTH

DILAMAR LUTH
Haruskah Salah Paham Lagi


__ADS_3

"Lyn!" panggil Nuh yang sejak beberapa menit lalu sempat mengecek kamar Lyn namun tidak menemukan putrinya di kamar, ia mencari ke semua ruangan rumah besarnya, tetap tak menemukannya.


Dan sekarang ia memergoki Lyn baru saja pulang di saat subuh begini.


"Dari mana kamu dan Luth pagi- pagi buta begini?" tanya Nuh membuat Lyn kelabakan.


Tak ayal, hal ini pasti akan menambah pikiran negatif bagi ayahnya.


"Papa tadi mau bangunin kamu supaya kamu cepat siap-siap, ini kok malah kelayapan? Sudahlah, pokoknya kamu cepat bersiap, beberapa jam lagi kamu nikah," ucap Nuh tampak frustasi.


Lyn menunduk, gara-gara Luth, ia malah jadi kena omel. Luth yang mengajaknya ketemuan, lalu telat datang ke taman, akhirnya ada drama penculikan, lalu sekarang kepergok pulang subuh berduaan dengan Luth. Haduh, kesannya pasti jorok. Tapi percuma Lyn menjelaskan dengan segala keahliannya mendramatisir keadaan, papanya toh tetap teguh berpendirian pada opininya.


"Lyn ke kamar dulu." Gadis itu bergegas ke kamar dan mandi.


Di sisi lain, Luth yang baru saja memasuki rumah, mendapati Alisha tengah duduk di kursi, menghadap jendela yang tirainya telah dibuka. Luth yakin ibunya pasti tadi melihat dirinya pulang berduaan dengan Lyn.


Sepertinya keadaan itu akan memperparan penilaian negatif Alisha terhadap hubungannya dengan Lyn.

__ADS_1


Kikuk, Luth pura-pura menunjukkan sikap biasa saja.


"Pagi, Bu. Ibu udah minum hangat? Aku buatin ya!" ucap Luth kemudian beranjak ke dapur dan membuatkan teh hangat sebelum ibunya mengiyakan.


Teh hangat sudah siap saji, Luth meletakkan teh tersebut ke meja depan ibunya duduk.


Sebelum Luth bergegas pergi, Alisha langsung memanggil putranya, "Luth!"


Luth yang rencananya ingin segera kabur itu pun menoleh ke arah ibunya dengan ekspresi lempeng seakan tidak terjadi apa-apa. "Ya, Bu?"


Alisha menepuk kursi di depannya. "Sini duduk sebentar, ibu mau bicara."


"Kamu tau kan kalau ibu selama ini mendidik kamu dengan sangat baik, kamu pasti tau kalau ibu melarang kamu merusak wanita, ibumu ini juga wanita," ucap Alisha to the poin.


Nah nah nah, Alisha mulai menuduh. Luth mengusap wajah.


"Maksud ibu?" tanya Luth dengan muka polos. Dia kan tidak bersalah, dan tidak merusak wanita, jadi santai saja.

__ADS_1


"Lalu apa uang kamu lakukan tadi? Semalaman ibu menunggu kamu loh, ibu melihat kamar kamu kosong. Ibu pikir kamu akan cepat pulang, jadi ibu menunggumu di sofa ruang tamu. Tapi ibu malah ketiduran. Pagi ini, ibu terbangun dan melihat kamarmu masih kosong, lalu ibu juga barusan lihat kamu pulang pagi-pagi bersama dengan Lyn. Dih gusti, kok kamu nggak bisa menahan sih? Beberapa jam lagi kan kamu nikah, tunggu sebentar lagi kenapa?" Alisha panjang lebar.


"Ibu jangan negatif thinking gitu, aku sama Lyn tadi malam ada janji, dia mau kasih topi yang dia beliin buat aku, aku juga mau beliin dia cincin."


"Trus topinya mana?"


"Ketinggalan di taman."


Alisha memperlihatkan ekspresi tidak percaya.


"Ibu kok nggak percaya sih?" protes Luth yang melihat raut tak yakin di wajah ibunya.


"Jadi semalam kamu ketemuan sama Lyn di taman cuma untuk topi dan cincin? Urusan itu memakan waktu sampai semalaman?" Alisha geleng-geleng kepala.


Luth ingin menjelaskan tentang drama penculikan itu, tapi ibunya pasti akan menertawakannya, menganggapnya hanya sebuah guyon dan lelucon sebagai alasan untuk ngeles. Ya sudahlah, Luth tidak mau berkomentar lagi.


"Bu, sebentar lagi acaranya dimulai kan? Biar aku siap-siap dulu." Luth bergegas masuk kamar.

__ADS_1


TBC


__ADS_2