
Hari ini tepatnya hari kamis, hari bahagia bagi pasangan yang akan melakukan ijab qabul.
setelah melewati berbagai drama akhirnya kedua belah pihak menyetujui pernikahan sederhana dikampung sanu, sebulan setelahnya akan dimeriahkan dikota kelahiran gilang.
sanu memakai kebaya putih dan berjilbab warna putih tulang senada dengan pakaian gilang yang terlihat begitu tampan.
Tepat jam 09.00 pagi ijab qabul dilaksanakan penuh hikmat. kedua orang tua sanu begitu terharu melihat anak gadis mereka sudah bersuami, tak lepas dari itu abang sanu juga bahagia melihat adik kesayangannya dipinang oleh lelaki yang begitu mencintai dan menyayangi sanu.
acara demi acara sudah selesai, sekarang sudah menunjukkan pukul 02.00 siang waktunya acara selesai, pengantin baru itu pun memasuki kamar hendak berganti pakaian karena kelelahan setelah menyalami tamu undangan.
Dikamar sanu sudah dihias begitu cantik nya. dinding kamarnya dipenuhi tirai berwarna gold dan putih serta bunga mawar yang berhamburan diatas ranjang.
lang, sebelum kamu ganti baju tolong lepasin dulu jarum jarum dikepala aku." ucap sanu duduk diatas ranjang
gilang melepaskan semua jarum dan jilbab yang melilit dikepala sanu dengan penuh hati hati
sudah, bersihin dulu make up kamu habis ini baru makan." ucap gilang ikut duduk disebelah sanu
kamu cape gak, kepala aku rasanya kok pusing ya." ucap sanu memijit kepalanya
ya udah sekarang istirahat dulu, biar aku bersihin muka kamu, tapi pake apa aku gak tau cara bersihin." ucap gilang mengambilkan bantal untuk istrinya
diatas meja itu ada botol warna biru muda terus kapasnya tinggal sedikit deh kayanya, kalo gak cukup beliin dulu deh." jawab sanu
gilang mendekati meja warna cokelat dan mencari keberadaan botol warna biru, setelah menemukan nya ia langsung mengambil serta kapas untuk muka yang hanya tinggal lima lembar
tinggal lima lembar yang, cukup gak ya." ucap gilang sambil menumpahkan cairan tersebut keatas kapas
secukupnya aja dulu deh, kepala ku pusing banget." jawab sanu dengan mata terpejam
jangan jangan kamu hamil yang." ucap gilang secara mengejutkan
kamu sembarangan deh ngomong nya, baru juga satu minggu setelah kemaren waktu itu masa langsung ngisi." jawab sanu sambil menatap tajam gilang
ya kali aja, emang kamu udah datang bulan." tanya gilang sambil membersihkan sisa sisa make up diwajah sanu dengan penuh teliti
belum sih, biasanya akhir bulan." jawab sanu santai
ini udah tanggal berapa." tanya gilang
tanggal..." ucapan sanu terjeda karena mengingat sesuatu
nah tuh kan," ucap gilang sudah selesai membersihkan make up
aduhh gimana dong lang, awas kamu ya gak tanggung jawab aku aduin sama ibu." ucap sanu setengah mengancam
__ADS_1
ya iyalah gue bapak nya." jawab gilang meletakkan kembali botol berwarna biru tadi
masa juga baru nikah hari ini langsung ngisi, apa kata tetangga." ucap sanu dengan wajah kesal
ngapain kamu bingung sama omongan tetangga, emang kamu makan ditanggung sama tetangga? gak kan, selama ini yang menanggung makan dan keperluan kamu siapa." tanya gilang tak kalah kesal
ya kan jadi beban hidup gilang, nih telinga panas tau gak kalo diomongin mulu. kamu gak kasian sama ibu bapak sampai mendengar omongan tetangga cuman gara gara aku hamil terlalu muda." ucap sanu kembali duduk
gak akan ada yang omongin kamu, besok juga kita gak tinggal disini lagi. kalo sesekali jengukin ibu bapak ya boleh lah, kalo harus tinggal disini kerjaan aku disana gimana terus kuliah kamu gak akan kelar kelar." jawab gilang sambil menatap sanu
terserah kamu aja lah, suka suka kamu aja apalah daya aku hanya orang yang tidak berdaya." ucap sanu
mau jadi orang berdaya." tanya gilang
gimana caranya," tanya sanu dengan wajah bingung
dicas, mau pakai baterai, listrik atau..." ucap gilang sambil menaik turunkan alisnya
mending kamu mandi deh, aku juga mau mandi." ucap sanu mendorong gilang
barengan aja biar hemat waktu." jawab gilang menarik pelan tangan sanu
gak mau, nanti kamu kaya kemaren lagi tuh bilangnya biar hemat waktu gak tau nya malah boros waktu." ucap sanu menyindir
gak akan, lagian siang bolong gini masa mau enak enakan." jawab gilang memaksa sanu
kamu mau sesuatu, biar aku ambilin atau dibeliin gitu." tanya gilang dengan lembut
aku gak mau apa apa, cuman pengen istirahat aja kepala aku beneran pusing sumpah deh aku gak boong." jawab sanu sambil meringis
ya sudah, kamu istirahat aja. aku mandi dulu ya, kamu jangan kemana mana." ucap gilang sambil berjalan menuju pintu
hmm." sanu memejamkan matanya berharap pusing nya akan hilang
lima belas menit kemudian, gilang sudah selesai mandi. sekarang ia mengenakan baju kaos oblong warna hitam dengan celana kain pendek selutut. ia juga membawa minyak kayu putih setelah tadi meminta kepada ibu sanu, gilang mulai memijat kepala sanu dengan penuh hati hati, karena dilihatnya sanu sudah mulai berlabuh kepulau kapuk.
tidak hanya dibagian kepala, kaki dan tangan juga diipijat oleh gilang dengan penuh kasih sayang. ia berharap akan segera hadir baby dirahim sanu, diumurnya yang sudah cukup dewasa pastilah ia begitu menginginkan hadirnya duplikat dirinya.
ehm..." sanu mengerjapkan matanya terbangun karena terganggu oleh gilang
gimana, masih pusing gak." tanya gilang sambil memegang minyak kayu putih ditangan nya sebelah kiri
agak kurang sih, aku mau mandi dulu deh." jawab sanu beranjak bangun
ngapain lagi mandi udah jam segini, mending langsung makan aja." ucap gilang
__ADS_1
emang sekarang jam berapa." tanya sanu menatap gilang
jam 06.00 sore." jawab gilang
hahh.." sanu terkejut karena ia merasa hanya tertidur sebentar tapi ternyata sudah berjam jam
aku mandi dulu deh, habis aku mandi kita makan sama sama ya." ucap sanu segera menuju kamar mandi
kebiasaan deh kalo udah urusan tidur pasti lupa waktu." gumam gilang kesal
kemudian ia mengambil ponsel sambil menunggu sanu selesai mandi
ting...
chat dari teman gilang mengucapkan selamat atas pernikahan nya. setelah acara ijab qabul tadi ada sesi poto pengantin dan poto bersama keluarga. poto dengan sanu saat itulah ia posting disosial media, dengan caption istriku❤
ayo makan." ucap sanu secara nengejutkan
gak pake baju dulu neng." ucap gilang langsung meletakkan sembarang ponselnya
pake dastar aja gak papakan, aku lebih suka pake daster." jawab sanu membuka lemarinya untuk mengambil selembar dastar
terserah kamu aja, asalkan pake baju." ucap gilang mendekati sanu
bentar ya, aku nyisir rambut bentar." jawab sanu hendak mengambil sisir
biar aku aja, kamu diam aja."ucap gilang sudah memegang sisir ditanganya
neng siap bang," jawab sanu kemudian ia tertawa sendiri
neng sehatkah," tanya gilang sambil tertawa
neng sehat wal afiat bang," jawab sanu tersenyum
sudah, ayo kita makan dulu." ucap gilang memegang tangan sanu
mama sama papa kamu dimana, dari tadi aku gak ngeliat." tanya sanu begitu sampai didapur
mungkin udah pulang, aku juga gak tau." jawab gilanh yang sudah duduk dilesehan
🍀
🍀
🍀
__ADS_1
momo minta sisa vote, like an comment🙏