Dua Sahabat

Dua Sahabat
Bab 42


__ADS_3

aneh banget deh orang tadi, sok kenal banget lagi." kata sanu dalam hati sambil berjalan mencari angkutan umum untuk menuju cafe


beberapa saat setelahnya ia sudah diperjalanan menuju cafe, kurang lebih 20menit baru sampai dan langsung memasuki ruang ganti.


tumben jam segini udah datang. ucap zahra


malas pulang kerumah lagi, sekalian aja makan disini kan gratis hahaa." jawab sanu mengambil makan dan segelas air es


sekarang nyari yang gratis ya." ucap zahra sambil tertawa


kalo ada yang gratis kenapa tidak." jawab sanu disela makan nya


aku kedepan dulu ya nganterin pesanan pelanggan." ucap zahra membawa nampan


hmm." jawab sanu sambil mengunyah makanan


setelah selesai makan ia duduk santai dulu menunggu jam kerja, kira kira jam menunjukkan pukul 02.30 menit sanu bersiap siap bekerja dan akan pulang jam 10.00 malam hari.


Pukul 08.00 malam hari


gimana barun hari ini gak cerewet kan bun." tanya bara sambil mencium barun dengan gemasnya


selesai video call tadi barun menangis sampai bibi yang gendong dibawa ketaman baru berhenti nangis." jawab yuni


kenapa," tanya bara dengan wajah bingung


gak tau, kata bibi mungkin mau dibawa jalan jalan bosan didalam rumah terus." jawab yuni


nanti kalo ada waktu kita bawa jalan jalan keliling komplek sini aja," ucap bara


hari minggu besok mau aku bawa jalan jalan pagi biasanya banyak anak anak biar barun senang." jawab yuni


biar ayah temenin jalan jalan nya." ucap bara


iya ayah," jawab yuni tersenyum


mas mau gak nolongin aku." tanya yuni menatap wajah suaminya


mau apa," jawab bara ikut menatap yuni


beliin cemilan, stok cemilan udah habis. mau keluar beli tapi kalo bawa barun kan susah jadinya, apalagi barun masih kecil." ucap yuni


mau dibeliin apa, biar mas langsung ke supermarket mumpung belum larut." jawab bara hendak berdiri

__ADS_1


apa aja deh mas, tapi jangan lupa roti sama biskuit." ucap yuni tertawa kecil


oke deh, ditunggu ya. mas keluar dulu beliin." jawab bara kemudian menghilang dari balik pintu kamar


hampir empat puluh lima menit bara kembali dengan membawa sekantong besar bermacam macam cemilan untuk menemani keseharian yuni dirumah.


begitu melihat suaminya memasuki kamar yuni langsung kedapur membuat minuman untuknya dan suaminya. sedangkan barun sudah tertidur setelah tadi minum ASI.


senang banget deh aku mas, banyak cemilan gini." ucap yuni membuka sebungkus biskuit untuk dinikmatinya


mas tau kamu suka lapar kan, apalagi selama menyusui, untung nya bibi suka bikinin cemilan." jawab bara sambil menyeruput secangkir kopi


aku yang bersyukur banget punya suami kaya kamu mas, udah pengertian banget penyayang gak pernah kasar sama keluarga sendiri, apa adanya gitu mau nerima kekurangan aku dan keluarga aku yang miskin ini." ucap yuni dengan wajah sendu


gak boleh gitu bun, semuanya memang harus disyukuri, sekarang kita fokus besarkan barun bersama sama." jawab bara sambil menggenggam tangan yuni


setelah aku melahirkan sampai detik ini aku memang fokus ke barun aja mas, sampai sampai tubuh aku sendiri aja gak ku perhatikan, kucel gini ditambah lagi udah gendut, perut aja buncit." ucap yuni sambil tertawa


kalo barun udah besar dan kamu gak menyusui lagi, silahkan perawatan lagi nanti sama mas kesalon nya. untuk sementara mas minta maaf, kan barun gak bisa lama lama jauh dari bundanya," jawab bara


iya mas, tapi mas jangan ngelirik cewek lain ya," ucap yuni sambil tertawa


gak mungkin dong sayang, mas udah punya istri secantik dan sebaik kamu ngapain lagi ngelirik cewek diluar sana yang belum tentu sebaik kamu." jawab bara kemudian mencium pucuk kepala yuni dengan lembut


dalam suatu hubungan komunikasi itu penting yang, kita ngobrol kaya gini itu malah bagus biar makin romantis gitu hahaa," jawab bara


ssttt mas ketawa jangan keras keras, nanti bangun barun tanggung jawab loh." ucap yuni


ya udah sekarang kamu bersih bersih dulu habis itu kita istirahat, udah larut malam." jawab bara membereskan gelas gelas minuman dan bungkus biskuit


iya mas." ucap yuni kemudian ia menuju kamar mandi


beberapa saat kemudian yuni dan bara ikut merebahkan tubuhnya disamping barun tidak menunggu waktu lama mereka tertidur lelap.


**


Hari minggu pagi pukul 07.00 barun berada digendongan ayah nya untuk dibawa jalan jalan pagi keliling komplek sedangkan yuni mengikuti dari dibelakang.


anak nya pak," tanya seorang ibu ibu yang juga membawa anaknya belajar berjalan


iya bu," jawab bara sambil tersenyum


udah berapa bulan, gembul banget lucu." tanya ibu itu

__ADS_1


hampir dua bulan bu," jawab bara


duh gemasnya, ibu nya mana." ucap ibu itu


itu bundanya," jawab bara menunjuk kebelakang kearah yuni


ohh cantik ibunya." jawab ibu itu melihat kearah yunj


hehee." bara hanya tertawa kecil


sedangkan yuni hanya tersenyum menyapa ibu itu kemudian ibu itu berjalan membawa anak nya


siapa mas," tanya yuni


gak tau, ibu komplek dekat sini." jawab bara melanjutkan berjalan dan diiringi yuni disampingnya


kita duduk ditaman situ yuk mas, dibawah pohon." ucap yuni menunjuk taman kecil


ahh segar ya nak dibawah pohon, lihat itu barun ada burung terbang." ucap bara setelah duduk dibawah pohon diatas rerumputan


barun menatap burung burung itu dan tersenyum menampilkan gusinya


senang banget ya nak, nanti besok bunda bawa jalan jalan lagi ya." ucap yuni melihat barun kesenangan


kalo udah bisa berjalan kayanya tambah seru ya bun," ucap bara melihat anak anak berjalan bermain bersama temannya


iya seru banget karena tambah aktif, bundanya yang kelelahan jagain barun." jawab yuni


namanya juga pertumbuhan, emang bunda dulu langsung lari lari." ucap bara sambil tertawa menatap yuni


iya, langsung lari kencang gitu lari maraton." jawab yuni menatap bara dengan wajah kesal


dapat piala gak bun." ucap bara tertawa melihat yuni dan yuni hanya diam sambil menatap kesal


kita pulang aja yuk, tambah panas kasian barun." ucap yuni hendak berdiri dari duduknya


ya udah yuk," jawab bara kemudian mereka pulang beriringan


🍀


🍀


🍀

__ADS_1


momo minta sisa vote, like dan comment 🙏


__ADS_2