
Mike berpikir keras sebelum dia mengatakan permintaan ketiganya. Jika dia salah meminta, bisa saja itu akan berakibat buruk di masa yang akan datang. Apalagi tiga hari kemudian dia akan menemui Big Mama. Dia tidak tahu berapa level wanita itu, tapi dia harus tetap waspada.
"Kalau begitu, berikan aku dan anggotaku masing-masing satu juta koin." Setelah berpikir dengan matang, Mike memutuskan untuk meminta koin yang banyak. Dengan koin itu dia dan anggotanya bisa membeli perlengkapan dan senjata serta ramuan dengan level tinggi yang memadai. Itu akan memperkecil persentase terjadinya kematian.
"Satu juta koin? Tidakkah kamu berpikir kalau permintaanmu terlalu berlebihan untuk kunci perunggu level lima?"
"Hah! Aku tidak menyangka kalau administrator sangat pelit." Mike mendengus, menatap geram cahaya di depannya. Suara tawa administrator terdengar, sangat panjang.
"Aku memang tidak bisa mengabulkan permintaan gila seperti itu. Tapi aku bisa mengabulkan jika hanya setengahnya. Bagaimana? Itu juga bukan jumlah yang kecil."
Mata Mike berbinar saat mendengarnya. Padahal dia sudah berpikir kalau permintaannya mustahil dikabulkan dan disuruh untuk membuat permintaan yang lain, tapi nyatanya dia tetap bisa mendapatkan koin walau setengah dari jumlah yang dia minta. Tapi tetap saja, mendapat lima ratus ribu koin itu merupakan jumlah yang sangat besar.
"Baiklah, karena aku memang orang yang baik hati. Kabulkan saja walau hanya setengah."
[SISTEM]
PERMINTAAN YANG DIAJUKAN [3/5]
"Sudah aku kabulkan. Selanjutnya apa permintaanmu?"
[SISTEM]
+500.000 KOIN DITAMBAHKAN
JUMLAH KOIN SAAT INI : 501.850
Mike tersenyum melihat layar pemberitahuan sistem. Sudah ada banyak daftar item di kepalanya yang ingin dia beli dengan koin itu. Dia baru sadar kalau ternyata dia masih memiliki koin yang tersisa.
"Ekhem! Silahkan ajukan permintaan selanjutnya." Administrator berdeham agak keras hingga membuat Mike tersadar dari lamunannya.
"Permintaan selanjutnya......berikan aku kunci lagi."
"Tunggu, tunggu dulu! Kenapa permintaanmu semakin tidak masuk akal?"
"Tidak bisa?"
"Tentu saja tidak bisa! Kunci hanya diberikan oleh sistem. Kami sebagai administrator tidak bisa memberikannya. Ada beberapa otoritas yang kami serahkan semuanya pada sistem. Kami hanya mengendalikan sebagiannya saja."
"Menyebalkan!" Mike membuang muka dengan suara dengusan yang terdengar sangat kesal. Saat dia menatap dunia yang putih iru, dia seketika teringat pada Balth dan terpikirkan sesuatu.
__ADS_1
"Hidupkan Balth sebagai player." Mike menatap administrator dengan penuh harap. Jika Balth berhasil di hidupkan dan menjadi player bukan hanya Mike yang diuntungkan, tapi juga anggota yang lain karena ada tambahan anggota.
"Itu tidak sulit bagiku, tapi apa kamu yakin? Menjadi player bukanlah sesuatu yang menyenangkan seperti anak kecil yang bermimpi menjadi pahlawan."
"Aku yakin! Justru jika dia dibangkitkan dan hanya menjadi orang biasa, dia pasti hanya menyalahkan diri sendiri dan selalu membantu tanpa tahu batasan kemampuan diri. Dengan menjadi player dia bisa mewujudkan niat baiknya dengan lebih mudah, kan?"
"Menjadi player tidak selamanya akan selalu menolong manusia. Harusnya aku tidak memberitahumu sekarang, tapi...ada saatnya kalian dipaksa untuk membunuh sesama." Suara administrator terdengar menyimpan banyak kesedihan dan penyesalan. Walau Mike tidak dapat melihat raut wajah orang yang sedang berbicara dengannya saat ini, tapi dia tahu kalau orang itu sedang merasakan kesedihan.
"Kenapa harus membunuh manusia? Jika mereka hanya menjadi penonton saja, apa yang salah? Apa sistem membenci orang biasa yang hanya berdiam diri?" Mike menghela napas berat. Pikirannya dibuat kacau oleh pernyataan yang diberikan administrator. Berapa kalipun dia memikirkannya, tetap saja Mike tidak menemukan alasan kenapa player harus membunuh manusia.
"Beberapa hari sebelum disaster menampakkan diri di permukaan akan terjadi sesuatu yang diluar dugaan. Anggap saja itu adalah wabah yang tidak memiliki obat penawar."
"Lalu apa yang akan terjadi pada manusia yang terjangkit wabah itu?"
Jantung Mike berdebar menunggu jawaban. Selama beberapa menit sudah berlalu tidak ada jawaban apapun. Seperti administrator tidak ingin menceritakannya atau dia tidak bisa menceritakannya.
"Bukannya itu malah bagus? Mereka tidak jadi mati dan hidup kembali, lalu...."
"Menjadi mayat hidup alias undead. Itu yang kamu maksud dengan bagus?" Suara administrator terdengar bergetar.
Mike sangat terpukul mendengar itu. Dirinya mungkin bisa, tapi dia tidak yakin Balth mampu melakukannya. Sekarang semuanya menjadi semakin rumit. Dia yakin pasti yang dimaksud dengan membunuh manusia adalah mereka harus membunuh undead.
Mike terdiam selama beberapa saat. Dia sedang memilih antara menjadikan Balth sebagai player atau tidak. Banyak hal yang Mike pertimbangkan dalam kepalanya hingga keputusan akhir sampai pada keputusan untuk menjadikan Balth sebagai player.
Walaupun membunuh undead pasti berat untuk Balth, tapi jika dia tidak menjadi player pasti dia akan mengalami hal yang sama seperti yang orang biasa alami. Terkena wabah, mati, dan hidup kembali menjadi undead. Hal itu lebih menyakitkan bagi Mike. Lagipula waktu masih tersisa lama. Mike yakin Blath akan terbiasa membunuh monster dan mungkin dia juga bisa membunuh undead nantinya.
"Hidupkan Blath menjadi player."
"Keputusanmu tidak berubah?"
__ADS_1
"Tidak! Aku sudah mempertimbangkan dengan matang. Aku percaya kalau menjadikannya sebagai player adalah pilihan yang tepat." Mike memantapkan keputusannya dengan melayangkan tatapan penuh keyakinan. Administrator sedikit dikejutkan oleh tatapan Mike, baru pertama kali dia melihat player dengan tatapan seyakin itu. Administrator tersenyum dari kejauhan melihat bahwa dia sudah menemukan player yang tepat.
[SISTEM]
PERMINTAAN YANG DIAJUKAN [5/5]
Mike sedikit kecewa karena permintaannya barusan dihitung sebagai dia permintaan. Tapi setelah membayangkan Balth hidup kembali membuat rasa kecewa Mike berangsur menghilang.
[SISTEM]
MEMULAI PROSES PEMBANGKITAN
●○●○●○●○
TARGET BERHASIL DIBANGKITKAN
MENINGKATKA LEVEL PLAYER JOANNA BALTH
"Wah! Aku tidak menyangka sistem akan bermurah hati meningkatkan level Balth." Mike tersenyum puas. Terbesit rasa lega karena Balth bisa menjadi sekuat anggota lainnya.
[SISTEM]
NAMA : JOANNA BALTH
KELAMIN : PRIA
USIA : 25 TAHUN
LEVEL KESELURUHAN : LV.10
STRENGTH LV.13 AGILITY LV.10 VITALITY LV.10 DEXTERITY LV.10 ATTACK LV.10 DEFENSE LV.10 INTELLIGENCE LV.9 LUCK LV.10
SP : +20.000
MP : 900
HP : 1.500
SKILL :
ICE STORM LV.9
DETAIL :
MENDATANGKAN BADAI ES DALAM JANGKAUAN LUAS. POTONGAN ES DALAM BADAI DAPAT MELUKAI LAWAN.
SKILL :
ICE AREA LV.4
DETAIL :
DAPAT MENGUBAH AREA YANG DITEMPATI MENJADI ES. JANGKAUAN AREA YANG DAPAT DIUBAH TERGANTUNG PADA LEVEL SKILL.
ITEM : PEDANG ES LV.10
TITLE : -
KOIN : +500.000
Mike melongo menatap layar hologram yang mengambang di depannya. Tidak dia sangka Balth akan menjadi player yang hampir menyamainya. Batlh juga mendapatkan dua skill sekaligus, berbeda dengan anggota yang lain. Dengan levelnya yang tinggi sudah pasti dia yang akan menjadi wakil pemimpin dalam party.
__ADS_1
"Semua pertanyaan dan permintaan sudah terselesaikan. Kita bertemu sampai disini saja. Sampai jumpa pada kesempatan selanjutnya, walaupun bukan denganku lagi."