
...Cinta Bertepuk Sebelah Tangan...
Pak Jay melihat jika Riana sudah terbuka auratnya begitu pula dengan Ustadz Fadlan yang bajunya robek.
"Benar-benar biadap apa yang anda lakukan Ustadz malam-malam begini?" Tanya Pak Jay
Dan kemudian para warga datang dan menghakimi Ustadz Fadlan.
Sang waktu berjalan tak pelak kau tak memberikan aku waktu untuk sejenak melupakan egoku, aku tahu semua hal yang aku lakukan dengan sadar ataupun tidak mungkin menyakiti hatimu, bukan sang waktu yang salah bukan kita pula yang harus menafikan setiap hal yang telah terjadi. Lihatlah aku yang disini melawan getirnya hidupku sendiri tanpamu aku lemah melawan pahit getirnya hidupku sendiri. Aku sadar setiap jam menit detik gak akan mudah mengucapkan kata maaf meski demikian egoku masih membuat aku merasa takut. Aku sendiri melawan getir pahitnya mentari bersama dengan sinarnya yang selalu menjagaku dalam setiap keluh kesah yang aku lalui, meski ku sadar sang fajar tak semudah itu menyingsingkan setiap hal yang membuat aku sadar aku bukan kamu dan kamu bukan aku.
Setiap hal yang terjadi dalam kehidupan kita nyatanya kayak sebuah dongeng yang terus berkembang dari akar yang satu ke akar lainnya, suka atau gak suka kita cuma bisa menjalankan setiap perjalanan yang udah Tuhan siapkan seperti layaknya Sutradara yang ngasih arahan ke kita, meskipun semua gak mudah setiap rentetan peristiwa yang hadir dalam kehidupan ini kayak sebuah misteri yang terus berjalan.
ooOoo
Ada kalanya kamu tersenyum, dan ada kalanya pula kamu bersedih setiap jalan panjang yang kamu lalui itu gak mudah tiap jalan penuh halangan dan juga rintangan, kamu ingin bahagia tapi semua butuh proses panjang gak instan kayak Indomie, bahkan kamu akan merasa semakin kamu diatas maka akan banyak orang yang akan menjatuhkan kamu.
Kemudian para warga menimpuki Ustadz Fadlan dengan batu...
Lalu Iz datang...
"Hentikan!!" Ujarnya
"Apa yang kalian lakukan pada Ustadz Fadlan" Tanyanya
"Dia telah mencabuli Riana!" Seru pak Jay selaku saksi mata
"Apa kalian langsung percaya begitu saja?" Tanya Iz
"Tentu saya adalah yang pertama kali melihat!!" Ujar Pak Jay
"Apa itu benar Ustadz!!" Seru Iz tak percaya
__ADS_1
Aaa.. !!" Ustadz Fadlan tak mampu menjawab pertanyaan karena ia sudah babak belur dan berlumuran darah, semua warga menuduh dirinya yang bukan-bukan dan tak ada satu pun yang mempercayainya
"Ustadz!!" Seru Iz yang sembari menangis melihat Ustadz Fadlan bersimbah darah dan di bawa ke kantor polisi oleh para warga
Tetapi sayangnya, Iz tak mampu menolong Ustadz Fadlan sebab ia bukanlah siapa-siapa, ia tak mampu menolong Ustadz Fadlan...
Sang waktu berjalan tak pelak kau tak memberikan aku waktu untuk sejenak melupakan egoku, aku tahu semua hal yang aku lakukan dengan sadar ataupun tidak mungkin menyakiti hatimu, bukan sang waktu yang salah bukan kita pula yang harus menafikan setiap hal yang telah terjadi. Lihatlah aku yang disini melawan getirnya hidupku sendiri tanpamu aku lemah melawan pahit getirnya hidupku sendiri. Aku sadar setiap jam menit detik gak akan mudah mengucapkan kata maaf meski demikian egoku masih membuat aku merasa takut. Aku sendiri melawan getir pahitnya mentari bersama dengan sinarnya yang selalu menjagaku dalam setiap keluh kesah yang aku lalui, meski ku sadar sang fajar tak semudah itu menyingsingkan setiap hal yang membuat aku sadar aku bukan kamu dan kamu bukan aku.
Setiap hal yang terjadi dalam kehidupan kita nyatanya kayak sebuah dongeng yang terus berkembang dari akar yang satu ke akar lainnya, suka atau gak suka kita cuma bisa menjalankan setiap perjalanan yang udah Tuhan siapkan seperti layaknya Sutradara yang ngasih arahan ke kita, meskipun semua gak mudah setiap rentetan peristiwa yang hadir dalam kehidupan ini kayak sebuah misteri yang terus berjalan.
Ada kalanya kamu tersenyum, dan ada kalanya pula kamu bersedih setiap jalan panjang yang kamu lalui itu gak mudah tiap jalan penuh halangan dan juga rintangan, kamu ingin bahagia tapi semua butuh proses panjang gak instan kayak Indomie, bahkan kamu akan merasa semakin kamu diatas maka akan banyak orang yang akan menjatuhkan kamu.
Bagaimanpun juga semua akan terjadi dan setiap hal akan menjadi kisah perjalanan hidup yang penuh dengan fantasi, bersama dengan sosok sahabat yang selalu menemanimu di kala kamu suka maupun duka kita takkan pernah berjalan sendirian selalu ada seseorang di belakang kita entah mereka sebagai sosok penyelamat maupun sosok antagonis.
Ada kebahagiaan yang aku rasa bersama dengan cinta dan juga setiap hal yang aku hayalkan dengan itu aku merasa bahwa Tuhan selalu bersamaku menjaga ku dan juga melindungi ku. Karenanya aku kuat karenanya aku merasa bangga menjadi diriku sendiri, meski aku sadar bahwa setiap manusia tidak ada yang sempurna semuanya mempunyai kelebihan dan juga kelebihannya masing-masing. Aku sadar setiap asa yang aku punya terkadang menjatuhkan diriku sendiri dan juga terkadang semua lelah yang ku perbuat bukan hanya memberi ku bahagia tapi juga memberikan peluang untuk tetap maju dan sukses.
"Ustadz!!!" Seru Seseorang di balik kejauhan
Saat itu Aisyah tak mengetahui perihal Ustadz Fadlaj suaminya yang telah di jebloskan ke dalam penjara, namun ketika ia mengetahui hal tersebut sayangnya ia sedang mengandung anak Ustadz Fadlan didalam rahimnya.
"Ukhti!! " Panggil seseorang di balik kejauhan
"Ukhti, maaf ana membawa berita buruk! " Ujar seorang salah satu sepupu Aisyah yaitu Nur
"Astaghfirullah" Ujar Aisyah
"Kenapa kau tak ucapkan salam terlebih dahulu Nur! " Ujar Aisyah saat ia di dapur sembari mencuci piring
"Maaf, Ukhti ana sangat terburu-buru. Assalamualaikum Ukhti! " Ujarnya
"Waalaikumsalam, ada apa Nur? " Tanya Aisyah
__ADS_1
"Ada berita penting Ukhti!! " Ujarnya
"Berita apa nampaknya kau sangat murung sekali, padahal nanti Ustadz Fadlan akan pulang! " Ujarnya
"Cepat tolong aku merapihkan piring dan menatanya di meja!! " Ujarnya
"Ustadz Fadlan, Ukhti!!! Ia di bawa ke kantor polisi!! " Ujar Nur
Dan lantas Aisyah terkejut dan piring yang ia cucipun jatuh ke lantai..
PRaaaAaKkkk....
"Astaghfirullah!! " Ujarnya
Kemudian ambulan berbunyi...
Saat itu Aisyah panik dan ia jatuh pingsan di dapur, untungnya Nur langsung membawanya ke rumah sakit.
"A.... Aa!!! Apa yang sebenarnya terjadi Nur? " Tanya Aisyah saat ia terbangun dan sadar dari pingsannya
"Maaf, Ukhti. Ustadz Fadlan ternyata telah berkhianat!! " Ujar Nur
"Apa maksud kamu Nur? " Tanya Aisyah
"Ia telah menodai Riana Marwah kawannya! ! " Ujar Nur
"Apa kau tak salah bicara Nur, hati-hatilah dalam berbicara! " Ujar Aisyah
"Apa maksud kamu Nur? " Tanya Aisyah
ooOoo
__ADS_1