Dosa Masa Lalu

Dosa Masa Lalu
Episode 37


__ADS_3

...Cinta?...


Haji Komar yang kala itu melihat kejadian tersebut kemudian terlihat menurunkan wajahnya yang tampak pucat pasih, ditambah dengan Azmi yang juga merasa kasihan kepada Fadlan yang sebenarnya merupakan sahabatnya dulu di pesantren.


Saat itu...


"Maafkan aku Aisyah aku tak bisa mempertahankan dirimu, aku lebih lemah dari yang kau kira untuk melindungi dirimu saja aku tak sanggup. Apalagi untuk menafkahi mu lahir dan juga batin, aku tentunya belum sanggup seperti lelaki kebanyakan. Karena aku tak sempurna seperti yang kau lihat!" Ujar Ustadz Fadlan tersedu-sedu sembari bersimbah darah di mulutnya.


"Ustadz, aku pun bukanlah wanita yang sempurna bahkan jauh dari kata sempurna. Tapi kau perlakukan aku layaknya seorang wanita yang paling sempurna di matamu, maafkanlah aku. Aku tak bisa menjadi seseorang yang kau inginkan karena aku Aisyah si gadis biasa. Dan bagi diriku kau adalah satu-satunya lelaki yang selaku ada dalam hatiku, meski takdir tak berkata demikian" Ujar Aisyah sembari menangis.


ooOoo


Saat terakhir Ustadz Fadlan mencoba meminta maaf kepada Haji Komar atas keteledoran dirinya.


"Ma...maaf kan saya Pak Haji saya!" Serunya terbata-bata.


"Saya juga sadari saya bukanlah ayah yang sempurna bagi Aisyah, tapi setelah semua yang terjadi saya yakin kamu adalah satu-satunya lelaki yang pantas mendampingi Aisyah!" Seru Haji Komar.


Entah kenapa hati Haji Komar yang membatu kini mencair layaknya es di kutub selatan, begitu pula Azmi dan yang lainnya.


Saat itu, saat Ustadz Fadlan masih bersimbah darah kemudian dia mengungkapkan janji suci kepada Aisyah.


"Saya terima nikah dan kawinnya Aisyah Cahya Binti Haji Komarudin dengan mas kawin berupa sajadah dibayar tunai!" Ujarnya dengan satu nafas panjang dan sah, meskipun terbata-bata.


"Alhamdulillah!!" Jawab semuanya didalam Masjid tersebut.


Acara pernikahan tersebut meskipun sangat sederhana namun berlangsung hikmat dan sangat sakral.


Pada saat yang bersamaan Maryam datang untuk menjenguk Riana.


"Tante apa Riana baik-baik saja?" Tanyanya

__ADS_1


"Kondisinya masih sedikit parah, tapi untungnya dia sudah sadar!!" Jawab sang mama Riana


"Apa aku boleh melihat Riana ?" Tanyanya


"Sepertinya kamu gak usah masuk sebab dia sedang istirahat" Jawab mama Riana


Padahal sebenarnya Riana masih merasa sangat terpuruk setelah cintanya kandas di tengah jalan padahal sebenarnya ia masih sangat mencintai Gusti kekasihnya.


"Ustadz Fadlan?" Tanya Maryam


"Assalamualaikum!!" Serunya


"Waalaikum salam, Owh Mba Maryam!!" Jawab Ustadz Fadlan


Maryam sebenarnya sudah kenal dekat dengan Maryam tapi baru bisa bertemu lagi setelah lama, tak berjumpa. Apalagi karena Maryam adalah salah satu pengajar di salah satu tempat les di dekat kampung.


"Sepertinya anda mengenal Mba Riana?" Tanyanya


"Ia, dia sepupu saya" Jawabnya


"Makasih Ustadz!!" Seru Maryam


"Owh iya mba gak usah sungkan!!" Jawab Ustadz Fadlan


Bunyi di tengah sunyi


Ada yang sempat menutup rapat hatinya dan tidak lagi berniat untuk membuka. Namun, penyusup yang baik akan hadir untuk membenahi setiap luka yang tercipta di masa silam.


Rasaku sempat terdiam beberapa tahun lamanya, sedikitpun aku tidak ingin ada pergerakan yang begitu dominan di dalam hatiku. Aku sempat menutup mati pintu hati ku begitu rapat, apapun perihal cinta tidak akan pernah ku biarkan bisa masuk. Toh banyak kebaikan yang aku rasakan, kehidupan ku menjadi teratur. Hari-hari ku berjalan lancar tanpa ada satupun keadaan yang begitu membebani perasaan, aku tidak begitu khawatir dengan sepi dan kesunyian yang ku rasa. Bagi ku kesunyian adalah hal yang sangat menyenangkan untuk ku kawani, hari-hari ku di isi oleh pertemanan dengan buku dan suara lantunan kicauan burung camar yang merdu.


Menjadi apa adanya tanpa topeng dan basa basi tidak selalu membuat kita banyak teman. Tapi sekali kita mendapatkannya, maka itu kabar gembira. Hanya sahabat sejati yang selalu memahami kita apa adanya. Mereka berbicara kurang berkali-kali, protes sana sini. Benahi yang bukan urusannya, lupa tugas yang utama yaitu urus urusan mu sendiri.

__ADS_1


Aku pernah hancur karena terlalu percaya, pernah juga patah karena memilih orang yang salah. Aku pernah terkubur dalam-dalam di dalam hati seseorang yang ku selami dengan niat untuk bisa aku mengerti. Aku pernah memutuskan berjuang untuk hati yang memperjuangkan orang lain.


Aku pernah tercerai-berai ketika kasih ku tak sampai, aku pernah tertusuk pecahan hatiku sendiri ketika sedang menyusun, lalu kau datang lagi. Aku pernah terjatuh dua kali karena ceroboh memberikan kesempatan, aku pernah di tinggalkan karena menunggu, aku juga pernah di hakimi karena melindungi.


Saat pagi datang rasanya seperti membawaku ke dalam bingkai kehidupan yang baru, aku tak akan pernah tahu apa yang akan terjadi pada diriku, yang aku lakukan hanya menjalani semuanya dengan baik meski sebenarnya hatiku kalut dan galau.


Aku tak tahu kenapa Gusti bisa menduakan ku dengan wanita lain, entahlah apa mungkin karena aku? Semua pertanyaan-pertanyaan datang di kepalaku hingga membuat aku tak sadarkan diri.


Untungnya ada sosok lelaki yang datang dan tiba-tiba menolong ku, sebenarnya aku bel terlalu mengenalnya karena aku masih setengah sadar.


"Riana?" Tanyanya Maryam sepupuku


"A..!!" Ujarku sembari terbangun dengan lengan yang telah terbungkus perban.


Jangan tanyakan bagaimana perasaan ku saat itu, yang jelas ini sangatlah menyakitkan, bayangkan saja saat kau melihat seseorang yang kau cintai bermesraan dengan wanita lain, dan dalam waktu bersamaan membuat kau depresi dan patang arah.


"Jangan banyak gerak!!" Serunya


"Untuk apa kamu kemari?" Tanyaku


"Tentu saja untuk menjenguk dirimu" Jawabnya


Sebenarnya aku sudah lama, tidak dekat dengan sepupuku Maryam. Dan kini ia sudah sangat berbeda sekali terlihat nampak alim dengan gamis dan jilbab panjang nan lebar yang menutupi wajah cantiknya, namun dia masih nampak terlihat sangat ayu dan cantik.


"Kenapa sekarang kau berbeda sekali?" Tanyaku


"Maksud kamu? Apa yang berbeda?" Tanyanya


"Penampilan mu!" Ujarku


Jarak terkadang membuatnya menjadi asing, membuat seseorang tak percaya akan kekuatan cinta. Silangit yang sama kamu berada, namun belum kamu temukan satu sosok pilihan-Nya.

__ADS_1


Meski dalam keramaian aku masih merasa kesepian, entah kenapa sunyi sepi ku rasa tanpa seseorang yang bisa menemani ku di kesendirian ini, tak terasa sudah semakin jauh aku berjalan sendiri. Egois ku rasa bila aku mengeluh saja tanpa mau berusaha, entah kenapa goresan pena ku sampai pada titik kosong dimana tinta hitam yang ku tulis diatas kertas putih ternyata telah habis, setiap yang ku tulis sesuai dengan perjalanan hidup dimana hati menangis menjerit menceritakan setiap perjalanan hati yang lirih, meski sang waktu berbicara dengan nada yang lirih sambil di temani sang piano yang terus berbunyi dengan merdunya seperti melodi sendu yang menohok hati.


ooOoo


__ADS_2