Dosa Masa Lalu

Dosa Masa Lalu
Episode 35


__ADS_3

...Mengapa Harus Menutup Diri?...


Menjadi apa adanya tanpa topeng dan basa basi tidak selalu membuat kita banyak teman. Tapi sekali kita mendapatkannya, maka itu kabar gembira. Hanya sahabat sejati yang selalu memahami kita apa adanya. Mereka berbicara kurang berkali-kali, protes sana sini. Benahi yang bukan urusannya, lupa tugas yang utama yaitu urus urusan mu sendiri.


Nampaknya, sikap tertutup Ustadz Fadlan terkadang membuat Pak Haji Komar ingin mengetahui siapa Ustadz Fadlan yang sebenarnya, tetapi lagi-lagi setiap perbuatan yang dilakukan Pak Haji Komar selalu saja menjadi bulan-bulanan warga. Dan sementara itu Aisyah malah semakin dekat dengan Ustadz Fadlan, lalu bagaimana dengan rencana perjodohan Aisyah?.


"Ustadz itu lagi?" Ujar Pak Haji Komar


"Nampaknya kau sangat membencinya?" Tanya Khadijah istri ke dua Pak Haji Komar


"Entah kenapa aku ingin sekali menjodohkan anak ku dengan lelaki yang kaya raya!" Serunya


"Kenapa dia melakukan itu, padahal Aisyah anak kandungnya!" Ujar Khadijah dalam benaknya


ooOoo


"Kenapa kau diam saja?" Tanyanya


"Ah!!" Serunya


"Cepat ambilkan aku kopi!!" Seru Haji Komar


"Baiklah!!" Jawabnya


Kemudian Khadijah ke dapur untuk membuat kan suaminya kopi.


"Aku tak habis pikir dengan Haji Komar kenapa dia seperti itu terhadap anak kandungnya sendiri, padahal sebenarnya Aisyah sangat baik dan sholehah" Ujarnya


Kemudian..


"Khadijah!! Kenapa lama sekali!!!" Seru Haji Komar


"Ah, Maafkan aku !!! Ini kopinya!!" Ujar Khadijah


"Ah!! Panas!!" Ujar Haji Komar


"Lidah ku terbakar!! Apa kau sengaja melakukan itu!!" Serunya


"Ah, aku..!!!" Serunya


"Dasar istri tak tahu diri!!" Seru Haji Komar

__ADS_1


"Maafkan aku suamiku!!" Ujarnya


Seperti yang diketahui Haji Komar sangat arogan dan juga galak, dia tempramental dengan mudahnya ia menjatuhkan tangannya ke Khadijah istrinya. Padahal Khadijah sudah sangat setia dan baik pada Haji Komar tetapi perlakuan Haji Komar sungguh diluar dugaan. Dia tak henti-hentinya memukul istrinya sendiri, dan sementara itu...


"A!!! Maafkan aku!!" Seru Khadijah sembari menangis


Aisyah yang mendengar lantas mencoba menolong Khadijah, tetapi...


"Ayah hentikan!!" Seru Aisyah


"Apa yang kamu lakukan? Pergi dari sini!! Masuk ke kamar mu!!" Seru Haji Komar


Tentu saja, Aisyah tak berani untuk melawan ayahnya. Dan Khadijah terlihat memar dan wajahnya memerah seperti habis di pukuli, naas memang perbuatan Haji Komar dia seenaknya saja memukul istrinya sendiri.


"Aku pernah berharap begitu kuat, mencintai dengan begitu hebat. Lalu kemudian luka sedikit, hatiku pecah".


Pernahkah kamu mengalami apa yang ditulis dikalimat diatas? Jatuh cinta yang begitu hebatnya kepada seseorang, kamu serahkan segala angan-angan tentang kebaikan ditangannya. Kamu cintai dia dengan begitu benar, begitu baik dan begitu tulus.


Lalu sebuah luka kecil menyentilmu dan kemudian hatimu "pecah". Isinya tumpah, butir-butirnya yang bak pasir jatuh berserakan. Beberapa berhasil kamu kumpulkan, tetapi sebagiannya lagi hilang tak terselamatkan.


Dimatikan perlahan, berkembang dan bertahan sampai tiba waktunya, datang lelah dan marah sengaja ia matikan perlahan. Kita sedang bicara tentang rasa, rasa yang sengaja dimatikan secara perlahan.


"Maafkan aku ibu Khadijah aku tak bisa menolong dirimu!!" Seru Aisyah dalam benaknya sembari menangisi penderitaan Khadijah ibu tirinya.


Awan gelap tersenyum getir, sebongkah pamit menangis pilu, tatkala menghantam hati tak berdosa, begitu kelam, begitu banyak salah paham, nanti apalagi?.


Ku pandangi langit, serdadu di logika mulai meradang, menuntut agar bahagia di kembalikan. Dalam kericuhan yang amat mendalam, jalan mana yang akan dipilih, bertahan atau melepaskan?.


Kalau saja aku mampu sudah aku kejar langkahmu agar kita berjalan berdampingan. Kalau saja aku mampu, sudah ku hiasi hari-hari mu dengan penuh senyuman. Kalau saja aku mampu, sudah ku pastikan aku pantas untuk kau sandingkan.


Kalau saja aku mampu, sudah aku balikkan waktu agar saat itu tak jadi mengenalmu. Kalau saja aku mampu, sudah ku arungi hariku tanpa harus memikirkan mu. Kalau saja aku mampu, sudah ku tarik jiwaku yang ingin berada di sebelah mu. Kalau saja aku mampu, sudah ku minta hatiku untuk berhenti merasakan mu.


Ada dua hal yang begitu setia menjadi pendamping dalam hidup, perkenalkan dia bernama tawa dan air mata. Kita tidak akan pernah tahu keadaan seperti apa yang akan kita tempuh dalam hari-hari kedepan. Kita juga tidak akan pernah tahu pertemuan seperti apa yang akan membuat kita bahagia atau malah sebaliknya.


"Usir dia dari pesantren ini!!" Seru seorang lelaki dengan suara lantangnya


"Tenang semuanya, tenang!!" Serunya


Dahulu Ustadz Fadlan saat berada di Pesantren ia pernah dituduh mencuri uang milik salah satu teman sekamarnya.


"Tidak pak kiyai saya tak melakukan itu!!" Ujar Fadlan yang saat itu masih sangat muda usianya masih 19 tahun kala itu.

__ADS_1


"Apa benar ini bukan milikmu, Azmi?" Tanya Pak kiyai


"Ya betul itu dompet saya!!" Jawabnya


"Astaghfirullahaladzim, bisa-bisanya kamu melakukan itu kepada saya Azmi saya gak habis pikir!!" Serunya


Dan sementara itu, ternyata Azmi sebenarnya tidak menyukai keberadaan Fadlan maka dari itu dia sengaja membuat berita bohong agar Fadlan di usir dari Pesantren.


Tapi nyatanya, beberapa bulan kemudian sejak Fadlan masuk bui, dia akhirnya dibebaskan...


"Siapa yang membebaskan saya Pak?" Tanya Fadlan


Ternyata Pak kiyai datang menolong Fadlan...


"Assalamualaikum Pak Kiyai!!" Seru Fadlan sembari mencium tangan Pak Kiyai


"Waalaikum salam Fadlan, maafkan kami semua yang ada di pesantren Fadlan karena telah menuduh mu padahal kau tak berbuat demikian!!" Seru Pak kiyai


"Lalu siapa Pak kyai?" Tanyanya


"Azmi?" Panggil Fadlan


"Maafkan saya Fadlan!!" Serunya


"Pak kiyai kenapa Azmi???" Tanyanya


Saat itu Azmi di masukan ke dalam penjara karena dituduh sudah melakukan pencurian di pesantren.


"Maafkan saya Fadlan saya sungguh, baru mengetahui kekejaman Azmi kepada dirimu hingga selama tiga tahun lebih kamu mendekam di penjara, tapi kini kamu di bebaskan, meskipun sebenarnya..." Ujar kiyai


"Sebenarnya apa pak kiyai?" Tanya Fadlan


"Kamu sudah tak di terima untuk tinggal di pesantren lagi, karena sudah mencemarkan nama baik pesantren kita!!" Jawab Pak Kiyai.


Sejak saat itu, Fadlan di buang dan kini tinggal di pinggiran kota Jakarta.


Masa lalu yang menyakitkan terkadang membuat Fadlan sangat sakit hati, maka dari itu ia tak pernah pulang ke kampung halamannya.


"Ustadz, kenapa setiap lebaran tak pernah pulang kampung?" Tanya seseorang kepada Ustadz Fadlan


"Hmm, saya sudah nyaman tinggal disini lagi pula kampung saya jauh!!" Jawabnya

__ADS_1


Padahal sebenarnya, Ustadz Fadlan sangat trauma dengan masa lalunya yang menyakitkan.


ooOoo


__ADS_2