Dinikahi Sepupuku

Dinikahi Sepupuku
Bagian 14


__ADS_3

Kepalaku berdenyut mual di perutku semakin membuncah aku tak tahan lagi untuk mengeluarkan isi perutku.


"Mas tolong berhenti aku mual hiks... "


Di tengah jalan aku segera berlari ke pinggiran dan memuntahkan semua isi perutku. badanku terasa lemas sekali mas Ibra membantu aku mamapahku kembali ke mobil dan memberikan sebotol air mineral.


"Gimana sudah baikan? "


Aku hanya mengangguk lemas. dan mas Ibra kembali ke wajah datarnya aku bingung kenapa sih sepupuku ini.


Tiga puluh menit kemudian kami sampai mas Ibra membangunkanku membukakan pintu memapahku. Aku berontak aku bisa berjalan sendiri aku tak ingin menyusahkannya lagi dan lagi.


"Gak usah ngebantah." ia langsung membopongku ke kamar akupun tak berontak karena memang badanku lemas.


"Kalau sakit jangan sok kuat." ketusnya ia membaringkan ku lalu melangkah ke kamar mandi kepalaku kembali berdenyut.


"Aku gak ngerti kenapa kamu cepat berubah mas." batinku.


Rasa kantukku menyerang dan aku pun tertidur.


Entah berapa lama aku tertidur, suara adzan membangunkanku aku lekas ke kamar mandi lekas berwudhu lalu memkalankan kewajiban sebagai seorang muslim. Saat aku berdoa baru kuingat jika mas Ibra tak ada apakah dia tidur diluar? hmm atau mungkin kembali kerumah sakit. biarkan lah aku juga sedang malas bertemu dengannya, niatku ku urungkan untuk sekedar mengirim pesan, sebelum ke bawah aku periksa gawaiku siapa tau ada orderan masuk dan benar saja sudah ada tiga pelanggan alhamdulillah aku akan segera membuat pesanannya.


Ketika sedang asyik aku dikagetkan dengan kedatangan bunda.


"Pagi menantu Bunda, sibuk yah?"


"Pagi bun, Ehh! nggak kok."


"Maafin sikap nenek yah nak." Kata Bunda aku mengangguk dalam hati aku belum bisa sepenuhnya maafin nenek sih.


"Masmu belum turun tumben sudah mau masuk kerja loh?"


"Mas gak ada dikamar sejak aku bangun Bun,"

__ADS_1


"Loh memangnya kemana mas mu? kami sudah kembali dari semalam."


"Bunda kok gak bangunkan aku, kan aku gak enak bun masa gak bantu sambut nenek." aku gak enak hati ternyata mereka pulang setelah kami pulang.


"Kata Masmu kamu sakit jadi bunda sengaja gak bangunin Inge."


"Ih bunda mah."


"Gak apa apa lah kamu juga kan cape abis ngehotel kemarin kemarin kan. gimana sudah ada hasil belum?" alis bunda terangkat angkat.


"Heheh.... "


"Ditanya kok ketawa nak, itu loh cucu buat kami."


"Ehh... iya bun doain yah biar secepatnya."


"Pasti dong."


setelah rampung aku bersiap merapikan gamis dan jilbab pemberian mas Ibra kemarin lumayan lah sederhana.


Bunda dan mba menyiapkan sarapan aku sudah ijin pada bunda dan berpesan jika mas pulang aku pergi sebentar.


Hmmm sepertinya kurang nih kalau gak pakai hiasan bros.. batinku saat kembali bercermin.


"Bun punya bross gak?"


"Bunda lupa naro kalo yang bekas bunda bentar tak carikan dulu."


"Oke bun makasih yah."


"Heem... tapi bunda lupa ada yang baru di kamar tamu, mbak tolong ambilkan bros di kamar tamu yah."


"Baik bu,"

__ADS_1


"Mba biar aku aja deh, di lemari apa lagi nakas bun?"


"Kayaknya di nakas sayang."


"Baiklah terimakasih bun." aku melangkah ke kamar tamu depan kamar bunda bersebelahan dengan kamar nenek kulihat sepi sepi aja.


Klerk...


"Astagfirullah... Mas!" Sesak sekali hatiku melihat mas Ibra tidur di kamar tamu semarah itukah padaku.


Sengaja tak ku bangunkan biarkan saja mungkin mas sedang menenaggkan diri atas kesalahanku yang tak pernah aku tahu.


Ku ambil segera benda kecil uang kubutuhkan lantas pergi dari kamar itu pamit kali pada bunda Karena barang yang akan aku antar sudah siap menggantung di kuda besi.


"Mas kamu boleh marah sama aku tapi yang jelas dong marahnya kesalahan aku dimana sih."


Brugghh...


"Aduhh untung cuma nabrak trotoar Inge jangan ngelamun dong."


"Mba gak apa apa?" sebuah mobil bertengger di belakang kuda besiku.


"Gak mas saya baik baik aja kok."


Saat aku menoleh tak kusangka jika manusia yang tak pernah ingin aku temui muncul di hadapanku. aku menundukan pandanganku untuk berlalu.


"Maaf saya buru buru."


"Inge, maaf aku gak bermaksud."


"Aku gak mau bahas, jangan ganggu aku stop. "


Aku pun pergi dari hadapan pria menyebalkan itu.

__ADS_1


__ADS_2