Dua Sahabat

Dua Sahabat
Bab 18


__ADS_3

setelah makan bersama mama dinda, bara dan yuni menuju ruang keluarga disana mereka mengobrol banyak tentang hal mengenai kehamilan yuni. mama dinda juga menjelaskan bagaimana detik detik saat akan melahirkan, tak terasa hari sudah sore mereka pun pulang menuju kerumah sebelum magrib tiba.


ma aku pulang dulu, nanti kapan kapan kesini lagi." kata bara menyalimi mama dinda


titip salam sama ayah ma, nanti kalo datang kabarin biar kami bisa ketemu papa." kata yuni sambil salim dengan mama dinda


iya sayang, kalian hati hati dijalan ya." jawab mama dinda tersenyum


iya ma, Assalamu'alaikum." kata bara dan yuni bersamaan kemudian menuju mobil


waalaikumsalam." jawab mama dinda


***


diperjalanan menuju pulang kerumah ada penjual es doger mangkal ditaman sendirian.


tiba tiba saja yuni menginginkannya.


mas stop dulu, aku pengen es itu." pinta yuni


itu es apaan yang, gak pernah ngeliat aku orang jualan es itu." kata bara memperhatikan penjual es itu setelah mobil sudah parkir dipinggir jalan


itu es doger enak loh, kamu mau." tanya yuni


gak deh, kamu aja. beli sendiri atau dibeliin." tanya bara menatap yuni


beli sendiri aja, kamu beneran gak mau nih." tanya yuni lagi sebelum membuka pintu mobil


nggak sayang." jawab bara


kek, beli es nya satu bungkus." kata yuni


baik neng, tunggu sebentar." jawan kakek penjual es doger itu yang sudah kelelahan setelah seharian berkeliling menjajakan es nya.


beberapa saat es doger pun sudah jadi, yuni membayar nya dan kembalian ia berikan karena kasian melihat si kakek


terima kasih kakek," kata yuni sambil mengambil sebungkus es doger


ini kembalian nya neng." kata kakek

__ADS_1


gak usah kek, buat kakek aja." jawab yuni yang ingin menuju mobil


makasih neng, semoga murah rezeki nya." kata kakek itu


aamiin... makasih atas doa nya kek." kata yuni tersenyum lalu masuk kedalam mobil


udah yang, gimana es nya." tanya bara


gak gimana gimana, makannya kamu cobain ini lagian yang jual kakek kakek kasian banget deh tadi aku liat kecapean gitu." kata yuni sambil meminum es nya


kenapa gak kamu tanyain dimana rumah kakek nya." tanya bara menatap yuni yang asyik dengan es nya


gak kepikiran hehee." jawan yuni tertawa kecil


ya sudah kita pulang sekarang ya," tanya bara


iya mas." jawab bara


adzan sudah berkumandang, dan mereka baru saja memasuki gerbang rumah.


kamu jangan langsung mandi, duduk aja dulu nanti masuk angin, atau gak kamu cuci muka tangan sama kaki aja." kata bara yang sudah keluar dari mobil


masuk dulu ayo, silahkan kalo kamu mau makan gak papa asalkan jangan dipaksakan kalo muntah." kata bara menuntun tangan yuni


iya mas, kamu mau gak." tanya yuni yang sudah berada didalam rumah


mas kan masih kenyang, nanti sajalah." jawab bara kemudian berlalu menuju kamar


yuni memasak roti bakar diatas teflon, kemudian datang bibi dari arah kamar bibi yang letak nya tidak begitu jauh dari dapur.


mau masak apa neng, biar bibi yang masakin." tanya bi inah


gak papa bi, ini bentar lagi udah masak. bibi mau juga gak." tanya yuni


emang itu apaan neng," tanya bi inah yang mendekat disamping yuni


roti bakar bi, tapi aku pake selai nanas." kata yuni sambil membalik balik roti bakar nya


boleh deh, bibi juga suka roti bakar tapi selai nya kacang." kata bi inah

__ADS_1


ambil aja bi, tapi bibi bikin sendiri gak papa kan, hehee." kata yuni


gak papa neng, sudah seharusnya bibi yang masakin buat neng." kata bi inah yang mengambil roti dan selai kacang


kalo kaya gini mah gak papa bi, gak berat. nah punya aku udah masak, sekarang bibi masak dulu roti nya biar kita makan sama sama." kata yuni yang membuat roti bakar nya di atas piring kosong kemudian mengambil gelas ingin membuat secangkir susu


ayo atuh neng, kita makan sama sama." kata bi inah yang sudah siap dengan sepiring roti bakar rasa kacang


waduh enak nya makan." kata bara yang ikut nimbrung


mas kan tadi gak mau, ya udah aku aja sama bibi." kata yuni yang memotong roti nya menjadi beberapa bagian


mas cuman ikut nongkrong aja." kata bara berjalan ingin membuat secangkir kopi


coba aku cicipin punya bibi boleh gak." tanya yuni


ini neng, ambil aja." jawab bi inah


eemmm ternyata enak juga yah rasa kacang, bi boleh tukeran gak roti nya." pinta yuni


ini ambil aja buat neng, nanti bibi bikin lagi kalo mau." jawab bi inah menyodorkan sisa potongan roti bakar


beneran bi, makasih ya bi." kata yuni dengan mulut penuh roti bakar


kayanya enak banget makan roti bakar, gak takut muntah yang," tanya bara duduk disamping yuni


gak papa tuan, semoga aja neng gak lagi muntah muntah. kalo nafsu makan nya bagus kaya gini bibi ikut senang liat nya." kata bi inah duduk didepan yuni sambil tersenyum. yang ditatap tidak memperdulikan sekitar


Aaaaa....


πŸ€


πŸ€


πŸ€


momo minta sisa vote, like dan comment nya biar makin semangat updateπŸ˜™


πŸ™

__ADS_1


__ADS_2