Dosa Masa Lalu

Dosa Masa Lalu
episode 20


__ADS_3

" Yonghe New Taipe City "


Tomas mencoba membangunkan Bunga namun ia tak mau bangun juga, Tomas lalu pergi ke dapur ia mengambil penggorengan dan sendok, jangan panggil gue Tomas kalou nggak bisa bangunin Bunga ucap Tomas sambil memandangi penggorengan tersebut sambil tersenyum.


Tomas kemudian kembali ke kamar Bunga..teng..teng...teng....bunyi penggorengan tersebut pas di telinga Bunga.


Brisikkkk......!!!


Buruan bangun ucap Tomas.


Lima menit lagi deh masih ngantuk ucap bunga sambil menarik selimutnya.


Kagak ada acara lima menit..!!!


Teng....teng....teng......


Tomas terus menerus memukuli penggorengan tersebut jangan salahkan saya jika harus beli penggorengan yang baru.


Iy...iya deh gue bangun berhenti brisik tau !!


Tomas kemudian mengalungkan handuk di leher Bunga buruan mandi.


Iya.....bawel amat sih..!!


Ting tong...Ting tong, sepertinya ada yang datang ucap Tomas.


Biyar saya liat siapa yang datang, buruan mandi kita ngak punya banyak waktu.


Tomas membuka pintu, Zidan ucap Tomas dengan sangat kaget melihat Zidan yang tiba-tiba muncul di depannya.


Boleh saya masuk..?? ucap Zidan sambil tersenyum. Oh...ya silahkan masuk si..silahkan ucap Tomas dengan gugup.


Pak Tom Bunga dimana....??


Nona lagi mandi sebentar lagi juga selesai.


Mau secanggih kopi...???


Exspreso ..jawab Zidan sambil tersenyum.


Ok...


Tunggu sebentar saya buatkan dulu.


" Kamar Bunga "


Rasanya seger banget ni abis mandi, Bunga berniat untuk mengeringkan rambutnya namun ponselnya berbunyi tertera nama Nugroho di layar ponselnya.


Nugroho.....


Iya kenapa Nuk....??


Sekarang waktu yang tepat untuk kembali.


Lalu Nugroho memberikan informasi yang cukup menarik.


Okey...Ucap Bunga dengan nada datar.


Nugroho yang melihat Kim datang dengan segera memutus telponnya.


Telpon siapa Nuk kok ngumpet di pojokan gitu..?? tanya Kim dengan nada penasaran


Dokter Reza hari ini jadwal bos terapi karena beliau nggak datang-datang makanya saya telpon ucap Nugroho dengan santay.


Kayaknya ada yang disembunyikan sama Nugroho tapi apa?? aku harus cari tau ucap Kim dalam batin.


.


.


.


Sementara itu di sisi lain Bunga duduk di tempat tidurnya namun kata-kata Nugroho terlintas di benaknya.


Sekarang waktu yang tepat untuk kembali kata-kata itu teringat di benaknya.


Aisss...sialan kenapa ucapan Nugroho terus mengikuti ku seperti hantu begini..!!


Tok..tok..tok....


Masuk....


Kemudian Tomas masuk ke dalam kamar Bunga.


Ada masalah apa..??


Kenapa muka nona tegang begitu..??


Bunga memberikan ponsel ke Tomas, mata Tomas terbelalak melihat berita Zidan yang sedang trending di internet.


Zidan ada di ruang tamu ucap Tomas dengan nada bingung setelah membaca berita tersebut.


Apa.....???


Sekarang di sini maksudnya di apertemen ini..??


Iy.....iya tapi kenapa panik begini bukankah ini menguntungkan bagi kita.???


Masalahnya 10 menit lagi kakak sampai di sini jangan sampai kakak melihat Zidan disini.


Tomas dan Bunga sama-sama panik bingung harus berbuat apa, ngak mungkin juga kalo bilang aku tidak ada sementara baru beberapa menit yang lalu kakak telpon sudah sampai di lobi.


Tom bawa Zidan kesini apa pun yang terjadi jangan sampai keceplosan kalau Zidan ada di sini .


I...Itu suara bel teriyak Bunga, jangan-jangan itu Yosep ucap Tomas dengan nada bingung dan panik.


Aduh apa yang harus kita lakukan, ucap Tomas dengan bingung.

__ADS_1


Buruan bawa Zidan kesini, janga sampai kakak melihatnya.


Tampa bicara sepatah kata pun Tomas menarik Zidan yang sedang duduk di sofa.


Apa'an nih main tarik aja sembarangan sakit tau protes Zidan .


Ngak usah banyak tanya nanti saya jelaskan ucap Tomas dengan nada ketus.


Sesampainya di kamar Bunga Zidan mencoba meminta penjelasan kenapa dirinya diperlakukan seperti ini.


Jangan banyak nanya dulu zi, cepet kamu sembunyi dulu nanti ku jelaskan ucap bunga dengan panik.


Saya buka pintu dulu takut Yosep curiga kalo kelamaan nunggu ucap Tomas.


Sementara itu Bunga masih sibuk dengan kebingungan'nya ia berlari kesana-kemari mencari tempat untuk Zidan sembunyi.


Zidan yang masih tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi kini ia hanya terdiam dan penasaran melihat tingkah Bunga.


Terbesit dalam pikiran Zidan ingin bertanya sekali lagi tapi melihat sikap Bunga dan Pak Thomas yang aneh Zidan mengurungkan niatnya.


Apa yang terjadi..??


Kenap Yosep bisa ada di sini..??


Tapi kurasa ini bukan waktu yang tepat untuk menanyakan ucap Zidan dalam batin.


.


.


.


Sementara itu di ruang tamu Tomas sedang kebingungan mencari alasan untuk mencegah Yosep supaya tidak pergi ke kamar Bunga.


Sebenernya ada apa Pak Tom? sikap anda beneran aneh sekali ada sesewatu yang kalian sembunyikan ucap Yosep yang sudah mulai curiga.


Mana ada ucap Tomas dengan muka merah.


Terus kenapa muka anda sekarang berubah merah dan panik begitu..??


Dimana Bunga..??


Kenapa ngak kelihatan.??


Bukankah sudah kukatakan sebentar lagi saya sampai.


Yosep hendak pergi ke kamar Bunga.


Tomas masih terus berusaha menghalangi jalan Yosep supaya tidak ke kamar Bunga.


Sebenernya ada apa !! teriak Yosep yang mulai geram dan makin penasaran.


Nona belum selesai mandi dan lagi Nona berpesan sebelum dia selesai jangan ada yang menganggunya ucap Tomas dengan raut wajah bingung.


Yosep tak menghiraukan ucapan Tomas ia merasa ada yang jangal, ia kemudian bergegas menuju kamar Bunga.


Bunga menyuruh Zidan sembunyi di dalam lemari bajunya, sesaat setelah Bunga menutup pintu lemari Zidan bersin-bersin.


Kenapa tanya bunga dengan muka tegang dan cemas..??


Gue ngak mau ngumpet di dalam bau terasi protes Zidan sambil keluar lemari.


Yosep sampai di depan pintu kamar Bunga ia hendak membuka pintunya namun ternyata pintu terkunci dari dalam.


Bunga panik itu pasti Yosep cepet cari tempat sembunyi ucap bunga ke Zidan.


Kenapa gue harus sembunyi ..??


Gue bukan maling !!


Lagi ngapain sama Yosep aja takut begitu protes Zidan.


Tok...tok...tok....


Bung..bung..


Tok...tok....


Bung...bung....bunga...buka pintunya teriak Yosep.


Iy...iya tunggu bentar gue lagi pake celana ni saut Bunga dengan nada agak gugup.


Di puncak kebingungan mata Bunga tertuju pada kasur lalu ia tersenyum tangannya menunjuk ke arah kolong sambil memberi isyarat kepada Zidan.


Zidan mengangkat kedua tangan sambil berkata serius..!!


Sepuluh rius jawab bunga sambil mengangguk dan tersenyum .


Bunga kemudian menarik Zidan supaya mau masuk ke kolong.


Tok...tok..tok...


Bung lama amat... teriak Yosep !!


Tomas yang sedari tadi mencoba berbagai cara untuk menghalangi Yosep supaya tidak ke kamar Bunga kini hanya bisa berdiri di samping Yosep dengan harap-harap cemas.


Pak Tom kenapa muka anda terlihat begitu cemas..??


Aku hanya kawatir sama nona kenapa belom keluar juga takut kenapa napa ucap Tomas dengan gugup.


Mendengar jawaban dari Tomas Yosep hanya tersenyum tipis.


Mudah-mudahan nona menemukan tempat sembunyi yang aman ucap Tomas dalam batin.


Bunga membukak pintu kamarnya, lalu melangkah masuk di ikuti Yosep dan Tomas.


Apa pa an ini ucap Yosep sambil mengerenyitkan jidatnya melihat baju dan celana jeans berantakan di ranjang dan lantai.

__ADS_1


Perempuan macam apa begini gerutu Yosep sambil memungut baju dan celana jeans yang berantakan di lantai lalu merapikan.


Tomas yang melihat tingkah laku Yosep hanya tersenyum.


Sekaliyan sama yang di kasur ucap Bunga dengan nada manja andalannya.


Kalau udah gini mana mungkin kakak bisa nolak ucap Yosep sambil tersenyum.


Zidan yang bersembunyi di kolong mendengar Bunga memangil Yosep dengan sebutan kakak sangat kaget. Yang benar saja ngak salah denger ini...??


" Jakarta "


" Rumah sakit "


Keadaan Pak Hadi sudah membaik dokter sudah mengijinkan beliau pulang sore ini.


Anne dan Stiven datang menjenguk Pak Hadi.


Gimana keadaan om Han..?? tanya Stiven


Baik dokter bilang sudah boleh pulang nanti sore jawab Rehan singkat.


Syukurlah kalo gitu kita seneng dengernya saut Anne .


" Kediaman Adel "


Adel masuk ke kamar Stiven, Kak....Kak..panggil Adel kemudian mencari Stiven di kamar mandi dan teras.


Kemana ni orang main ngilang aja gerutu Adel sambil mencoba menghubungi Stiven.


Yang bener saja sekarang malah tidak aktif ponselnya..!!


Adel kemudian pergi mengendarai mobil dengan muka kesel.


" Apartemen Pak Kim "


" Kamar "


Pak Kim duduk di meja kerjanya menghubungi seseorang untuk mencari informasi keberadaan Zidan tanpa sepengetahuan Nugroho karena ia merasa ada yang Nugroho sembunyikan dari dirinya.


Apa pun yang kamu sembunyikan aku akan segera mengetahuinya ini hanya soal waktu saja ucap Pak Kim dengan nada sinis.


" Kediaman keluarga Pak Hendra "


Pak hendra duduk di meja kerja Bunga sambil memandangi bebarapa gaun yang terpajang di meniken .


Nugroho masuk ke ruang kerja Bunga, ada masalah apa bos menyuruh saya datang pagi-pagi begini ?


Cari pengacara yang berkompeten mempunyai sepak terjang yang bagus ucap pak hendra dengan nada datar.


Pe...Pengacara buat apa boss..??


Setibanya di Jakarta, Zidan akan menyerahkan diri ke pihak yang berwajib sudah dapat di pastikan Hadi pasti lepas tangan.


Mungkin dengan adanya Zidan masuk penjara, putri kesayangan ku akan segera pulang ucap Pak Hendra dengan penuh harapan.


Biyarka dulu Zidan di dalam penjara selama beberapa waktu.


Apa maksudmu membiarkan Zidan di dalam penjara ?


Saya juga tidak tau apa maksudnya saya hanya menjalankan perintah Nona.


Siapkan semua keperluan putriku dengan baik Nug.


Baik , kalo begitu saya permisi dulu boss.


Pak Hendra masih duduk di meja kerja Bunga sambil memandangi foto putri kesayangannya .


Dengan raut wajah bingung Nugroho melajukan mobilnya dengan sangat cepat, Nugroho menghentikan mobilnya di depan caffe.


Didalam caffe Riko telah menunggu kedatangannya.


Kenapa menyuruh ku kesini.!


Sudah ku pesankan caffe spesial untuk anda minuman selagi masih hangat,ucap Riko dengan nada dingin.


Terakhir kali kau memberi kopi saya langsung tak sadarkan diri racun apa yang kau masukkan kali ini..!!


Perkataan anda sungguh menyinggung perasaan saya , kali ini tak ada racun apapun hanya saja saya memerlukan sedikit bantuan dari anda.


" FX mode "


Anne duduk di sofa sambil berfikir keras sebenernya siapa dalang di balik kebakaran majalah yang sudah siap terbit ??


Siapapun orangnya yang berani membuat ku sampai rugi besar akan ku pastikan untuk membayar dengan harga yang mahal..!! gerutu Anne dalam batin.


" Kediaman keluarga Pak Hadi "


Pak Hadi memandangi foto Zidan yang terpajang tepat di dinding kamar, kenapa memajang foto sebesar lukisan di dalam kamar bahkan mukanya sangat jelek dasar anak bodoh ucap Pak Hadi sembari menitikkan air matanya .


Rehan masuk ke kamar Zidan,Yosep sedang menunggu papa di bawah ucap Rehan ke Pak Hadi.


Pak Hadi Yosep dan Rehan duduk di ruang tamu, gimana keadaan om..?? maaf saat om di rawat saya tidak bisa datang jengukin om.


Ngak papa Rehan bilang kalau dia menyuruh kamu pergi ke China buat cari supplier kain yang bagus,lagian sekarang keadaan saya sudah membaik ucap Pak Hadi.


Zidan masuk penjara ucap Yosep dengan nada datar.


Jegerrrr.........


Pak Hadi dan Rehan sangat terkejut mendengar ucapa Yosep bak di sambar petir di siang bolong .


*


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2