
Saat malam hari semua orang berada dikamar, jam menunjukkan pukul 10.00
mas, kemaren ada rey nyariin kamu, aku lupa bilangin." ucap yuni sambil berbaring ditempat tidur
oh ya, ada apa." tanya bara menghadap yuni
gak tau mas, katanya sampein salam ku gitu aja." jawab yuni
tumben banget dia nyariin mas ya," ucap bara
coba besok mas tanyain deh, kali aja pentingkan." ucap yuni
ya sudah, sekarang kita tidur dulu." jawab bara sambil memeluk yuni dari samping
***
Pagi hari,
ting.
bunyi pesan dari hp yuni
bun, hp nya bunyi tuh." bara memberitahukan
iya mas, nanti aja aku masih mandiin barun." jawab yuni
mas cek ya," tanya bara kemudian mengambil hp yuni yang terletak dimeja rias
iya mas." jawab yuni
saat membaca pesan kening bara langsung berkerut, pesan dari siapa sebenarnya disitu bahkan tidak tertera namanya, yang berarti itu nomor tidak dikenal. lebih mengherankan lagi isi pesan nya seperti sebuah ancaman yang mengarah kepada siapa, buru buru bara menyalin nomor itu ke hp nya dan menghapus pesannya.
siapa mas." tanya yuni saat selesai memandikan barun
__ADS_1
ohh ini dari telk**sel," jawab bara kemudian meletakkan hp nya
mas gak siap siap, ini udah jam 8 loh." tanya yuni
agak siangan aja mas kekantor," jawab bara
nanti kita sarapan bersama ya mas," ucap yuni
iya bun, ayah mau gendong barun dulu boleh gak." tanya bara
ya pasti boleh lah kan mas ayah nya barun." jawab yuni sambil tertawa
mas ajak keluar ya berjemur, kamu mandi dulu aja." ucap bara kemudian menghilang dari balik pintu kamar
kita berjemur dulu ya nak," ucap bara sambil menggendong barun
eh zian, udah mandi belum dek." tanya bara saat melihat zian diruang keluarga duduk sendirian
keluar bentar berjemur, zian disini aja yaa diluar panas." jawab bara
iya kak," ucap zian
dikamar
yuni sudah mandi, seperti biasa ia menggunakan dress panjang selutut. setelah menikah dengan bara semua baju yuni diganti dengan dress, panjang dan motif nya berbeda beda.
sedangkan mak yuni didapur membantu bi inah memasak sarapan, dua ibu tua itu sangat akrab seperti sudah berteman lama.
10menit kemudian, bara menuju dapur dengan diiringi zian. karena barun sudah mengoceh tidak jelas mencari bundanya.
bun, barun haus." ucap bara sedikit berteriak
ehh anak bunda haus ya, kita mimi dikamar ya nak." kata yuni menggendong barun dan membawanya kekamar
__ADS_1
zian sini dek, kita duduk sini." ucap bara mengajak zian kemeja makan, dan zian pun menurut.
sarapan sudah selesai dimasak, ketika bi inah ingin menghidangkan dimeja makan. bara mendapat telepon dari asisten nya ia pun langsung buru buru pergi kekantor.
iya hallo," jawab bara ditelepon
(××××)" asisten bara
kamu tunggu sebentar, saya segera kesana. bagaimanapun kamu tahan dulu sebentar jangan sampai membuat kekacauan disana." jawab bara kemudian ia menuju kamar
mas kekantor dulu ya, kamu jangan kemana mana. kalo ada apa apa langsung hubungin mas ya." ucap bara tanpa mengganti pakaian kerja nya
iya mas, hati hati dijalan." jawab yuni setelah menyalimi tangan suaminya
🍀
Sedikit cerita mengenai bara,
Bara memiliki satu perusahaan hasil jerih payah nya, tanpa bantuan oleh orang tua nya. diumurnya 20 tahun ia mulai merintis usaha, ia juga pernah mengalami kegagalan.
awal mula ia merintis usaha dengan membuka wisata kuliner kecil kecilan. kurang lebih 3bulan usaha itu tidak ada kemajuan, tidak juga ia menutup usaha itu, lalu ia membuka usaha lagi dengan modal seadanya dan sisanya ia meminjam kesahabat nya yang dari sekolah SMA.
letak nya lumayan jauh dari kota, ia membeli sehektar tanah yang sudah ditanami kopi. yang menjaga dan merawat tanaman kopi tersebut orang desa disekitar situ, agar lebih mudah dikelola.
usaha kopinya berkembang pesat setelah 1tahun lamanya, dari untung itu lah ia mendirikan perusahaan kopi. sudah berdiri sejak umurnya 25tahun.
🍀
🍀
🍀
momo minta sisa vote, like dan comment 🙏
__ADS_1