
Mike dikirim kembali tanpa sempat mengucapkan sepatah katapun. Setidaknya Mike ingin mengucapkan terima kasih, tapi dia tidak sempat melakukan itu.
Setelah dia sampai di tempat semula, dia mendapati anggota party yang bertambah satu orang. Wajahnya terlihat sangat kebingungan, begitu juga anggota yang lain. Mereka memiliki banyak pertanyaan dan banyak hal yang ingin ditunjukkan pada Mike. Tapi belum sempat mereka menyapa, Mike sudah meneteskan air mata hingga membuat mereka mengurungkan niat untuk mendekatinya.
"Balth, selamat datang kembali." Mike berusaha menahan agar tidak banyak air mata yang keluar. Balth masih bergeming di tempatnya, menatap sekelilingnya dengan wajah kebingungan.
"Aku akan memperkenalkan orang yang muncul secara tiba-tiba ini. Dia adalah Joanna Balth, temanku sekaligus anggota baru kita." Mike mengarahkan kedua tangannya pada Balth, membuat semua pasang mata menoleh ke arahnya.
Balth semakin dibuat bingung. Baru beberapa waktu lalu dia masih mengambang di ruang gelap dan sekarang dia sudah berada di tempat yang sangat akrab dengannya. Ingatan terakhir kali mengenai tempat ini adalah ingatan buruk yang terburuk.
"Apa aku baru saja bermimpi buruk?" Balth menatap Mike yang berada tidak jauh darinya. Banyak hal terjadi yang terasa terlalu nyata untuk sebuah mimpi. Balth tidak tahu mana yang mimpi dan mana yang nyata karena semuanya seperti benar-benar dia alami sendiri.
"Anggaplah kita sedang mengalami mimpi buruk dan terbangun di mimpi yang lebih buruk." Mike mengusap air di ujung mata. Ingin sekali dia memeluk Balth sebagai sambutan, tapi dia merasa malu sebagai seorang lelaki.
"Mike, maaf mengganggu. Tapi boleh kami tahu apa yang sebenarnya terjadi?" Martha memberanikan diri untuk bertanya. Suaranya hampir tergagap saat melihat sisi Mike yang belum pernah dia tunjukkan pada siapapun sebelumnya.
Setelah itu Mike menjelaskan apa yang terjadi mulai dari saat pertama menjadi player hingga sekarang. Gried sempat menangis ketika mengetahui bahwa Eri bukanlah manusia dan dia sudah menghilang. Balth juga terkejut ketika mendengar dia dibangkitkan kembali. Mike menceritakan semuanya kecuali informasi yang dia dapatkan saat bertemu dengan administrator.
__ADS_1
Seusai bercerita, mereka mulai menunjukkan hasil perkembangan dari kenaikan level. Semuanya menunjukkan hasil yang memuaskan dan membuat Mike merasa senang, terutama ketika melihat Balth dengan badai es miliknya. Semua anggota terpukau oleh skill hebat milik Balth. Walau skill milik Gried berada di level yang lebih tinggi, tapi badai es Balth terlihat sangat anggun seperti menari di udara mengikuti kemana tangan Balth mengarah.
Tiga hari berlalu begitu saja. Mereka menghabiskan waktu dengan mengatasi dimension break dan berbagi cerita masa lalu. Mereka berpindah-pindah tempat untuk bermalam karena dimension break. Sesaat mereka lupa bahwa mereka akan pergi menemui masa lalu Mike. Hingga hari yang ditentukan sudah tiba. Tiga orang itu sudah menunggu di tempat yang dijanjikan selama lebih dari dua jam.
"Kemana mereka pergi? Jangan bilang kalau Mike kabur bersama dengan anggotanya. Harusnya aku tahu pengecut akan tetap menjadi pengecut. Ayo cari mereka!" Bobby memimpin jalan menuju beberapa tempat.
Selama tiga hari terakhir dia tidak pernah sekalipun membantu menangani dimension break. Dia merasa monster yang muncul terlalu lemah untuk ditangani oleh dirinya yang sudah berada di level delapan.
Mike dan anggotanya kebetulan sedang berpatroli di kota dan dengan tidak sengaja bertemu Bobby. Sebuah kebetulan yang terasa tidak mengenakkan.
"Lupakan! Ikuti aku dan jangan banyak bertanya. Mama sudah mengurus hal yang dibutuhkan untuk kepergian kalian ke negara tetangga. Tidak perlu bersiap lagi." Bobby membalikkan badan, berjalan menuntun Mike dan anggotanya menuju transportasi yang akan mereka gunakan.
Mike memberi isyarat pada anggotanya untuk berjalan mengikuti dan semuanya mengangguk setuju. Mereka dipandu pada pesawat dengan ukuran yang lebih kecil dari ukuran pesawat pada biasanya. Bobby membiarkan Mike dan anggotanya masuk terlebih dahulu untuk memastikan tidak ada yang tertinggal. Setelah Bobby dan dua orang dibelakangnya duduk di kursi masing-masing, mesin pesawat menyala.
Pesawat yang mereka tumpangi tidak membutuhkan pilot karena memang sudah dirancang sebagai transportasi udara yang bisa membawa penumpang ke tempat tujuan.
__ADS_1
Selama perjalanan terlalu banyak hal yang Mike pikirkan. Dia mereka-reka kemungkinan terburuk yang akan terjadi saat bertemu dengan Big Mama. Seingatnya, Big Mama adalah wanita kejam yang berkedok bidadari penyelamat. Dia menyelamatkan semua anak yang tidak memiliki rumah dan orang tua dengan senyuman yang manis dan pelukan hangat, tapi semuanya berubah ketika sudah sampai di kediamannya. Dia tidak segan untuk melakukan kekerasan pada anak yang tidak mau patuh dan menurut.
Beberapa jam berlalu dengan keheningan di dalam pesawat. Tidak ada satupun dari mereka yang berani membuka percakapan, apalagi saat melihat Mike dengan wajah kusutnya. Beberapa kali Mike menengadahkan wajah dan terlihat menerawang jauh entah kemana. Balth menyadari ada hal yang sangat mengganggu Mike, tapi dia memilih untuk diam. Balth mengerti kalau setiap orang memiliki dunianya sendiri yang tidak ingin diusik oleh orang lain.
"Sebentar lagi kita akan sampai. Jangan pasang wajah menjijikkan seperti itu atau Mama akan menghantammu sebelum kamu sempat mengubah raut wajahmu." Bobby memutar bola mata. Dia merasa jengkel dengan Mike yang sedari tadi terlihat gelisah.
Pesawat berhasil mendarat dengan mulus tepat di halaman sebuah rumah besarbesar yang hampir mirip seperti istana. Bagian luar rumah beserta halamannya menampakkan suasana ceria. Melihat hal itu membuat Mike merasa kesal sampai mengepalkan kedua tangannya. Ternyata dia masih belum sepenuhnya lepas dari masa lalu. Dia belum siap untuk memasuki rumah itu.
Kenangan masa lalu berputar dikepalanya seperti fragmen-fragmen video. Mengingat hal itu membuat Mike merasakan kebangkitan kembali rasa takut yang sudah dia pendam selama beberapa tahun. Mike mencoba tenang dan mengubah cara pandangnya secara instan, yaitu dengan menganggap wanita yang akan dia temui nantinya sebagai monster yang sudah dia hadapi selama ini.
Terdengar suara alarm ketika pesawat itu sudah berhenti dengan sempurna. Tidak lama waktu berselang, ada seorang wanita cantik yang keluar dari pintu depan dengan sepuntung rokok di tangan kanannya. Di belakang wanita itu berdiri banyak sekali anak seusia Gried.
Mike dan anggotanya turun setelah Bobby. Pandangan Mike langsung tertuju pada wanita yang sudah berdiri di depan sana dengan senyuman khas miliknya.
"Lama tidak bertemu, Charles. Apa wajahku mengingatkanmu pada sesuatu? Lihat aku! Tetap awet muda dan tidak menua. Tetap cantik seperti waktu itu, kan?" Wanita itu tersenyum sambil menatap rendah ke arah Mike.
__ADS_1
"Kita bertemu lagi, Mama." Mike menggeram, tangannya mengepal dengan sangat erat. Ingin sekali dia membuat kekacauan, tapi dia harus menahannya demi anak-anak yang berada di belakang wanita itu.