Dosa Masa Lalu

Dosa Masa Lalu
Episode 39


__ADS_3

...Fatamorgana...


Lalu sebuah luka kecil menyentilmu dan kemudian hatimu "pecah". Isinya tumpah, butir-butirnya yang bak pasir jatuh berserakan. Beberapa berhasil kamu kumpulkan, tetapi sebagiannya lagi hilang tak terselamatkan.


Dimatikan perlahan, berkembang dan bertahan sampai tiba waktunya, datang lelah dan marah sengaja ia matikan perlahan. Kita sedang bicara tentang rasa, rasa yang sengaja dimatikan secara perlahan.


Langit tahu segalanya, tentang rindu yang meraung minta makan. Tentang kepulan dusta dari sela-sela bibir, diantara dentuman musik keras dipojok ruangan, mengenai petikan rasa di gerbong yang berkarat.


Awan gelap tersenyum getir, sebongkah pamit menangis pilu, tatkala menghantam hati tak berdosa, begitu kelam, begitu banyak salah paham, nanti apalagi?.


Ku pandangi langit, serdadu di logika mulai meradang, menuntut agar bahagia di kembalikan. Dalam kericuhan yang amat mendalam, jalan mana yang akan dipilih, bertahan atau melepaskan?.


ooOoo


Kalau saja aku mampu sudah aku kejar langkahmu agar kita berjalan berdampingan. Kalau saja aku mampu, sudah ku hiasi hari-hari mu dengan penuh senyuman. Kalau saja aku mampu, sudah ku pastikan aku pantas untuk kau sandingkan.


Kalau saja aku mampu, sudah aku balikkan waktu agar saat itu tak jadi mengenalmu. Kalau saja aku mampu, sudah ku arungi hariku tanpa harus memikirkan mu. Kalau saja aku mampu, sudah ku tarik jiwaku yang ingin berada di sebelah mu. Kalau saja aku mampu, sudah ku minta hatiku untuk berhenti merasakan mu.


Ada dua hal yang begitu setia menjadi pendamping dalam hidup, perkenalkan dia bernama tawa dan air mata. Kita tidak akan pernah tahu keadaan seperti apa yang akan kita tempuh dalam hari-hari kedepan. Kita juga tidak akan pernah tahu pertemuan seperti apa yang akan membuat kita bahagia atau malah sebaliknya.


Detik-detik yang selalu berjalan adalah parade dalam mensyukuri anugerah Tuhan. Karena pada hakikatnya, telah menempuh kehidupan saja adalah anugerah terbesar yang sudah juta terima. Keadaan juga memiliki pasang surutnya, kebahagiaan dan kesedihan akan berputar pada porosnya.

__ADS_1


Aku pernah menjadi tempat selepas bahagia mu habis, yang kau bagi dari deras air mata, yang menampung luka dari buah hasil perbuatan orang lain.


Ada yang sempat menutup rapat hatinya dan tidak lagi berniat untuk membuka. Namun, penyusup yang baik akan hadir untuk membenahi setiap luka yang tercipta di masa silam.


Rasaku sempat terdiam beberapa tahun lamanya, sedikitpun aku tidak ingin ada pergerakan yang begitu dominan di dalam hatiku. Aku sempat menutup mati pintu hati ku begitu rapat, apapun perihal cinta tidak akan pernah ku biarkan bisa masuk. Toh banyak kebaikan yang aku rasakan, kehidupan ku menjadi teratur. Hari-hari ku berjalan lancar tanpa ada satupun keadaan yang begitu membebani perasaan, aku tidak begitu khawatir dengan sepi dan kesunyian yang ku rasa. Bagi ku kesunyian adalah hal yang sangat menyenangkan untuk ku kawani, hari-hari ku di isi oleh pertemanan dengan buku dan suara lantunan kicauan burung camar yang merdu.


Menjadi apa adanya tanpa topeng dan basa basi tidak selalu membuat kita banyak teman. Tapi sekali kita mendapatkannya, maka itu kabar gembira. Hanya sahabat sejati yang selalu memahami kita apa adanya. Mereka berbicara kurang berkali-kali, protes sana sini. Benahi yang bukan urusannya, lupa tugas yang utama yaitu urus urusan mu sendiri.


Aku pernah hancur karena terlalu percaya, pernah juga patah karena memilih orang yang salah. Aku pernah terkubur dalam-dalam di dalam hati seseorang yang ku selami dengan niat untuk bisa aku mengerti. Aku pernah memutuskan berjuang untuk hati yang memperjuangkan orang lain.


Aku pernah tercerai-berai ketika kasih ku tak sampai, aku pernah tertusuk pecahan hatiku sendiri ketika sedang menyusun, lalu kau datang lagi. Aku pernah terjatuh dua kali karena ceroboh memberikan kesempatan, aku pernah di tinggalkan karena menunggu, aku juga pernah di hakimi karena melindungi.


Hal yang selalu membuat hati bimbang adalah ketika kamu memilih mencintai seseorang, tetapi tidak pernah memiliki keberanian lebih untuk mengungkapkannya. Perasaan itu seperti rasa sakit yang bertahun-tahun tidak menemukan obatnya, jika saja kamu berani mengatakannya mungkin kamu tidak terbunuh mati oleh perasaan mu sendiri. Memang, sebagai seseorang yang pertama kali jatuh cinta, perasaan takut itu selalu ada. Membuat hati mu bimbang tidak siang tidak malam selalu terbayang-bayang, bagi ku aku lebih suka mencintai dalam diam, sebab tak akan ku temukan kata katakutan dalam mencinta.


Memiliki aku, aku ingin begitu bernilai di matamu, sampai nanti suatu saat bila kau tak memiliki yang apapun, kau masih tersenyum karena masih bisa memiliki aku.


"Nampaknya semua karena Gusti!!!" Seru ku


"Kenapa juga aku harus berharap kepadanya?" Tanyaku


"Istighfar Riana Istighfar!!" Seru Maryam

__ADS_1


"Tapi aku sudah sangat mencintainya Maryam!!" Jawabku


"Bahkan aku rela memberikan apa saja pada dirinya, apa kau tahu itu!!" Seruku


"Sudahlah Riana masih ada aku dan ibumu disini yang selalu menjaga mu!!" Ujar nya


"Aku tak butuh kamu!! Aku membutuhkan Gusti pacarku!!" Seruku


Jarak terkadang membuatnya menjadi asing, membuat seseorang tak percaya akan kekuatan cinta. Silangit yang sama kamu berada, namun belum kamu temukan satu sosok pilihan-Nya.


Bagiku hidup hanya selalu hitam dan putih, kebahagiaan akan selalu berbanding lurus dengan kesedihan. Kita hanya menunggu waktunya bergiliran bukan?


Riana Marwah seorang gadis yang kuat dan juga teguh pendirian dia selalu saja jadi bahan Bullyan kalau dia itu gak laku, padahal waktu itu dia sempet punya cowok namanya Gusti Anugerah tapi sayang di pertengahan jalan Gusti malah ninggalin dia, dan gak ada kabarnya sama sekali seolah-olah menghilang bak ditelan bumi.


Sedangkan Maryam adalah sepupu Riana yang selalu ada untuk Riana, Maryam ini adalah tempat curhatnya Riana dia itu umurnya hanya beda 2 Tahun dari Rania, tapi tampangnya yang imut membuat Maryam seperti sebaya dengan Rania.


Abang Iz adalah teman dari Ustadz Fadlan Al-Ghifari, dia salah satu sahabat dari Ustadz Fadlan yang baru ia kenal di Jakarta. Untungnya ia bertemu dengan Abang Iz, sehingga ia memiliki teman dan juga Abang Iz yang mengajak Ustadz Fadlan untuk tinggal di rumahnya.


Ustadz Fadlan Al-Ghifari adalah salah satu teman Maryam, singkat cerita Rania naksir sama Ustadz Fadlan padahal sebenarnya Maryam yang udah duluan dekat sama Ustadz Fadlan dan mengenalkan Rania pada Ustadz Fadlan. Akhirnya hubungan Rania dan Maryam jadi hancur gara-gara rebutan Ustadz Fadlan yang Ganteng.


Sementara itu ada Aisyah Cahya dia sangat cantik dan juga dekat sama Ustadz Fadlan tapi belum ada yang tahu siapakah Aisyah sebenarnya.

__ADS_1


ooOoo


__ADS_2