Doomsday System

Doomsday System
Bab 41 Eksperimen Peningkatan, Berhasil!


__ADS_3

"Bukankah ini sangat luar biasa?" Miss Elyana menatap takjub layar hologram di depannya. Dia bisa melihat deretan tulisan dengan angka yang mendampinginya.



"Aku bisa meningkatkan kekuatan fisiknya sampai diatas sepuluh ribu? Anak ini sungguh gila." Miss Elyana mengalihkan pandangannya pada kapsul dengan wajah Mike terpampang dari balik kaca transparan.



"Sepertinya aku akan menciptakan monster berwujud manusia. Aku tidak tahu apakah tubuhnya akan bertahan jika aku memaksimalkan kekuatan fisik sampai batas, tapi mari kita coba perlahan. Aku tidak perlu terlalu buru-buru." Miss Elyana tidak bisa menahan senyuman yang terbentuk dari tiap ujung bibirnya.



Dia merasa terkejut dengan semua stat yang dimiliki Mike. Bahkan dari di antara rakyatnya saja tidak ada yang bisa sampai setinggi itu. Meski semua stat ini didapatkan dari eksperimen, tapi tetap saja batas maksimal stat yang dua kali lipat dari kaum monster adalah sesuatu yang luar biasa.



"Yah, bedebah sialan seperti mereka tidak akan memilih Mike sebagai karakter utama tanpa alasan khusus." Wanita itu terus memerhatikan layar di depannya dengan takjub. Dia ingin sesegera mungkin meningkatkan Mike, tapi sesuatu seperti ini tidak bisa dilakukan dalam satu waktu sekaligus.



"Baiklah, disini aku akan memulai!" Miss Elyana kembali menggerakkan jari tangannya menyusuri tombol hologram yang rata menyatu dengan meja putih itu. Deretan angka kembali terlihat, berubah-ubah seorang waktu.



Sekitar dua jam berlalu semenjak Miss Elyana berkutat dengan mesin berteknologi canggih di hadapannya dan eksperimen peningkatan berjalan dengan sempurna. Selama dua jam itu dia memang menemui beberapa masalah, tapi dia langsung bisa menyelesaikannya.



"Ini memang masih belum semuanya. Aku akan melakukan peningkatan lagi setelah tubuhnya sudah terbiasa dengan stat yang ditambahkan secara paksa." Wanita itu melipat tangan di dada, menyunggingkan senyum bangga karena berhasil meningkatkan Mike.



Dia beralih pada kapsul berikutnya dengan Gried yang tertidur pulas mengambang di dalam. Kali ini senyumnya tidak selebar saat melihat stat maksimal milik Mike, tapi ekspresinya tetap menunjukkan rasa puas yang terlukis dengan jelas.



"Memang tidak segila Mike, tapi untuk anak seusianya...ini sangat diluar dugaan. Bagaimana bisa dua monster berada dalam satu grup yang sama?" Miss Elyana menutup mulut dengan salah satu telapak tangannya, kemudian kembali berkutat dengan teknologi canggih itu untuk meningkatkan Gried.



Sama halnya seperti eksperimen yang dilakukan pada Mike, Miss Elyana juga menjadikan proses peningkatan Gried menjadi dua kali eksperimen. Sehingga memungkinkan gagalnya peningkatan akan sangat kecil.


__ADS_1


Hal yang sama terus terulang pada peserta akademi yang lain. Setelah proses peningkatan pada Gried selesai, Stade menjadi yang berikutnya dan disusul oleh dua peserta lain yang tersisa.



Setelah melakukan peningkatan, tubuh mereka dibiarkan tidak sadarkan diri begitu saja di dalam kapsul. Miss Elyana harus membiarkan mereka selama tiga hari sebelum mengeluarkan tubuh mereka dari kapsul atau melakukan eksperimen lanjutan.



Selama tiga hari itu, Miss Elyana datang mengajar di kelas malam seperti pada biasanya. Tidak ada sesuatu yang aneh terjadi sampai tiga hari berlalu. Ketika Miss Elyana mengeluarkan tiga tubuh selain Mike dan Gried, dia bisa merasakan perubahan yang terjadi meski mereka hanya berdiri diam.



"Apa ini adalah aku? Entah kenapa aku merasa kalau tubuhku menjadi semakin ringan." Stade memerhatikan setiap inci dari tubuhnya. Dia bisa ikut merasakan perubahan pada dirinya.



"Karena kalian bertiga sudah lolos, seharusnya kalian bisa saja langsung menjalani kelas malam lalu dikirim kembali ke kampung halaman. Tapi kalian juga bisa menunggu Mike dan Gried sampai selesai menjalani eksperimen lanjutanlanjutan. Semua terserah kalian."



"Aku akan menunggu! Aku ingin melihat seperti apa mereka setelah menjalani dua kali proses peningkatan." Stade berujar dengan penuh keyakinan. Dia tidak akan bisa melihat sejauh mana Mike bertambah kuat jika dia kembali dikirim terlebih ke bumi sebelum giliran Mike.



"Baiklah, baiklah! Untuk sekarang beristirahat saja di ruangan masing-masing. Pulihkan tenaga dan latih tubuh kalian terlebih dahulu sebelum kelas malam pertama kalian setelah eksperimen dimulai." Miss Elyana melambaikan tangan, memberi isyarat pada mereka untuk kembali ke kamar masing-masing.




"Tidurlah sampai waktunya bangun tiba, Mike. Setelah kamu kembali ke bumi, aku akan mencari cara untuk berkomunikasi dengan konstelasi lain." Miss Elyana kembali melukiskan senyum di wajahnya. Telapak tangannya bisa merasakan hawa dingin yang kian merambat saat menyentuh kapsul raksasa itu.



Empat haripun berlalu, tidak ada satupun peserta yang tahu bahwa Stade dan dua peserta lainnya sudah selesai menjalani tahap lanjut. Stade benar-benar hanya berdiam diri sambil menunggu Mike dan Gried selesai dengan eksperimen lanjutan.



Sedangkan Miss Elyana dengan terkesiap menatap dia kapsul yang tersisa. Sekarang sudah waktunya membangunkan mahakarya miliknya. Meski sebagian besar dari eksperimen ini berhasil karena alat canggih yang disediakan oleh konstelasi, tapi tetap saja dia merasa bangga karena berhasil melakukannya sendiri.



"Selamat datang kembali." Miss Elyana menekan tombol merah di samping kapsul, membuat pintu keduanya terbuka hampir di waktu yang bersamaan.

__ADS_1



Satu menit. Dua menit. Lima menit. Sepuluh menit. Mike dan Gried masih terbaring diam. Miss Elyana terus memantau layar besar di sampingnya, memerhatikan detak jantung mereka yang semakin melemah.



"Tunggu, apa aku gagal?" Mata Miss Elyana membelalak seperti ikan mati. Dia merasa sangat khawatir, takut keduanya tidak kunjung membuka mata.



"Tidak, tidak! Tidak bisa seperti ini! Jika kalian berdua mati, tidak akan ada yang selamat!" Miss Elyana kembali mengutak-atik tombol di depan layar. Tidak lama setelah itu, Mike terbatuk pelan. Dia merasakan dadanya yang sangat sakit ketika bernapas. Kepalanya juga terasa seperti mau meledak.



Dia memaksakan diri untuk mengambil posisi duduk sembari tangannya terus memegangi kepala dan dada yang merupakan sumber rasa sakit.



"Mike!" Terdengar suara yang sangat akrab memanggil namanya. Mike dengan susah payah mencoba menoleh ke asal suara. Matanya samar-samar menangkap sesosok wanita dengan rambut hitam keriting sedang berjalan ke arahnya. Meski tidak jelas, tapi Mike langsung mengetahui kalau wanita itu adalah Miss Elyana.



Mike mendengus pelan melihat dirinya masih tetap hidup. Bukan berarti dia berharap akan mati, tapi selama proses eksperimen lanjutan Mike merasakan seluruh tubuhnya remuk hingga dia berpikir mungkin akan mati karena tubuhnya yang tidak kuat menerima eksperimen lanjutan itu.



"Seberapa kuat aku saat ini?" Mike langsung bertanya tanpa banyak perbincangan lain yang menurutnya tidak perlu. Miss Elyana dibuat terkejut dengan itu, namun dia langsung menyadari kalau pria di depannya sama sekali tidak berubah kecuali kekuatan yang dimiliki.



"Jika melihat dari layar sistem, level keseluruhan meningkat sampai level empat puluh. Tapi seperti yang kamu ketahui, seluruh stat dan levelmu saat ini sudah berada di batas maksimal. Jadi, semakin kamu menaikkan level, maka kamu juga tetap akan menjadi semakin ku—"



"Jangan banyak omong kosong! Cepat katakan seberapa kuat aku sekarang?"



"Waah, kamu menjadi semakin arogan. Baiklah, kamu tidak bisa mencobanya langsung karena ada konstelasi yang mengawasi. Tapi kamu bisa mencoba kekuatan sampai batas level yang akan muncul di layar sistem nantinya. Darisana kamu pasti akan mengetahui perbedaan kekuatan meski tidak melakukannya dengan kekuatan penuh."



"Bagus. Lalu bagaimana dengan Gried?" Mike menoleh pada kapsul si sebelahnya. Disana terbaring seorang bocah yang tidak lain adalah Gried. Mike merasa khawatir sekaligus cemas karena Gried belum bangun.

__ADS_1



"Sebenarnya ada sedikit masalah pada anak itu."


__ADS_2