Dinikahi Sepupuku

Dinikahi Sepupuku
Bagian 11


__ADS_3

Sudah satu minggu ini aku cuek dengan mas Ibra, Aku sedang kecewa padanya aku sibukan dengan kegiatanku membuat cake dan pesanan lainnya. karena ruko belum bisa dipakai produksi aku masih membuat pesanan di rumah, dalam seminggu ini mas Ibra selalu berusaha baik lagi padaku hanya saja aku yang cuek aku malas menanggapinya takut membuat hatiku kembali sakit aku tak mau menyakiti hati ini dengan berharap lebih sama mas Ibra. no


"Neng ini ada paket." Kata bi Nah membuyarkan lamunanku.


"Ehh... paket bunga dari siapa bi?"


"Dari kekasih halal cieeee..." kata bi Nah sambil cekikikan.


"Aku gak suka bunganya bi, buat bi Nah aja deh." kuserahkan pada wanita itu lalu aku melanjutkan dengan kegiatanku.


"Jadi neng nolak nih?" dengan alisnya yang bergerak gerak aku terbahak melihat bi Nah yang lucu bagiku.


"Iya bi aku gak suka. buat bibi aja ini sama cokelatnya juga aku lagi gak mau makan cokelat." sambil kuserahkan pada art itu dia terlihat senang dan bersyukur katanya buat anaknya nanti.


Tak lama kemudian selesai juga pekerjaanku aku akan mandi dan lanjut mengantar pesanan.


"Bi minta tolong rapiin yah, mau Inge anter tapi aku mau mandi dulu sebentar. tinggal masukin dus aja sih."


"Ya neng, neng mandi aja ini alamatnya juga dah betulkan yak nanti bibi salah masukin barangnya."


"Heeum betul," Aku berlalu ke lantai atas aku akan memakai gamis santai aja karena orderannya memang tetangga komplek sini.


Kurang lebih tiga puluh menit aku pun turun akan berangkat tapi barang sudah raib disimpan dimana sih sama bibi nyari kedapur gak ada apa udah diantar yah kan aku gak nyuruh hmmm mana bentar lagi waktu diperkiraan sampai.


"Bi barangnya mana ini udah mau telat loh." teriakku sambil nyari bibi.


"Dek, sudah mas antar sesuai alamat. barangnya dah diterima sama konsumennya." tiba-tiba mas Ibra mendekat dan tersenyum.


"Maksudnya apa sih." ketusku


"Barangnya sidah mas anter, maaf yah gak bilang soalnya kan kamu lagi mandi lama banget." Katanya.


"Tapi aku kan gak nyuruh mas," Aku tahu cemberut mas Ibra membuat aku tambah dongkol saja oh aku tahu ini pasti akal akalannya supaya aku baik lagi padanya. gak gitu kali mas aku gak akan luluh.


"Iya maaf soalnya kan hape kamu bunyi terus ya aku angkat aja maaf yah lancang hehhe."


"Apa hubungannya sama hape bunyi?"

__ADS_1


Dia menepuk jidatnya,


"Adikku sayang itu hapenya bunyi karena ada panggilan masuk sayang dari customer. " mas Ibra berucap apa katanya sayang, hmmm palalu peang.


"Tapi kan jangan main anter aja kenapa sih! ijin dulu kek biar aku gak nyariin pas dah selesai kenapa kamu selalu bertindak sesukamu padaku mas." Akupun sebal niatku tak ingin membuat hati ini kembali sakit tapi kenyataannya gak bisa.


Gak bisakah dia bilang istriku sayang bukan adikku sayang coba.


"Ngambek lagi nih?" Goda mas.


Tentu saja aku jual mahal, aku gak mau hatiku terus kamu sakitin. Aku berlalu begitu saja pergi keruang keluarga.


"Dek! sinilah mas minta maaf."


"Apa lagi sih! mas harusnya kerja yang rajin dari pada gangguin aku terus, gak takut di pecat memang? udah sana balik kerja." Aku mengusir suamiku sendiri.


"Kamu ngusir aku? aku gak akan pergi sebelum kamu maafin aku titik." ucapan mas merajuk.


"Dah lah aku juga udah maafin kamu kok mas, apa lagi memangnya?"


"Gombal." ketusku.


"Judes banget cewek." Mas Ibra duduk disampingku merebahkan pundaknya kesandaran sofa yang kami duduki.


"Udah di ditolak yaallah mana di buang bunganya cokelat nya juga."


"Bodo Amat." aku beranjak hendak pergi tapi tanganku di cekal dan aku tentu saja limbung ke pangkuannya. astagfirullah.


"Wangi sekali adikku ini."


"Apaan sih gak suka deh sama mas yang gombal."


"Sukanya yang kayak mana sih sayang?" mas Ibra lalu menggendongku menaiki anak tangga menuju kamar kami aku memukul mukul dada bidangnya gak semudah ini Sergio aku gak luluh.


"Udah diam jangan berontak nanti aku perkosa kamu tau rasa." katanya sambil terkekeh geli.


Kututupi wajahku karena kesal dan malu mau apa sih kakakku ini eh suamiku.

__ADS_1


"Mas ada kejutan dong buat kamu de."


"Aku gak mau kejutan. aku mau turun titik." teriakku lagi.


"Iya Iya ini dah sampai kok, kamu duduk yang manis yah. tunggu jangan kabur. "


"Ih mas kenapa pula di kunci pintunya hemm."


"Biar kamu gak kabur hihihi. mas ke toilet dulu." Astagfirullah kesambet apa sih sepupuku ini.


Aku sedang berfikir apa yang akan dilakukan suamiku ini, pasti ada maunya Aku harus segera pergi dari sini apa mas mau bunuh aku yah hiks... ahh gak mungkin, tega sekali dia kalau memang terjadi.


"Gak usah mikir yang nggak nggak ini buka dan baca aja." katanya sejak kapan ia muncul dihadapan wajahku ya salam.


"Apa ini. " tanyaku "Tinggal baca." ucapnya.


"MasyaAllah ini serius mas? ini gak mimpikan gak boong kan yak?" Aku terharu sekali. mas Ibra tersenyum tampan sekali, sejak kapan mas mengurus kepentingan ini kenapa pula tanpa sepengetahuan aku.


Oh ya aku baru baca ini sudah dua tahun yang lalu dia miliki oh ya pantas saja.


"Mas beli rumah ini dah lama kemarin mas urus kembali sertifikat nya mas alihkan atas nama kamu deh. maaf yah kemarin kemarin sibuk banget pasti kamu mikir mas Ibramu ini yang nggak enggak kan? hayo ngaku aja!" ucapnya lagi


"Harusnya mas bilang biar aku gak khawatir." aku cemberut tapi senang sekali.


"Iya maaf, jangan salah paham lagi yak dek."


"Kapan mau pindah?"


"Harus secepat itu yah kita pindah nya."


"Gak juga sih. terserah kamu kemungkinan besar nenek akan tinggal disini aku gak mau kan buat kamu kecewa dengan bertahan di rumah bunda."


" Aku ngikut mas aja deh, aku juga udah maafin mas kok maafin aku juga ya mas." Mau aku peluk takut mas Ibra gak mau aku peluk karena masih menganggap aku sepupu nya.


"Iya sama sama, gak mau peluk nih atau gak cium sekalian gitu?" ucapnya lagi tanpa ragu aku melakukannya.


Kami kembali baikan.

__ADS_1


__ADS_2