Doomsday System

Doomsday System
Bab 23 Melakukan Perlawanan


__ADS_3

Mike dan anggotanya dituntun menuju ruangan tengah yang merupakan ruang tamu dengan luas diluar perkiraan. Ruangan itu terlihat sangat jauh berbeda dari ingatan Mike terakhir kali.



"Aku merombak dan membangun kembali istanaku sendiri. Bagaimana? Terlihat jauh lebih megah dan lebih mewah dari yang kamu ingat, kan?" Wanita itu berjalan menaiki tangga menuju tempat tinggi dengan kursi tunggal berwarna merah yang dihiasi emas dipinggirannya. Dia duduk dengan kaki menyilang, menatap rendah Mike yang berada di bawah sana.



"Ada perlu apa sampai memanggilku datang kemari?" Mike menatap tajam pada mata merah yang berada jauh di atasnya.



"Tidak banyak. Aku hanya ingin kamu kembali menjadi bagian dari family. Sekalian saja ajak rekanmu itu. Semakin banyak akan semakin bagus."



"Kamu pikir aku akan sudi melakukan itu setelah apa yang kamu lakukan pada keluargaku bertahun-tahun lalu?" Mike menggeram. Rahangnya mengeras diikuti dengan kepalan tangan yang semakin menguat.



"Kamu menolak? Aku yakin kamu sudah tahu apa yang akan terjadi jika kamu tidak menjadi anak yang penurut." Wanita itu tersenyum licik. Matanya menyipit saat menatap Mike dengan penuh gairah.



"Aku bukan orang bodoh yang akan melupakan sifat burukmu itu."



"Oh? Terima kasih atas pujiannya. Jadi kamu tidak punya pilihan lain. Selamat bergabung kembali."



"Siapa yang bilang kalau aku menerimanya?" Mike menengadah, menyunggingkan senyum yang menantang wanita itu. Semua anggota party yang berdiri di belakangnya menjadi tegang karena atmosfer yang mencekam dari Mike dan wanita di depan mereka. Semuanya sudah tahu kemana arah pembicaraan ini akan berakhir. Mereka sudah bersiap untuk mengeluarkan senjata dari inventori.



"Anak yang keras kepala. Perlu kamu ketahui, aku sudah bertemu administrator dan levelku meningkat pesat. Tentu saja bukan hanya aku, tapi semua player yang ada di sini. Setidaknya ada sekitar lima player selain aku dan level paling rendah dari mereka berada pada level lima. Tidak peduli walaupun kamu dipilih lebih awal oleh sistem, pada akhirnya kamu tidak bisa mengalahkan kami sekaligus. Aku yakin rekan-rekanmu itu juga masih pemula. Mereka tidak sebanding dengan anak-anakku yang manis." Wanita itu berdiri dari posisi duduknya, berjalan pelan menuruni anak tangga demi anak tangga.



Mike menghela napas berat. Resiko melawan Big Mama terlalu besar. Dia tidak menyangka kalau di tempat ini akan ada lima player sekaligus. Meski level mereka tidak setara dengan Mike, tapi dia yakin tiga anggotanya selain Balth akan kesulitan menghadapi player dengan level lima ke atas.



"Jangan khawatir. Kami memang tidak tahu apa yang terjadi, tapi kami akan mengikuti keputusanmu." Balth menepuk keras punggung Mike hingga sedikit terdorong ke depan. Perkataan Balth membuat Mike merasa sedikit lebih lega.

__ADS_1



"Maaf karena melibatkan kalian dalam masalah pribadiku." Mike menghela napas pelan. Dia tidak tahu bagaimana dengan Geoff, tapi dia yakin kalau Balth, Martha, dan Gried bersedia mengikuti keputusannya. Mike menarik napas dalam-dalam.



"Kami menolak! Coba saja kalahkan kami jika kamu memang bisa. Aku tidak menjamin akan ada yang selamat dan aku juga tidak akan berbaik hati untuk menggunakan skill pembangkitan milikku pada orang-orangmu."



"Kamu mempunyai skill semacam itu?" Big Mama membelalak mendengar Mike memiliki skill yang luar biasa. Mike tersenyum puas melihat reaksi yang diluar dugaannya.



"Apa administrator tidak memberitahumu tentang itu?"



"Sialan! Akan aku beri satu kesempatan lagi. Kembalilah menja..."



"Kami menolak! Jawaban itu tidak akan berubah walaupun kamu menawarkan sampai seribu kali." Mike memotong perkataan Big Mama sebelum dia sempat menyelesaikan kalimatnya. Big Mama menggeram kesal. Giginya berderit dengan keras sebagai pertanda bahwa dia sedang menahan amarah.




"Seharusnya aku yang mengatakan itu."



Mata biru Mike bersinar di akhir kalimat. Dia baru mengetahui kalau pasukannya akan bertambah kuat bersama dengannya. Sekarang dia sudah level lima belas, setidaknya pasukan terkuat akan berada di level sepuluh.



"Shadow gate."



Mike mengangkat tangan kanan ke samping. Itu adalah postur tubuh yang sama ketika dia sedang memanggik pasukannya. Sebuah gerbang mulai terbentuk dari ujung jari. Tidak membutuhkan waktu lama sampai gerbang terbentuk dengan sempurna dan pasukannya yang terdiri dari goblin dan orc keluar dari gerbang itu.



Sontak semua pasang mata menatap terkejut pada kejadian itu, terutama Big Mama yang tidak menduga hal ini akan terjadi. Jumlah pasukan Mike ada empat belas monster dengan dua orc level dua yang setara dengan goblin level sepuluh.

__ADS_1



Padahal Mike dengan berat hati membunuh satu orc level dua yang menjadi pasukan terkuatnya beberapa hari lalu, tapi semua itu membuahkan hasil yang melebihi ekspektasi. Dia justru mendapatkan dua orc level dua. Ditambah lagi level goblin terlemah berada di level lima. Pertarungan ini sudah ditentukan pemenangnya. Pada awalnya Mike tidak ingin menggunakan mereka, tapi dia tidak punya pilihan lain. Prioritasnya adalah melindungi anggota party yang ikut terseret ke dalam masalah karena dirinya.



"Kamu bahkan memiliki kemampuan mengerikan seperti itu?" Suara Big Mama terdengar bergetar karena menahan rasa takut. Dia bisa melihat kekalahan yang sudah menunggunya.



"Charles, kita bisa bicarakan baik-baik, kan? Kita juga pernah hidup bersama sebelumnya." Big Mama beringsut mundur. Dia merasakan ancaman yang berasal dari Mike.



"Bukannya aku sudah bilang untuk jangan menyesali keputusanmu, Mama?" Mike tersenyum singkat. Dia mengangkat tangan kanan ke atas, bersiap memberi aba-aba untuk melancarkan serangan.



Empat anggota Mike yang lain juga sudah memasang kuda-kuda dengan senjata masing-masing. Mereka tidak bisa terus mengandalkan pasukan monster milik Mike. Ada kalanya kekuatan mereka akan dibutuhkan saat pasukan Mike sudah tidak bisa bertarung.



Bobby yang sedari tadi hanya berdiri diam juga mulai menunjukkan rasa takut di wajahnya. Dia ingin sekali berlari sekuat tenaga, tapi kakinya tidak mau bergerak seperti ada yang akan langsung membelahnya jika dia berani melangkah sedikit saja.



Mike tetap bergeming dengan posisinya. Dia harus menikmati raut wajah tidak berdaya wanita di depannya. Kehidupan Mike hancur karena dirinya. Keluarga kecil Mike menghilang juga karena wanita itu. Mike tidak akan membunuh di depan Balth, dia cukup memberikan gertakan sampai wanita ini tidak berani lagi untuk berurusan dengannya.



"Hei, Mama. Ayo buat kesepakatan. Aku akan membiarkan kalian hidup jika berani bersumpah akan menghilang dari kehidupanku. Mungkin lebih baik meneruskan pertarungan yang sudah dipastikan siapa pemenangnya?"



Wanita itu dengan cepat menggelengkan kepala. Tawaran yang diajukan Mike ridak merugikan baginya, jadi tidak ada alasan untuk menolak tawaran itu.



"Dan satu lagi, aku akan membawa anak-anak itu bersamaku. Tidak keberatan, kan?" Mike beralih menatap kerumunan anak-anak yang usianya tidak jauh berbeda dari Gried. Tatapan mereka kosong seperti tidak ada kehidupan.



Permintaan kedua Mike terasa sangat berat bagi Big Mama yang memang kesenangannya berasal dari anak-anak itu. Tapi nyawanya jauh lebih penting daripada kesenangannya semata. Dia bisa mengumpulkan anak-anak lagi setelah Mike pergi. Akhirnya Big Mama mengangguk setuju dan melepaskan kaling besi yang menjerat leher mereka.


__ADS_1


"Bagus! Sekarang aku pamit undur diri."


__ADS_2