Dua Sahabat

Dua Sahabat
Bab 58


__ADS_3

Tepat jam menunjukkan pukul 04.00 sore hari datang seorang lelaki setengah wanita dengan membawa sebuah buku besar yang isinya mengenai baju pelaminan dan sebagainya yang berhubungan dengan resepsi pernikahan.


maaf tuan gilang terhormat aku terlambat." ucapnya dengan gaya centil seperti biasa dengan nafas setengah ngos ngosan


iya gak papa armi, silahkan duduk." gilang menunjuk kursi kosong tepat didepan nya


ini istri anda, haduh cantik syekali pengen cubit deh." ucap nya lagi sambil menyentil pipi sanu


sanu hanya tersenyum yang dipaksakan menatap armi yang begitu centil dihadapan nya, sungguh sanu tidak nyaman dengan lekaki setengah wanita ini. pakaian nya sih normal aja seperti lelaki pada umum nya hanya saja ia memakai lipstik dan alis layaknya seorang ibu ibu.


langsung saja armi, biar istriku yang memilih sendiri." ucap gilang mengingatkan


oh iya, aku hampir saja lupa." ucapnya kemudian membukakan buku itu


ini ada gaun dan baju untuk pasangan laki lakinya, dari model yang sederhana sampai yang mewah, dilihat aja dulu." armi menjelaskan satu persatu mengenai poto tersebut


mas, mas." panggil armi saat melihat karyawan restoran yang berjarak hanya satu meter


iya tuan, ada yang bisa saya bantu." ucap karyawan itu dengan ramah


saya mau pesan minum, saya haus. emmm saya pesan jus alpukat satu ya." pintanya


baik, mohon ditunggu tuan." jawab karyawan itu dengan senyuman yang tak pernah lepas


jangan pake lama ya mas, aku udah keburu haus." ucapnya lagi


baik tuan." kemudian karyawan itu pamit undur diri


gimana sayang, udah ketemu." tanya gilang saat melihat sanu terus menatap poto poto gaun dan baju itu


aku bingung mas, yang ini bagus dan yang ini juga bagus." ucapnya menunjuk gaun berwarna biru muda dan pink


ya sudah keduanya aja, terus pelaminan nya model kaya gimana kamu mau." ucap gilang ikut menatap poto pelaminan


pelaminan nya model terbaru yang mana mi," tanya gilang


disebelahnya lagi tuan, itu baru datang sekitar satu minggu yang lalu dan belum ada yang keep." jawab armi


kalo gaun." tanya gilang lagi


kalo gaun yang terbaru model, emm yang ini tuan." ucap armi menunjuk gaun tema kerajaan


jadi gimana sayang, kamu maunya yang mana." tanya gilang sambil mengelus kepala sanu


bagus juga mas, aku jadi bingung jadinya hahaa." ucap sanu terus menatap poto poto gaun pernikahan


permisi tuan, ini minuman nya." ucap karyawan itu sambil meletakkan secangkir jus diatas meja


iya terima kasih." jawab armi dengan mata yang fokus keponsel


yang ini aja deh mas, gaun warna pink sama tema kerajaan. pengen beda dari yang lain gitu hahaa, duit suami gue banyak kan gak papa kali dikuras sekali kali." ucap sanu sambil tertawa


mi, gaun yang ini sama ini. terus pelaminan nya yang tadi itu." ucap gilang sambil menunjuk dipotonya


baik tuan, mengenai kue pernikahan nya?" tanya armi


aku mau ada tiga macam kue, dengan tema masing masing, yang satunya tema bebas aja tapi harus bagus. terus sediakan juga pelaminan kosong buat poto poto untuk tamu." ucap gilang sambil mengeluarkan dompetnya


acaranya kapan diadakan tuan." tanya armi

__ADS_1


emm dua minggu bener gak yang," tanya gilang


iya kali mas, aku juga gak tau coba tanya mama." ucap sanu


dua minggu dari sekarang mi, bisa kan? aku kasih dp segini dulu nanti sisanya aku transfer gak papakan." tanya gilang mengeluarkan uang sebanyak dua juta rupiah


kalo tuan memerlukan ditransfer full juga gak papa." ucap armi


gak papa ini ambil aja, hitung hitung buat ongkos kamu pulang." jawab gilang kemudian menyodorkan uang tersebut kehadapan armi


ya sudah kalo begitu saya pamit mau pulang dulu tuan," ucap armi kemudian ia menghilang dari balik pintu restoran


kita makan disini atau ketempat lain." tanya gilang


disini aja deh mas, cape harus pergi pergi lagi." ucap sanu sambil meminum jus nya


mas, mas." panggil gilang setengah berteriak


iya tuan," karyawan itu datang menghampiri meja gilang


kamu mau pesan apa yang." tanya gilang


nasi ada gak mas, aku pengen makan nasi." ucapnya dengan wajah memelas


ada, nasi gila." jawab gilang sambil menunjukkan menu disertai poto


mas, harganya kenapa mahal banget terus nasinya segenggam doang mana kenyang aku nya." bisik sanu pelan


mas, pesan nasi gila dua porsi terus salad buah nya satu, satu lagi steak kentang." ucap gilang menyerahkan buku menu


baik tuan, mohon ditunggu." ucap karyawan itu kemudian pamit undur diri


oma sama opa pulang aja dulu, ini udah waktunya istirahat." ucap bara saat melihat jam tangan nya menunjukkan pukul 07.00 malam hari


sebentar lagi bar, kamu kenapa sih dari tadi kami disuruh pulang terus." mama bara sudah kesal karena anaknya sedari tadi menyuruhnya pulang


apa yang dikatakan mas bara ada benarnya ma, besok mama kesini lagi. yang terpenting sekarang mama sama papa pulang dulu istirahat, nanti kalo mama sakit siapa yang jagain barun." ucap yuni sambil menggenggam tangan mama bara


ya sudah mama pulang dulu ya, kalo ada apa apa langsung hubungin kami." jawab mama bara sambil tersenyum


tadi aja anaknya nyuruh pulang gak mau, sekarang disuruh yuni langsung mau." bara menggerutu kesal karena ulah kedua orang tuanya


setelah dipikir pikir, apa yang dikatakan yuni memang benar. gak kaya kamu ngomongnya suka kasar, makanya contoh nih istri kamu bisa ngehargain orang tua." ucap mama bara yang sudah berdiri


udah lah ma, ngapain lagi diperpanjang. ayo kita pulang dulu, papa juga udah cape." ajak papa gilang


kami pulang dulu ya nak, besok mama kesini lagi." ucapnya sambil menatap yuni


iya ma, kalo mama sibuk gak usah." jawab yuni


gak kok, mama pulang dulu Assalamu'alaikum." kemudian oma dan opa itu menghilang dari balik pintu


Waalaikumsalam." jawab bara dan yuni secara bersamaan


mas gak mau mandi dulu." tanya yuni menatap suaminya


mas kan lupa gak bawa baju ganti." jawab nya sambil menyandarkan tubuh nya di sofa


mau aku bilangin sama pak arief dulu gak." tanya yuni

__ADS_1


terserah bunda aja deh," jawabnya dengan mata terpejam


Assalamu'alaikum pak, kalo bapak gak sibuk yuni minta tolong anterian baju mas bara." ucap yuni melalui panggilan


baik non," jawab pak arief


ya sudah itu aja pak, terima kasih." ucap yuni kemudian panggilan terputus


mas," panggil yuni mendekati suaminya


iya bun, kenapa." tanya bara dengan menatap wajah istrinya


kerjaan mas gimana, tadi siang kan langsung ditinggal begitu aja." tanya yuni yang sudah duduk disamping suaminya


kan ada asisten mas, dia pasti paham kok." jawab bara tersenyum


nanti beri dia libur mas, kasian aku lihat dia juga pasti lelah bekerja terus menerus." pinta yuni


iya nanti mas kasih cuti, gak bisa lama lama soalnya perusahaan membutuhkan kinerjanya. setidaknya ia bisa libur dua hari untuk menenangkan otaknya yang lelah bekerja." ucap bara


nah gitu dong, ya sudah mas istirahat aja dulu sambil nunggu pak arief datang. aku mau kekantin dulu, titip barun ya mas." ucap yuni beranjak pergi


mau beli apa bun dikantin." tanya bara


beli cemilan sekalian kopi buat mas, ehmm tapi yuni lupa bawa uang hehee tadi cuman sempat bawa hp doang. mas ada duit pecahan kan?" tanya yuni


ada kok sayang, ini ambil lah. beli yang banyak cemilan nya mas juga ingin nyemil." ucap bara menyerahkan dompet


aku ambil dua lembar aja ya mas," ucap yuni mengambil dua lembar uang berwarna merah


iya sayang." jawab bara


ya sudah yuni kekantin dulu." ucap yuni kemudian pergi menuju kantin


setiba dikantin ia memesan secangkir kopi untuk suaminya dan teh hangat untuk dirinya. tidak lupa ia membeli kue basah, kue kering dan biskuit. ada bermacam macam makanan yang dijual dikantin rumah sakit dan harganya juga sangat murah. setelah selesai ternyata ia tidak bisa membawa, alhasil ia meminta bantuan pada penjaga kantin untuk dibawa keruangan nya.


setiba didalam ruangan barun, penjaga kantin tadi langsung meletakkan makanan yang ada diatas nampan itu keatas meja.


terima kasih ya mba atas bantuan nya." ucap yuni


iya bu, saya permisi dulu." jawabnya kemudian ia pamit pergi


ayo mas, ini kopi buat mas." ajak yuni


sebentar, ayah mau bersih bersih dulu. tadi sewaktu bunda dikantin pak arief nganterin baju buat ayah." ucap bara sambil menunjukkan satu paperbag besar


ya sudah, jangan lama lama nanti keburu dingin kopinya." ucap yuni mulai menyeruput teh hangat nya


tanpa menunggu bara selesai mandi, yuni menikmati beberapa cemilan yang ia beli tadi.


hampir sepuluh menit barulah bara selesai mandi dengan rambut yang masih basah.


bara segera ikut duduk disamping istrinya untuk meminum kopi karena ia merasa tubuhnya agak dingin setelah mandi dimalam hari.


🍀


🍀


🍀

__ADS_1


momo minta sisa vote, like dan comment 🙏


__ADS_2