
Hari berganti minggu, dan sampai lah hari ini tepat 7bulan setelah pernikahan yuni dan bara.
cepat yang," teriak yuni dari luar kamar
bentar dong bumil ku." bergegas keluar kamar dan mengambil kunci mobil
kebiasaan kamu ini mas lambat." yuni cemberut
udah dong jangan cemberut gitu." bara mencubit pelan pipi yuni
diluar mobil sudah disiapkan, mereka langsung masuk dan menuju rumah sakit langganan yuni selama hamil.
seperti orang lain, mereka juga ikut mengantri kebetulan antrian tidak terlalu banyak, setelah menunggu hampir 1jam sekarang giliran yuni masuk. dokter nya perempuan ramah dan lembut, itulah yang disukai yuni.
setetes gel dioleskan di atas perut yuni yang sudah membesar itu, mereka melakukan usg untuk melihat perkembangan anak mereka. dan ternyata alhamdulillah mereka baik dan sehat. tampak berbinar mata bara mendengar detak jantung sang buah hati.
konsultasi kita hari ini selesai, semua nya baik baik aja. ibu dan janin sangat sehat, tetap minum susu dan makan sayurnya. kita cek bulan depan lagi ya, nanti silahkan datang lagi." kata dokter tersenyum sambil memberi vitamin untuk diminum yuni
terima kasih dokter." yuni mengambil bungkusan vitamin itu kemudian mereka menuju kediaman rumah orang tua bara
sesampainya didepan gerbang, pagar dibukakan oleh satpam dan mobil mereka memasuki rumah itu yang begitu asri dilihat banyak tanaman tertata rapi pada tempat nya.
Assalamu'alaikum. mama" panggil bara yang kebetulan mama nya ada didapur
kenapa sih kamu mas, suka banget teriak teriak, gak sopan tau." yuni malah memarahi suami nya, padahal sebelum nya sudah terbiasa teriak teriak
maaf sayang, ayo kita ke dalam masuk." bara menarik tangan yuni
plak..
jangan mas, kita tunggu disini aja dulu." yuni menarik tangan nya dan duduk diruang tamu
iya iya baiklah." bara ikut duduk disebelah istri nya yang setiap hari tambah bawel
tidak lama kemudian keluar mama bara dari arah dapur.
kapan kalian sampai, kenapa gak bilang bilang dulu biar mama masak banyak." kata mama bara duduk didepan dua pasangan itu
tadi habis kontrol kehamilan yuni ma, jadi sekalian mampir." bara menjelaskan
gimana, sehat sehat kan." tanya mama bara
__ADS_1
alhamdulillah sehat semua nya ma." jawab bara sambil mengelus perut yuni
kalian sudah makan belum." tanya mama bara
tadi pagi aku minum susu aja ma, soalnya kalo makan suka muntah." jawab yuni
gak papa, ayo kita makan. tadi mama udah masak, siapa tau baby nya mau makan liat masakan nenek." kata mama bara menarik pelan tangan yuni
dimeja makan sudah tersedia berbagai menu. sesampainya dimeja, yuni langsung di suguhkan sepiring nasi dan ikan bakar.
hanya 2 kali suap yuni langsung muntah, itulah kebiasaan nya akhir akhir ini. awal nya yuni khawatir karena akan berpengaruh terhadap kandungan nya. tapi setelah dokter menjelaskan sekarang yuni begitu menikmati masa masa kehamilan nya.
yuni langsung menuju dapur dan membasuh muka nya, mata nya ikut berair. bara yang siap siaga sudah ada disamping nya.
kasian banget kamu yang, gimana kalo makan buah aja." tawar bara
iya udah deh, padahal aku lapar loh mas. udh 1bulan ini gak bisa makan nasi." kata yuni dengan wajah lemas nya
bara, yuni nya gak kenapa napa kan." panggil mama bara
gak papa ma, biar yuni makan buah aja. mama makan aja." jawab bara sesampainya di meja makan
udah tanya dokter belum, atau bisa dikasih solusi gitu. kalo cuman susu kan kasian yuni nya," tanya mama bara turut prihatin melihat kondisi menantu nya sekarang
alah lo itu manja, gitu doang muntah muntah cari perhatian aja." kata reyna adik nya bara datang dari arah kamar
husstt kamu itu kenapa rey, siapa yang ngajarin kamu." tanya mama dinda
ma aku pergi dulu, hari ini aku ada janji sama temen temen." reyna berlalu pergi dengan tas dibahu nya
yuni hanya bisa duduk diam sambil menunduk karena perkataan rey barusan. dia tidak sedang mencari perhatian kepada siapa pun, tapi memang kondisinya begini ia pun tidak menginginkan nya.
kamu yang sabar ya nak, anggap aja rey tidak pernah ngomong apapun sama kamu. mama minta maaf ya nak." kata mama dinda ikut bersedih
sudah seringkali reyna dinasehati tapi tetap saja kelakuan nya tidak berubah. dia tidak suka bara menikah dengan wanita miskin seperti yuni, jelas berbeda level dari keluarga nya ditambah lagi yuni sangat disayangi orangtua nya seperti anak sendiri.
aku gak papa kok ma," jawab yuni sambil terisak
maafin mas ya sayang, nanti lain kali mama yang aku bawa kerumah biar kamu gak sedih lagi." bara memeluk yuni dari samping
ya sudah tadi kamu mau makan buah kan, biar aku kupasin dulu ya, buah nya yang mana sayang." tanya bara
__ADS_1
buah apel sama anggur aja mas, kaya biasa ya mas biar aku cepet kenyang nya." jawab yuni yang sudah tersenyum
sementara bara mengupas buah buahan untuk yuni, mama bara memakan makanan nya. beruntung yuni tidak papa mencium bau ikan barang tadi.
buah apel dan anggur nya dipotong kecil kecil kemudian ditumpahin susu cair dan susu kental dengan taburan keju tidak lupa sepotong es berukuran kecil.
ayo dimakan sayang," bara menyodorkan semangkuk buah sudah siap disantap
terima kasih mas." jawab yuni dengan wajah berbinar
hmm enak banget, mama mau." tanya yuni setelah menyendok buah tersebut
gak usah, kamu aja. nanti mama bikin sendiri." jawab mama dinda yang sudah selesai makan nya
kamu gak makan mas." tanya yuni
nanti aja, habisin dulu punya kamu." jawab bara
makan aja mas, aku tunggu disini." kata yuni
beneran gak papa nih aku makan." tanya bara yang sudah menahan lapar nya
gak papa mas, ini udah siang nanti kamu laper lagi kalo pulang kan jauh mas." jawab yuni terus menyendok buah nya
makan aja bar, mama kedapur dulu nyuci tangan." kata mama dinda
iya ma." jawab bara kemudian mengambil piring bekas yuni makan tadi
sedangkan yuni asyik dengan buah nya yang sudah hampir habis
aaahh kenyang banget mas," yuni mengelus
perut nya
🍀
🍀
🍀
momo minta sisa vote, like dan comment. biar makin semangat update nya
__ADS_1
🙏