Dosa Masa Lalu

Dosa Masa Lalu
Episode 44


__ADS_3

...Fitnah Lebih Kejam Dari Pada Pembunuhan...


"Maaf Ukhti, tapi ana tau ini dari warga kampung yang memergoki Ustadz Fadlan dan Riana melakukan hal yang tak senonoh! " Ujar Nur


"Ya Allah, Astaghfirullah!! " Ujar Aisyah sembari menangis


Kemudian dokter masuk ke ruangan tempat Aisyah di rawat.


"Selamat malam Ny. Aisyah!! " Serunya


"Malam Dok!!! " Ujar Aisyah sembari menutupi matanya yang sembab karena menangis


"Saya ingin memberikan ucapan selamat karena, anda sedang mengandung anak pertama.. Selamat ya Ny. Aisyah!! " Ujar Dokter sembari memberi selamat kepada Aisyah


"Ah, terimakasih Dok!! " Ujarnya


"Baiklah saya pergi dulu ya! " Ujar Dokter


"Ukhti, nampaknya...! " Ujar Nur belum sempat berbicara kemudian Aisyah berkata


"Ia, Nur aku tak tahu nampaknya aku merasa goyah di satu sisi aku tak percaya tapi di sisi lain aku juga telah mengandung anaknya Ustadz Fadlan, lalu aku bisa apa? " Ujar Aisyah sembari menangis


"Jangan menangis Ukhti, ana juga ikut sedih! " Ujar Nur


"Padahal harusnya Ukhti berbahagia dengan kedatangan bayi yang Ukhti kandung!! " Ujar Nur sembari memeluk Aisyah


Di dalam penjara Ustadz Fadlan hanya bertasbih dan kemudian Sholat.


"Hai anak muda!" Ujar seseorang di kejauhan di balik jeruji besi


"Siapa kau wahai orang tua? " Tanya Ustadz Fadlan


"Sedang apa kau? " Tanyanya


"Aku hendak mengerjakan Shalat! " Jawabnya


"Hah, apa Tuhan mu akan mengeluarkan mu dari penjara jika kau Shalat? " Tanya lelaki tua itu


"Aku yakin Allah akan selalu menolong ku! " Ujar Ustadz Fadlan dengan penuh ketenangan


"Nampaknya, kau bukan orang biasa anak muda! " Ujarnya


Lelaki tua itu berbicara sendiri layaknya orang yang sedang sakit jiwa.


Sembari melihat Ustadz Fadlan yang sedang Shalat dia hanya menertawakan Ustadz Fadlan.


Tetapi Ustadz Fadlan tak goyah, ia tetap menjalankan kewajibannya sebagai umat islam yaitu Shalat 5 waktu., meski dia harus ber tayamum.


"Ada apa dengan mu Riana? " Tanya Maryam


"Apa maksud pertanyaan mu? Aku tak mengerti?" Tanya Riana


"Apa aku tak salah dengar, tentang desas-desus orang kampung? " Tanya Maryam


Kemudian Riana diam seribu bahasa ia tak bergeming, sembari mengelus perutnya yang besar yang tengah hamil muda.


"Riana, sepertinya kamu melupakan sesuatu!" Seru Maryam


"Apa maksud kamu?" Tanya Riana bingung


"Melupakan apa?" Tanyanya

__ADS_1


"Ini!!" Ujarnya sambil memberikan sebuah kalung liontin yang tiba-tiba terjatuh di rumah kosong tempat Riana mengunci Ustadz Fadlan.


"Bukankah itu?" Dalam benak Riana


Kemudian Maryam pergi meninggalkan Riana...


"Maryam, tunggu. Aku bisa jelaskan!!" Seru Riana


"Aku sudah muak dengan cara mu Riana, dan aku tak habis fikir mengapa bisa kamu memfitnah Ustadz Fadlan yang menghamili kamu, padahal jelas-jelas itu anak hasil dari hubungan gelap mu dengan mantan pacarmu itu!!" Seru Maryam marah


GUBRAkkkKkkk


(Suara pintu)


"A... Apa ibu tak salah dengar?" Tanya ibu Riana


"Bu, maafin Riana Bu!!" Seru Riana


"Ibu tak menyangka kamu senekat itu Riana, dan kamu lihat apa yang sekarang terjadi Ustadz Fadlan di penjara... Dan istrinya tersiksa mendengar omongan warga kampung yang menjelek-jelekkan nama suaminya!" Ujar ibunya Riana


"Riana tak bermaksud seperti itu!" Serunya


"Ibu lihat, Riana sedang mengandung dan ini hasil kejahatan Riana sendiri bu...! Riana bingung bagaimana harus membesarkan anak ini sendirian..." Ujar Riana sembari menangis tersedu-sedu


"Riana, kamu tak sendiri ada aku saudari kamu sekaligus sahabat kamu yang akan selalu menjaga kamu Riana!" Ujar Maryam sembari memeluk Riana


Begitu pula ibu Riana yang tak henti-hentinya menangis melihat penderitaan Riana, yang hamil muda akibat hubungan gelapnya dengan mantan pacarnya.


"Riana, mengapa kamu sembunyikan kenyataan ini?" Tanya ibu Riana sembari menyeka air matanya.


"Bu, maafkan aku!" Serunya


"Ibu cuma takut nak, takut kehilangan kamu lagi. Setelah peristiwa yang lalu!" Seru ibu Riana


"Bu, Riana juga takut kehilangan ibu!" Ujar Riana


Tak mudah memilih antara dua hati, disatu sisi Riana merasa sosok Ustadz Fadlan yang sholeh dan tampan akan membawanya kepada jalan yang benar, namun dia keliru ia mudah jatuh hati pada seorang lelaki yang ternyata sudah memiliki istri.


Begitu pula dengan Aisyah yang berusaha sabar menghadapi semua cobaan cinta ini...


"UeKkkk!" Suara terdengar di dalam rumah Ustadz Fadlan


"Aisyah kamu kenapa?" Tanya Ustadz Fadlan


"Aku.. Sudah telat datang bulan.." Ujar Aisyah


"Apa mungkin kamu hamil Aisyah?" Tanya Ustadz Fadlan


"Hmmm.. " Ujarnya gumam


Saat di cek ternyata Aisyah tengah hamil...


Beberapa Bulan kemudian


Begitu cepat cinta meninggalkan kita, begitu pula sulit untuk memilih...


"Aisyah, maafkan aku!!" Ujar Ustadz Fadlan dalam benaknya


"Itu semua bukan salah mu Fadlan!" Ujar seseorang dikejauhan


Dibalik jeruji besi Ustadz Fadlan terkurung dan terpaksa diborgol tangannya...

__ADS_1


"Maafkan aku Fadlan, aku telah menuduh mu!!" Ujar Riana di balik kejauhan


"Ustadz Fadlan, anda sudah boleh keluar!!" Ujar pak polisi


"Kenapa saya di bebaskan?" Tanya Ustadz Fadlan


"Anda dibebaskan karena tuntutan tersebut telah dicabut!" Ujar polisi


Namun, setelah keluar dari penjara Ustadz Fadlan tak berani untuk pulang, dia takut Aisyah tak mau menerima dirinya lagi.


"Fadlan!" Seru Aisyah


"Apa itu kamu?" Tanya Aisyah


Saat itu Ustadz Fadlan keluar dan bebas dari penjara dengan wajah yang lusi dan baju yang kotor...


"Fadlan!" Seru Aisyah


"Apa kau tak merindukan anak mu?" Tanya Aisyah


"Anakku!" Jawab Fadlan


"Ia, ini... Ini anak kita!" Ujar Aisyah


Ternyata, Aisyah sudah melahirkan anak pertamanya...


"Anakku!" Ujar Ustadz Fadlan sembari menangis tersedu-sedu


"Apa ia sudah memiliki nama?" Tanya Ustadz Fadlan


"Aku, tak tahu.. Kamu kan ayahnya kamu ajah yang ngasih nama!" Ujar Aisyah


"Boleh aku gendong?" Tanya Fadlan


"Ia boleh!" Jawab Aisyah


"Karena kamu anak pertama ku, aku berharap kamu akan meneruskan perjuangan ku nak. Dan aku akan memberi nama kamu Muhammad Al-ghifari!" Seru Ustadz Fadlan sembari menangis dan memeluk serta mencium anaknya


"Alhamdulillah!" Ujar Aisyah


"Apa kamu tahu yang sebenarnya?" Tanya Ustadz Fadlan


"Kamu jangan takut suami ku, aku telah mengetahui semuanya... Tapi aku hanya manusia biasa, aku sadar bahwa mungkin kita bisa saja berpisah. Lalu kemudian Allah mempersatukan kita kembali dengan caranya yang tak kita duga!" Ujar Aisyah sembari menangis


Mendengar hal tersebut Ustadz Fadlan merasa bersyukur, karena telah memiliki bidadari Syurga seperti Aisyah. Ustadz Fadlan bukanlah lelaki yang kaya raya, namun Aisyah menerima pinangan Ustadz Fadlan.


Padahal Aisyah adalah anak orang kaya, Aisyah menerima segalanya dia percaya bahwa Ustadz Fadlan adalah lelaki yang tepat untuk menjadi imamnya.


Di lain sisi segala hal yang terjadi mereka berdua percaya bahwa itu adalah tanda bahwa Allah sedang menguji kesetiaan cinta mereka berdua, di saat Ustadz Fadlan di penjara Aisyah tak henti-hentinya berdo'a agar Ustadz Fadlan dibebaskan dari segala tuntutan.


"Terimakasih ya Allah!" Ujar Ustadz Fadlan sembari memeluk istri dan anaknya dengan erat


Disaat bersamaan Riana hanya melihat kebersamaan antara Ustadz Fadlan dan Aisyah bersama anaknya, sementara ia harus membesarkan anaknya seorang diri.


"Maafkan aku Fadlan, Aisyah!" Ujarnya dikejauhan


Lalu Riana pergi dengan janin di kandungannya yang semakin membesar, entahlah kemana langkahnya akan terus berjalan..


"Semua yang terjadi akan tetap terjadi, ini adalah takdir yang harus aku terima. Dan aku ikhlas Ya Allah!" Seru Riana dalam benaknya sembari mengelus perutnya yang semakin membesar.


...TAMAT...

__ADS_1


__ADS_2