Dua Sahabat

Dua Sahabat
Bab 56


__ADS_3

Wuihh enak banget, nyampe gak sadar kalo udah habis tiga piring." ucap Sanu menyandarkan tubuhnya karena kekenyangan


Masakan Bi Surti emang top markotop, kenapa bibi gak buka restoran aja." ucap Sanu lagi


Eh, Non bisa aja. Bibi mah gak ada modal buat buka usaha." jawab Bi Surti sambil tertawa kecil


Kenapa Bibi gak ngutang sama Tuan Muda aja, Tuan Muda kan banyak uang." ucap Sanu melirik suami disampingnya


sedangkan bibi kembali kedapur dengan membawa piring kotor. Gilang hanya diam pura pura tidak mendengar sambil meminum segelas air putih


Sanu pun menyikut lengan suaminya karena tidak ada tanggapan.


Apa sih yang." tanya Gilang menatap wajah Sanu


Gak jadi deh. kita kekamar yok, aku ngantuk pengen bobo cantik." ucap Sanu beranjak pergi


Baru aja selesai makan, gak boleh langsung tidur." ucap Gilang menahan Sanu untuk tidak pergi kekamar


Tapi aku ngantuk sayang, pengen bobo. ini udah siang jadwal nya tidur siang." jawab Aanu sambil memelas


Eh eh bisa aja mukanya dibuat buat begitu," ucap Gilang sambil mencubit pipi Sanu


Aduhh sakit, kamu jahat banget."ucap Sanu


Cup cup sayang... Gilang mencium pipi Sanu yang memerah akibat bekas cubitan.


Ayo kita ke kamar istirahat," ajak Gilang


***


Dirumah Bara,


Pak Arief tolong cepetan pak." ucap Yuni panik sambil menggendong Barun menuju parkiran mobil


Ayo Non." ucap Pak Arief membukakan pintu mobil


kemudian mereka bergegas menuju rumah sakit terdekat. sesampai dirumah sakit Yuni berteriak minta tolong kepada perawat agar anaknya segera mendapat pertolongan.


Sus, tolong sus cepetan." teriak Yuni sambil berlari menuju ruang ugd


Ibu yang tenang bu, jangan panik. kami akan melakukan yang terbaik untuk anaknya." ucap suster itu mengambil alih barun kemudian diletakkan dibrankar dan segera mendapat pertolongan oleh dokter khusus anak anak.


Ya Allah nak, semoga kamu baik baik saja." gumam Yuni sambil menahan tangisnya


Lama ia menunggu didepan ruang UGD, hampir tiga puluh menit akhirnya dokter keluar dengan wajah lelahnya.


Bagaimana dok, anak saya tidak papa kan." tanya Yuni dengan mata sembab nya


Kami sudah beri obat penurun panas, dalam waktu satu jam panas akan berkurang. ibu yang sabar ya Bu, semoga anaknya cepat sehat kembali." ucap Dokter wanita itu memberi semangat kepada Yuni


Terima kasih Dok, saya masuk dulu." jawab Yuni sambil tersenyum


kemudian dokter itu kembali keruangan nya

__ADS_1


Nak, semoga kamu cepat sehat kembali. Ibu gak tega melihat kamu begini." ucap Yuni dalam hati sambil memegang tangan barun yang mungil


Yuni teringat akan suaminya, ia harus segera mengabari sebelum suaminya itu mengamuk.


Mas, Barun dirawat dirumah sakit CITRA. dia demam tinggi disertai kejang kejang." sanu mengirim pesan melalui WA karena tidak ingin mengganggu suaminya yang lagi sibuk bekerja


beberapa saat kemudian,


Nas akan segera kesana, kamu udah makan siang?" balas Bara


Belum mas, aku masih kenyang." balas Yuni kemudian ia meletakkan ponselnya diatas meja


tok...


tok...


tok...


Non," panggil Pak Arief sambil membuka pintu


Iya ada apa pak." tanya Yuni


agimana keadaan Tuan Kecil, udah mendingan." ucap Pak Arief sambil memperhatikan Barun terbaring diatas brankar dengan mata terpejam


Udah gak kejang kejang lagi pak, tapi badan nya masih panas banget belum turun turun." jawab Yuni dengan wajah sedihnya


Non yang sabar, semoga Tuan Kecil segera sembuh." ucap Pak Arief


Iya pak, terima kasih." jawab Yuni


Ehmm, saya minta tolong perlengkapan Barun dan baju ganti buat aku aja Pak," jawab Yuni


Ya sudah saya tinggal dulu, Non gak apa apa kan saya tinggal sendiri disini." ucap Pak Arief hendak pamit


Gak apa apa pak," jawab Yuni kemudian Pak Arief pergi untuk mengambilkan titipan Yuni


duhh, aku lupa ngasih kabar Mama sama Ibu." yuni kembali mengambil ponsel nya


tut...


tut...


Assalamu'alaikum Mak," ucap yuni melalui panggilan telefon


Waalaikumsalam, ada apa Neng." tanya Mak Yuni


Yuni mau ngasih kabar, Barun masuk rumah sakit, demam tinggi disertai kejang kejang." ucap Yuni


Allahu Akbar cucu ku." ucap Mak Yuni terkejut


Kamu yang sabar ya nak, jangan lupa nanti dikasih kopi hitam satu sendok untuk satu hari, tapi jangan sampai dokter disana tau." ucap Mak Yuni lagi


Iya Mak, nanti Yuni pesan kopi dikantin." jawab Yuni

__ADS_1


Ya sudah Mak cuman bisa ngasih tau obat tradisional itu, Mak gak bisa kesana Yun. semoga Barun cepat sembuh." ucap Mak Yuni


Iya mak, Yuni juga mau ngasih tau sama Mama dulu." jawab Yuni kemudian panggilan terputus.


tut..


Assalamu'alaikum Ma, aku mau ngasih kabar kalo Barun masuk rumah sakit barusan karena demam tinggi." ucap Yuni melalui panggilan


Waalaikumsalam, terus sekarang gimana keadaannya." tanya Mama Gilang


Udah mendingan sih Ma," jawab Yuni


Ya sudah nanti Mama sama Papa kesana." ucap Mama Gilang


Iya ama." jawab Yuni


Bun," panggil Bara tiba tiba datang dan menenteng dua bungkus makan siang


Eh Mas, Mas gak sibuk." tanya ayuni kemudian ia menyalimi tangan suaminya


Aku tinggal, lebih penting Barun dari pada pekerjaan." jawab Bara meletakkan bungku makanan diatas meja


Gimana sekarang keadaan Barun," tanya Bara sambil menatap Barun yang masih terbaring lemas


Demam nya sudah agak mendingan, tadi sebelum kerumah sakit badan nya panas banget, terus dikasih obat penurun panas kan yang biasa Barun minum, tapi kok gak turun turun gitu, terus mendadak kejang kejang. aku panik banget Mas, sampai sampai Bibi aku marahin gara gara ngehalangin jalan aku, untung nya Pak Arief dengan siaga langsung membawa kami kerumah sakit." Yuni menjelaskan kejadian yang sebenarnya dengan mata berkaca kaca


Udah ya bun, kita harus sabar. jadi orang tua memang gak mudah, apalagi disaat saat begini kita harus siap siaga sebelum bertambah parah. sekarang kamu makan dulu ya, nanti kalo barun bangun dia pasti memerlukan bundanya." ucap Bara menyemangati Yuni tanpa menyalahkan sedikit pun


Kamu gak marah kan mas, aku juga gak mau barun sampai begini. aku sudah gagal jadi ibu, aku becus." Yuni terisak sambil mengelus pelan putranya


Hussttt, kamu udah jadi ibu yang baik, gak ada kata gagal untuk seorang ibu." ucap Bara kemudian ia memeluk sang istri


amas, Barun." ucap yuni saat melihat abarun menggerakkan tangan nya


Panggil dokter dulu." Bara bergegas memencet tombol yang letak nya tidak jauh dari tempat brankar


Tidak berselang lama, dokter datang dengan nafas tersengal sengal.


Tolong periksa keadaan nya dok, dia udah sadar." ucap Bara begitu melihat dokter memasuki ruangan


Sebentar ya pak," jawab dokter wanita itu sambil memeriksa keadaan Barun


Alhamdulillah keadaan anak ibu dan bapak sudah jauh lebih baik, jika ada kejang kejang lagi segera letakkan sendok plastik ini di dalam mulutnya, agar gusi dan lidahnya tidak terjadi iritasi, sendok ini sangat lentur mirip jelly jadi tidak membahayakan sang bayi." ucap dokter setelah memeriksa keadaan barun


Baik dok, terima kasih." jawab Yuni dengan raut wajah senang karena keadaan Barun sudah jauh lebih baik


Ya sudah saya tinggal dulu, kalo ada apa apa langsung saja panggil saya atau suster yang sedang berjaga." ucap dokter itu kemudian diangguki oleh orang tua Barun


πŸ€


πŸ€


πŸ€

__ADS_1


momo minta sisa vote, like dan commentπŸ™


__ADS_2