
"Adiku lagi masak apa sih? serius banget."
"Sini mas cobain! aku lagi masak kwetiau goreng. "
"Oh ya! hmm macam sedap aku akan coba tapi nanti aku mau ke masjid dulu yah diundang pak RT tadi. tunggu aku yah adikku sayang." ia bergegas mengambil sejadah ke arah musola lalu mencium kening ku dan pergi sambil mengucap salam.
"Waalaikumsalam teriakku. aku juga bersiap untuk mandi lengket sekali badanku ini waktu Isa sudah berlalu 7 menit aku bergegas melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim. setelah melakukan ritual ibadah aku kembali ke kamar mengecek pesanan untuk besok.
Oh ya! aku sudah pindah kerumah baru yang dihadiahi mas Ibra karin dia benar-benar serius mengajakku pindah dengan persetujuan Ayah dan Bunda juga. hari ini harusnya mama sudah sampai berhubung ada keperluan mendadak katanya di batalkan aku sudah rindu sekali dengan mamaku.
Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu aku sedikit ragu dan kembali kedapur untuk melihat bahan bahan.
Dering telpon mengejutkanku lagi,
" Assalamu'alaikum Nge, ini mama kamu kok lama buka pintunya kamu lagi dirumah kan sayang? "
"Waalaikumsalam mama jadi datang dikira bukan mama makanya Inge ragu. yaudah tunggu yah." aku bergegas kearah pintu dan membukanya ternyata bener mama dan kakekku.
"Aduh maaf yah kanjeng sama kake ayo masuk. dikira gak jadi hehe."
"Tau tuh bibi kamu gaje banget ngajak kondangan. katanya kami di ajak ternyata mobilnya penuh yaudh deh berangkat sendiri jadinya sekalian we mampir kesini ya kan yah?"
"Iya! gimana kabarmu nak? Ibra baik kan gak ada masalah kan? udah ngisi belum nak." tanya kakek memberondong pertanyaan padaku.
"Alhamdulillah kek mas baik, hehe doain yah kek semoga cepet ada dedenya." aku insecure sekali sebetulnya takut menjadi bahan cibiran saudara saudara yang lain jika aku hamil apa lagi pernikahan antar sepupu begini. tiba-tiba aku murung.
"Maaf jika kakek menyinggung lebih baik secepatnya kamu hamil, dalam islam pernikahan antar sepupu di bolehkan dan sah kamu gak perlu khawatir nak." seolah kakek tau apa yang aku pikirkan mama lalu memelukku dengan sayang.
"Mas mu kemana nak? kakek gak liat dari tadi." sambil menyuguhkan hidangan dibantu mama aku membalas pertanyaan kakek mama juga penasaran pasti.
"Mas kemasjid tadi khobla Isa katanya diundang pak RT mungkin ada acara pengajian kek."
"Ya baguslah kalau begitu jiwa sosial suamimu itu sungguh baik sama seperti ibunya." ucap kakek.
__ADS_1
"Mama sama kakek makan duluan yah Inge belom terlalu lapar kebetulan aku masak kwetiauw juga loh kesukaan kakek." ucapku lembut.
Kakek seperti terharu dengan ucapanku dia pun berkata. "Kamu selalu ingat makanan kesukaan kakek nak terimaksih yah. kita makan bersama saja nanti kamu pasti nunggu masmu kan?"
"Iya mama setuju dengan kakek. " kami pun tertawa
"Baiklah baiklah, apa mama atau kakek mau rebahan dulu atau gimana? itu ruang rebahan kami mari." keduanya mengekor ku.
"Alhamdulillah mama seneng kalau kamu sehat cepet dong kasih mama dede bayi nak." bisik mama.
"Doain yah mama sama kakek doa kalian pasti makbulkan."
"Aamiin." ucap mama kami bertiga pun rebahan karena sudah melaksanakan kewajiban kami, kami akan lebih santai aku menyalakan berita di tivi datar ku. kami menonton dengan santai tak lama suara pintu terbuka.
"Assalamu'alaikum.... " karena kusudah kenal dengan suara bariton suamiku aku beranjak menuju ruang tamu.
"Waalaikumsalam mas idah pulang? cuci tangan dan kaki dulu mas."
"Ciyeee nikah sama sepupu! " goda mama sambil tertawa "Kalian sweet sekali sih." aku pun tambah malu ku tutupi wajahku yang merah ini untungnya mas sudah pergi ke kamar mandi yang ada di dapur.
"Dek, mama sama kakek udah sampe? sepeti ramai rumah kita yah." aku tahu mas juga hanya mengalihkan topik saja.
"Sudah nak sini duduk." ucap kakek mas Ibra beranjak ke ruang rebahan setelah mengelap tangannya.
Mereka mengobrol, aku menghangatkan masakan lalu di bantu mama setelah selesai akupun memanggil mas dan kakek untuk makan bersama.
Hening! dimeja makan kakek memang tak pernah bicara aku pun enggan untuk memecahkan susana kata kakek ini adab makan berbicara boleh setelah makan atau di luar sedang makan.
Setelah selesai aku dan mama membersihkan sisa makanan dan piring piringnya, kudengar kakek terbahak dengan mas hatiku menghangat aku tak pernah mendengar kakek kembali tertawa setelah kematian nenek.
"Ini makan buahnya sayang. kamu udah periksa kedokter atau beli tespek gitu rasa rasa badan kamu makin ngisi.
" Ahh mama gak lah Inge memang berubah setelah nikah lebih banyak makan kata Mas biar gak cungkring terus makanya dia berhasil membuat Inge gemuk mama." ucapku.
__ADS_1
"Iya iya mama doakan deh biar kamu cepet hamil yah. " mama tersenyum manis.
Karena waktu sudah hampir malam kami semua beranjak untuk tidur, ruang atas mang di khusus kan untuk aku dan mas disana terdapat ruang kerja yang tembus dengan kamar utama lantai atas satu kamar kecil suatu saat kami akan punya anak jadi sudah dibuatkan khusus dan ada ruang pakaian dan dua kamar mandi khusus dilantai atas sengaja di buat seprivasi mungkin. tapi ada ruang santai terbuka antara balkon dan ruang santai dipagari dengan dinding kaca.
"Buat kakek dan mama senyaman mungkin sayang, mereka sudah sudi datang ke rumah kita ini." ujar mas serius.
"Pasti dong Mas," aku tersenyum manis.
"Cuppp... "
"Ishh nackal syekali." kataku.
"Siapkan diri malam ini oke." ucapan mas sebelum melangkah ke kamar mandi. aku melebarkan mataku ini.
"Oke, " ucapku.
Aku ingat kata kata bunda, di depan suami harus tampil cantik dan menarik lalu ia menyerahkan lima buah totebag sedang aku lupa membukanya dan baru ingat sekarang. katanya itu kiriman dari adik iparku yang jelas adiknya mas Ibra yang perempuan. aku pergi keruang pakaian dan membukanya satu persatuan totebag saat kubuka semuanya dan semuanya sama hanya beda model saja aku berpikir dan tertawa bagaimana bisa aku memakai ini bisa bisa ku masuk angin bila kupakai ada ada aja adik ipar. ku simpan di tempat baju kotor samping pintu kamar mandi supaya aku gampang nanti kalau mau nyuci.
aku kembali ke ruang ganti kubuka almari menyiapkan pakaian tidur untuk mas saat kubuka lemari ku aku menemukan pakaian yang sama hanya neda model dan warna saja. astagfirullah ini pasti kerjaan bunda kulihat ada sebuah kartu ucapan menggantung disana kuraih dan ku baca.
"Pakailah pakaian ini sayang, supaya cepat tumbuh sesuatu di rahimmu nak." Yaallah sungguh mereka menginginkan seorang bayi, ayah bunda, mama kakek aku menitikan air mata karena terharu mereka sangat sangat menyayangiku.
"Ayolah dek pakaian kakakmu mana? mas kedinginan loh minta di peluk." mas mengagetkan ku.
Ia memelukku dari belakang mengeratkan lengannya di pinggang ku mengecup leher rambut membuat aku merinding saja.
"Ini pakai dulu. " kataku aku keluar dari ruangan itu sambil malu lalu berlari kecil sambil membawa pakaian uang di sarankan bunda.
"Masih malu aja sama kakakmu yah." teriak mas jantungku berdebar lebih kencang padahal bukan hanya sekali dua kali kami melakukan ritual suami istri tapi aku tetap merasa malu bila mengingatnya.
Bersambung...
“Hai Nabi, sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu istri-istrimu yang telah kamu berikan mas kawinnya dan hamba sahaya yang kamu miliki yang termasuk apa yang kamu peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu, dan (demikian pula) anak-anak perempuan dari saudara laki-laki bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara perempuan bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara laki-laki ibumu dan anak-anak perempuan dari saudara perempuan ibumu.” (Surah Al-ahzab: 50)
__ADS_1