Doomsday System

Doomsday System
Bab 37 Keberadaan Para Konstelasi


__ADS_3

"Bukannya administrator adalah manusia dari masa depan yang menciptakan sistem?" Mike menautkan alisnya. Informasi mengenai administrator yang dia dapatkan dari bertemu dengan salah satunya beberapa waktu lalu berbeda dengan yang dikatakan oleh wanita di depannya saat ini.



"Oh, apa kamu sudah bertemu dengan administrator?" Miss Elyana bertanya sambil melempar sebutir anggur merah ke mulutnya. Mike mengangguk pelan sebagai jawaban dari pertanyaan yang diajukan oleh Miss Elyana.



"Kamu itu bodoh atau bagaimana? Sehebat dan secanggih apapun sistem buatan manusia, apa bisa sistem itu melawan kehendak alam dengan menghidupkan kembali yang sudah mati? Itu sama saja dengan menentang takdir. Lagi pula coba pikirkan. Bagaiamana bisa ada teknologi yang sangat sangat canggih melebihi teknologi manusia saat ini hanya dalam jangka waktu satu tahun? Ayolah, apa manusia memang tidak pernah memakai otaknya?" Miss Elyana menghela napas berat sambil menggelengkan kepala.



Mike yang mendengar itu sontak mematung. Yang dikatakan oleh wanita di depannya ini sangat masuk akal. Jika dipikirkan lagi, justru perkataan administrator waktu itu sedikit aneh dan tidak masuk akal. Mike menggigit ibu jari karena memikirkan banyak hal dan banyak pertimbangan.



"Manusia, aku menawarimu kerjasama. Aku memang tidak memihak manusia, tapi aku juga tidak memihak para konstelasi sialan itu." Miss Elyana berjalan menghampiri Mike, memasukkan dengan paksa sebutir anggur merah ke dalam mulut pria di depannya.



"Para konstelasi?"



"Ya, konstelasi! Apa kamu tidak tahu? Jiwa yang sudah tidak memiliki raga di dunia fana akan berada di atas sana dan menjelma menjadi sesuatu yang kalian sebut sebagai rasi bintang. Merekalah yang disebut dengan para konstelasi. Tapi tidak semua Jiwa orang mati akan menjadi konstelasi. Ada beberapa syarat yang harus terpenuhi untuk bisa mencapai langit dan menjadi rasi bintang." Miss Elyana menjelaskan sambil meneguk segelas kecil anggur merah di tangannya.



Mike tidak tahu harus bagaimana. Saat ini pikirannya sedang kusut akibat susah mencerna penjelasan informasi yang diberikan oleh Miss Elyana.



"Intinya, kamu boleh memercayai informasi yang mereka berikan, tapi jangan terlalu percaya dengan informasi mengenai diri mereka sendiri atau sesuatu yang berkaitan dengan itu."



"Jadi, apa kamu juga termasuk salah satu konstelasi?" Mike menatap tajam Miss Elyana. Terlihat sangat jelas raut tidak bersahabat yang sangat kuat. Miss Elyana menggeleng mendengar pertanyaan itu.


__ADS_1


"Aku memang administrator, tapi aku bukan bagian dari konstelasi. Aku masih hidup sebagai makhluk hidup pada umumnya. Hanya saja tempat tinggalku berada jauh dari bumi." Miss Elyana menengadah, mencoba menahan air mata yang mencoba untuk mengalir membasahi pipinya.



"Cukup tentang itu. Sekarang, apa pertanyaanmu?"



"Tunggu dulu! Bagaimana dengan penawaran kerjasamanya?" Mike sedikit terlihat khawatir. Dia tidak tahh apapun tentang sistem, administrator, dan semua rahasia yang masih tersimpan rapat hingga saat ini. Menerima tawaran kerjasama dari administrator merupakan sebuah tawaran emas yang tidak bisa dibuang begitu saja. Kesempatan seperti ini tidak akan datang dua kali.



"Tenang saja! Aku akan menjelaskannya setelah semua pertanyaanmu sudah terjawab." Miss Elyana menyeka air di ujung mata, menatap Mike sambil sedikit menyunggingkan senyum.



"Aku akan mulai dari yang paling umum. Sistem membuat level anggota party naik dengan drastis selama peserta academy masih ada di sini, kan? Lalu kenapa sistem tidak menaikkan saja semua level player sampai tingkat maksimal? Dengan begitu tidak akan ada korban dan manusia bisa hidup dengan lebih tenang!" Mike mencoba untuk menahan amarah dan mengumpulkannya pada kepalan tangan yang semakin mengerat. Miss Elyana mendesah pelan, seolah dia sedang bersiap untuk menjelaskan sesuatu yang akan mengejutkan.



"Jawabannya sederhana. Para bedebah itu hanya menginginkan hiburan. Sama seperti yang mereka lakukan pada kaumku." Miss Elyana diam sejenak. Tatapan matanya berubah layu seketika.




"Aku masih mengingatnya! Tapi apa hubungannya itu dengan pertanyaanku?" Mike menautkan alis. Dia masih tidak mengerti bagaimana dia hal itu bisa saling berhubungan. Dan Mike juga tidak mengerti dengan yang dimaksud 'kaumku' oleh Miss Elyana.



"Semuanya saling berhubungan. Akan membutuhkan waktu jika aku menceritakan dari awal, maka aku akan memberitahu seadanya saja." Miss Elyana menarik napas dalam, menghembuskannya perlahan. Dia berjalan sedikit menjauhi Mike dan berdiri memunggunginya.



"Aku akan katakan ini sekali saja. Pasang telingamu baik-baik karena aku tidak akan mengulanginya. Semua monster itu adalah kaumku."



"Tunggu, mereka adalah kaummu? Apa maksudnya ini? Jadi kamu adalah dalang dari semuanya?"

__ADS_1



"Diam dan dengarkan aku sampai akhir. Aku tidak mengizinkanmu untuk menyela penjelasanku. Apapun yang ingin kamu tanyakan, simpan saja saat aku sudah selesai dengan ini." Nada bicara Miss Elyana berubah seketika. Mike bisa merasakan tekanan yang kuat hanya dari kalimat yang dilontarkan.



"Waktu itu aku sengaja melonggarkan ikatan yang mengendalikan pikiran goblin yang sedang kamu hadapi supaya dia bisa menyampaikan pesan yang ingin aku sampaikan. Tentu saja aku melakukan itu dengan sembunyi-sembunyi dan sangat hati-hati, tanpa sepengetahuan para konstelasi. Lalu aku juga berdebat hebat dengan beberapa diantara mereka untuk memberikanmu skill pembangkitan, sampai akhirnya aku berhasil meyakinkan bedebah sialan itu. Apa kamu tahu kenapa aku sangat bersikeras supaya kamu memiliki skill itu?"



"Supaya aku bisa membangkitkan kaummu...." Mata Mike membelalak saat mengatakan itu. Penjelasan ini diluar perkiraannya karena sangat berbeda dengan apa yang dikatakan oleh administrator hari itu.



"Benar! Aku sudah sangat senang karena kamu memiliki skill yang bisa membuat rakyatku tetap hidup sebagai pasukanmu, tapi bagaimana jika mereka dikerahkan untuk mengalahkan monster atau sebagai umpan? Mereka tetap saja akan mati. Karena itulah aku sampai membuat keributan demi dark skill jatuh padamu." Miss Elyana membalik badan, kembali menatap Mike. Kali ini raut wajahnya sangat jauh berbeda. Mata yang bergelimang air dan bibir yang gemetar dipaksa untuk tersenyum. Raut wajah itu, pertama kalinya dia melihat raut wajah yang meminta pertolongan.



"Sial!" Mike mengutuki dirinya sendiri. Terlalu banyak hal yang tidak dia mengerti. Terlalu banyak misteri yang belum dia ketahui. Tidak bisa seperti ini. Jika dia sampai salah mengambil langkah karena sedikitnya informasi, tidak hanya manusia yang akan dikorbankan.



"Lalu mengenai pertanyaanmu. Para konstelasi itu hanya menginginkan sebuah hiburan belaka." Miss Elyana menyeka air di ujung mata.



"Hiburan?"



"Apa kamu masih belum sadar? Padahal aku sudah menjelaskannya sedemikian rupa supaya kamu bisa dengan mudah mengerti permainan seperti apa yang sedang kalian ikuti."



"Tunggu, jadi maksudmu...."



"Maksudku adalah semua bencana ini terjadi karena adanya rasa bosan yang melekat pada konstelasi. Mereka menargetkan suatu kehidupan, lalu ketika kehidupan itu hancur mereka berpindah pada kehidupan yang lain. Artinya, kita hanyalah bidak catur yang bisa mereka mainkan dengan gerakan tangan saja dan tidak berarti apa-apa."

__ADS_1


__ADS_2