Dua Sahabat

Dua Sahabat
Bab 17


__ADS_3

Hari berganti minggu, dan sampai lah hari ini tepat 7bulan setelah pernikahan yuni dan bara.


cepat yang," teriak yuni dari luar kamar


bentar dong bumil ku." bergegas keluar kamar dan mengambil kunci mobil


kebiasaan kamu ini mas lambat." yuni cemberut


udah dong jangan cemberut gitu." bara mencubit pelan pipi yuni


diluar mobil sudah disiapkan, mereka langsung masuk dan menuju rumah sakit langganan yuni selama hamil.


seperti orang lain, mereka juga ikut mengantri kebetulan antrian tidak terlalu banyak, setelah menunggu hampir 1jam sekarang giliran yuni masuk. dokter nya perempuan ramah dan lembut, itulah yang disukai yuni.


setetes gel dioleskan di atas perut yuni yang sudah membesar itu, mereka melakukan usg untuk melihat perkembangan anak mereka. dan ternyata alhamdulillah mereka baik dan sehat. tampak berbinar mata bara mendengar detak jantung sang buah hati.


konsultasi kita hari ini selesai, semua nya baik baik aja. ibu dan janin sangat sehat, tetap minum susu dan makan sayurnya. kita cek bulan depan lagi ya, nanti silahkan datang lagi." kata dokter tersenyum sambil memberi vitamin untuk diminum yuni


terima kasih dokter." yuni mengambil bungkusan vitamin itu kemudian mereka menuju kediaman rumah orang tua bara


sesampainya didepan gerbang, pagar dibukakan oleh satpam dan mobil mereka memasuki rumah itu yang begitu asri dilihat banyak tanaman tertata rapi pada tempat nya.


Assalamu'alaikum. mama" panggil bara yang kebetulan mama nya ada didapur


kenapa sih kamu mas, suka banget teriak teriak, gak sopan tau." yuni malah memarahi suami nya, padahal sebelum nya sudah terbiasa teriak teriak


maaf sayang, ayo kita ke dalam masuk." bara menarik tangan yuni


plak..


jangan mas, kita tunggu disini aja dulu." yuni menarik tangan nya dan duduk diruang tamu


iya iya baiklah." bara ikut duduk disebelah istri nya yang setiap hari tambah bawel


tidak lama kemudian keluar mama bara dari arah dapur.


kapan kalian sampai, kenapa gak bilang bilang dulu biar mama masak banyak." kata mama bara duduk didepan dua pasangan itu


tadi habis kontrol kehamilan yuni ma, jadi sekalian mampir." bara menjelaskan


gimana, sehat sehat kan." tanya mama bara

__ADS_1


alhamdulillah sehat semua nya ma." jawab bara sambil mengelus perut yuni


kalian sudah makan belum." tanya mama bara


tadi pagi aku minum susu aja ma, soalnya kalo makan suka muntah." jawab yuni


gak papa, ayo kita makan. tadi mama udah masak, siapa tau baby nya mau makan liat masakan nenek." kata mama bara menarik pelan tangan yuni


dimeja makan sudah tersedia berbagai menu. sesampainya dimeja, yuni langsung di suguhkan sepiring nasi dan ikan bakar.


hanya 2 kali suap yuni langsung muntah, itulah kebiasaan nya akhir akhir ini. awal nya yuni khawatir karena akan berpengaruh terhadap kandungan nya. tapi setelah dokter menjelaskan sekarang yuni begitu menikmati masa masa kehamilan nya.


yuni langsung menuju dapur dan membasuh muka nya, mata nya ikut berair. bara yang siap siaga sudah ada disamping nya.


kasian banget kamu yang, gimana kalo makan buah aja." tawar bara


iya udah deh, padahal aku lapar loh mas. udh 1bulan ini gak bisa makan nasi." kata yuni dengan wajah lemas nya


bara, yuni nya gak kenapa napa kan." panggil mama bara


gak papa ma, biar yuni makan buah aja. mama makan aja." jawab bara sesampainya di meja makan


udah tanya dokter belum, atau bisa dikasih solusi gitu. kalo cuman susu kan kasian yuni nya," tanya mama bara turut prihatin melihat kondisi menantu nya sekarang


alah lo itu manja, gitu doang muntah muntah cari perhatian aja." kata reyna adik nya bara datang dari arah kamar


husstt kamu itu kenapa rey, siapa yang ngajarin kamu." tanya mama dinda


ma aku pergi dulu, hari ini aku ada janji sama temen temen." reyna berlalu pergi dengan tas dibahu nya


yuni hanya bisa duduk diam sambil menunduk karena perkataan rey barusan. dia tidak sedang mencari perhatian kepada siapa pun, tapi memang kondisinya begini ia pun tidak menginginkan nya.


kamu yang sabar ya nak, anggap aja rey tidak pernah ngomong apapun sama kamu. mama minta maaf ya nak." kata mama dinda ikut bersedih


sudah seringkali reyna dinasehati tapi tetap saja kelakuan nya tidak berubah. dia tidak suka bara menikah dengan wanita miskin seperti yuni, jelas berbeda level dari keluarga nya ditambah lagi yuni sangat disayangi orangtua nya seperti anak sendiri.


aku gak papa kok ma," jawab yuni sambil terisak


maafin mas ya sayang, nanti lain kali mama yang aku bawa kerumah biar kamu gak sedih lagi." bara memeluk yuni dari samping


ya sudah tadi kamu mau makan buah kan, biar aku kupasin dulu ya, buah nya yang mana sayang." tanya bara

__ADS_1


buah apel sama anggur aja mas, kaya biasa ya mas biar aku cepet kenyang nya." jawab yuni yang sudah tersenyum


sementara bara mengupas buah buahan untuk yuni, mama bara memakan makanan nya. beruntung yuni tidak papa mencium bau ikan barang tadi.


buah apel dan anggur nya dipotong kecil kecil kemudian ditumpahin susu cair dan susu kental dengan taburan keju tidak lupa sepotong es berukuran kecil.


ayo dimakan sayang," bara menyodorkan semangkuk buah sudah siap disantap


terima kasih mas." jawab yuni dengan wajah berbinar


hmm enak banget, mama mau." tanya yuni setelah menyendok buah tersebut


gak usah, kamu aja. nanti mama bikin sendiri." jawab mama dinda yang sudah selesai makan nya


kamu gak makan mas." tanya yuni


nanti aja, habisin dulu punya kamu." jawab bara


makan aja mas, aku tunggu disini." kata yuni


beneran gak papa nih aku makan." tanya bara yang sudah menahan lapar nya


gak papa mas, ini udah siang nanti kamu laper lagi kalo pulang kan jauh mas." jawab yuni terus menyendok buah nya


makan aja bar, mama kedapur dulu nyuci tangan." kata mama dinda


iya ma." jawab bara kemudian mengambil piring bekas yuni makan tadi


sedangkan yuni asyik dengan buah nya yang sudah hampir habis


aaahh kenyang banget mas," yuni mengelus


perut nya


🍀


🍀


🍀


momo minta sisa vote, like dan comment. biar makin semangat update nya

__ADS_1


🙏


__ADS_2