Doomsday System

Doomsday System
Bab 24 Kemunculan Troll


__ADS_3

Setelah kejadian terakhir kali, Mike dan anggotanya diantar kembali bersama anak-anak yang lain. Saat ini mereka sedang berada dalam pesawat yang sedang lepas landas di udara dan hanya menampakkan awan putih yang berada di bawah sana.



"Kenapa kamu membawa mereka? Kita tidak akan punya waktu untuk mengurus anak sebanyak ini." Martha mengutarakan keberatan hatinya dengan keputusan Mike. Dia lebih memilih untuk melawan wanita itu daripada direpotkan dengan belasan anak yang bahkan tidak menunjukkan adanya kehidupan di tatapan mata mereka.



"Aku tahu itu! Aku akan menitipkan mereka pada seseorang. Jadi jangan banyak protes. Lagipula aku tidak ingin menyesal dengan membiarkan mereka berada di sana." Mike memegangi keningnya. Ada yang banyak dia pikirkan sejak Bobby menampakkan diri di hadapannya beberapa hari lalu. Tentang masa lalunya, tentang penderitaannya, dan tentang trauma yang selama ini dia sembunyikan dengan sempurna.



"Sebenarnya apa yang sudah kamu alami, Mike? Kami sudah menceritakan masa lalu kami, tapi kenapa kamu tidak pernah bercerita sedikitpun tentang itu? Padahal sudah aku katakan kalau kita adalah rekan, tapi kenapa kamu tetap memilih menanggung semuanya sendirian?" Martha meninggikan suara. Tergambar sangat jelas di wajahnya kalau dia sedang frustasi menghadapi sikap Mike yang selalu seperti itu.



"Aku bukannya tidak menganggap kalian sebagai rekan, hanya saja ceritaku mungkin akan terlalu membosankan untuk kalian dengar." Mike memalingkan wajah menataoke luar jendela kecil di pesawat.



"Nona, lebih baik jangan terlalu memaksanya untuk menceritakan hal yang tidak ingin dia ceritakan. Tidaklah kamu berpikir bahwa mungkin saja cerita itu akan mengingatkan dia pada hal buruk?" Balth yang hanya mendengarkan percakapan akhirnya mulai menyela saat menyadari perubahan atmosfer yang semakin tidak menyenangkan.



"Ah, maaf. Aku hanya...." Kalimat Martha terhenti sebelum dia menyelesaikannya. Tidak tahu kata yang tepat untuk dia utarakan. Dia hanya ingin mengerti situasi seperti apa yang dialami Mike tanpa berpikir bagaimana perasaan Mike yang harus menceritakannya.



Setelah itu perjalanan terasa lama dan canggung. Senyap dan lengang. Tidak ada percakapan dan tidak ada interaksi lain. Pesawat mendarat di tempat seperti biasa, menurunkan anak-anak dan Mike beserta anggotanya. Sehabis melihat batang pesawat yang menghilang di ketinggian, Mike dan sisanya berjalan menuju suatu tempat.



Itu adalah sebuah rumah yang pernah didatangi Mike sebelumnya. Dia mencari kesempatan untuk membangkitkan si pemilik rumah setelah dia membunuhnya. Akibat dari itu, pria yang menyombongkan harta di hadapan Mike menjadi sangat patuh dan penurut. Tentu saja karena dia merasakan ketakutan akan kematian yang menghantui.



Selepas menitipkan belasan anak, mereka langsung pergi tanpa basa-basi lagi, meninggalkan pria malang itu dengan wajah masam yang dipaksa tersenyum. Sekarang mereka duduk berkumpul di tempat seperti biasa.

__ADS_1



"Sekarang apa?" Geoff menatap rekannya bergantian. Akhir-akhir ini suasana canggung sering terjadi. Semuanya sadar kalau penyebabnya adalah Mike yang tidak mau terbuka, tapi apa yang bisa mereka lakukan? Tidak ada yang bisa memaksa Mike dan hanya bisa mengikuti alur suasana yang ada. Sesekali berusaha mengubah haluan atmosfer menjadi lebih baikbaik dengan pembukaan percakapan yang mungkin terasa menyenangkan.


[PEMBERITAHUAN SISTEM]


DIMENSION BREAK TERLAH TERJADI DENGAN JARAK SEKITAR 1 KILO METER DARI TEMPAT ANDA BERADA. TINGKAT DIMENSION BREAK TIDAK DAPAT DIPREDIKSI KARENA SESUATU YANG TIDAK DIKENAL.


Mike mengeraskan rahang sembari menatap layar di depannya. Baru saja suasana hatinya sedikit membaik, tapi sistem tidak memberikan ruang untuk istirahat.



"Maaf karena membuat kalian merasa tidak nyaman. Kita lupakan kejadian kali ini. Ada dimension break yang lumayan jauh. Aku harap kalian mau membantuku walau sudah direpotkan oleh sikap kekanak-kanakanku." Mike menatap rekannya bergantian, terutama pada Martha yang sedang memasang wajah tidak enak dipandang.



"Jika ada yang tidak mau ikut, tidak masalah. Tunggulah disini. Aku akan segera kembali." Mike berlari dengan kecepatan penuh menuju arah yang ditunjuk oleh sistem.



Balth menjadi orang pertama yang menyusulnya, kemudian Geoff juga ikut mengekor. Gried dan Martha masih bergeming. Sebenarnya bocah itu juga ingin ikut, tapi dia merasa iba jika harus meninggalkan Martha sendirian.




Gried terkejut mendengar perkataan Martha, tapi dia tidak menolaknya. Gried langsung mengangguk dan pergi menyusul senior-seniornya yang sudah berangkat lebih dulu.



Mike mengurangi kecepatannya saat menyadari bahwa ada beberapa orang yang tertinggal jauh di belakang. Balth berhasil menyusul, tapi Geoff dan Gried membutuhkan waktu lebih lama.



Selang beberapa waktu kemudian, mereka berempat sudah berada pada tempo yang sama. Sudah semakin dekat dengan tujuan dan mereka juga sudah mulai merasakan energi besar yang dipancarkan. Orc saja tidak memiliki energi dengan tekanan yang sebesar ini.


__ADS_1


Mike menggigit bibir bawah. Dia mengambil pedang dari inventorinya dalam keadaan masih berlari. Tiga orang lainnya juga melakukan hal yang sama. Jauh di depan sana mereka bisa melihat monster dengan ukuran yang lebih besar dari Orc. Tapi herannya tidak terdengar suara teriakan yang biasanya mereka dengar ketika melawan monster. Suara ketakutan dan putus asa di hadapan kekuatan yang lebih mutlak, tidak ada suara seperti itu saat ini.



Dari jarak beberapa puluh meter, Geoff melancarkan serangan dragon claw dengan golok danawa miliknya. Sebuah serangan melesat cepat seperti tebasan angin yang tajam. Menerbangkan butiran tanah hingga membentur tubuh monster itu. Suara dentuman keras terdengar memekakkan telinga.



Balth juga menyusul melancarkan serangan dari skill ice area miliknya. Dia membekukan seluruh area dalam radius lima ratus meter darinya. Monster di depannya juga ikut membeku, tapi itu tidak akan bertahan lama. Balth melakukan teknik itu bukan untuk memberikan damage pada monster, tapi untuk memberikan tambahan waktu pada Gried menyiapkan skill serangan.



"Fireball maximum!!" Tubuh Gried terpental ke belakang setelah dia berhasil melayangkan serangan miliknya. Dia tidak bisa menggunakan skill explosion karena dia tidak begitu yakin bisa mengenai target dengan benar. Suara dentuman kembali terdengar. Kerusakan yang dialami sedikit berkurang karena es yang membungkus tubuh monster itu.



Mike melesat maju dengan kecepatan maksimal. Kedua tangannya menggenggam pedang dengan erat, bersiap menggunakan seluruh skill terbaik miliknya.


[SISTEM]


SKILL SAMURAI DIGUNAKAN.


DEXTERITY LV.10 -> LV.20


SKILL DEVIL INTIMIDATION DIGUNAKAN.


SKILL ABSOLUTE HEALING DIGUNAKAN.


Langkah Mike sedikit goyah ketika melihat banyak gelimang darah di sekitar monster itu yang sudah membeku akibat skill Balth. Namun Mike tetap meneruskan serangan, menusuk tepat pada perut tebal monster itu. Mike baru bisa melihat monster itu dengan jelas saat pedangnya tertancap dengan sempurna.



Tangan dan mulutnya dipenuhi oleh darah. Bahkan terdapat banyak bercak darah di seluruh tubuh monster itu. Tanpa diberitahupun Mike sudah bisa menebaknya, monster di hadapannya ini sudah memakan semua manusia yang ada. Karena itulah dia tidak mendengar teriakan apapun. Semua teriakan sudah dibungkam olehnya.


[PERINGATAN]


TERDETEKSI MONSTER TINGKAT TINGGI LEVEL RENDAH.

__ADS_1


TROLL LV.1


KEKUATAN DAN KETAHANAN SETARA DENGAN ORC LEVEL 3.


__ADS_2