Dosa Masa Lalu

Dosa Masa Lalu
Episode 41


__ADS_3

...Orang Ketiga...


Mama Riana merasa sangat sedih melihat kondisi yang dialami putri satu-satunya, hanya Riana yang merupakan harta satu-satunya namun karena perbuatan pacarnya hingga membuat Riana kehilangan arah bahkan nyaris bunuh diri.


"Sepertinya banyak hal sudah yang dialami oleh Riana!!" Seru Iz


"Riana ikuti saya Astaghfirullahaladzim!!" Seru Ustadz Fadlan


"Janganlah kau menggurui diriku wahai manusia!!" Seru Riana dengan wajahnya yang pucat dan tatapan matanya yang kosong.


"Siapapun kau keluarlah dari jasad Riana!!" Seru Ustadz Fadlan


Kemudian beberapa kali Riana mencoba menerkam Ustadz Fadlan kemudian, Iz mencoba mengikat tangan dan kaki Riana.


Setelah beberapa jam Alhamdulillah, kemudian Riana sadarkan diri.


"Mama!!" Seru Riana


"Mama!!!" Seru Riana sembari menangis


"Riana anakku!!" Ujarnya


ooOoo


"Mama, apa yang terjadi??" Tanyanya


"Maafkan mama nak yang akhir-akhir ini tak memperdulikan dirimu!!" Jawab mama Riana


"Ini semua juga salah ku maafkan aku mama!!" Seru Riana sembari mencium tangan dan kaki mamanya


Lambat lain semua berubah, Riana mencoba mengubah penampilannya dengan mengenakan jilbab ditambah kini dia sering mengikuti ta'lim, kajian dan juga sering mengaji. Bersama Maryam sepupunya yang membantunya kembali ke jalan Allah SWT.


"Maryam apa kita jadi ngaji di Ustadz Fadlan?" Tanyanya


"Tentu saja!!" jawabnya


"Sepertinya kau sangat semangat sekali!!" Ujarnya


"Tentu saja!!" Seru Riana


Langit tahu segalanya, tentang rindu yang meraung minta makan. Tentang kepulan dusta dari sela-sela bibir, diantara dentuman musik keras dipojok ruangan, mengenai petikan rasa di gerbong yang berkarat.


Awan gelap tersenyum getir, sebongkah pamit menangis pilu, tatkala menghantam hati tak berdosa, begitu kelam, begitu banyak salah paham, nanti apalagi?.


Ku pandangi langit, serdadu di logika mulai meradang, menuntut agar bahagia di kembalikan. Dalam kericuhan yang amat mendalam, jalan mana yang akan dipilih, bertahan atau melepaskan?.

__ADS_1


Kalau saja aku mampu sudah aku kejar langkahmu agar kita berjalan berdampingan. Kalau saja aku mampu, sudah ku hiasi hari-hari mu dengan penuh senyuman. Kalau saja aku mampu, sudah ku pastikan aku pantas untuk kau sandingkan.


Kalau saja aku mampu, sudah aku balikkan waktu agar saat itu tak jadi mengenalmu. Kalau saja aku mampu, sudah ku arungi hariku tanpa harus memikirkan mu. Kalau saja aku mampu, sudah ku tarik jiwaku yang ingin berada di sebelah mu. Kalau saja aku mampu, sudah ku minta hatiku untuk berhenti merasakan mu.


"Jujur saja semenjak mengenal Ustadz Fadlan, membuat aku jatuh hati padanya, namun aku tak berani akh hanya menyimpan rasa padanya, meski sebenarnya aku tak berani berharap lebih padanya!!" Ujar Riana


"Riana?" Tanya Ustadz Fadlan kaget


"Assalamualaikum Ustadz!!" Seru Riana sembari mencium tangan Ustadz Fadlan


"Waalaikum salam!!" Jawab Ustadz Fadlan


Hal yang selalu membuat hati bimbang adalah ketika kamu memilih mencintai seseorang, tetapi tidak pernah memiliki keberanian lebih untuk mengungkapkannya. Perasaan itu seperti rasa sakit yang bertahun-tahun tidak menemukan obatnya, jika saja kamu berani mengatakannya mungkin kamu tidak terbunuh mati oleh perasaan mu sendiri. Memang, sebagai seseorang yang pertama kali jatuh cinta, perasaan takut itu selalu ada. Membuat hati mu bimbang tidak siang tidak malam selalu terbayang-bayang, bagi ku aku lebih suka mencintai dalam diam, sebab tak akan ku temukan kata katakutan dalam mencinta.


Ketika kau hancur dan dia telah pergi jangan tanyakan apakah dirimu belum cukup masalahnya, kau jauh lebih cukup dia saja yang tak sanggup.


Memiliki aku, aku ingin begitu bernilai di matamu, sampai nanti suatu saat bila kau tak memiliki yang apapun, kau masih tersenyum karena masih bisa memiliki aku.


Hingga akhirnya aku melihat sosok wanita bernama Aisyah...


"Aisyah!!" Seru Ustadz Fadlan


"Siapa dia??" Tanya Riana dalam benaknya.


Sepertinya tidak ada kata selain mencoba untuk tetap sabar dalam menghadapi semua hal yang telah terjadi, aku sadar mungkin aku yang terlalu egois untuk mengharapkan seseorang yang sebenarnya bukanlah milikku.


"Siapa wanita itu?" Tanya Riana dalam benaknya


"Kenalkan ini istri saya, namanya Aisyah!" Seru Ustadz Fadlan seraya memperkenalkan istrinya Kepada Riana.


"Hai, kenalin aku Aisyah!" Seru Aisyah sembari melemparkan senyuman ramahnya kepada Riana dan juga mengulurkan tangannya.


"Ah, aku Riana!" Ujar Riana sembari mengulurkan tangannya.


"Jadi kalian sudah menikah?" Tanya Riana ketus


"Ia, saya sudah menikah baru enam bulan yang lalu!" Jawab Ustadz Fadlan.


"Kenapa ya, Ustadz Fadlan sepertinya tak menghiraukan perasaan ku. Padahal aku..." Ujar Riana dalam benaknya.


"Ada apa?" Tanya Ustadz Fadlan kepada Riana


"Ah enggak apa-apa!" Jawab Riana


"Ywdh aku pergi dulu ya!" Seru Riana sembari pergi meninggalkan Ustadz Fadlan dan juga Aisyah di Masjid.

__ADS_1


"Kenapa kok buru-buru?" Tanya Aisyah kebingungan


"Ah, enggak kenapa-kenapa kok!" Jawab Riana


"Ywdh, assalamu'alaikum!" Ujarnya


"Waalaikum salam!" Jawab Aisyah dan Ustadz Fadlan


Ternyata ini yang namanya patah hati, baru pertama kali aku jatuh cinta dan sudah tiba-tiba sakit ditengah jalan. Aku tak tahu mengapa seolah-olah Tuhan mempermainkan perasaanku, sebenarnya sejak pertama kali aku mengenal Ustadz Fadlan aku mulai jatuh hati kepadanya.


Sikapnya yang ramah dan pembawaannya yang bijaksana membuat siapa saja terhanyut dan takjub dengan wibawanya. Jujur aku sangat mencintai dirinya dari awal pertama kali aku mengenalnya, aku tak tahu rasanya jantungku ini berdebar jika aku dekat dengannya tapi aku sadari aku bukanlah wanita yang sempurna untuk Ustadz Fadlan dan apalagi setelah aku tahu bahwa Ustadz Fadlan telah beristri.


"Kamu kenapa Rin (panggilan akrab Maryam untuk Riana) diem aja?" Tanya Maryam saudara sepupu Riana.


"Ah, enggak aku...enggak apa-apa kok!" Jawabnya sembari kemudian menghapus air matanya.


"Tapi jelas-jelas kamu...? Sebenarnya ada apa cerita dong sama aku!" Tanya Maryam


"Hm, sebenarnya aku lagi naksir sama seseorang!" Jawab Riana


"Ya ampun Riana, akhirnya kamu bisa membuka pintu hati kamu yang selama ini tertutup!" Seru Maryam.


"Ia, tapi sayangnya lelaki itu telah beristri" Ujar Riana


"Hmm, sebentar-sebentar kayaknya aku tahu maksud kamu Ustadz...!" Ujar Maryam


"Ia, Ustadz Fadlan" Jawab Riana


"Astaghfirullah, kamu gak tahu kalau Ustadz Fadlan sudah beristri?" Tanya Maryam


"Ia, aku sama sekali gak tahu Maryam" Jawab Riana polos


"Hmm" Ujar Maryam


"Tapi kenapa ya, jika aku dekat dengannya aku jadi deg-degan aku pikir itu perasaan cinta!" Seru Riana.


Dan kemudian Maryam memeluk Riana...


"Rin kamu bukan hanya sekedar sepupu aku tapi kamu lebih dari itu, aku hanya ingin melihat kamu bahagia" Ujar Maryam.


"Ia, tapi kenapa seolah-olah Tuhan tak berpihak kepada ku. Apa karena aku ..!!" Seru Riana dan kemudian Maryam memotong pembicaraan.


"Stop!!!" Seru Maryam sembari menitihkan air matanya.


ooOoo

__ADS_1


__ADS_2