
Setelah mengetahui kalau dia akan meninggalkan party untuk pergi ke akademi, Mike memutuskan untuk menghabiskan seluruh koin dari setiap anggota untuk membeli berbagai potion. Apalagi dia akan mengajak Gried bersamanya. Tentu saja itu akan membuat penurunan kekuatan yang sangat besar mengingat yang pergi adalah dua orang terkuat.
Meski level Gried di bawah Balth, namun sekarang Gried bisa melakukan summoning yang membuatnya menjadi jauh lebih kuat. Ditambah lagi Balth masih belum bisa menguasai pedangnya sendiri.
Beberapa hari berlalu begitu saja. Dimension break yang terjadi juga hanya memunculkan beberapa goblin dan orc level rendah, sehingga Mike tidak perlu turun tangan sendiri. Padahal sebelumnya mereka dibuat sangat kesusahan saat melawan orc level dua, tapi sekarang mereka berhasil mengalahkannya dengan mudah.
"Mungkin aku juga harus membiarkan Gried diam bersamaku untuk melihat sejauh mana mereka bisa bertahan ketika aku dan Gried tidak ada." Mike menatap anggota party yang sedang bertukar tos kemenangan. Mereka juga menyadari perubahan kekuatan yang besar, padahal level yang mereka miliki tidak naik.
[SISTEM]
SISA WAKTU SEBELUM ACADEMY DIMULAI
0 HARI : 0 JAM : 15 MENIT
"Ah, ternyata tidak ada waktu lagi." Mike menghela napas pelan. Dia memanggil semua anggota party untuk berkumpul. Dia ingin memberikan beberapa kalimat pada mereka sebelum dikirim oleh sistem.
"Seperti yang sudah kalian ketahui, aku dan Gried akan pergi untuk sementara waktu. Walaupun level kalian akan meningkat dengan drastis, tetap saja mungkin akan ada monster kuat yang muncul. Jadi jangan ragu untuk menggunakan ramuan peningkatan saat itu terjadi. Sebentar lagi kami akan dikirim ke akademi, jadi jaga diri kalian baik-baik." Mike menatap anggotanya bergantian. Meski melihat anggotanya bertambah kuat, tapi tidak menutup kekhawatiran yang dimiliki Mike.
"Ayolah! Sampai kapan kamu akan meremehkan kami, ketua?" Martha menyeringai lebar, memperlihatkan deretan gigi putihnya. Mike sedikit terkejut ketika Martha memanggilnya dengan sebutan ketua, padahal sebelumnya dia tidak pernah memanggil Mike seperti itu.
"Maaf, aku terlalu khawatir." Mike menyunggingkan senyum. Untuk sekarang dia harus bisa memercayai anggotanya dan pergi tanpa beban apapun.
[SISTEM]
ACADEMY SUDAH DIMULAI.
MENGIRIM PLAYER SECARA OTOMATIS KE INTERNATIONAL PLAYER ACADEMY.
Setelah membaca pemberitahuan dari layar sistem, Mike memegang tangan Gried yang berada di sampingnya. Seketika itu pula cahaya terang menyelimuti mereka dan dalam hitungan beberapa detik tubuh mereka menghilang sepenuhnya. Mereka sudah diteleportasikan ke tempat academy berada.
Proses teleportasi terasa sedikit mengguncang, membuat Mike hampir mual. Selepas beberapa saat berlalu, Mike dan Gried berhasil mendarat di halaman depan academy.
__ADS_1
Sebuah bangunan bertingkat yang sangat luas dengan warna silver terang adalah hal pertama yang ditangkap oleh Mike. Matanya membelalak melihat bangunan mewah di depannya yang terpampang sangat besar.
"Kak Cha, apa kita akan berlatih di tempat ini?" Gried menatap tidak percaya. Selama ini dia berpikir kalau academy adalah tempat yang sederhana mengingat dunia yang sedang kacau, tapi nyatanya tidak seperti itu.
Selang beberapa waktu berlalu, player yang lain sudah mulai berdatangan. Membutuhkan waktu sekitar sepuluh menit sampai semua player yang diundang berada di halaman depan academy.
{Selamat datang bagi seluruh peserta International Player Academy. Sebagai permulaan, kami akan memberikan kartu hologram pada masing-masing peserta. Di kartu itu sudah tertera nomor kamar dan ranking dari setiap player. Silahkan diperiksa terlebih dahulu.}
Tepat setelah suara yang terdengar dari alat pengeras berhenti, kartu hologram melayang di depan semua player. Mike menatap kartu itu sejenak, kemudian mengambilnya perlahan. Kartu hologram itu langsung menunjukkan tulisan berupa nomor kamar serta ranking player seperti yang sudah dijelaskan.
{Silahkan menuju kamar masing-masing sesuai yang tertera di kartu hologram. Latihan akan dimulai besok hari pukul enam pagi. Makanan hangat selalu tersedia di kantin dan tanpa bayaran. Sekian dan selamat menikmati.}
Mike kembali menatap kartu hologram. Disana tertera kamar dengan nomor enam puluh. Awalnya Mike sedikit kesal karena mendapat nomor kamar paling belakang, tapi dia tidak bisa mengeluh. Gried juga berada di kamar yang sama dengan Mike, membuatnya merasa sedikit lega.
Tidak membutuhkan waktu lama bagi semua player untuk bergerak menuju kamar masing-masing. Kartu hologram juga sudah menunjukkan arah menuju nomor kamar. Hal itu tentu saja lebih memudahkan untuk menemukan kamar di tempat yang sangat luas seperti ini.
Mike dituntun menuju ruang bawah tanah. Melihat itu membuat Mike mengeraskan rahang karena merasa tidak adil. Padahal player yang lain mendapatkan kamar di lantai satu, tapi hanya Mike dan Gried yang mendapatkan kamar di underground.
"Ah, kalau kamarnya seperti ini aku tidak masalah harus menuruni beberapa tangga setiap hari. Hitung saja sebagai olahraga ringan walaupun tidak akan berdampak besar pada level strength." Mike melemparkan senyum puas pada Gried yang juga menerimanya dengan senyuman.
Mereka langsung menuju kamar mandi dan mulai membersihkan diri bersama. Setelah itu mereka menuju lantai satu untuk pergi ke kantin. Sudah lama sejak terakhir kali mereka memakan makanan selain daging monster.
"Lihat mereka! Kamar mereka berada di bawah tanah. Bukannya itu berarti mereka terlalu lemah untuk mendapat kamar seperti kita?"
"Bagaimana mereka bisa terpilih?"
"Entahlah, mungkin karena sudah tidak ada lagi player yang kuat?"
__ADS_1
Suara bisikan diiringi dengan tawa yang seakan terdengar mengejek membuat Mike merasa sedikit tidak nyaman. Namun menilik dari percakapan mereka, Mike sudah tahu kalau tidak ada seorangpun yang mendapatkan kamar seperti miliknya.
Mike dan Gried terus berjalan dipandu oleh kartu hologram menuju kantin. Sesampainya disana Mike mendapati ruang kantin yang sangat besar dan hanya terisi beberapa orang saja.
"Semua player hanya ada enam puluh satu. Jadi untuk apa kantin yang sebesar ini?" Mike menelan ludah. Dia tidak habis pikir berapa uang yang dihabiskan untuk membuat academy elite seperti ini.
Mike menggandeng tangan Gried, membawanya duduk bersama di salah satu meja panjang yang tidak ditempati oleh siapapun. Beberapa detik kemudian datang satu robot yang hampir menyerupai bentuk tubuh manusia, selain bagian bawah tubuhnya. Mike langsung mengetahui kalau robot ini bertugas sebagai pramusaji.
"Berikan makanan dan minuman paling enak yang kalian miliki." Mike langsung memberikan pesanan sebelum robot itu mulai berbicara. Setelah selesai mencatat pesanan, robot langsung berbalik menuju dapur untuk membuat makanan yang dipesan.
"Hei, kamu yang dapat kamar terakhir! Bagaimana rasanya mendapat kamar di bawah tanah?" Seorang pria gagah yang terlihat lebih tua darinya tiba-tiba datang memukul keras meja tempat Mike berada.
"Status window."
[STATUS WINDOW]
NAMA : BROGAN STADE
STATUS PESERTA : MASTER
RANKING : B
"Stade, kamu menakutinya sampai dia tidak bisa bicara." Orang lain di samping pria itu melancarkan tatapan yang merendahkan Mike.
"Apa kalian mencari masalah denganku?"
[SISTEM]
NAMA : CHARLES MIKE
STATUS PESERTA : GRANDMASTER
__ADS_1
RANKING : ???