Doomsday System

Doomsday System
Bab 36 Identitas Miss Elyana


__ADS_3

Duel ketiga dimulai, yaitu duel kelompok Gried melawan kelompok lain yang terlihat cukup kuat. Awalnya Gried ingin menggunakan pasukan death knight supaya terlihat keren, tapi setelah melihat bagaimana Mike tetap terlihat mengagumkan walau hanya berdiri diam membuat Gried ingin mencobanya.



Priiiiit!!!



Peluit ditiup pertanda dimulainya duel kelompok. Gried membiarkan anggota kelompoknya maju untuk menyerang, sedangkan dia tetap bergeming di tempatnya karena dia adalah tipe penyerang jarak jauh. Gried mengeluarkan tongkat sihir miliknya, bersiap dengan kuda-kuda untuk melancarkan serangan sihir.



Ketika anggota lawan melesat maju, seketika itu pula kelompok Gried langsung dipukul mundur. Gried tidak bisa terlalah dalam melakukan serangan karena bisa saja berdampak pada kelompoknya.



Gried mendapat ide untuk menyerang mereka dari belakang. Dia melancarkan serangan fireball yang melesat melewati player yang sedang bertarung, mendaratkan fireball itu di barisan belakang kelompok lawan. Mereka yang terkena efek serangan jatuh tersungkur. Anggota Gried memanfaatkan kesempatan itu untuk mundur, memberi ruang bagi Gried untuk mendaratkan serangan.



Tanpa menunggu lawan bangkit lagi, Gried sudah bersiap dengan skill explosion dan menargetkan kerumunan player yang sedang tergeletak di lantai. Gried berusaha untuk tidak melukai player lain terlalu parah karena ini hanyalah sebuah latihan.



Diluar perkiraan, lawan tidak mudah dikalahkan. Mereka tetap bisa berdiri walau sudah menerima serangan beruntun.



"Seharusnya aku tidak perlu menahan diri, ya!" Gried tersenyum karena merasa tertantang. Dia sedikit bersyukur lawannya bukan sekumpulan orang yang akan menerima kekalahan begitu saja.



Pertarungan mereka lebih sengit daripada pertarungan Mike. Di lapangan, Gried juga membantu kelompoknya bertarung dengan memberikan serangan jarak jauh, tidak seperti Mike yang hanya diam dan membiarkan kelompoknya kalah. Pertandingan berakhir tanpa ada yang sadar kalau satu jam sudah berlalu dan dimenangkan oleh kelompok Gried. Meski mereka mengalami banyak luka serius, tapi tidak ada yang sampai mengalami luka fatal.



"Selamat atas kemenangannya." Mike memberikan tos pada Gried yang sudah keluar dari lapangan. Berakhirnya pertandingan Gried juga menjadi akhir dari latihan duel berkelompok.



"Aku sudah melakukan beberapa penilaian terhadap kemampuan kalian dan terdapat lima orang yang terpilih untuk memasuki tahap lanjut." Dom memberikan pengumuman setelah seluruh perhatian player tertuju padanya.



"Memasuki tahap lanjut?"



"Mereka yang memasuki tahap lanjut akan mendapatkan latihan khusus untuk meningkatkan level dan menyempurnakan seluruh kemampuan yang ada. Peserta akan dipilih setiap minggu, jadi berlatihlah lebih keras bagi kalian yang tidak terpilih." Dom mengakhiri kelasnya dengan sebuah lambaian tangan. Mereka dibuat penasaran dengan lima orang yang terpilih itu.


__ADS_1


Keraguan mulai muncul di benak player yang berada di akademi. Tidak ada yang khusus dari akademi ini. Latihan yang diberikan juga terasa biasa saja, kecuali untuk kelas malam.



"Apa yang mereka maksud dengan tahap lanjut?"



"Mungkin seperti latihan ektra sampai rasanya ingin mati?"



"Entah kenapa aku berpikir kalau mereka akan dijadikan sebagai objek eksperimen."



Bisikan demi bisikan mulai terdengar dari sekelompok player yang dibuat kebingungan. Terlalu banyak hal aneh yang terjadi dan itu semua membuat mereka seperti berada di dunia yang berbeda.



Melihat keributan yang terjadi membuat Mike ingin segera menemui Miss Elyana. Sudah ada beberapa pertanyaan yang akan dia lontarkan pada wanita itu. Dan sekarang jumlah pertanyaannya sudah bertambah satu.



"Kalian yang lulus di tahap lanjut akan kembali ke tempat asal."




"Kalian akan dikirim ke wilayah baru dan menjadi bagian dari mereka." Dom sekilas menunjukkan senyuman licik dan Mike berhasil menangkap itu.



"Baiklah, latihan sampai disini saja. Silahkan kembali ke kamar masing-masing untuk menunggu kelas selanjutnya." Dom melambaikan tangan. Punggungnya bergerak menjauhi kerumunan player, berjalan menuju pintu keluar.



"Tidak ada pemberitahuan tentang lima player yang terpilih?" Gried menatap pintu keluar tempat Dom lewat tadi dengan wajah penuh tanda tanya. Padahal dia sudah menunggu tentang siapa saja yang terpilih untuk memasuki tahap lanjut.



"Sudahlah, kita ke kantin saja. Kembalikan suasana hati dengan menu makanan yang enak." Mike tersenyum, merangkul leher Gried dan memaksanya untuk mengikuti langkah kaki Mike yang cepat.



Setelah pintu terbuka, Mike mendapati Miss Elyana yang sudah berdiri di depan pintu dengan melipat tangannya di dada.



"Sesuai janji, aku akan meluangkan waktu untukmu, dan itu adalah sekarang. Hanya berdua saja!" Miss Elyana memberi penekanan pada akhir kalimat, membuat Gried sadar bahwa dia tidak bisa mengekor. Wanita itu memberikan isyarat pada Mike untuk mengikutinya. Mike bisa merasakan kalau Gried keberatan dengan itu.

__ADS_1



"Makanlah lebih dulu. Aku akan menyusul nanti. Aku usahakan tidak akan lama." Mike mengacak-acak rambut Gried, pergi meninggalkan bocah itu sambil tersenyum.



"Jadi, kemana kamu akan membawaku?" Mike bertanya dengan nada yang tajam tanpa menatap punggung wanita di depannya.



"Kemana aku akan membawamu? Tentu saja ke ruanganku. Aku tidak pernah merasa nyaman berada di ruangan lain selain di sana." Miss Elyana terus memacu langkahnya lebih cepat, membuat Mike mengikutinya juga terpaksa semakin mempercepat tempo langkah kakinya.



Beberapa menit kemudian mereka sampai di sebuah ruangan besar dengan pintu yang terbuat dari batu. Ruangan itu berada di lantai dua, membuat Mike menjadi peserta akademi pertama yang berhasil menaiki lantai.



Pintu terbuka ketika Miss Elyana meletakkan telapak tangannya pada permukaan batu. Pintu batu setinggi lebih dari tiga meter itu terbuka dengan membelah tepat di tengah, memperlihatkan ruangan dengan kesalahan gelap di dalamnya.



Miss Elyana berjalan masuk diikuti oleh Mike yang mengekor dibelakangnya. Pintu tertutup secara otomatis ketika mereka sudah berada di dalam. Ruangan ini sangat kental dengan kesan horor melihat ada banyak sekali patung tengkorak dan kerangka manusia. Tidak hanya itu, tempat ini juga terdapat berbagai macam kerangka tulang yang Mike sendiri tidak tahu kerangka makhluk seperti apa yang sedang terpampang. Mike tidak bisa memastikan apakah patung itu benar-benar sebuah patung atau justru tulang-belulang asli yang diawetkan.



"Jadi, apa yang ingin kamu tanyakan?" Miss Elyana membalikkan badan, menatap Mike yang berada di berhadapan dengan punggungnya beberapa detik lalu.



"Tidak banyak, tapi aku tidak ingin ada yang disembunyikan." Mike membalas tatapan Miss Elyana dengan dingin. Dia tidak mau pertanyaannya ada yang terlontar dengan sia-sia alias tidak mendapatkan jawaban.



"Baiklah, akan aku usahakan."



"Apa maksudmu dengan akan diusahakan?"



"Ada beberapa informasi yang memang tidak boleh diketahui. Tapi aku dengan senang hati membocorkan beberapa, meski tidak semuanya. Hanya perlu kamu tahu, aku melakukan ini bukan untuk menolong kalian para manusia. Aku hanya tidak suka pada mereka yang yang bersikap seolah mereka adalah dewa."



"Para manusia? Jadi, kamu bukan manusia?"



"Aku adalah administrator."

__ADS_1


__ADS_2