Dua Sahabat

Dua Sahabat
Bab 46


__ADS_3

Dilain tempat dengan dimalam yang sama


sanu menghubungi gilang beberapa kali tapi tidak ada jawaban, ia pun mencoba membuka aplikasi instagram tapi tidak ada juga tanda tanda kehidupan. gilang seolah hilang ditelan bumi.


tak berapa lama ada pesan masuk dari gilang.


maaf sayang, aku sangat sibuk akhir akhir ini." tulis gilang melalui pesan WA


ya sudah kalo kamu sibuk, maaf mengganggu waktunya." balas sanu


kamu dimana, aku masih berhutang penjelasan sama kamu. kebetulan malam ini aku gak sibuk, biar aku temui kamu." balas gilang lagi


aku dirumah, lagi free." balas sanu yang tengah makan mie indomie kesukaan nya


kita ketemu dimana, biar aku langsung kesana." balas gilang


dirumah aja gak papa kali, belum terlalu larut juga. aku lagi malas keluar hawanya terlalu dingin." balas sanu


ya sudah kamu tunggu, aku langsung otw." balas gilang kemudian ia bergegas menuju rumah sanu, sebelumnya ia mampir ke penjual martabak manis


tiga puluh menit kemudian


gilang datang dengan membawa sebungkus martabak manis


tok...


tok...


tok...


Assalamu'alaikum sanu." ucap gilang tengah berdiri didepan pintu


Waalaikumsalam, sebentar." jawab sanu dari dalam rumah


ceklek...


ehh,


masuk," ucap sanu mempersilahkan gilang masuk menuju ruang tamu yang sudah disediakan punya rumah sofa kecil muat untuk orang bertiga


ini aku bawain makanan kesukaan kamu." ucap gilang meletakkan sebungkus martabak diatas meja kecil


bentar aku buatin minum dulu ya." jawab sanu tersenyum, tak bisa dipungkiri sebenarnya ia marah sama gilang tapi karena masih ada rasa sayang dan cinta maka ia tidak bisa memperlakukan gilang kasar


beberapa saat ia membawa dua gelas teh hangat manis diatas nampan kecil yang sudah buluk warna nya pun sudah pudar.


ini minum lah," ucap sanu setelah meletakkan nya diatas meja


iya." jawab gilang sambil tersenyum


kamu mau menjelaskan kan sama aku, jelaskan lah aku sudah siap mendengarkan semuanya." ucap sanu sambil menatap gilang yang lagi meminum teh


sebelum nya aku minta maaf sama kamu karena sudah dua bulan aku menghilang, sebenarnya aku mengurus wanita itu dan pekerjaan aku juga sangat banyak. aku pergi keluar kota selama dua minggu, maaf aku gak ngehubungin kamu sama sekali." ucap gilang sambil memegang tangan sanu


iya aku paham kok, jelaskan lah sekarang, jangan buang waktu, aku besok harus bekerja lagi." jawab sanu melepaskan tangannya dari genggaman tangan gilang


apapun yang terjadi setelah aku menjelaskan semuanya padamu, ku mohon kamu maafkan aku atas perlakuan ku sama kamu." ucap gilang dengan wajah serius


iya gilang, cepatlah cerita keburu aku ketiduran." jawab sanu mendesak


malam itu aku diajak oleh RAZAN dan NOBI merayakan kemenangan atas tender nya. kami kumpul di sebuah klub malam, awalnya aku menolak untuk minum karena tidak terbiasa. aku memesan air biasa tanpa alkohon, tanpa ku ketahui didalam nya ditaruh obat tidur oleh NOBI. setelah aku meminum nya aku tidak sadarkan diri, begitu aku bangun aku sudah berada disebuah kamar HOTEL dan disampingku tertidur seorang perempuan yang diketahui bernama SINTA. pakaian kami sama sama lengkap, tidak ada tanda tanda bekas orang bercinta. aku pun langsung pulang dengan kepala setengah pusing.


beberapa hari kemudian setelah kejadian itu, SINTA datang menemuiku dengan memfitnah aku sudah membuatnya HAMIL. aku mengelaknya karena tidak melakukan apapun, ia mengacaukan semua yang ada didalam ruanganku hingga asistenku pun lepas tangan karena tidak sanggup melihatnya.

__ADS_1


aku mencoba bertanya kepada RAZAN tentang kejadian malam itu tapi razan tidak tau karena pulang duluan, lalu aku bertanya kepada nobi tapi ia selalu menghindar kemudian aku minta bantuan DONI, setelah dapat cctv kamar hotel itu ternyata perempuan itu kekasih nobi. sinta hamil anak nya nobi, entah apa maksud nobi menipuku seperti itu. semenjak aku mengetahui hal keji itu nobi tidak pernah lagi menampakkan batang hidungnya." gilang menjelaskan dengan raut wajah yang berubah ubah


masalah itu benar sudah clear kan, aku gak mau nanti perempuan yang bernama sinta itu melabrak aku ditempat umum." tanya sanu memastikan


iya san, kalo kamu gak percaya nanti aku bawakan rekaman cctv nya." jawab gilang


aku sebenarnya masih kurang percaya sih," ucap sanu


apa perlu perempuan itu aku bawa ketemu kamu, supaya kamu percaya atas ucapan aku." ucap gilang meyakinkan


baiklah, kamu bawa perempuan itu besok siang dijam makan siang sepulang aku kuliah." jawab sanu


tapi kamu mau kan memaafkan aku." tanya gilang


iya, kalo kamu terbukti gak bersalah aku akak memaafkan kamu." jawab sanu


terima kasih sanu, sekali lagi maafkan perlakuan aku sama kamu." ucap gilang reflek memeluk sanu


ihh gak usah peluk peluk juga," ucap sanu melepaskan pelukan dengan kasar


maaf, maaf aku gak sengaja." jawab gilang salah tingkah karena sanu menatap tajam


habiskan dulu minum kamu, aku udah cape cape bikin nya." ucap sanu kemudian ia ikut meminum tehnya


kenapa kamu jadi emosian gini sih san, aku ada salah apa sama kamu." tanya gilang setelah meminum tehnya


gak ada, aku cuman kesal aja sama kamu. dari kemaren kemaren aku telpon sama dichat gak ada respon sama sekali." jawab sanu


aku minta maaf udah nelantarin kamu gini." ucap gilang


emang aku apaan pake ditelantarin segala." jawab sanu


kamu itu calon istri dan ibu dari anak anak aku." ucap gilang


ya pasti maulah kamu sama aku, kamu kan sayang dan cinta sama aku." ucap gilang dengan senyum mengembang


kata siapa." jawab sanu dengan senyum liciknya


kata aku lah," ucap gilang mendekati sanu


ngapain lagi dekat dekat, sana jauh jauh husstt." ucap sanu sambil menggeser duduk nya


kamu kok gitu sama aku, aku pulang aja deh. maaf sudah mengganggu waktunya." ucap gilang hendak berdiri


ehh kok ngambek sih, aku kan cuman bercanda aja." ucap sanu sambil menarik tangan gilang


aku mau pulang san, lagian kamu juga besok harus kerja kan. itu martabak juga gak disentuh sentuh, padahal aku dah cape cape loh ngantri tadi." jawab gilang dengan wajah dibuat kecewa


iya ini aku makan, kamu duduk dulu temanin aku makan nya. gak enak tau makan sendirian." ucap sanu membuka bungkus martabak


ya udah aku temanin, tapi kamu janji harus mau jadi calon istri aku." jawab gilang


kenapa kamu jadi maksa, suka suka aku lah mau punya suami kaya gimana." ucap sanu sambil memakan martabak nya


kamu maunya kaya gimana, aku termasuk kriteria kamu gak." jawab gilang


aku mau punya suami penyayang, tajir, biar derajat aku ikut keangkat. kamu gak tau rasanya jadi orang miskin kaya gimana, selalu dipandang sebelah mata oleh orang orang." ucap sanu dengan mata berkaca kaca


udah dong kenapa jadi menangis, aku akan berusaha membuat kamu bahagia, aku juga akan bekerja keras biar bisa jadi orang tajir." jawab gilang sambil mengelus pelan kepala sanu


orang tua aku selalu dipandang sebelah mata, dicaci dan dimaki itu yang setiap hari orang tua ku dapatkan. coba kamu bayangkan orang tua kamu dicaci dimaki bagaiman rasanya, padahal orang tua ku kerja mencari nafkah untuk keluarga apa yang salah terhadap orang tua ku." ucap sanu


udah udah cup... cup... sayang, udah dong nangis nya, harusnya kamu berdoa biar kuliah kamu lancar dan lulus dengan nilai terbaik." jawab gilang sambil memeluk sanu dari samping

__ADS_1


ihh kamu kebiasaan deh, suka nyuri nyuri dalam kesempitan." ucap sanu menatap tajam wajah gilang


iya maaf maaf, makanya jangan nangia lagi dong. aku mau pulang malah gak jadi ngeliat kamu nangis gini." jawab gilang


yah hujan deh, gimana aku mau pulang, tadi aku gak pake mobil jas hujan juga gak punya." ucap gilang sambil melihat keluar rumah lewat jendela kaca diruang tamu.


tunggu reda aja dulu, aku tutup pintu nya ya." ucap sanu sambil menutup pintu


kalo berduaan gini biasanya ada orang ketiga," jawab gilang dengan raut wajah tak biasanya


mau apa kamu, awas macam macam ya." ucap sanu setelah menutup pintu


kalo pun macam macam gak akan ada yang dengar, hujan nya lebat gini ditambah hawanya dingin." jawab gilang mendekati sanu


udah deh, aku gak mau ya sampai hamil diluar nikah." ucap sanu gemetar


gampang kok sayang, nanti aku buang kelaut biar gak hamil." jawab gilang


gilang, jangan kaya gini aku mohon." ucap sanu sambil menangis


cup.. cup.. sayang, maaf aku bercanda aja." jawab gilang menuntun sanu untuk duduk disofa disebelah nya


kamu jahat banget sih, aku takut banget tadi kalo sampai terjadi hal yang..." ucapan sanu terhenti karena gilang mencium nya secara mendadak


ciuman itu penuh hikmat dan diresapi oleh dua insan yang terbuai asmara.


beberapa saat kemudian sanu tersadar,


huhh, udah ke sekian kalinya kamu mencuri ciuman ku, bilang dulu kek biar aku gak jantungan." ucap sanu


masa aku harus bilang dulu, sanu aku mau mencium kamu boleh kah." jawab gilang sambil tertawa


sudah lah lupakan, aku ngantuk mau tidur. kamu tidur disini aja gak papakan, kasurnya cuman satu." ucap sanu


masih muat kan untuk dua orang." jawab gilang


iya kalo dua orang muat sih, tapi kan kita bukan mukhrim." ucap sanu


baiklah, aku disini aja." jawab gilang


aku ambilkan bantal sama selimut dulu ya." ucap sanu berjalan menuju kamar dan diiringi oleh gilang dibelakangnya


ngapain kamu ikut masuk." tanya sanu setelah berbalik


mau tidur lah, masa aku diluar kedinginan, nanti aku sakit masuk angin atau demam gimana." ucap gilang yang sudah berbaring diatas kasur lusuh


tapi kan dilarang perempuan dan laki laki dalam satu ruangan." jawab sanu bingung hendak tidur dimana."


ya sudah kamu aja tidur diluar, aku sudah ngantuk." ucap gilang sambil menarik selimut


beberapa saat kemudian gilang sudah tertidur, hujan diluar juga mulai reda,


jam sudah menunjukkan pukul 11.00 malam hari, tapi sanu masih bingung hendak tidur dimana hingga akhirnya sanu tertidur sambil berduduk.


๐Ÿ€


๐Ÿ€


๐Ÿ€


dua bab momo gabung lagi biar jadi satu bab aja. dan untuk besok sampai beberapa hari kedepan momo gak up dulu karena ada kesibukan didunia nyata.


jangan lupa kasih vote, like dan commentnya๐Ÿ™

__ADS_1


__ADS_2