
...Hati Yang Kau sakiti...
"Ia, Ustadz Fadlan" Jawab Riana
"Astaghfirullah, kamu gak tahu kalau Ustadz Fadlan sudah beristri?" Tanya Maryam
"Ia, aku sama sekali gak tahu Maryam" Jawab Riana polos
"Hmm" Ujar Maryam
"Tapi kenapa ya, jika aku dekat dengannya aku jadi deg-degan aku pikir itu perasaan cinta!" Seru Riana.
Dan kemudian Maryam memeluk Riana...
"Rin kamu bukan hanya sekedar sepupu aku tapi kamu lebih dari itu, aku hanya ingin melihat kamu bahagia" Ujar Maryam.
"Ia, tapi kenapa seolah-olah Tuhan tak berpihak kepada ku. Apa karena aku ..!!" Seru Riana dan kemudian Maryam memotong pembicaraan.
"Stop!!!" Seru Maryam sembari menitihkan air matanya.
ooOoo
"Stop, Riana. Aku tahu perasaan kamu, tapi kamu harus bisa mengikhlaskan dirinya!" Ujar Maryam lantas kemudian Maryam pergi meninggalkan Riana.
"Maryam!!" Seru Riana
"Dia itu sama sekali tak memperdulikan perasaan ku!" Ujar Riana sedih
Disela-sela kesempatan Riana memperhatikan Ustadz Fadlan yang sedang berduaan bersama istrinya Aisyah.
"Kenapa bisa seperti ini, aku kecolongan ternyata Ustadz Fadlan sudah milik orang lain!" Ujar Riana.
Lalu ..
"Kenapa a!" Seru Aisyah
"Seperti ada yang memperhatikan kita berdua!" Ujar Ustadz Fadlan
Kemudian Riana memalingkan wajahnya sembari menghindar...
"Gak ada siapa-siapa kok!" Ujar Aisyah
Dibalik kejauhan Riana mencoba mencari cara untuk memisahkan Ustadz Fadlan dari istrinya Aisyah.
Beberapa Bulan kemudian....
"Uekkk UEkkkkKk!!" Riana muntah-muntah
"Riana ada apa nak!!" Seru Ibu Riana khawatir
"Enggak apa-apa kok Bu!!" Jawab Riana
Beberapa saat kemudian...
"Ah, ternyata aku hamil!!" Seru Riana saat melihat tes pack
__ADS_1
Kemudian...
"Gusti kita harus bicara!!" Ujar Riana sembari memegang lengan Gusti mantan pacarnya.
"Kenapa sih? Lo narik-narik tangan gue?" Tanya Gusti kemudian dia melepaskan genggaman tangan Riana.
"Aku hamil!!" Seru Riana
"What's??" Ujar Gusti
"Dia bukan anak gue!!" Jawab Gusti tegas
"Tapi ini hasil dari hubungan kita berdua!!" Ujar Riana meyakinkan
"Gue tegasin sekali lagi, gugurin janin itu!" Seru Gusti sembari kemudian meninggalkan Riana yang sedang menangis.
"Kamu jahat Gusti!!" Ujar Riana yang kemudian meninggalkan Gusti bersama teman-temannya di tempat tongkrongannya.
"A!!!!!" Riana menjerit
"Sekarang apa yang harus gue lakuin, bagaimana dengan bayi yang dikandungan gue!!" Ujar Riana sembari menangis berlinangan air mata.
Disuatu ketika ia teringat jika ia ingin menghancurkan hubungan antara Ustadz Fadlan dan juga istrinya Aisyah.
Kemudian...
Saat itu tak sengaja...
"Ustadz bisa tolong saya!" Kala itu seseorang menghubungi nomor telepon Ustadz Fadlan dan ternyata itu adalah Riana
"Ada apa Riana? Kenapa kau menghubungi aku?" Tanya Ustadz Fadlan heran
"Halo! Riana aku tak mendengar suara mu!" Seru Ustadz Fadlan
"Aku mohon Ustadz!!" Ujar Riana sembari menangis
"Riana! Hallo Riana!!" Seru Ustadz Fadlan dan kemudian dia mematikan handphonenya
"Ada apa Ustadz?" Tanya Iz
"Sepertinya Riana memerlukan bantuan!" Jawab Ustadz Fadlan
"Ana pergi dulu!" Seru Ustadz Fadlan
"Apa tak perlu ana antar Ustadz?" Tanyanya
"Ah tak perlu!" Ujarnya
"Apa tak sebaiknya..." Belum selesai Iz berbicara Ustadz Fadlan malah meninggalkannya
"Ustadz!" Seru Iz seraya memanggil Ustadz Fadlan, namun Ustadz Fadlan berlari dan terburu-buru untuk mencari keberadaan Riana
Cinta adalah candu jangan menggebu nanti jadi babu kekal di dalam semu, cinta itu anugrah jangan terlalu marah nanti luka parah nikmati dengan pasrah, cinta juga bisa mendewasakan pergi untuk menyabarkan menjatuhkan untuk menguatkan pelangi setelah hujan. Hujan air mata, ada yang dihempaskan awan sebelum cerah menggeser hitam merata di langit, ada yang harus kau buang sebelum senyum mengasingkan duka yang sakit.
Nampaknya niat dan rencana jahat Riana tidak terhendus oleh siapapun...
__ADS_1
Kemudian...
"Ah Riana apa yang kau lakukan?" Tanya Ustadz Fadlan
"Ustadz bisa anda menolong saya!" Seru Riana
"Tolong apa?" Tanya Ustadz Fadlan
"xXXxxxxx apa kau sudah gila!!!" Seru Ustadz Fadlan
"Aku memang gila Ustadz, karena aku mulai mencintaimu!" Ujarnya
"Tapi, bagaimana dengan Aisyah?" Tanya Ustadz Fadlan
"Tinggalkanlah dia, Ustadz aku sangat mencintaimu!!" Seru Riana
Saat itu sudah petang dan gelap, Riana dan Ustadz Fadlan berada di sebuah rumah kecil yang letaknya agak jauh dari kampung rumah Aisyah.
Kemudian...
"Ahhh!!! Tolong!!!" Seru seseorang sembari berteriak sekencang-kencangnya
"Apa yang kau lakukan!!" Seru Ustadz Fadlan
Dan kemudian Ustadz Fadlan hendak membuka pintu kamar tersebut tapi ternyata di kunci oleh Riana, dan saat itu Riana merobek baju Ustadz Fadlan di bagian belakang, nampak sekali Ustadz Fadlan menjadi malu.
Tapi Riana malah menertawainya... Seperti seseorang yang tak punya iman...
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Ustadz Fadlan
"Hentikan!!" Seru Ustadz Fadlan
Dan tiba-tiba seseorang datang ke rumah kosong tersebut dan melihat Ustadz Fadlan dan Riana sedang berduaan.
"Hei apa yang kalian lakukan?" Tanyanya
"Ustadz?" Ujarnya
"Pak Jay!" Jawab Ustadz Fadlan
Ternyata itu adalah pak Jainudin, orang yang sering mundar mandir di desa dan juga merupakan seorang hansip.
"Malam-malam begini? Apa yang kalian lakukan berdua?" Tanya pak Jay
"Sa..saya !" Belum sempat Ustadz Fadlan berbicara kemudian Riana mulai melancarkan aksinya
"Dia telah memperkosa saya pak!" Seru Riana sembari menangis
Pak Jay melihat jika Riana sudah terbuka auratnya begitu pula dengan Ustadz Fadlan yang bajunya robek.
"Benar-benar biadap apa yang anda lakukan Ustadz malam-malam begini?" Tanya Pak Jay
Dan kemudian para warga datang dan menghakimi Ustadz Fadlan.
Sang waktu berjalan tak pelak kau tak memberikan aku waktu untuk sejenak melupakan egoku, aku tahu semua hal yang aku lakukan dengan sadar ataupun tidak mungkin menyakiti hatimu, bukan sang waktu yang salah bukan kita pula yang harus menafikan setiap hal yang telah terjadi. Lihatlah aku yang disini melawan getirnya hidupku sendiri tanpamu aku lemah melawan pahit getirnya hidupku sendiri. Aku sadar setiap jam menit detik gak akan mudah mengucapkan kata maaf meski demikian egoku masih membuat aku merasa takut. Aku sendiri melawan getir pahitnya mentari bersama dengan sinarnya yang selalu menjagaku dalam setiap keluh kesah yang aku lalui, meski ku sadar sang fajar tak semudah itu menyingsingkan setiap hal yang membuat aku sadar aku bukan kamu dan kamu bukan aku.
__ADS_1
Setiap hal yang terjadi dalam kehidupan kita nyatanya kayak sebuah dongeng yang terus berkembang dari akar yang satu ke akar lainnya, suka atau gak suka kita cuma bisa menjalankan setiap perjalanan yang udah Tuhan siapkan seperti layaknya Sutradara yang ngasih arahan ke kita, meskipun semua gak mudah setiap rentetan peristiwa yang hadir dalam kehidupan ini kayak sebuah misteri yang terus berjalan.
ooOoo