Dosa Masa Lalu

Dosa Masa Lalu
Episode 36


__ADS_3

...Pernikahan...


"Sebenarnya apa pak kiyai?" Tanya Fadlan


"Kamu sudah tak di terima untuk tinggal di pesantren lagi, karena sudah mencemarkan nama baik pesantren kita!!" Jawab Pak Kiyai.


Sejak saat itu, Fadlan di buang dan kini tinggal di pinggiran kota Jakarta.


Masa lalu yang menyakitkan terkadang membuat Fadlan sangat sakit hati, maka dari itu ia tak pernah pulang ke kampung halamannya.


"Ustadz, kenapa setiap lebaran tak pernah pulang kampung?" Tanya seseorang kepada Ustadz Fadlan


"Hmm, saya sudah nyaman tinggal disini lagi pula kampung saya jauh!!" Jawabnya


Padahal sebenarnya, Ustadz Fadlan sangat trauma dengan masa lalunya yang menyakitkan.


ooOoo


"Dasar Ustadz kampung berani-beraninya mendekati anak saya!!" Seru Haji Komar


"Saya!!" Jawabnya


"Aisyah masuk!!" Ujar Haji Komar


"Kenap kamu bisa dekat dengan dia Aisyah padahal kamu tahu ayahmu tak pernah suka pada Ustadz itu!!" Seru Khadijah istri kedua Haji Komar


"Maafkan saya Pak Haji!!" Seru Ustadz Fadlan


Kemudian Pak Haji Komar memperkenalkan calon menantunya, kepada Fadlan.


"Kenalkan saya Azmi calon tunangannya Aisyah!!" Ujarnya


"Azmi!!" Ujar Fadlan


Azmi nama yang sudah tak asing lagi di telinga Fadlan, ternyata Azmi yang dimaksud adalah teman Fadlan semasa di pesantren.


"Iya ini aku Fadlan, apa kau masih mengenal diriku!!" Serunya


"Ah, aku tak menyangka. Ternyata kau masih seperti dulu, miskin dan tak punya apa-apa!!" Serunya


Saat itulah semua terjadi...


Aisyah dipaksa menikah dengan seorang lelaki bernama Azmi, sebenarnya semua hanya demi uang. Azmi sendiri sebenarnya anak orang kaya, lantas Aisyah mencoba untuk melarikan diri di pesta pernikahannya.


Beberapa hari kemudian...


"Azmi!! Kenapa ayah tega melakukan ini kepada ku, padahal aku sama sekali tak mencintai lelaki tersebut!!" Serunya


"Kenapa kamu diam saja ??" Tanya Azmi


"Cih, aku sama sekali tak ingin menikah dengan mu!!" Seru Aisyah


Belum sempat Aisyah menikah dengan Azmi, kemudian Khadijah ibu tiri Aisyah menolong Aisyah untuk kabur dari rumah.

__ADS_1


"Ibu?" Tanya Aisyah


Sedari tadi Aisyah dikurung di dalam kamarnya, agar dia tak bisa kabur dari pernikahan tersebut. Namun untungnya ada Khadijah ibu tiri Aisyah yang baik hati dan mau menolong Aisyah dari kekejaman sang Ayah.


"Hustt!!" Seru Khadijah


Kemudian dia memeluk Aisyah...


"Aisyah maafkan aku tak bisa menolong mu lebih dari ini, aku sangat menyayangimu lebih dari anakku sendiri!" Ujarnya berbisik agar tak ada yang mendengar obrolan mereka berdua.


"Terimakasih, Bu!" Jawab Aisyah sembari memeluk dan mencium Khadijah ibu tirinya.


"Sudah lebih baik kamu lari dari sini, sebelum Ayah mu tahu!!" Seru Khadijah


"Siap, Bu!" Jawabnya


Kemudian, dengan penuh kehati-hatian Aisyah melewati beberapa para bodyguard Pak Haji Komar yang tertidur karena habis meminum obat tidur yang diberikan oleh salah satu asisten rumah tangga Khadijah.


"Ah ...!" Serunya dengan penuh kehati-hatian.


Akhirnya Aisyah bisa kabur dari rumahnya tersebut yang bagai neraka bagi dirinya.


Saat itu Aisyah tak tahu akan kabur kemana, namun ia teringat seseorang yang selalu ada untuk dirinya yaitu Ustadz Fadlan.


"Ustadz!!" Seru Aisyah sempoyongan dengan wajah penuh memar dan luka.


"Aisyah ada apa kamu kemari?" Tanya Ustadz Fadlan.


"Ustadz, tolong aku!!" Seru Aisyah


"Apa yang sebenarnya terjadi padamu Aisyah?" Tanyanya dengan penuh perhatian


"Aisyah kabur dari rumah, Ustadz. Aisyah gak mau jika dijodohkan dengan lelaki yang tidak Aisyah cintai!!" Ungkapnya sembari memeluk Ustadz Fadlan.


Saat itu kemudian...


"Iz, tolong panggilkan Bu Ani untuk membatu Aisyah!!" Serunya


"Baik Ustadz!" Jawabnya


"Bu, tolong ajak Aisyah ke rumah ibu!!" Ujar Ustadz Fadlan


"Baik nak!" Jawab Ibu Ani yang merupakan Ibu dari Iz


"Tapi Bu!" Seru Aisyah


"Aisyah, kau akan baik-baik saja bersama Ibu Ani!" Jawab Ustadz Fadlan seraya meminta agar Aisyah tenang dan tak khawatir.


"Baiklah Ustadz, Aisyah pamit dulu. Assalamualaikum!" Serunya


"Waalaikumsalam!" Jawab Ustadz Fadlan


"Sepertinya akan ada banyak gangguan yang terjadi!!" Seru Ustadz Fadlan

__ADS_1


"Lalu apa yang bisa saya lakukan Ustadz?" Tanya Iz


"Lebih baik kita disini saja!!" Seru Ustadz Fadlan


"Apa mereka tak akan tahu keberadaan Aisyah?" Tanya Iz


"Insyaallah tidak" Jawabnya sembari berzikir dengan tasbih ditangannya


Kemudian saat malam itu ...


Tiba-tiba bunyi suara batu yang tiba-tiba jatuh dari atap Masjid...


"Ustadz!!" Seru Iz memperingatkan yang kala itu Ustadz sedang sholat, tapi Ustadz tak menghiraukan dia tetap melanjutkan shalatnya.


"Ustadz tak tahu malu kau kemanakan anakku!!" Seru Pak Haji Komar seraya memarahi Ustadz Fadlan.


"Assalamualaikum!!" Ujar Ustadz Fadlan


"Aku tak mau mendengarkan ceramah mu!!" Serunya


"Saya akan menghitbah Aisyah!" Ujar Ustadz Fadlan


"Bolehkah saya melamar anak Bapak?" Tanya Ustadz Fadlan


"Apa tampang seperti kau ingin menikahi putri ku yang cantik jelita apa tak salah? Apa yang kamu punya tanah, rumah atau mobil!" Ujar Haji Komar dengan cerutu di bibirnya dan kemudian menertawakan Ustadz Fadlan.


Disusul dengan para bodyguard dan juga Azmi yang ikut tertawa.


"Saya akan menikahi dengan mahar yang saya punya berupa sajadah!" Serunya


"Sajadah, usang dan lapuk seperti ini kau ingin gunakan sebagai mahar apa tak salah?" Tanya Haji Komar kebingungan.


"Sajadah ini bukan sembarang sajadah, sajadah ini akan membawamu dan membantu mu dalam kesulitan" Ujar Ustadz Fadlan.


Kemudian, lantas akhirnya terjadi perkelahian antara Ustadz Fadlan dan juga Azmi dengan gerombolan para bodyguard Haji Komar.


Ustadz Fadlan kala itu bersimbah darah dan babak belur...


Aisyah, tak tinggal diam kemudian dia keluar rumah Iz dan mencoba menolong Ustadz Fadlan uang tersungkur bersimbah darah.


"Hentikan!!" Ujarnya


"Apa kalian tak lihat dia sudah jatuh, seperti layaknya pecundang dan sudah mati ditangan musuhnya, dia bukan hanya mempertahankan harga dirinya bahkan dia lebih kuat dari pada kalian semua!" Seru Aisyah yang kala itu itu meneteskan air matanya.


Haji Komar yang kala itu melihat kejadian tersebut kemudian terlihat menurunkan wajahnya yang tampak pucat pasih, ditambah dengan Azmi yang juga merasa kasihan kepada Fadlan yang sebenarnya merupakan sahabatnya dulu di pesantren.


Saat itu...


"Maafkan aku Aisyah aku tak bisa mempertahankan dirimu, aku lebih lemah dari yang kau kira untuk melindungi dirimu saja aku tak sanggup. Apalagi untuk menafkahi mu lahir dan juga batin, aku tentunya belum sanggup seperti lelaki kebanyakan. Karena aku tak sempurna seperti yang kau lihat!" Ujar Ustadz Fadlan tersedu-sedu sembari bersimbah darah di mulutnya.


"Ustadz, aku pun bukanlah wanita yang sempurna bahkan jauh dari kata sempurna. Tapi kau perlakukan aku layaknya seorang wanita yang paling sempurna di matamu, maafkanlah aku. Aku tak bisa menjadi seseorang yang kau inginkan karena aku Aisyah si gadis biasa. Dan bagi diriku kau adalah satu-satunya lelaki yang selaku ada dalam hatiku, meski takdir tak berkata demikian" Ujar Aisyah sembari menangis.


ooOoo

__ADS_1


__ADS_2