Doomsday System

Doomsday System
Bab 29 Pertandingan Arena


__ADS_3

"Apa kalian mencari masalah denganku?" Mike melirik ke arah dua pria yang berada di depannya. Stade mengeraskan rahang mendengar perkataan Mike, seolah dirinya bukanlah tandingan bagi orang yang sekarang berada di hadapannya.



"Wah, wah! Kamu pikir aku akan mencari masalah pada orang yang lebih lemah dariku? Aku ini bukan seorang penindas."



"Baguslah!"



"Karena itu aku mengajakmu untuk bertanding secara resmi denganku. Bagaimana menurutmu?" Stade tersenyum licik. Awalnya dia tidak ingin melawan Mike yang terlihat lemah, tapi setelah mendengar nada bicara Mike yang tidak sopan membuatnya kesal. Stade ingin mengajaknya bertanding secara resmi agar dia bisa mempermalukan Mike di depan player lain. Hal itu juga akan dijadikan sebagai contoh bagi player yang lemah untuk mengetahui batasan saat bersama yang lebih kuat.



"Kamu yakin dengan itu?" Mike bertanya untuk memastikan. Stade tidak bisa melihat status window milik Mike, berbeda dengan sistem Mike yang memang dirancang untuk mengetahui status window player lain. Jadi dia sudah mengetahui batasan kekuatan lawannya dan merasa kalau Stade bukanlah lawan yang sepadan dengannya.



"Tentu saja aku yakin! Harusnya itu pertanyaanku untukmu. Apa kamu yakin ingin menerima tantanganku?"



"Dengan senang hati." Mike menengadah, menatap datar wajah player di depannya. Stade sempat terkejut saat melihat Mike menerima tantangannya begitu saja tanpa berpikir.


[SISTEM]


PERTANDINGAN ARENA SUDAH TERDAFTAR.


SILAHKAN MENUJU TEMPAT YANG SUDAH DISEDIAKAN DAN MENUNGGU PERTANDINGAN DIMULAI DENGAN TENANG.


PERINGATAN!


DILARANG MELAKUKAN KEKERASAN DALAM BENTUK APAPUN SEBELUM DIMULAINYA PERTANDINGAN. PESERTA YANG MELANGGAR AKAN MENDAPATKAN PENALTI.


"Bagus! Tunggu sampai aku memberimu pelajaran yang berharga." Stade berbalik, pergi meninggalkan meja tempat Mike berada. Tidak lama setelah itu robot datang dengan membawa makanan dan minuman yang hangat.



"Kenapa kak Cha menerima tantangan orang itu?" Gried bertanya sambil melempar sepotong daging panggang ke mulutnya. Mike tersenyum sebagai jawaban dari pertanyaan Gried, lalu mengacak-acak rambut bocah itu.



"Apa kamu pikir aku akan kalah?"



"Tidak. Aku berpikir kak Cha akan menang dengan mudah." Gried menggeleng pelan sambil menatap polos mata Mike.


__ADS_1


"Maksudku kenapa kakak menerima tantangan dari orang lemah seperti dia? Itu tidak bisa disebut tantangan jika menang secara sepihak, kan? Karena tidak ada yang menantang sama sekali nantinya." Gried kembali melempar segumpal daging ke mulutnya hingga terasa penuh.



"Begitukah? Baiklah, aku akan menekan kekuatanku agar setara dengan dia. Kalau sudah begitu akan lebih menarik, ya kan?"



"Yah, setidaknya itu lebih baik daripada menang dalam lima detik."


⋇⋆✦⋆⋇ 


Saat ini mereka sedang berada di ruang tunggu khusus untuk peserta yang akan melakukan pertandingan arena. Mike tengah duduk sambil memerhatikan layar sistemnya. Dia masih memiliki lima puluh ribu skill poin yang belum dia gunakan. Dia berencana menggunakan semuanya untuk meningkatkan level skill life authority.


[SISTEM]


QUEST DIPERBARUI


MENANGKAN PERTANDINGAN ARENA MELAWAN BROGAN STADE TANPA KEKALAHAN


REWARD : SENJATA PEMANGGILAN LEVEL MENENGAH


GAGAL : PENURUNAN LEVEL DARI SELURUH STAT SESUAI JUMLAH BABAK KEKALAHAN


Mike terkejut memerhatikan layar sistem lain yang muncul di samping layar sistem yang sedang diperhatikan olehnya. Itu adalah quest yang biasanya memang diberikan kepada Mike untuk memdapatkan reward tertentu. Meski begitu, beberapa quest memiliki penalti jika tidak bisa atau gagal untuk menyelesaikannya.




Pertandingan arena terdiri dari lima babak, namun jumlah itu bisa berkurang dan bisa juga lebih dari yang sudah ditetapkan. Mike sudah membaca seluruh peraturan pertandingan sehingga dia sudah menyiapkan cara bertarung yang terasa pas untuk kesan pertama sebagai player yang hanya kuat saja dan tidak terlalu mencolok.


{Panggilan kepada dua peserta untuk segara memasuki arena pertandingan!}


Suara yang bergema dari alat pengeras memanggil mereka untuk segera menunjukkan diri di hadapan para penonton yang tidak lain adalah lima puluh delapan player yang tersisa selain Gried. Mereka bersorak sorai menyambut dua orang yang berdiri tepat di ujung arena dan saling berseberangan.


{Pastikan kalian mengingat semua peraturan dalam pertandingan arena agar tidak terjadi pelanggaran. Pertandingan arena akan dimulai setelah hitung mundur. Para penonton yang hadir, mari hitung mundur bersama dari sepuluh!}


"Sepuluh..."


"Sembilan...."


Mike bersiap, menarik napas dalam. Dia mengambil pedang dari inventori. Tidak ada senjata lain selain pedang yang menjadi senjata pertamanya. Mike masih belum menemukan senjata yang cocok untuknya dan skill yang dia miliki.


"Tiga..."


"Dua..."


"Satu..."


Seiring dengan berakhirnya hitung mundur, suara gong yang dipukul bergema hingga ke tengah arena. Mike menjadi yang pertama maju dengan pedangnya. Dia berusaha untuk menekan kekuatan agar menyamai kekuatan lawan. Dia juga tidak akan menggunakan bawahannya, meski sebenarnya hal itu tidak melanggar peraturan. Dia hanya ingin bertarung dengan adil.

__ADS_1


[SISTEM]


SKILL SAMURAI DIGUNAKAN


DEX LV.10 -> LV.20


Mike beruntung karena skill samurai hanya menaikkan level dexterity dan bukan level strength, sehingga dia tidak perlu terlalu menahan kekuatan dalam serangan pedang yang diayunkan. Stade juga melwsat maju dengan tombak peraknya, bersiap memblokir serangan dari Mike.



Kedua senjata saling bertabrakan, membuat suara keras yang terdengar hingga ke kursi penonton. Stade di pukul mundur oleh gelombang kekuatan Mike yang kuat, membuatnya sedikit menggeram. Stade kembali maju dengan kecepatan maksimal, mengarahkan ujung tombaknya ke depan.



Mike bisa melihat semua serangan yang dilancarkan ke arahnya. Dia dengan mudah dapat menghindari gerakan serangan yang terlihat lambat di matanya. Stade terkejut melihat betapa lihainya Mike menghindar, padahal dia sudah menggunakan kecepatan maksimalnya.



Penonton yang berada di luar arena juga sama terkejutnya. Selama ini mereka mengira Mike adalah player yang lemah karena mendapatkan kamar di bawah tanah. Nyatanya mereka salah, Mike adalah player yang cukup kuat dengan kemampuan menghindar yang lumayan hebat.



Sorak sorai kembali mengambang di tengah-tengah berlangsungnya pertandingan. Semua pasang mata kini sempurna terpaku pada pertandingan arena. Sejauh ini Mike berhasil menahan kekuatannya dan jalannya pertandingan sesuai dengan yang dia rencanakan.



"Apa itu? Walaupun dia sedikit hebat, tapi dia hanya terus menghindar."



"Apa dia menunggu lawannya kelelahan lalu menyerang titik buta?"



"Mustahil! Dia pasti juga akan kelelahan nantinya."



Disaat semua penonton dibuat kebingungan dengan hasil akhir dari pertandingan, Mike melancarkan serangan dengan kepalan tangannya tepat mengenai dagu stade, membuatnya pingsan seketika itu pula. Tidak ada yang bisa melihat serangan itu. Mereka hanya melihat tubuh Stade yang terhempas ke udara disaat sedang mengayunkan tombaknya.



"Wah, itu pasti serangan terkuatnya. Dia cukup hebat untuk orang dengan kamar terakhir."



Semua pembicaraan dari kursi penonton terdengar jelas di telinga Mike. Dia menyunggingkan senyum puas mendengar itu.


{Pertandingan arena dimenangkan oleh Charles Mike dengan serangan pamungkas yang hebat!}


"Teruslah berpikir seperti itu. Manusia memang tidak akan pernah berubah."

__ADS_1


__ADS_2