
Semua player dibuat terkejut oleh perkataan wanita di depan yang memperkenalkan diri sebagai Miss Elyana. Sebagian besar dari mereka mengerti maksudnya, tapi juga terasa seperti tidak mengerti. Para player yang berkumpul di academy adalah player kuat yang terpilih. Tentu saja untuk mengalahkan monster yang muncul akibat dimension break bukanlah hal yang susah.
"Tidak ada materi untuk hari ini. Sebagai gantinya, aku ingin melihat bagaimana kalian akan menggunakan kekuatan dengan maksimal dalam latihan." Miss Elyana berjalan menuju meja tempat Mike.
"Aku berharap banyak padamu, peserta Grandmaster." Miss Elyana menepuk pelan kepala Mike, membuatnya mengerang kesal. Player yang lain terkejut setelah mengetahui status peserta yang dimiliki Mike. Tidak sedikit pula yang langsung penasaran dengan rankingnya. Setelah Miss Elyana mengatakan itu, semua player dipandu menuju halaman belakang akademi. Mereka diminta untuk menunggu selama beberapa menit.
"Apa yang harus kita lakukan dengan hanya menunggu seperti ini?" Salah satu player perempuan yang berdiri tidak jauh dari Mike mulai mengeluh. Sudah sepuluh menit lamanya mereka menunggu Miss Elyana yang tidak kunjung datang.
"Bersiap dengan senjata masing-masing! Gelombang pertama akan segera dimulai." Suara Miss Elyana terdengar dari speaker yang tertancap di salah satu pohon. Mendengar perintah yang secara tiba-tiba itu membuat kebanyakan player hanya melongo dengan senjata di tangannya.
Tepat setelah semua player memegang senjata, udara di depan mereka mengalami retakan yang memancatkan cahaya.
"Dimension break?" Mike mengerutkan dahi. Dia mengira kalau latihan yang dimaksud Miss Elyana adalah mengalahkan monster yang muncul akibat dimension break.
"Apa wanita itu mengumpulkan kita di halaman belakang hanya karena dimension break? Apa harus sampai mengerahkan kita semua seperti ini?" Player yang lain mulai uring-uringan. Dia merasa berlebihan jika sampai mengerahkan seluruh player peserta akademi hanya untuk mengalahkan monster.
Berbeda dengan Mike yang sudah memasang wajah serius dari awal, mereka malah bersikap santai dan meremehkan latihan yang diberikan. Selang beberapa saat, monster mulai keluar dari dimension break. Itu adalah monster raksasa dengan bentuk menyerupai manusia.
"Troll?!" Mike menautkan alis, menghela napas berat. Di atas kepala monster itu tertulis angka lima yang membuat Mike langsung menciut. Terakhir kali saat menghadapi troll level satu saja terasa sangat sulit, padahal semua anggota party sudah cukup kuat. Tapi kali ini dia harus melawan troll level lima. Hal seperti ini tidak pernah terbayang sebelumnya.
__ADS_1
"Bukan goblin? Tapi ukurannya cukup besar."
"Ukurannya saja yang besar! Kekuatannya pasti tidak akan lebih dari goblin level sepuluh."
Mike mendengar beberapa kalimat percakapan antara player yang berdiri di belakangnya. Ingin sekali dia berteriak frustasi di depan wajah mereka yang meremehkan monster di depan sana.
"Gried, kurasa kita harus mengerahkan kekuatan penuh dari awal. Sial! Padahal aku sudah berencana ingin menyembunyikan kekuatanku sebisa mungkin." Mike mengeratkan genggaman tangannya. Dia lupa menggunakan skill poin untuk meningkatkan level skill miliknya. Ditambah lagi Mike belum membeli senjata baru. Dia hanya memiliki pedang yang memang menjadi senjatanya sejak awal.
Gried mengangguk sebagai jawaban. Dia mengambil dua tongkat miliknya dari inventori. Gried melakukan summoning death knight. Memang membutuhkan waktu, tapi setidaknya death knight yang dia panggil minimal level delapan. Itu sudah cukup kuat dan dia bisa summon sampai lima belas death knight. Waktu yang diluangkan untuk summoning tidak terasa sia-sia. Apalagi death knight bisa terus dibangkitkan selama mana yang dimilikinya masih ada.
Troll mulai mengerang, suaranya nyaris memecahkan gendang telinga. Mike terlebih dahulu melancarkan serangan sambil menunggu Gried selesai dengan summon death knight.
[SISTEM]
SKILL SAMURAI DIGUNAKAN.
DEX LV.10 -> LV.20
Mike mengayunkan pedangnya, memberikan luka sayatan yang cukup dalam. Namun luka itu langsung sembuh seketika berkat regenerasi troll yang luar biasa. Player yang lain mulai membantu dari serangan langsung hingga serangan yang menggunakan sihir. Tidak ada yang bisa memberikan luka permanen pada monster itu. Ketika sudah mengetahui seberapa kuat monster yang berada di depan itu, mereka mulai gemetar ketakutan. Baru kali ini mereka berhadapan dengan monster yang beregenerasi dengan cepat.
"Bagaimana caranya mengalahkan monster seperti itu? Tidak ada satupun serangan yang bisa memberikan luka permanen. Kalau dia terus menyembuhkan diri, ini sama saja kita yang bunuh diri!" Salah satu player berteriak frustasi. Terlihat sangat jelas ketakutan yang tergambar di wajahnya.
Sekitar lima menit berlalu, Gried sudah selesai melakukan summoning death knight. Melihat itu, Mike juga memanggil pasukan dengan shadow gate. Seketika itu pula tiga puluh pasukan gabungan antara monster dan death knight berdiri gagah.
__ADS_1
Semua player yang melihat itu termangu, entah karena takjub atau karena takut melihat sekumpulan pasukan yang tidak masuk akal. Mike dan Gried berdiri di depan mewakili pasukan masing-masing. Pasukan Gried maju terlebih dahulu, mengingat cara membangkitkan pasukan death knight lebih mudah daripada membangkitakan pasukan monster milik Mike.
Pasukan Gried terdiri dari delapan ksatria level rendah, lima ksatria level menengah, dan dua ksatria dengan level tinggi. Beberapa ksatria level rendah mati dalam sekali injakan, namun langsung kembali bangkit dengan mengonsumsi mana Gried. Pasukan Gried terus menerjang untuk melancatkan serangan. Death knight dengan level menengah sampai level tinggi masih belum mati dan berhasil memberikan luka. Damage yang didapat dari death knight level tinggi ternyata tidak bisa disembuhkan karena efek kutukan yang kuat dari kematian.
Monster troll mengersng kesakitan. Mike mengambil kesempatan ini untuk mengerahkan pasukannya. Setidaknya dia mempunyai troll level satu yang akan menjadi bantuan besar untuk memberikan damage. Walau damage yang diberikan tidak seampuh death knight level tinggi, tapi itu bisa membantu untuk menghambat pergerakan troll sehingga tidak menyerang player lain.
Gried melancarkan serangan dengan tongkat sihirnya. Dia beberapa kali meledakkan troll, tapi tetap tidak terlalu berpengaruh. Sisa mana yang dia miliki masih tersisa banyak, jadi setidaknya dia merasa lega karena bisa mempertahankan death knight level tinggi lebih lama lagi.
Sudah lebih dari separuh pasukan Mike yang gugur akibat serangan balasan troll yang kuat. Beruntung satu-satunya troll yang menjadi pasukan tidak kalah secepat itu. Monster troll di sudutkan oleh serangan beruntun, ditambah lagi semakin banyak luka yang tidak bisa disembuhkan akibat death knight level tinggi. Monster itu sudah menunjukkan rasa lelah dan tenaganya sudah jauh berkurang. Mike sengaja tidak ikut menyerang karena dia menunggu momen ketika monster bisa ditaklukkan.
[SISTEM]
SKILL ABSOLUTE KING OF MONSTERS DIGUNAKAN.
SKILL GAGAL DIGUNAKAN!
MONSTER MENOLAK PLAYER.
"Hah? Apa maksudnya itu? Bukannya aku bisa menjadikan monster sebagai pasukan selama levelnya berada di bawahku?" Mike menggeram frustasi. Padahal dia berpikir pertarungannya akan berakhir.
[SISTEM]
PERBEDAAN KEKUATAN YANG TERLALU BESAR MEMILIKI KEMUNGKINAN GAGALNYA SKILL YANG DIGUNAKAN.
"Sial!" Mike menggigit bibir bawah. Sekarang tidak ada pilihan lain selain membuat monster itu tidak bisa bergerak dan menjinakkannya. Disaat Mike sudah mulai putus asa, dia teringat dengan reward yang dia dapatkan karena menang di pertandingan arena. Mike segera membuka inventori dan mendapati satu senjata yang tertera di sana. Itu adalah busur tanpa anak panah.
[QUEST DIPERBARUI]
KALAHKAN TROLL LEVEL 5.
REWARD : KARTU SKILL KHUSUS.
__ADS_1
GAGAL : KEMATIAN SEBAGIAN BESAR PLAYER YANG BERADA DI SEKITAR ANDA.