
Jam menunjukkan pukul 6 sore, entah siap-siap dari jam berapa tadi? Dan baru siap jam segini, Aliyah yang dari tadi lama, ia sibuk memilih baju yang cantik untuk di pakai malam ini. Tentu saja ini adalah kesempatan yang bagus jadi dia harus cantik agar Bima klepek-klepek padanya. Dasar anak SMA tapi demennya yang matang-matang, membayangkan tubuh kekar Bima, kadang Aliyah suka diam-diam! menelan ludahnya dengan kasar.
Kini Aliyah tampak cantik dengan dress warna biru dongkernya, rambutnya di cepol agak berantakan, wajahnya di rias cukup natural dan lipstiknya warna agak merah. Cantik sekali malam ini Aliyah.
Ayuna dan Bima ternyata sudah menunggu Aliyah entah sudah berapa lama? Aliyah juga tidak keluar-keluar dari rumahnya, entah apa yang sedang gadis itu lakukan?
"Perempuan itu memang apa-apa serba lama, siap-siap saja entah sudah berapa jam?" gumam Bima dengan suara lirih.
"Kakak Cantik mana Pa? Kok lama banget?" keluh Ayuna yang sudah tidak sabar ingin segera berangkat jalan-jalan.
"Mungkin Kakak Cantik sakit perut," jawab Bima asal.
Aliyah mengunci pintu rumahnya, lalu ia buru-buru berjalan ke rumah Bima dan ternyata Bima dan Ayuna sudah menunggunya di mobil Bima tepat di depan rumahnya.
"Maaf ya nunggu lama," kata Aliyah tidak enak.
Ayuna hendak membuka pintu mobil belakang tapi Ayuna tiba-tiba mencegahnya. "Kakak Cantik duduk di depan saja bareng sama Yuna!" pinta Ayuna pada Aliyah.
"Tapi Yuna..."
"Aliyah, duduk di depan saja, takut Ayuna mengantuk," potong Bima dengan cepat. Padahal mah niatnya memang ingin Aliyah duduk di sebelahnya.
Akhirnya Aliyah membuka pintu depan dan dia duduk di depan sambil memangku Ayuna, setelah semua masuk dan sudah memakai sabuk pengaman. Bima langsung melajukan mobilnya menuju ke taman bermain tempat tujuannya.
****
Di saat Aliyah sedang pergi jalan bersama duda pujaan hatinya dan calon anak tirinya kalau jadi.
Di sisi lain Arumi dan Azka kini sedang berjalan-jalan ke mall, setelah puas dengan kegiatan bercintanya, Azka mengajak Arumi untuk berbelanja.
__ADS_1
"Sayang, coba deh kamu sekali-kali kalau main bawa lingerie seksi seperti ini, pasti aku tambah nafsu," lirih Azka di telinganya Arumi. Arumi saat ini sedang berada di toko baju tidur, melihat baju dengan bermacam model tentu saja Azka sangat tertarik.
"Emang kamu mau?" tanya Arumi menggoda.
"Maulah sayang, aku belikan yang warna hitam ya," tawar Azka tapi belum sempat Arumi menyetujuinya Azka langsung mengambil lingerie seksi itu dan membawanya ke kasir.
Arumi kembali mencari baju tidur model lain, ia juga tidak menolak di belikan baju seksi oleh Azka.
****
Di taman bermain Aliyah dan Ayuna asik bermain komedi putar sambil makan arum manis, mereka berdua tampak bahagia sekali, Ayuna juga terus bersorak bahagia.
Sedangkan Bima duduk di salah kursi, ia menunggu Ayuna dan Aliyah yang sedang asik bermain, kalau seperti ini berasa jagain kedua anak kecil.
Setelah beberapa lama akhirnya mereka selesai bermain komedi putar, lalu mereka turun dan mengajak Bima kembali berjalan-jalan mengelilingi taman bermain itu.
"Ayuna, lihat boneka itu lucu sekali, bagaimana kalau kita main itu, siapa tahu kita dapat boneka," ajak Aliyah antusias. Aliyah seperti anak kecil yang sedang bermain dengan temannya.
"Ayo Kak, Papa saja yang suruh main gamenya. Papa kan jago nembak Kak, kalau hanya main game lempar kaleng pasti Papa bisa," kata Ayuna dengan mantap dan melihat Bima yang kini berada di belakang mereka, Di tangan Bima sudah penuh dengan tas Aliyah, mainan Ayuna yang tadi di beli. Tapi Bima begitu sabar menuruti apa mau anaknya dan mau Aliyah.
"Papa, ayo main game lempar kaleng itu!" ajak Ayuna dan Bima menurut.
Kini mereka sudah berada di tempat game lempar kaleng, hadiahnya juga bagus-bagus ada boneka panda besar, boneka beruang, boneka boba dan masih banyak boneka-boneka lainnya.
Bima membeli bola lebih dulu, ia membeli satu keranjang bola untuk melempar kaleng dan itu isinya ada lima biji..
Bima menatap kaleng-kaleng yang ada di hadapannya dengan tatapan serius, ia menatap dengan jeli kaleng-kaleng itu dan dalam hitungan satu, dua, tiga di dalam hatinya ia lempar bola itu dan tepat mengenai sasaran semua kaleng-kaleng itu roboh, seketika Aliyah dan Ayuna bersorak gembira.
"Gollll....!!" seru Aliyahhhh.
__ADS_1
"Hore Papa berhasil....!!" sorak Ayuna dengan begitu bahagia.
"Golll, memangnya sedang main bola?" gumam Bima sambil kembali melempar lagi dan lain-lain berhasil merobohkan semua kaleng-kaleng itu.
Dari lima biji bola hanya dua yang gagal, yang tiganya berhasil Aliyah dan Ayuna sangat bahagia karena mendapatkan banyak boneka.
"Asik dapat boneka banyak," kata Ayuna.
"Ayuna, kita makan yuk! Aku lapar," kata Aliyah pada Ayuna.
Bima mengajak mereka makan dulu, setelah selesai makan mereka kembali bersenang-senang.
Hingga beberapa jam telah berlalu dan mereka bertiga tampak lelah, Ayuna juga minta gendong Papanya dan kini Ayuna tertidur di gendongan Papanya. .
Malam ini Ayuna bahagia, Aliyah juga tak kalah bahagia. Bima dan Aliyah berjalan seiringan menuju ke mobil.
Tapi tiba-tiba Bima menghentikan langkah kakinya saat melihat seorang.
"Tuan kenapa berhenti?" tanya Aliyah bingung.
"Bima...!!"
Suara yang tidak asing itu memanggil Bima, membuat Bima menghela nafas berat.
"Bima, apa kabar?" tanya laki-laki itu tapi tatapan Bima tampak sinis dengan seseorang yang ada di samping laki-laki itu.
Entah siapa yang Bima temui itu?
Bersambung
__ADS_1
Terimakasih para pembaca setia