
...Anak Yatim...
"AYaHhhhhhhh!!!" Seru ibu Riana sembari menangisi kepergian suami yang paling ia cintai.
Saat itu, ibu Riana pingsan dan tak sadarkan diri. Dia hanya bisa memandangi makam suami yang paling ia cintai, dia tak habis fikir dengan kejadian malam itu. Padahal dia sudah tidur di samping suaminya, tetapi ternyata itu bukan suaminya.
"Suamiku!!!" Seru ibunya Riana tak henti-hentinya menangisi kepergian suaminya
Sementara itu, dia juga harus berjuang menghidupi Riana seorang diri.
Ibu Riana hanyalah seorang kuli cuci di rumah orang kaya, dia bekerja dari pagi hingga sore hari untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Dan sementara itu Riana juga yang merupakan anak yatim kini harus menerima takdir hidupnya, yaitu hidup tanpa seorang ayah.
ooOoo
"Ayah!" Panggil Riana
Hei Riana kamu ngapain nak?" Tanya ibunya Riana
"Owh enggak tadi aku ngeliat ayah!" Jawab Riana polos
"Apaan sih?" Tanya ibunya
"Itu tadi ayah ada di situ!" Serunya sembari menunjuk ke jalanan
"Apaan sih Riana, sudah yuk kita pulang!" Seru ibunya Riana yang tidak henti-hentinya memeluk Riana yang merupakan harta satu-satunya bagi dirinya.
Teeet… teeeeet… teeeeeet… Waktu menunjukkan jam 14.00 WIB tapi hujan masih saja belum teduh. Aku menunggu. Teman-temanku sudah mulai pulang, ada yang dijemput ada yang langsung pulang karena mereka mereka semua anak orang kaya, ada yang dijemput dengan motor dan ada juga yang dijemput di mobil. Aku hanya duduk terdiam melihat mereka semua yang di jemput oleh ayahnya sementara aku hanya sendirian berjalan sembari menunggu hujan reda.
"Riana kamu gak pulang?" Tanya teman sekelasnya
"Aku nunggu hujan reda!" Jawabnya
"Lalu apa ayah kamu... Eh.. maaf!" Ujarnya sebelum ia teringat kalau Riana sudah tak punya ayah.
"Ia gak apa-apa!" Jawab Riana
"Ywdh aku pulang duluan ya!" Ujar seorang teman sekelas Riana yang sama-sama baru duduk di bangku SMP.
__ADS_1
Jika mengingat peristiwa itu Riana selalu saja menangis, dia termenung dan hanya melihat orang-orang yang masih mempunyai ayah sementara ia tak punya.
"Andai saja ayahku masih hidup!" Ujarnya dalam benaknya.
Malam sudah larut, suara gemuruh hujan samar-samar mulai terdengar dari arah selatan. Langit diluar sana mungkin sudah sangat gelap dan mengerikan, dengan hati yang begetar aku bersembunyi di balik tanganku.
Sudah setahun semenjak kepergian ayah Riana, namun tingkah polah Riana masih saja seolah-olah ayahnya masih ada padahal sebenarnya dia hanyalah anak yatim yang di tinggalkan ayahnya.
Riana Marwah meski dia kini hanya tinggal bersama ibunya, namun dia mencoba tetap berusaha berjuang keras demi sang ibunya.
Meski dia hanya tinggal mengontrak karena ibunya terpaksa harus menjual rumah satu-satunya milik ayahnya untuk biaya sekolah Riana, karena saat itu Riana bersikukuh untuk tetap melanjutkan kuliahnya padahal sang ibu sudah melarangnya. Tetapi itulah Riana dia sosok gadis yang tangguh dan pekerja keras dia selalu berusaha untuk mendapatkan apa yang ia inginkan.
Hingga akhirnya dia bisa berkuliah dan mendapatkan pekerjaan di sebuah kantor finance di bilangan Jakarta Timur. Gaji yang ia dapatkan juga terbilang sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari ia dan juga ibunya, kini ibunya Riana tak lagi bekerja sebagai seorang kuli cuci karena Riana sudah mampu membiayai kebutuhannya dan juga ibunya sehari-hari hingga ia akhirnya bisa berkuliah di salah satu fakultas ternama di Jakarta Timur.
Dan disitu ia bertemu dengan seorang pria bernama Gusti Anugerah yang akhirnya menjadi pacarnya.
"Kenapa sih kamu gak pernah ngajak aku ke rumah kamu?" Tanya Riana
"A..aku cuma lagi males ajah!" Jawabnya tenang
"Males, kayaknya itu bukan jawaban deh!" Ujar Riana sedih
Hubungan percintaan antara Gusti dengan Riana selalu membuat teman-teman satu kuliah mereka merasa jealous dan iri karena mereka berdua benar-benar best couple, mereka selalu terlihat romantis dan juga harmonis jauh dari gonjang-ganjing dan juga gosip-gosip murahan.
Meskipun sebenarnya tak ada kejelasan status dari Gusti yang sebenarnya merupakan orang non Islam, sementara itu Riana merasa tak sungkan bila berpacaran dan juga menjalin cinta dengan Gusti yang sebenarnya merupakan cowok playboy.
"Riana!" Panggil seorang perempuan dari balik jendela
Ternyata dia Maryam, Maryam adalah sepupu Riana yang selalu ada untuk Riana, Maryam ini adalah tempat curhatnya Riana dia itu umurnya hanya beda 2 Tahun dari Rania, tapi tampangnya yang imut membuat Maryam seperti sebaya dengan Rania.
Penampilan Maryam kini sangatlah berbeda dari yang dulu, ia sangat alim dengan hijab syar'i yang ia kenakan ditambah dia sangat bijaksana. Dia sebenarnya hanya berusaha untuk menasehati Riana tetapi Riana tak menghiraukannya.
"Siapa sih?" Ujar Riana sembari mencari asal suara itu (celingak-celinguk sembari nengok kanan kiri)
Ternyata asal suaranya dari luar.
"Siapa itu?" Panggilnya lagi
__ADS_1
Dan kemudian...
"Hai!" Ujarnya
"Siapa kamu?" Tanyanya kaget
"Aku Maryam!" Jawab Maryam yang kini menutup aurat dan mengenakan hijab
"Maryam? Kok kamu beda banget?" Tanyanya
"Ia, aku sekarang pake hijab!" Jawab Maryam sembari memegang tangan Riana.
"Aku kira kamu orang Arab yang sedang nyasar di perpus!" Ujar Riana sembari mencoba melepaskan tangan Maryam.
Dia menutupi kedua wajahnya dengan tangan, berusaha menepis sinar matahari yang menerangi wajahnya. Sejujurnya dia paling tidak suka dengan cuaca panas seekstrim ini, selain membuat dia menjadi kegerahan apalagi dengan jilbab yang ia kenakan membuat keringat bercucuran di wajahnya.
"Hmm, kok dia ketus gitu!" Ujar Maryam dalam benaknya, dia tak habis fikir dengan sikap Riana yang mengacuhkan dirinya padahal dia buru-buru ke perpus karena melihat ada Riana saudarinya.
"Udah kamu mau ngapain?" Tanya Riana ketus
"Enggak aku pengen deket aja sama kamu" jawab Maryam
"Owh kirain ada apa!" Jawab Riana sembari memegang buku yang hendak ia baca.
Kemudian tiba-tiba Gusti datang dari kejauhan menghampiri dirinya dan juga sepupunya.
"Hei siapa dia?" Tanya Gusti
"Hmm, dia ... Dia temen aku!" Jawabnya sinis
"Sepertinya kedatanganku tak di hiraukan oleh Riana, dari pada aku jadi orang ketiga lebih baik aku pergi ajah!" Ujar Maryam dalam benaknya.
"Ywdh kalian lanjutin aja ngobrolnya aku pergi dulu!" Seru Maryam, seraya malu karena kedatangannya malah tak dihiraukan oleh Riana sepupunya. Dia malah sibuk dengan pacarnya.
Sementara di kejauhan dia hanya melihat Riana yang sedang berduaan dengan cowok yang ia tak kenal itu.
"Siapa cowok itu ya? Kok Riana akrab banget sama dia? Apa dia cowoknya Riana?" Tanyanya dalam benaknya sembari kemudian pergi meninggalkan Riana bersama cowok tersebut.
__ADS_1
Bau semerbak dari parfumnya yang sangat kusukai dulu sekarang tak ada lagi. Ia sudah berubah. Bukan hanya sikap dan penampilannya, merk parfumnya pun sudah berubah. Entah apa dan siapa? Memang semuanya telah berubah teramat cepat.
ooOoo