Dinikahi Sepupuku

Dinikahi Sepupuku
Ngehotel...


__ADS_3

"Oh jadi itu mantan?"


"Gak usah bahas mas udah muak, eneghht."


"Tapi pernah cinta." Ibra terbahak menggoda istrinya.


"Masss... ihh."


"Apa sayang."


"Gak usah godain aku. aku mual."


"Iya iya maaf gitu aja ngambek. tapi makin cantik, alhamdulilah istrinya mas menuju solehah." goda nya lagi, wajah Inge semakin merah ia menenggelamkan wajahnya di dada sang suami.


"Aamiin mas makasih sudah menjadi imam yang soleh, terimakasih lagi sudah sabar menghadapi sikap aku." ucap Inge tulus, Ibra mengelus kepala sangat istri dan beberapa kali mengecup kepalanya.


"Mas boleh kah Inge meminta sesuatu?"


"Minta apa memang, heum?"


"Gak jadi deh, takut bunda sama ayah marah sama Inge." ucapnya lalu ia bangkit ingin ke kamar mandi.


"Heemmm... jadi gitu yah ngodenya, minta apapun akan mas kabulkan asal jangan minta pisah rumah sama ayah bunda." Sambil melingkarkan tangannya ke pinggang sang istri.


"Pasti mas Ibra sudah tau kan apa keinginan Inge dan itu gak akan pernah terkabul, sudahlah mas akuau mandi." ucap Inge kecewa.


"Gak boleh mandi sendiri, aku kangen, aku rindu banget sama Inge." Duh mamas gumusss deh.


"Gak boleh mandi bareng aku lagi halangan. Bruggghh." Kekecewaan Inge membuat hubungan keduanya gagal menciptakan keromantisan.


"Yahhh ngambek deh."


🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄


Suasana ngotel nya jadi gagal deh, kini Inge meringkuk di atas ranjang seperti bayi sedangkan suaminya sedang keluar ada urusan. sudah pukul 21 Ibra belum juga kembali Inge semakin kesal saja.


Niat hari ingin melepas rindu gagal sudah karena Inge tanggal ngambek dan Ibra yang pergi sebentar nyatanya jam segini belum kembali. Inge mondar mandir tak karuan perutnya sudah meminta diisi ia berniat ingin keluar mencari makan setelah suaminya datang tapi tak juga tampak batang hidungnya. ia menghela nafas berat menahan sebal.

__ADS_1


Krekkk...


Akhirnya uang di tunggu sudah sampai Inge pura pura memainkan hapenya di tepi ranjang hotel.


"Dek.. belum tidur."


"Belum." jawabnya dengan datar.


"Maaf mas tadi keluarnya agak lama jadi baru balik deh jam segini."


"Heeum." Inge masih cuek padahal ia benar benar sedang lapar.


"Sudah makan? yuk mas bawa ayam bakar kesukaan kamu loh."


"Gak laper dah kenyang."


"Yahh padahal pengen makan romantisan jadi gagal lagi deh."


Kriuuuuuukkk


Ibra menahan tawanya geli,


"Seriusan gak laper istriku sayang?" Sambil berjalan kearah sang istri sambil tersenyum menggoda.


Ahh perut gak bisa diajak kompromi batin Inge.


"Makan yuk sayang. bertempur harus dengan tenaga yang kuat." Bisik Ibra terus menggoda sang istri.


"Paan sih mas, Iya iya aku makan." sambil cemberut.


"Aku mandi sebentar yah nanti nyusul makan. cup... " Wajah Inge semakin memerah.


"Makan yang banyak biar tenaganya full."


"Mass ihh. "


"Hahahah."

__ADS_1


Ibra akhirnya masuk ke kamar mandi Inge segera melahap makanan yang suaminya bawa ia tampak bersemangat untuk makan karena sedang lapar, menikmati setiap santapan.


"Duh laper apa doyan ini nyonya Ibra? "


"Laper boss."


"Pantesan galak."


"Enak mas, mau lagi boleh." wajahnya tampak memelas.


"Tumben suka dengan masakan orang lain!"


"Lagi laper aja."


"Yaudah makan habiskan."


"Nanti mas makan apa, kalau aku makan." tanya Inge ragu


"Sebetulnya mas sudah makan. jadi makan aja sama kamu dek."


"Makasih suamiku. cup..." ia membalas kecupan tadi yang suaminya berikan.


"Bolehkan minta jatah? "


"Nanti kalau sudah makan."


"Berarti tadi boong yah sedang halangan. dosa loh boong."


"Iya maaf lagi kesel sama mas."


"Gemes banget sih istriku ini tambah bohay dan gemoy aja nih. "


Keduanya berbaikan gak jadi marahan dan dilanjut dengan pertempuran yang saling merindukan satu sama lain.


Disisi lain seorang hadis berhijab tengah menahan kesal ia pergi dari kediaman bunda dengan amarah.


ternyata sang nenek ingkar janji.

__ADS_1


__ADS_2