
Cocok bagaimana Kim..??
Darah mereka sama masak gitu aja ngak tau harus di jelasin dulu . Lagian kamu ini pertanyaannya aneh-aneh aja wajarlah anak sama bapak mempunyai golongan darah yang sama .
Kamu yakin..?? Terus hasil tes DNA tersebut sekarang dimana tanya Nugroho dengan penasaran.Yakinlah..,kamu kok aneh-aneh aja nona memintaku untuk menyimpannya di tangan Stiven sampai waktu yang belum di tentukan ucap Kim dengan santai.
Nugroho terkejut mendengar jawaban dari Kim. Apa ngak salah dengar saya , yang benar saja ucap Nugroho dengan mata terbelalak .
Tauah gelap aku sendiri juga bingung dengan jalan pikir nona semakin lama semakin susah di pahami. Tapi tenag aja hasil tes DNA yang asli berada di tangan nona .
Jadi maksudmu hasil DNA yang ada di tangan Stiven sekarang cuma kopian saja..??
Kali ini Kim hanya menganggukkan kepalanya .
Lalu imbalan apa yang nona tawarkan ke Stiven ucap Nugroho dengan penasaran .
Uang kes 10 milyar plus 50 mas batangan jawab Kim dengan nada datar.
Mendengar jawaban yang keluar dari mulut Kim membuat Nugroho kaget bukan main bak di sambar petir di siang bolong.
Dapet duit dari mana segitu banyaknya, kalau emas masih masuk akal. Apa sebaiknya aku kasih tau Kim aja ya kalau golongan darah kakak nona tidak sama dengan tuan guman Nugroho dalam hati.
Menurut kamu kenapa nona rela mengeluarkan uang 10 milyar Nug..?? Nug...Nug teriak Kim.
Iya kenapa Kim jawab Nugroho dengan gugup. Ngelamunin apa'an sih ! Capek-capek saya ngomong panjang lebar ngak didengerin ngelamunin apa sih kamu Nug.?!
Ngak saya hanya capek saja, lebih baik kamu balik ke apartemen takutnya nanti nona butuh kamu. Em bener juga katamu Nug, terus ini gimana..? Udah ngak papa yang penting sekarang kamu jaga nona dengan baik untuk urusan yang lain biar saya yang urus.
Oke.....
Kalo gitu saya pulang dulu Nug.
Hati-hati Kim jatuh bangun sendiri ucap Nugroho sambil tertawa meledek.
*
*
*
*
Bosen juga tiap hari cuman tiduran doang sampai kapan coba gue harus tinggal disini hufff . Zidan kemudian keluar dari kamar, kemana lagi Riko kok ngak kelihatan batang hidungnya perasaan ini rumah juga ngak gede-gede amat. Riko masuk ke ruangan pribadinya di ruangan tersebut nampak lukisan wajah Bunga tertempel di setiap sudut bak museum yang tertata dengan rapi.
Ada beberapa foto dirinya dan Bunga saat mereka masih menjadi sepasang kekasih dulu.
Pandangan mata Riko terhenti saat ia melihat foto prewed dalam foto tersebut Bunga nampak sangat cantik nan anggun dalam balutan gaun berwarna ros gold rambutnya di sanggul bak putri kerajaan dengan senyum manis yang merekah di bibirnya.
Sungguh pasangan yang sangat serasi bukan.?? Lelaki didalam foto itu sangat tampan dan gagah sedangkan wanita itu begitu cantik nan anggun bak putri kerajaan ucap Zidan yang sudah berdiri tepat di samping Riko.
Riko sangat kaget mendengar ucapan Zidan .
Bagaimana kamu bisa menemukan ruangan ini ? Sejak kapan kamu disini ?
Hemmm..Zidan tersenyum tipis .
Bagaimana dan sejak kapan tidaklah penting.
Jika saja kamu tidak merenggut kesuciannya dan membuangnya begitu saja Bunga tidak akan hidup menderita seperti sekarang . . . !!
Aku akui semua perbuatan ku di masa lalu memang salah tapi satu hal yang harus kamu tau Dan..,aku sangat mencintai Bunga bahkan sampai saat ini . Dan tolong bantu saya supaya saya bisa kembali lagi bersama Bunga pinta Riko kepada Zidan dengan sungguh-sungguh .
Zidan merasa geram dengan ucapan Riko. Setelah kamu menikmati tubuhnya kamu membuangnya begitu saja bak sampah..!! Semua aset miliknya sudah kamu ambil bahkan hampir saja Bunga meregang nyawa akibat perbuatanmu ..!! Sekarang kamu bersikap seolah kamu adalah orang yang tersakiti karena di tinggal tunaganmu..!!
Dan sumpah bukan saya yang menembak Bunga mana mungkin saya ingin membunuh orang yang sangat saya cintai percaya sama saya Dan ucap Riko sambil memegang bahu Zidan. Zidan menepis tangan Riko dari bahunya, ku haramkan tangan kotor mu menyentuh ku !!
Dengarkan baik-baik akan ku pastikan kehancuran mu dengan tangan ku sendiri,setiap air mata yang Bunga teteskan kamu harus membayar dengan harga yang sangat mahal !! Persahabatan kita sampai disini, kedepannya kamu salah satu orang yang masuk dalam daftar hitam saya !! Zidan kemudian pergi meninggalkan Riko dengan raut wajah yang sangat marah.
*
*
*
*
Yosep keluar dari dalam kamar, ia melihat Kim sedang duduk di ruang tamu sembari asik memainkan ponselnya. Pak Kim Bunga dimana kok ngak kelihatan ? Ada di kamar jawab Kim singkat. Yosep masuk ke kamar Bunga ia mendapati Bunga masih tertidur pulas, astaga udah siang bolong begini masih aja tidur gerutu Yosep seraya membuka tirai jendela .
Ngapain si kak pake acara bukak korden segala silau tau ucap Bunga dengan nada manja. Bagus mager aja terus sampai sukses celetuk Yosep . Namun Bunga bukannya bangun ia justru menarik selimutnya kembali . Ini lagi bukannya bangun malah kerudung selimut begitu , buru bangun . Yosep geleng kepala melihat tingkah Bunga, ngak kebayang betapa pusingnya tiga pengawal itu ngadepin sikap kamu yang kaya gini .
Tok..tok..
Masuk saut Yosep.
Nug...ucap Bunga, kenapa kamu ada disini..?? Mana Kim..?? Lebih baik mas Yosep pergi saja tuan sudah menunggu di rumah, nona biar saya yang jaga . Baiklah... pastikan adikku ini makan dengan bener ucap Yosep sambil memencet hidung bunga.
Aissss,..... sakit .
Bunga mengambil bantal dan melemparkannya ke Yosep.
Wee ngak kena ucap Yosep sambil tersenyum.
Pak Nug titip ya ucap Yosep sambil berlalu pergi.
*
*
*
Siiittt....Kim sampai didepan rumah Bunga ia keluar dari dalam mobilnya kemudian bergegas masuk . Selang beberapa menit kemudian mobil Yosep sampai di depan rumah Bunga, ternyata dia lebih dulu sampai ucap Yosep yang melihat mobil Kim sudah terparkir .
Nampak Pak Hendra sedang berdiri di ruang keluarga sambil memandangi foto Bunga dengan menyiratkan senyum aneh di wajahnya.
Sebaiknya simpan senyum anda untuk nanti ucap Kim dengan nada datar.
Pak Hendra memalingkan mukanya ke arah Kim seraya berkata jangan terlalu serius, sesekali kamu perlu merilekskan wajahmu Kim.
Pa..ucap Yosep yang baru saja masuk ke ruang keluarga. Kenapa papa meminta kami datang ?? Papa ngak pertimbangkan dulu apa seberapa besar resikonya kalau Nugroho sampai curiga . Kamu tidak usah khawatir papa bilang ke Nugroho mau main golf, karena papa tau Nugroho paling tidak suka kalo di suruh nemenin main golf dengan begitu menjaga Bunga menjadi pilihan yang tepat buat Nugroho ucap Pak Hendra dengan nada datar.
Sep sudah kamu siapkan semuanya..??
Udah pa jawab Yosep singkat.
Kim kuncinya sama kamu kan tanya Pak Hendra. Kunci apa'an ucap Kim dengan terheran-heran. Lalu sebenernya apa yang tuan rencanakan,ucap Kim sambil mengangkat alisnya. Astaga kamu ini beneran tidak tau apa pura-pura ngak tau ucap Yosep sambil menggelengkan kepalanya.
Kunci villa Kim ,beneran kuncinya tidak ada sama kamu ucap Pak Hendra dengan kesal.
Kagak , tuan belum jawab pertanyaan saya tadi.
Didalam gudang villa itu Bunga menyimpan semua mas batangan miliknya, masak hal sepenting ini kamu tidak tau si Kim..!! kamu kan salah satu pengawal pribadinya ucap Yosep dengan nada kesal. Belakangan ini kan saya tinggal sama kamu kemana mana juga sama kamu. Beberapa hari terakhir ini kamu bikin ulah ingin liburan seminggu dan membuat saya tidak bisa ketemu sama nona ucap Kim dengan nada yang tak kalah kesalnya.
Bukannya mikir gimana caranya masuk tanpa kunci tanpa harus merusak pintu, ya kalo lewat jendela sudah tidak mungkin karena di tralis ini malah ribut bikin orang puyeng saja ucap pak Hendra dengan nada ketus.
*
*
*
Rehan terlihat sangat gelisah kerja tidak bisa fokus isi kepalanya kini dipenuhi dengan bayangan Yosep saat mengendong Bunga dan tangan Yosep yang melingkar di bahu Bunga .
Rehan mengepalkan tangannya,kamu bahkan tau dengan jelas kalau saya sangat menyukainya, kenapa kamu tega melakukan ini kepada saya guman Rehan dalam hatinya .
Tok..tok...tok..
Masuk sahut Rehan.
Anda memanggil saya pak Rehan?? Ada apa ya pak tanya sekertaris Rehan dengan sopan .
Batalkan semua miting hari ini .
Apa ..?? Tapi kenapa tiba-tiba pak..??
Kamu kerjakan saja apa yang saya suruh tidak usah banyak tanya ..!
Ba....baik pak, kalau begitu saya permisi dulu.
*
*
__ADS_1
*
Anne datang ke Kusuma group, mbak saya mau bertemu dengan pak Rehan ucap Anne ke resepsionis . Maaf dengan siapa..?? Apa sebelumnya anda sudah buat janji temu tanya resepsionis tersebut dengan sopan.
Belum , saya Anne dari FX mode .
Baiklah kalau begitu tunggu sebentar .
Halo pak ibu Anne ingin bertemu dengan anda .
Baiklah kalau begitu ucap sekertaris tersebut.
Ibu Anne silahkan masuk pak Rehan sudah menunggu anda di ruangannya.
Rehan duduk di meja kerjanya dengan raut wajah kesal, ngapain si pake acara kesini segala tu perempuan bikin pusing gerutu Rehan .
Anne masuk kedalam ruangan Rehan, gimana kabar kamu Han..?? Seperti yang kamu lihat aku cukup baik, saya yakin kamu kesini bukan untuk tanya kabar saya kan !? Anne tersenyum tipis mendengar ucapan Rehan . Sudah ku cabut tuntutan ku terhadap adikmu Zidan ucap Anne dengan nada datar.
Apa yang kamu inginkan..? Saya kenal dengan baik siapa kamu ucap Rehan dengan geram. Tak ada yang kenal baik denganku kecuali uang, saya rasa urusan saya di sini sudah selesai jadi saya permisi pak Rehan ucap Anne sambil menyiratkan senyum aneh di wajahnya.
Rehan bertanya tanya, apa maksud perkataan Anne barusan, apa mungkin ada orang yang memberi Anne uang tapi siapa orang itu.
Rehan mengambil kunci mobil lalu bergegas.
Tika sudah kamu batalkan semua miting hari ini kan tanya Rehan ke sekertarisnya.
Sudah pak jawab Tika dengan sopan.
Bagus ucap Rehan sambil berlalu.
*
*
*
" Restoran "
Tumben om ngajak lunch bareng..?? Apa yang om inginkan dari saya ucap Yosep dengan nada datar. Nampaknya cukup tanggap juga kamu, seberapa serius kamu dengan putri saya..?? Sejak kapan anda perduli dan mengijinkan saya dekat dengan putri anda..?! Owh apa mungkin si brengsek Riko sudah memberitahu anda kalau saya dan Bunga kakak beradik tapi beda ibu ? Karena Bunga sudah tidak tertarik lagi dengan Riko dan anda menginginkan apa yang menjadi milik Bunga sekarang makannya anda mencoba memanfaatkan hubungan ku dengan Alin ucap Yosep dengan nada datar.
Bukankah kita berdua tidak ada bedanya..?? Hubungan yang memiliki ikatan darah yang sama bisa saja renggang, apalagi hubungan yang hanya memiliki separoh ikatan darah saja ucap pak Sasongko dengan nada yang tak kalah datar.
*
*
*
Rehan sampai di depan pintu apartemen Yosep, no pin pintu pake di ganti segala, tangan pencet bel ampe pegel ngak ada makhluk yang keluar gerutu Rehan dengan kesal. Rehan kemudian menelepon Yosep .
Sementara itu di restoran Yosep masih tercengang mendengar ucapan dari pak Sasongko dering ponselnya menyadarkan Yosep dari ketercengangan'nya .
Iya kenapa Rey..?
Kenapa-kenapa buruan pulang saya didepan apartemen kamu sekarang..!!
I...iya..baik Han ucap Yosep dari balik ponselnya.
*
Udah bikin saya berdiri lama di depan pintu begini awas aja kalo nanti penjelasanya tidak masuk akal ucap Rehan sambil memasukkan ponselnya kedalam saku jas.
*
Sepertinya saya harus segera pergi ucap Yosep ke pak Sasongko .
Baiklah kalau begitu ucap pak Sasongko dengan nada datar.
*
*
*
Dari kejauhan Yosep ketawa geli melihat Rehan yang sedang mondar-mandir. Ngitungin apa Han dari tadi nguwer mulu kaya kitiran ledek Yosep. Lama amat si ..! Buru buka pintunya saya mau masuk,pegel ni kaki emang kamu pikir saya satpam rumahmu apa..?!
Baik Han ucap Yosep seraya tersenyum.
Ya maulah kalau di kasih,pake acara tanya lagi tingal bikin kan kelar ngak niat banget sih !
ya udah mau minum apa..??
Capuccino dingin jawab Rehan dengan kesal.
Selang beberapa menit kemudian Yosep keluar membawa dua cangkir es cappucino, ni minum dulu biar waras Han . Jadi maksud kamu saya dari tadi ngak waras gitu..! Yosep tertawa mendengar ucapan Rehan membuat Rehan penasaran dan bertanya-tanya .
Kamu kenapa Sep..?? Emang kamu pikir saya badut apa ..?? Sep kamu kenapa dari tadi ketawa mulu pasti ada alasannya kan .?
Ngak papa aneh aja biasanya loe gue ngomongnya sekarang saya kamu, loe sakit apa gimana Han ucap Yosep sambil tersenyum. Mulai sekarang jangan pake loe gue lagi ini perintah tegas Rehan.
Oke, ada apa kamu kesini Han tumben ngak ngabarin dulu ?
Ada hubungan apa kamu sama Bunga..??
Maksudnya gimana ya Han..??
Kemaren saya liat kamu keluar dari rumasakit paket acara gendong Bunga segala , tangan kamu juga ngapain pake acara ngerangkul-ngerangkul segala..?! Kamu kan tau kalau saya sangat mencintainya, kamu ini sahabat saya apa bukan main tikung aja !
Yosep tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Rehan. Saya butuh penjelasan Sep bukan mau dengerin ketawa kamu saya kesini.
Abis lucu aja liat ekspresi wajah orang yang lagi cemburu akut, Bunga itu adik saya Han.
Maksudnya gimana..??
Iya saya dan Bunga satu ayah namun beda ibu jelas Yosep.
Serius kamu Sep ?? Terus ngapain kemaren kalian di rumasakit ?? Saya liat tangan Bunga juga diperban Bunga kenapa ??
Elah nanya satu-satu napa..,saya jadi ngerasa lagi di interogasi karena ketahuan jalan sama istri orang. Entahlah Han saya sendiri juga tidak tau kejadiannya seperti apa , pas saya pulang tau-tau Bunga sudah pingsan di sofa dengan tangan berlumuran darah .
Terus gimana sekarang keadaan Bunga ?? Sep ayo ke rumah Bunga saya ingin tau gimana keadaannya sekarang ucap Rehan dengan cemas.
Bunga baik-baik saja dan sekarang dia tinggal di sini jadi kamu ngak usah repot-repot kerumahnya kalo mau ketemu sama dia .Tunggu aja sampai Bunga pulang dia lagi pergi sama pak Nugroho.
*
*
*
Seharian Bunga dan Nugroho bermain di Duvan mereka naik semua wahana permainan yang ada di sana. Melihat senyum sumringah di wajah Bunga membuat Nugroho sangat bahagia. Entah kapan terakhir kali saya melihat nona tersenyum begitu lepas seolah tak ada beban yang jelas sudah sangat lama.
Ya Allah terimakasih untuk hari ini saya bisa melihat nona kembali tersenyum ceria seperti dulu lagi meskipun hanya sebentar tapi setidaknya ini adalah senyum yang nyata tidak seperti biasanya guman Nugroho dalam hati.
Bianglala udah,kora-kora udah ,kicir-kicir udah, hysteria udah ontang-anting udah, halilintar udah, perosotan air udah, arung jeram juga udah..,semua wahana yang menantang perasaan udah saya naiki tapi kok kaya ada yang kurang tapi apa ya ucap Bunga sambil berpikir.
Nugroho yang mendengar ucapan Bunga geleng-geleng kepala, gawat ini kalo sampai inget masih belom naik tornado bisa-bisa jadi kambing guling dadakan ni saya, ah nggak beres ini harus cari jalan muter ni jangan sampai nona tau di depan sana ada tornado guman Nugroho dalam hatinya.
Nug..
Iya kenapa nona..??
Kok kaya ada yang kurang ya ?? Tapi apa gitu ?
Ah kayaknya kita sudah naik semua wahana mungkin perasaan nona aja kali .
Enggak deh kayaknya masih ada yang kurang itu lo Nug yang kita duduk pake sabuk pengaman terus muter-muter gitu, tapi apa ya namanya saya lupa-lupa ingat ucap Bunga sambil berusaha mengingat.
Tornado saut Stiven yang berdiri tak jauh dari tempat Bunga dan Nugroho . Nah iya itu bener tornado ucap Bunga dengan girang. Aduh ini ngapain Stiven bilang tornado lagi udah dari tadi saya pura-pura tidak tau ngalamat jadi kambing guling deh apes banget ni nasip ucap Nugroho lirih.
Ngomong apa kamu barusan Nug..??
Enggak nona itu tadi ada kambing lewat jawab Nugroho sekenanya aja.
Us.... tunggu kenapa kamu bisa berada disini tanya Nugroho kepada Stiven.
Bukankah ini tempat umum yang artinya siapapun bisa datang kapanpun mereka mau jawab Stiven dengan nada datar.
Udah sih ngak usah pada ribut .
Stiv kamu tau dimana wahana tornadonya kan .?? Iya saya tau Bung jawab Stiven.
__ADS_1
Yaudah tunggu apa lagi ayo kita kesana, Nug ayo jalan ngapain kamu masih bengong aja ucap Bunga dengan raut wajah bahagia.
Ngebayangin aja rasanya udah horor apa lagi naik tornado ngak peka deh tapi ngebiyarin nona naik tornado sendirian bencana . Eh sebenarnya ngak sendiri juga ada Stiven tapi ngak tenang juga rasanya ya udahlah mau gimana lagi di saat kaya gini salah satu dari dua mahluk itu juga tidak ada yang ikut nasip bener dah hari ini gerutu Nugroho .
Bunga nampak sangat senang saat naik tornado, berbanding terbalik dengan Nugroho yang justru hanya bisa pasrah dan memejamkan matanya karena ketakutan seraya membaca mantra dalam hatinya aduh semua isi perut rasanya mau keluar semua, pala puyeng jadi kambing guling begini mantra-mantra itu ia rapalkan berkali-kali dalam hatinya. Bunga yang melihat mata Nugroho masih terpejam ,tangannya masih berpegangan erat dengan mulut komat-kamit bak dukun yang sedang membaca mantra malah tertawa terbahak-bahak. Nug mau sampai kapan komat-kamit begitu ..? Buruan turun ucap Bunga . Udah berhenti ya ucap Nugroho dengan salah tingkah. Udah dari tadi kali..,lagian ngapain pake merem sambil baca mantra segala si kamu tanya Bunga . Yah sayakan takut naik tornado, jawab Nugroho dengan menahan rasa malunya.
Sebelum pulang bagaimana kalau kita cari makan dulu di deket sini ada restoran sup iga dan iga bakarnya sangat enak.
Yang paling penting ada teh anget juga di sana bisa untuk menghangatkan perut pak Nugroho ucap Stiven.
Gimana Nug tanya Bunga ke Nugroho.
Saya ngikut aja deh gimana baiknya jawab Nugroho .
*
*
*
" Kediaman keluarga Bunga "
Pak Hendra masuk ke kamar Bunga, ia membuka laci meja dan lemari yang ada di kamar Bunga satu persatu namun ia tak menemukan apa yang ia cari, sebenarnya dimana Bunga menyimpannya masak ngak ada disini ucap pak Hendra dengan kesal.
Apa yang tidak bisa anda temukan disini tanya kim dengan nada tajam. Kamu Kim ngagetin orang aja saya pikir siapa ucap pak Hendra sambil menghela nafas . Anda belom menjawab pertanyaan saya barusan ucap Kim dengan penasaran. Owh....saya sedang mencari kunci villa itu Kim , sudah saya cari di laci dan lemarinya tapi masih belum ketemu kamu liat sendiri saya keluarkan semua isi laci dan lemari tapi masih juga ngak ada ucap pak Hendra dengan kesal.
Kim terdiam sejenak mendengar ucapan pak Hendra. Saya penasaran sebenarnya apa isi dalam villa itu sampai anda harus mencari kunci villa tersebut diam-diam begini. Padahal tuan bisa dengan mudah meminta kuncinya sama nona kan..?? Nona juga pasti ngasih itu kunci kalau tuan minta ucap Kim sambil menaikkan alisnya . Di dalam villa itu ada satu gudang yang di dalamnya terdapat....
Kok diam si tuan..??Terdapat apa tuan kok ngak diterusin..? Kita memang punya kesepakatan Kim tapi entah kenapa untuk kali ini saya merasa ngak bisa percaya sama kamu ucap pak Hendra dalam hatinya.
Tuan..Tuan..Tuan...
I...Iya kenapa Kim jawab pak Hendra dengan gugup. Di gudang villa itu terdapat apa tuan ??
Nga..ngak papa..kamu beresin semuanya jangan sampai ada yang ketinggalan,saya mau bikin teh dulu ucap pak Hendra dengan gugup.
Aneh banget sikap tuan hari ini, tadi nyuruh saya dan Yosep kesini dan sekarang main pergi aja.Tunggu kayaknya ada sesuatu yang telah saya lewatkan tapi apa..??Tadi mau ke villa secara diam-diam dan sekarang cari kuncinya juga diam-diam ada yang ngak beres ini kayaknya .
*
*
*
Rehan terlihat gelisah beberapa kali ia melihat jam di tangannya .Udah si Han tungguin aja pasti pulang kesini Bunga, tenang aja dia ngak bakal kabur.Tapi mereka kemana ya Sep kok dah malam gini belom pulang..??
Udah ngak usah cemas gitu, mending kamu mandi dulu biyar ngak kucel gitu Han .
Lah kamu mau kemana Sep main pergi aja..??
kamar ambil hp mau telpon Bunga suruh cepet pulang, sepet mata ku ngeliatin kamu udah kaya kitiran aja mondar-mandir mulu bikin pusing aja..! Untung aja sohib terbaik coba kalo bukan udah saya telen dari tadi bikin orang kesel aja..!
*
*
*
Bunga Nugroho dan Stiven mereka makan malam di salah satu restoran yang terletak di tepi pantai di temani deburan ombak dan hembusan angin malam yang tidak terlalu dingin di tambah lagi teragnya cahaya bulan pada malam itu membuat suasana menjadi lebih indah . Ternyata cukup seru juga makan malam sambil dengerin suara ombak di tambah angin malam yang semilir ucap Bunga.
Jangan bilang makan malam dengan suasana begini baru pertama kali buat kamu ucap Stiven sambil tersenyum.
Bunga hanya tersenyum manis mendengar ucapan Stiven. Nona saya permisi ke toilet dulu perut saya mules banget ucap Nugroho.
Iya Nug jawab Bunga singkat.
Gimana enak ngak sup iganya...??
Enak banget Stiv apa lagi iga bakarnya .
Bung tangan kamu kenapa ..??
Ngak papa kok ini hanya luka kecil .
Tanpa pikir panjang Stiven menyobek lengan bajunya kemudian Stiven meraih tangan Bunga. Bunga terkejut dengan tingkah Stiven.
Mau ngapain ..??
Mau liat tangan kamu sebentar.
Ngak papa gimana..?? Kalau cuman luka kecil ngak mungkin di perban tapi masih keluar darahnya . Sekali lagi Bunga terkejut mendengar ucapan Stiven .
Nugroho keluar dari toilet huh...rasanya lega sekali ini perut saat ia hendak melangkah keluar ponselnya bergetar.
Yosep ucap Nugroho sambil memandang layar ponselnya.
Iya kenap Sep ..??
Mana Bunga ..?? Kenapa sudah malam begini belum pulang kamu bawa adikku kemana ??
Cepetan pulang ..!! Nug Kenapa kamu diam saja tidak menjawab pertanyaan saya ucap Yosep dari balik telpon.
Nona lagi makan malam nanti kalau sudah selesai juga pulang jawab Nugroho dengan kesal .
Tut...Tut...Tut...
Halo..Nug..Nug.. Nugroho
Kebiasaan banget main matiin aja sayakan belom selesai bicara ucap Yosep dengan nada kesal.
Stiven membuka perban di telapak tangan Bunga dengan pelan,nampak jelas dari telapak tangan Bunga masih mengeluarkan darah .
Nona kenapa tanya Nugroho dengan panik.
Pak Nug bisa tolong minta air putih sama es batu. Nugroho segera bergegas ke belakang ia menemui salah satu pelayan untuk meminta air putih dan es batu.
Diam-diam Stiven memperhatikan muka Bunga yang memerah bak tomat karena ia sedang menahan rasa sakit, rasanya saya pernah melihat exspresi raut wajah seperti ini tapi kapan dan di mana guman Stiven dalam hatinya .
Tak berapa lama kemudian Nugroho datang membawa air putih dan es batu.
Stiven kemudian mengompres telapak tangan Bunga dengan lengan baju miliknya yang telah ia sobek tadi. Sesekali Stiven melihat wajah Bunga..,lagi kali ini ngak mungkin salah liat raut wajah merah tomat ia bener merah tomat guman Stiven dalam hatinya. Pasti rasanya sakit dan perih sampai-sampai raut wajah nona memerah begitu tapi tumben sekali nona tidak berteriak seperti biasanya guman Nugroho dalam hatinya.
Stiven kemudian menyobek lengan baju miliknya yang satu lagi kemudian membalut telapak tangan Bunga yang sudah ia kompres.
Bunga tercengang melihat tingkah Stiven.
Mau sampai kapan ngeliatin'nya ?? Atau ada lagi yang mau di perban ucap Stiven sambil tersenyum. Mendengar ucapan Stiven membuat Bunga menjadi sedikit salah tingkah.
Nugroho melepas jas yang ia kenakan, kamu bisa pakai ini ucap Nugroho sambil memberikan jasnya kepada Stiven.
Terimakasih ucap Stiven sambil memakai jas tersebut .
*
*
*
" Apartemen Yosep"
Nampak Yosep dan Rehan yang sangat cemas menungu Bunga pulang. Sebenernya kemana mereka berdua pergi udah malam gini belom pulang , ngak Bunga ngak Nugroho di telfon ngak ada yang ngangkat gerutu Yosep dengan kesal.
*
*
Adel duduk di ruang tamu beberapa kali ia melirik jam tangannya ,sebenernya kak Stiven pergi kemana kok udah malam gini belom pulang di telfon juga ngak diangkat bikin orang khawatir aja.
Stiven masuk kedalam rumah ia melihat Adel tertidur di sofa, Del Del bangun Del ucap Stiven sambil menepuk bahu Adel .
Emhhh.... kak Stiv dari mana aja ?? kenapa baru pulang..?? Besok aja ceritanya sekarang udah larut malam kakak capek mau istirahat, kamu juga masuk ke kamar tidur .
Iya kak, selamat malam kak ucap Adel sambil berjalan menuju kamar .
Malam mimpi indahya .
*
*
*
__ADS_1