
Mike menggeram kesal melihat pemberitahuan sistem. Monster yang setara dengan orc level tiga tentunya sangat kuat. Itu seperti dia sedang melawan goblin level lima belas. Walaupun demikian, Mike tidak gentar sedikitpun. Dia memanggil pasukan dengan shadow gate miliknya. Seketika itu pula ada belasan monster dari tingkat rendah sampai tingkat menengah yang berdiri di sisi yang sama dengan Mike.
Harusnya dengan adanya dua orc level dua saja sudah cukup untuk mengalahkan troll level satu. Tapi dia tetap tidak boleh lengah seperti kejadian terakhir kali. Semua skillnya sudah diupgrade, termasuk skill life authority dan skill absolute king of monsters. Jadi setidaknya kapasitas pasukan dan target yang bisa dia bangkitkan sudah lebih banyak daripada sebelumnya. Kali ini dia harus menyisakan setidaknya empat slot dari skill life authority, jaga-jaga jika kejadian seperti waktu itu kembali terjadi.
Dua orc melesat menyerang dengan senjata tumpul andalan mereka. Pukulan senjata orc menghantam keras mengenai lutut troll, membuatnya terjatuh. Walaupun sudah menerima serangan dari Mike dan dua orc, troll tidak akan mengalami luka yang parah. Bagian tubuh yang terluka langsung sembuh beberapa detik kemudian.
Melihat luka yang diberikan olehnya sudah sembuh dengan sempurna membuat Mike merasa sangat jengkel. Kemampuan regenerasi yang sangat luar biasa. Meski dia memiliki dua orc level dua, tapi itu tidak akan terlalu memberikan dampak jika lawannya bisa menyembuhkan diri lebih cepat daripada serangan yang diterima.
"Mike, harus berapa kali aku bilang kalau kita adalah rekan. Jangan jadi orang yang tamak dan mengambil semua bagian yang seharusnya menjadi bagian kami." Martha melangkah menyamai posisi Mike berada. Tubuhnya mulai bertransformasi menjadi orc yang sebelumnya sudah dia sentuh. Skill transformation miliknya bukan hanya berguna untuk penyamaran saja, tapi juga berguna di medan pertarungan seperti ini.
"Cukup bawa aku sampai aku bisa menyentuh monster itu, aku akan bertransformasi menjadi dia dan kalian membantuku untuk mengalahkannya." Martha menatap tajam ke depan. Dia mempunyai rencana yang sempurna untuk mengalahkan troll yang terasa mustahil untuk dikalahkan, bahkan Mike saja tidak terpikirkan dengan rencana seperti itu.
Sekilas Mike tersenyum, lalu mengangguk mendengar ide cemerlang Martha. Anggota yang lain juga menyetujui dengan rencananya yang tidak terlalu beresiko. Meski kemampuan regenerasi Martha saat bertransformasi tidak akan sama cepatnya dengan troll, tapi setidaknya dia bisa beregenerasi dan menghambat pergerakan troll agar tidak mengganggu rekannya yang sedang fokus meluncurkan serangan.
Balth mengacungkan pedang es miliknya dan seketika itu pula badai es datang mengepung, membuat penglihatan sedikit kabur karena butira es yang berterbangan di udara. Balth menggunakan skill ice strom sehingga penglihatan troll bisa terganggu.
Martha tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Dia melesat maju membelah badai dingin yang seolah menusuk seluruh tubuhnya. Tidak lama setelah itu, akhirnya Martha bisa melihat kaki troll yang tingginya hampir sama dengan tinggi tubuhnya. Terbesit rasa takut, tapi dia segera menyingkirkan perasaan seperti itu yang tidak akan membantunya. Yang dia butuhkan sekarang adalah keberanian, bukan perasaan yang justru kebalikannya.
Mike dan anggota lainnya tidak bisa melihat keberadaan Martha karena badai es Balth. Tapi mereka yakin bahwa Martha akan berhasil dan tetap baik-baik saja.
__ADS_1
Beberapa saat berlalu. Tidak terdengar suara apapun selain suara gemuruh badai es yang sedang mengamuk. Mike jadi sedikit khawatir dan memutuskan untuk menyusul Martha ke garis depan. Tapi belum sempat Mike melangkah, dia mendengar suara erangan keras dari arah tidak jauh di depannya.
Balth menurunkan pedangnya mendengar suara menyeramkan itu. Badai es juga perlahan menghilang, menunjukkan penampakan dua troll yang berdiri di depan sana. Mike perlahan menyunggingkan senyum dengan hembusan napas lega. Setidaknya dia sudah tahu kalau Martha berhasil melakukannya.
Tanpa menunggu aba-aba lagi, Balth dan Gried melancarkan serangan jarak jauh yang menjadi andalan mereka, sedangkan Mike dan Geoff melakukan serangan dari jarak dekat.
Bumm!!! Bummm!!!
Suara dentuman beruntun terdengar memekakkan telinga. Gried melancarkan dua skillnya dalam waktu yang hampir bersamaan, membuat troll mengalami luka fisik yang berat. Sebelum regenerasinya bekerja, Balth menggunakan skill ice area untuk membekukannya supaya tidak bisa memulihkan diri.
Serangan berhasil diluncurkan dengan sempurna. Troll mengalami luka berat, tapi serangan gabungan tadi masih belum cukup untuk membunuhnya.
[SISTEM]
SKILL ABSOLUTE KING OF MONSTERS DIGUNAKAN.
BERHASIL MENAMBAHKAN TARGET KE DALAM PASUKAN.
MENGIRIM PASUKAN SECARA OTOMATIS
Sebelum troll kembali pulih, Mike menggunakan skillnya untuk menjinakkan monster troll. Tidak mungkin Mike membuang kesempatan emas seperti sekarang ini.
__ADS_1
"Kali ini kita benar-benar mendapat tangkapan yang besar ." Geoff menyeka keringat, tersenyum puas penuh kemenangan. Martha juga kembali ke bentuk tubuhnya karena merasa ancaman sudah tidak ada. Keberhasilan mutlak. Kali ini Mike tidak melakukan kesalahan fatal apapun.
"Lihat, kan? Tidak peduli sekuat apapun dirimu, ada beberapa hal yang hanya bisa dilakukan dengan bantuan orang lain." Martha tersenyum pada Mike. Sekarang dia tahu rasanya mempunyai rekan yang bisa dia andalkan.
"Terimakasih, semuanya. Ini adalah kemenangan kita dan pengalaman pertama kita sebagai party. Kerjasama yang cukup hebat! Aku sampai terkesan, ternyata kita bisa sekompak ini. Aku harap kita bisa terus bersama seperti sekarang ini." Mike memberikan sedikit pujian dan ucapan terimakasih.
"Kami juga berterimakasih, Mike. Kita tidak akan bisa bersama seperti ini jika bukan karenamu." Geoff memalingkan wajah saat mengatakan itu. Dia merasa malu mengatakan hal yang sedikit tidak cocok untuk orang seperti dirinya.
"Ada apa ini? Apa hanya aku yang merasa kalau Geoff besar kita ini sedikit berubah?" Martha mengangkat alis, menggoda Geoff yang sedang berusaha keras menyembunyikan wajahnya. Geoff terkejut setelah mendengar perkataan Martha. Wajahnya yang sedikit memerah jadi semakin merah. Martha tertawa keras melihat itu. Balth dan Gried terkekeh pelan melihat tingkah mereka berdua.
Mike menghela napas lega saat mengetahui bahwa anggotanya terasa sangat akrab meski mereka tidak pernah dekat sebelumnya.
"Permisi, aku rasa kita memiliki masalah besar." Gried tersenyum dengan raut wajah yang terlihat aneh. Perkataannya memecah suasana penuh tawa beberapa saat lalu. Mike menatap Gried dengan heran. Dia tidak merasa sedang mendapat masalah saat ini.
"Seperti yang sudah kalian tahu. Meski kota sudah dibangun ulang, tapi sampai sekarang belum ada toko yang menjual makanan. Persediaan daging monster kita sudah habis dan karena semua monster yang kita kalahkan hampir seluruhnya diubah menjadi pasukan, jadi...." Gried menghentikan kalimatnya, merasa ragu untuk melanjutkan penjelasan.
"Dengan kata lain, kita tidak bisa memakan apapun malam ini." Balth melanjutkan kalimat Gried yang terpotong dengan nada serius. Mike tertegun mendengarnya. Saking antusiasnya dia mengumpulkan pasukan, dia sampai lupa untuk menyisakan monster supaya bisa dijadikan makanan.
"Bukannya ini masalah besar?"
__ADS_1