
Setelah kemenangan Mike yang biasa-biasa saja, semua player mulai menantang Mike secara tidak resmi. Ada yng hanya bermain-main dan ada juga yang hanya ingin mengukur dan memastikan kekuatan Mike, tapi tidak ada satupun yang diterima.
Mike memilih untuk lebih tenang dan mengikuti pelatihan yang akan berlangsung di Academy entah sampai berapa hari lamanya. Bisa saja sampai berminggu-minggu atau bahkan lebih dari satu bulan.
"Semoga mereka baik-baik saja tanpa aku. Yah, disana juga sudah ada Balth. Aku tidak perlu terlalu khawatir kalau mereka akan bertindak ceroboh." Mike menghempaskan punggung pada kasur empuk dengan seprai berwarna putih itu. Sempat beberapa kali dia mengkhawatirkan anggotanya yang bisa saja sudah mengalahkan beberapa monster.
"Andai aku bisa melihat keadaan mereka." Mike bergumam pelan di tengah rasa ngantuknya. Beberapa detik kemudian Mike tertidur pulas sambil sedikit mengerang.
⋇⋆✦⋆⋇
Serangan demi serangan dilancarkan mengenai sebagian tubuh orc dan hanya meninggalkan sedikit luka. Monster besar itu masih terlihat bisa bertarung, tapi tidak dengan orang-orang yang menyerangnya. Mereka berkali-kali tumbang, tapi masih mencoba untuk berdiri kembali. Tanpa adanya skill healing, mereka bisa dengan cepat dikalahkan.
"Sial! Kenapa harus ada orc level tujuh disaat Mike sedang tidak ada di sini?" Geoff mengerang menatap orc di depannya. Martha sudah tidak bisa bergerak karena kehabisan mana saat bertransformasi. Balth juga sudah hampir terkapar karena terlalu sering menggunakan pedang es yang belum bisa dikuasai sepenuhnya.
"Bahkan Gried juga tidak ada! Bagaimana kami bisa mengalahkan monster itu hanya dengan bertiga?" Geoff menggigit bibir bawah. Dia baru menyadari betapa besarnya peran Mike saat mengalahkan monster. Sekarang mereka harus bertarung tanpa dia orang kuat selama beberapa waktu ke depan. Meski level mereka sudah naik drastis, tapi tetap saja mereka masih kekuarangan pengalaman dalam pertarungan dan kerjasama.
"Geoff, gunakan spear of gravity milikmu. Selama jeda waktu itu aku akan melancarkan serangan terakhir." Balth menoleh ke arah Geoff sambil memberikan satu anggukan yang meyakinkan. Geoff mengganti senjata goloknya dengan tombak yang dia beli waktu itu.
Level tombak itu adalah level dua puluh, sehingga Geoff sangat kesusahan untuk mengendalikannya. Geoff hanya bisa mempertahankan kekuatan dari tombak selama sepuluh detik, karena itulah dia tidak menggunakan tombak ketika masih belum mendesak.
__ADS_1
Sebelum memulai serangan terakhir, mereka meminum beberapa botol healing potion dan mana recovery potion supaya bisa memberikan damage serangan yang maksimal pada monster.
"Siap?!" Geoff menatap Balth di sampingnya dengan ujung tombak mengarahkan ke tanah. Dia sudah siap menancapkan tombak untuk melancarkan serangan gravitasi yang akan menghambat pergerakan monster itu.
Balth menarik napas dalam, menghembuskannya perlahan. Dia mengangguk pada Geoff sebagai pertanda dimulainya penyerangan. Dengan cepat Geoff menancapkan ujung tombak dan seketika itu pula gravitasi di sekitar monster membesar, membuat tubuh monster itu terasa puluhan kali lebih berat. Balth melesat dengan kecepatan tinggi, membelah debu-debu yang beterbangan hingga sampai di depan tubuh orc. Pedang terangkat tinggi di atas kepala Balth.
"HAIL OF ICE BULLEEEEET!!!" Balth meneriakkan skill barunya dengan lantang, seketika itu pula langit-langit di atas monster orc dipenuhi oleh es dengan ujung yang tajam meruncing. Balth menggerakkan pedangnya ke bawah, membuat peluru es di atas sana meluncur turun dan memberikan serangan bertubi-tubi.
Sebelum serangan itu berakhir, Balth segera memberikan serangan susulan yang akan menjadi serangan pamungkas. Dia mendorong kakinya untuk melompat tinggi, bersiap melancarkan serangan berguling yang belum pernah di peragakan sebelumnya.
Balth tersungkur ketika mencoba untuk mendarat, sedangkan Geoff langsung melepas genggaman tangannya dari tombak untuk menghentikan serangan gravitasi. Selang beberapa detik kemudian mereka pingsan diwaktu yang hampir bersamaan.
Mana dan tenaga mereka terkuras habis tanpa sisa, namun mereka berhasil mengalahkan monster orc level tujuh dan itu merupakan kebanggaan tersendiri. Ditambah lagi mereka mempunyai kesempatan untuk menggunakan kekuatan baru dari senjata yang sebelumnya tidak bisa mereka gunakan.
Disaat para anggotanya sedang berusaha mati-matian untuk bertahan hidup, Mike dan Gried malah tertidur dengan sangat pulas sampai tidak sadar bahwa hari sudah menjelang malam. Mereka dibangunkan oleh suara alarm yang terdengar dari speaker. Itu adalah pertanda bahwa kelas malam akan segera dimulai.
__ADS_1
Sebelum pergi ke kelas untuk pertama kalinya, Mike beranjak membersihkan diri bersama dengan Gried. Mereka mengenakan seragam yang sudah disediakan oleh pihak academy. Seragam dengan kemeja biru gelap dan almamater berwarna putih bersih. Celana yang warnanya senada dengan warna kemeja, serta sepatu hitam dengan hak setinggi tiga senti.
Mike memperhatikan pantulan dirinya di cermin. Diaa terlihat kaku dengan pakaian yang terlihat begitu resmi dan berkelas. Gried lebih cocok mengenakan seragam seperti ini daripada dirinya.
Setelah selesai dengan semua persiapan, Mike berjalan menuju kelas bersama Gried. Kartu hologram menunjukkan arah jalan menuju kelas, sehingga mereka tidak perlu lagi kerepotan untuk mencarinya.
Tidak butuh waktu lama untuk sampai di depan pintu kelas. Mereka mendapati kelas yang luas dengan beberapa player yang sudah tiba. Tempat duduk di kelas tidak sama seperti tempat duduk sekolah pada biasanya. Tempat duduk ini didesain seperti tempat duduk di pertandingan arena, yaitu membentuk terasering yang semakin kebelakang akan semakin tinggi.
Semua pasang mata sontak menatap ke arah Mike ketika dia memasuki ruang kelas. Mulai dari tatapan kagum hingga tatapan tidak suka, semuanya tertuju pada Mike seorang.
"Hei, pemenang! Mau bergabung bersama kami?" Salah satu player yang duduk di kursi paling depan menyapa dengan senyuman. Orang itu terlihat kuat, tapi tetap ramah padanya. Mike hanya mengangguk canggung dan melewati begitu saja orang yang menyapanya beberapa detik lalu. Dia berjalan ke kursi paling depan dan paling pinggir. Dia tidak terlalu suka berada di tengah karena akan terasa berisik.
Beberapa menit kemudian kelas sudah dipenuhi oleh orang-orang yang mengenakan pakaian sama dengannya dan tidak lama setelah itu seorang wanita dengan rambut hitam kriting datang memasuki ruangan. Langit-langit ruangan yang awalnya ramai seketika menjadi hening.
Mereka langsung mengetahui bahwa wanita di depan sana adalah orang yang akan menjadi 'guru' malam ini. Walau ada beberapa player yang merasa tidak puas dengan penampilan wanita di depan, tapi tidak ada yang berani membuka mulut dan berkomentar. Mereka semua diam memerhatikan dengan serius. Semakin bagus mereka dalam menerima pelajaran, maka potensi untuk bertahan hidup juga akan semakin tinggi.
__ADS_1
"Selamat malam, semuanya. Aku adalah Miss Elyana. Mulai hari ini aku akan menjadi pengajar kelas malam kalian. Perlu kalian ketahui, kelas malam tidak akan sama dengan kelas lain di sing hari. Kita akan melakukan praktek langsung dengan alam tanpa perlindungan apapun dari academy."